NovelToon NovelToon
Rahim Satu Miliar : Bukan Sekedar Pengganti

Rahim Satu Miliar : Bukan Sekedar Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Ibu Pengganti / Pengganti / Cinta Paksa / Cinta Seiring Waktu / Angst
Popularitas:58.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kinamira

Di negara barat, menyewa rahim sudah menjadi hal lumrah dan sering didapatkan.
Yuliana adalah sosok ibu tunggal satu anak. Demi pengobatan sang anak, ia mendaftarkan diri sebagai ibu yang menyewa rahimnya, hingga ia dipilih oleh satu pasangan.
Dengan bantuan alat medis canggih, tanpa hubungan badan ia berhasil hamil.
Bagaimana, Yuliana menjalani kehamilan tersebut? Akankah pihak pasangan itu menyenangkan hatinya agar anak tumbuh baik, atau justru ia tertekan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinamira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Mencintaiku

Sebelumnya Sean nyaris tidak pernah berada di dapur. Namun, semenjak ia semakin dekat dengan Yuliana. Melihat Yuliana memasak di dapur, menjadi salah satu kebiasaannya sekarang, yang tidak disadarinya.

Sean mengambil garpu lalu mencongkel ikan bakar yang memiliki aroma menggiurkan itu. Ikan bakar yang masih panas, dan baru saja diangkat Yuliana dari panggangan.

"Wah." Sean berdecak saat daging ikan dengan bumbu rempah yang pas menguar dalam mulutnya.

"Enak kan?" ucap Yuliana mengulum senyum melihat Sean tampak menikmati.

"Hm," angguk Sean kembali mencongkelnya.

"Iya dong. Nanti sepulang dari sini, aku sudah berencana membuka warung makan kecil, untuk menyambung hidupku," ucapnya sembari mengulum senyum lebar membayangkan dan berharap kehidupannya nanti akan lebih baik.

Sean terdiam, memandang Yuliana, lalu beralih ke perutnya. Entah kenapa mendengar itu, tiba-tiba ia merasa sedikit tidak setuju.

Namun, secepat mungkin ia menepis pikirannya, dan hendak kembali mencicipi makanannya. Yuliana dengan cepat menepuk tangan Sean dan menegurnya. "Jangan di makan semua. Bawa di meja makan, dan kita makan bersama Nyonya Jessy dan Tuan William.

Sean mengerjapkan mata, tanpa bicara ia membawa piring tersebut ke meja makan.

Yuliana menyusul membawa hasil masakannya yang lain. Malam ini adalah murni semua hasil masakan yang akan disantap pemilik rumah itu.

Yuliana dengan semangat, dan penuh perhatian, mengambil dan melayani ketiganya dengan baik.

"Em, masakan kamu memang tidak pernah gagal. Bumbunya sangat pas," sahut William berdecak kagum untuk kesekian kalinya merasakan masakan Yuliana.

"Iya, Mommy baru tau masakan Indonesia ternyata seenak ini," timpal Jessy turut menikmati.

"Syukurlah kalau Tuan dan Nyonya suka," sahut Yuliana tersenyum senang.

"Mommy jadi malu, kamu masih muda tapi sudah pintar memasak, sedangkan Mommy tidak bisa memasak sama sekali," ucap Jessy tiada hentinya merasa kagum pada wanita itu.

"Ah, anda bisa saja Nyonya," sahut Yuliana tersenyum malu-malu, membuat Jessy memandangnya gemas.

"Aduh kenapa panggil Nyonya sih? Panggil Mommy saja. Mommy sudah menganggap kamu anak sendiri," ucap Jessy mengulurkan tangan mengusap pelan puncak kepala Yuliana.

Sean yang tengah menikmati makanannya dengan lahap itu, beralih memandang protes sang Mommy. "Anak Mommy hanya aku, dan menantu Mommy hanya Clara, mana boleh orang luar memanggil Mommy sama sepertiku," sahutnya sembari tetap menguyah pelan.

"Kenapa tidak ada salahnya kalau mommy kamu mau dipanggil Mommy oleh orang lain. Itu terserah dia, dan Daddy juga tidak masalah," tanggap William yang akan selalu setuju dengan istrinya, dan menentang Sean, membuat Sean berdecak, tak berucap apapun lagi, dan memilih melanjutkan makannya.

