Perasaan cinta nggak bisa di tafsirkan oleh keadaan. Kemaren gue benci sama lo, Sekarang gue falling in love sama lo. Kemaren lo baik sama gue, Sekarang lo malah nyakitin gue.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BadBaby_grils, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
" Mengina orang tuadi depan anaknya bukanlah hal yang pantas di lakukan oleh seorang guru. " Mata Zeva memerah. " Memangnya ibu sesuci apa sampai-sampai berani ngomong seperti itu? Ibu nggak sadar kelakuan ibu sendiri seperti apa? kelakuan ponakan sesayangan ibu yang suka morot---"
"AWWWWW!!" Belum sempat Zeva menyelesaikan ucapannya,,, Melisa menarik rambutnya dengan kencang. " Sialan lo, melisa ja,et!!! "
Zeva pun bales menarik rambut Melisa, membuat gadis itu mengerang kesakitan. Makian terus mengalir dari mulut mereka. Dengan tangan masing-masing menjambak. Bu Yasmin dan Mpok Sita bahkan sampai ikut terlibat. Sampai akhirnya, aksi tarik menarik itu di hentikan oleh sebuah teriakan seseorang.
" HEIII!! "
Mata Zeva melotot, ia mengenali suara itu dengan baik.
" Ada Pak Supri!! " teriak siswa lainnya.
BRAKKKK!!!
" Zeva pingsan!!!!" beberapa siswa yang melihat Zeva menjatuhkan tubuhnya di lantai langsung panik.
Pak supri mengatur nafasnya. " Kalian lagi, kalian lagi. Baru kemaren masuk BK. Sekarang masuk-"
" Bantuin angkat Zeva pak!!!! Marahnya entar aja. " ucap Mpok Sita.
" Biar saya saja." Zidan tiba-tiba datang membelah kerumunan dan mendekati Zeva. Dengan sigap, Ia mengangkat tubuh Zeva dan menggendongnya ala bridal style.
Langkah Zidan terhenti di depan Bu Yasmin dan Melisa yang menatap Zidan dengan raut wajah yang takut. " Kalau tidak bisa menjaga omongan, Lebih baik diam. "
Di ruanga UkS. " Bangun. " ujar Zidan.
Merasa tepukan pelan di pundaknya, Zeva pun mengintip dari ujung matanya.
Zidan menghela nafas. " Udah nggak ada orang. Bangun, gue tau lo cuma pura-pura pingsan."
" HUH ..... Hampir saja gue malu gara-gara Pak Supri. " Desah Zeva sambil bangun dari tidurnya.
" Masih mikirin malu? " balasan sarkas dari Zidan.
" Hah?" Zeva membeo, pertanyaan Zidan terdengar sedikit kasar baginya.
" Lo masih mikirin malu?" ucap ulang ZIdan.
" Maksud lo apa? Lo kira gue nggak punya ma--"
Zidan meninggalkan kursinya dan beranjak untuk mengambil kotak P3K di nakas. " Lo masih mikirin malu padahal bibir lo lagi luka? "
"O_oh ... AHh? AHhahaha, bibir gue nggak saki---"
Ucapan Zeva terpotong saat Zidan kembali datang dan langsung menempelkan kapas beralkohol ke sudut bibirnya. Ia sedikit meringis saat Zidan membersihkan bekas darah yang mengering itu.
Zeva menghela nafas." Gue seburuk yang di bilang Bu Yasmin ya? "
" Nggak usah dengerin omongan orang lain yang nggak bisa ngurus dirinya sendiri. Be yourself. Bahagia dengan cara lo aja udah cukup.
Zeva tertegun mendengar penuturan dari Zidan. Hatinya seketika menghangat dan merasa tenang. Setetes air mata pun jatuh. " Makasih, Zidan. "
" Udah, nggak usah cengeng. " Zidan menaruh dagunya di puncak kepala Zeva, lalu mengusap-ngusapnya dengan lembut.
Zidan melepaskan pelukannya. Ia mengusap rambut Zeva dengan lembut. Mereka saling bertukar pandangan dalam beberapa detik, sebelum suara ketukan pintu memecah keheningan itu. Zidan berdehem , lalu memutar tubuhnya untuk membuka pintu UKS. Ada Erika yang tengah berdiri disana.
" Permisi." ucap erika pelan sambil menunduk. " A-aku mau bicara sama Zeva. "
Zidan mengangguk. " Masuk Aja, gue mau ke kantin beliin dia makanan dulu. "
Zeva tersenyum melihat tingkah Erika yang malu-malu saat berbicara dengan Zidan. Gadis itu berjalan masuk dengan kepala tertunduk.
" Ada apa?" Tanya Zeva tanpa basa-basi.
Erika masih tertunduk. " Makasih udah bantuin aku. Gara-gara ak, kamu jadi sakit. " ujarnya dengan suara yng kecil.
" Nggak apa-apa, gue ikhlas kok. " Balas zeva dengan senyum manis yang tersungging di bibirnya sambil meringis menahan sakit.
" EEmmh.... "
Zeva mengernyitkan keningnya saat melihat Erika memainkan kukunya. " Kenapa? " tanya Zeva dengan raut wajah penasaran.
" A-aku mau minta tolong?" pintanya.
" Apa? " ujar Zeva.
" Ajarin aku untuk Glow-up."
Rahang Zeva seakan terjatuh saat mendengar permintaan Erika. " HAH? "
sehat selalu y thor