Yuliana mengulum senyum, perasaan hangat dirasakan, mengingat sudah lama ia tidak lama mendapatkan kasih sayang orang tua, tentu membuatnya merasa haru dengan perlakuan lembut itu.

Tanpa mereka sadari. Seorang pelayan yang memperhatikan mereka dengan tajam, dan tidak suka.

"Tuan Sean dan wanita itu semakin dekat saja. Aku harus melaporkan ini pada nyonya Clara," batinnya dengan penuh tekad, sembari menatap hasil tangkapan gambar yang ia lakukan tadi.

"Wanita ini semakin tidak tau posisinya saja," batinnya menggerutu pelan, mengirim foto-foto itu pada Clara.

**

Dua Minggu tanpa sadar telah dilewati begitu saja. Sean yang semula kesepian, tapi semakin dekat dengan Yuliana, dan perhatian kecil yang didapatkan membuatnya tanpa sadar larut dalam kepedulian itu.

Awal yang merupakan hanya bentuk kejahilan, kini membuatnya setiap malam datang ke kamar Yuliana dan tidur di sana.

Perasaannya masih hangat dan nyaman setiap saat menyentuh perut Yuliana.

Namun, bukan hanya Sean. Yuliana juga kini merasa bergantung dengan kehadiran Sean di sisinya setiap malam. Ketidakhadiran Clara membuat keduanya kerap lupa akan statusnya.

Dalam dua Minggu itu mereka tidak sadar, tidak ada malam, mereka tidak berhubungan. Yuliana yang terlena, membuatnya tidak lagi menolak, dan Sean yang semakin menggilai tubuh mungil Yuliana.

"Ah, Tuan ...!" racau Yuliana yang tengah bergerak naik turun di atas tubuh Sean.

Sean memandang kepuasan, menatap tubuh yang naik turun itu. Memang tidak seindah milik istrinya. Namun, mampu membuatnya gila. Sean pun tidak paham kenapa, namun rasa itu sangat berbeda.

Satu hal yang membuat Sean yakin, itu bukan cinta, tapi hanya karena bawaan bayi yang sampai padanya.

Yuliana menjatuhkan tubuhnya di samping Sean, membuat Sean beralih mengukung tubuhnya, melanjutkan kegiatan panas mereka.

Yuliana memejamkan mata mulutnya meracau merasakan setiap gerakan Sean. Tangan Sean bergerak lembut di pinggangnya. Nafas pria itu terdengar berat menyentuh wajah Yuliana.

Menit demi menit berlalu, malam semakin larut dihiasi dengan decakan suara kenikmatan keduanya, dan suara kulit yang saling bertabrakan.

Setelah merasakan kepuasan. Keduanya berpelukan di balik selimut. Dengan deru nafas yang sama-sama letih dan puas.

"Tuan, sebentar lagi istrimu kembali. Setelah istrimu kembali, ini tidak akan terjadi lagi?" tanya Yuliana setelah sebuah dorongan memaksanya untuk menanyakan itu.

Sean terdiam beberapa saat, sembari tangannya tetap memeluk Yuliana. "Bisa jadi," jawab Sean seadanya membuat Yuliana mengulum senyum kecut.

Yuliana sedikit menjauhkan tubuhnya menatap lekat wajah Sean. "Apa di matamu aku benar-benar hanya teman berbagi ranjangmu?"

Sean tidak menjawab, ia kembali menarik Yuliana dalam pelukannya.

"Jawab dulu Sean?" ucap Yuliana berusaha melepaskan diri.

"Apa yang perlu dijawab, memang kamu itu hanya partner ranjangku kan?" ucap Sean dengan ketus membuat hati Yuliana terasa nyeri mendengarnya.

Yuliana memukul pelan pundak Sean. "Tapi, sepertinya aku mulai mencintaimu Sean!" sahutnya dengan ketus.

Sean yang mendengarnya perlahan membuka matanya menatap bola mata Yuliana yang berkaca-kaca. "Jangan mencintaiku. Karena aku tidak akan bisa mencintai wanita selain istriku!" ucapnya dengan tegas membuat Yuliana menjatuhkan air matanya.

Bibir Yuliana bergetar. Menatap dada bidang Sean yang sudah memberinya kenyamanan. "Apa aku memang tidak pantas dicintai laki-laki?" batinnya merasa dirinya selalu saja mendapatkan laki-laki yang tidak sepenuhnya mencintainya.

Telunjuk Yuliana bergerak menari di atas dada Sean. Membuat Sean diam merasakan gerakan acak itu.

Sean menghela nafas pelan. Perasaan bersalah tiba-tiba hadir begitu saja. Sadar, ia telah melukai perasaan Yuliana. Namun, mau bagaimana lagi, tak mungkin ia berkata cinta sedangkan hatinya hanya untuk istrinya.

Sean melepaskan pelukannya. Ia lalu bangkit dari sana, perlahan menggunakan pakaiannya. Yuliana diam memandang, namun hatinya terasa sakit, layaknya ia telah kehilangan sesuatu.

"Mungkin ini terakhir kalinya, terima kasih sudah menemaniku dua Minggu ini," ucap Sean sebelum ia pergi meninggalkan Yuliana begitu saja.

Yuliana terdiam, menatap pintu yang sudah kembali tertutup. Perginya Sean membuatnya harus sadar siapa dirinya di sana, dan apa tujuannya.

"Sadarlah Yuliana, kamu bukan siapa-siapa di sini. Jangan terlena dengan perlakuan baik mereka semua. Bagaimana pun kamu harus kembali pada putramu," batin Yuliana kembali memperingati dirinya sendiri.

1
Sunaryati
Istri seperti itu tidak menghormati dan menghargai suami kok dipertahankan, apalagi anak yang dikandungnya kemungkinan anak selingkuhannya. Suami bodoh tak punya harga sedikitpun, yang dibutakan nama cinta, istri berbuat kriminal pada istri lain kok dibiarin ndak takut anak yang dilahirkan nanti cacat.
𝑆𝑡𝑟𝑎𝑤𝑏𝑒𝑟𝑟𝑦𝑆𝑤𝑒𝑒𝑡
Clara ini kenapa sih? seharusnya bersyukur katanya mau yuliana tidak tinggal di rumah nya lagi,terus kenapa harus melibatkan Yuliana di dalam rumah tangga nya lagi padahal yuliana tinggal di kota yg berbeda.Greget banget sama Clara mau nya apa coba seharusnya bersyukur malah menjadi-jadi terus ngancam mau bunuh yuliana,Hei Clara gak pantas kamu mau nge bunuh yuliana soalnya yuliana udah di kota berbeda ngapain marah ke yuliana? Sampai-sampai berniatan membunuh nya? yaampun tega banget.Awas ya Clara bayi di kandungan kamu itu kenapa-kenapa karna hanya sikap kamu yg jahat Clara semoga Clara yang selingkuh cepat terungkap segera biar sean dan Clara berpisah.Semoga yuliana dan anak-anak nya Baik-baik saja dari Clara yg punya niatan buruk kepadanya.

Semangat kak bikin ceritanya! aku tunggu episode selanjutnya.🔥
Lauren Florin Lesusien
𝚔𝚛𝚎𝚊𝚔𝚝𝚎𝚛 𝚌𝚘𝚠𝚘𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚕𝚎𝚕𝚎𝚝 𝚜𝚎𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜 𝚌𝚎𝚘 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚞𝚊𝚜𝚊 𝚝𝚑𝚞𝚛 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚕𝚊𝚖𝚊 𝚔𝚢𝚔 𝚐𝚒𝚝𝚞 𝚍𝚒𝚔𝚒𝚋𝚞𝚕𝚒𝚗 𝚌𝚕𝚊𝚛𝚊 𝚐𝚎𝚛𝚎𝚐𝚎𝚝 𝚋𝚊𝚌𝚊𝚗𝚢𝚊
𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚓𝚗𝚐𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 thur
Dlaaa FM
Lanjutannnnn
Sunaryati
Kapan sih perselingkuhan Clara terkuak? Ini peran antagonisnya kok dibiarkan menikmati kemenangan llama, yang dikandungnya anak siapa, Ya
Sunaryati
Nah bagaimana ya jika Sean tidak lagi kaya raya, karena semua harta sudah dialihkan ke putra Yulianna, apakah masih mau bertahan dengan Sea
𝑆𝑡𝑟𝑎𝑤𝑏𝑒𝑟𝑟𝑦𝑆𝑤𝑒𝑒𝑡
Semoga ending dari cerita ini Yulia dan anak-anak nya bisa merasakan hidup bahagia🤍

Semangat bikin kelanjutan ceritanya kak🔥💪
𝑆𝑡𝑟𝑎𝑤𝑏𝑒𝑟𝑟𝑦𝑆𝑤𝑒𝑒𝑡: maaf typo maksudnya *yuliana*
total 1 replies
Dlaaa FM
Lanjutannnnn
𝑆𝑡𝑟𝑎𝑤𝑏𝑒𝑟𝑟𝑦𝑆𝑤𝑒𝑒𝑡
Aku berharap Clara yang selingkuh dari Sean cepat terungkap biar kebusukan Clara itu terbongkar.
Lauren Florin Lesusien
𝚔𝚙𝚗 𝚔𝚎𝚝𝚊𝚞𝚊𝚊𝚗𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚝𝚑𝚞𝚛 𝚒𝚝𝚞 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚐 𝚌𝚕𝚊𝚛𝚊 𝚜𝚎𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚑 𝚝𝚛𝚜 𝚒𝚗𝚒 𝚌𝚛𝚎𝚊𝚔𝚝𝚎𝚛 𝚌𝚘𝚠𝚘𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚌𝚎𝚘 𝚔𝚊𝚢𝚊 𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚕𝚊𝚖𝚋𝚊𝚝 𝚊𝚖𝚊 𝚘𝚘𝚗 𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚝𝚑𝚞𝚛 𝚓𝚐𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐
lanjut
Lauren Florin Lesusien
𝚖𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚖𝚞𝚍𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚙𝚠𝚛𝚜𝚎𝚕𝚒𝚗𝚐𝚔𝚞𝚑𝚊𝚗 𝚌𝚕𝚊𝚛𝚊 𝚌𝚎𝚙𝚊𝚝 𝚝𝚎𝚛𝚋𝚘𝚗𝚐𝚔𝚊𝚛 𝚋𝚒𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚗 𝚢𝚊𝚑𝚘 𝚝𝚑𝚞𝚛🤣🤣🤣𝚙𝚒𝚗𝚝𝚊𝚛 𝚖𝚎𝚛𝚝𝚞𝚊 𝚢𝚞𝚕𝚞𝚊𝚗𝚊 𝚜𝚞𝚔𝚊 😍😍😍😍
Dlaaa FM
Lanjutannnnn
Ririn Danayanti
lanjut thor mkin penasaran saja
Rech
selamat menunggu hari penyesalan sean/Chuckle/
𝑆𝑡𝑟𝑎𝑤𝑏𝑒𝑟𝑟𝑦𝑆𝑤𝑒𝑒𝑡
Semoga Perselingkuhan Clara itu cepat terungkap agar sean tahu bahwa Clara selingkuh di belakang nya,Aku yakin anak yang di kandung Clara bukan anak sean tapi anak hasil perselingkuhan si Clara sama si selingkuhan nya wah parah Clara.semoga cepat terungkap kejahatan si Clara sama perselingkuhan nya yang dia lakukan,Dan aku berharap Yuliana dan bayinya yang baru lahir sehat-sehat dan baik-baik saja dan juga Semoga aman dari Kejahatan Clara,Soalnya Clara makin lama makin menjadi-jadi sepertinya.

Semangat kak Bikin ceritanya! 💪🏻🔥
𝑆𝑡𝑟𝑎𝑤𝑏𝑒𝑟𝑟𝑦𝑆𝑤𝑒𝑒𝑡
Greget banget sama Si clara,semoga yuliana dan bayinya lahir dengan selamat.Clara keterlaluan banget greget banget sama Clara apa dia gak takut? nanti semua hal buruk yg dia lakukan ke yuliana nanti malah terjadi ke diri nya sendiri? Aku berharap kejahatan si clara ini cepat terbongkar.
Ririn Danayanti
dikit bnget thor punya ,punya yg panjang kenapa thor
khadizah thea
lebih greget lagi
Rech
sean betol² bodoh dan bisa dikalabui sama si clara/Panic/
kapan ya part sean tau clara berkhianat sama anak yg di kandung clara bukan anak sean, biar menyesal seumur hidup sean,
Jepiani
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!