NovelToon NovelToon
My Stubborn Boss

My Stubborn Boss

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:446.5k
Nilai: 4.6
Nama Author: amih_amy

#cerita ini sequel dari novel 'MY LOVELY IDIOT HUSBAND' ya...

***

Amel harus menerima kenyataan, menikah dengan laki-laki yang mencintai sahabatnya sendiri karena sudah hamil akibat kesalahan yang tidak disengaja.

Apakah Amel bisa menjalani biduk pernikahannya dengan seorang Daniel Ariesta, yang terkenal keras kepala. Bahkan dalam pernikahannya, lelaki itu masih saja memikirkan cinta pertamanya.


Ikuti kisah mereka kuy! #My_Stubborn_Boss
Follow IG amih juga : @amih_amy
fb : amih amy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amih_amy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENYESALAN SEORANG AYAH

Setelah setengah jam berlalu, Amel yang sudah selesai mandi terlihat lebih segar dari sebelumnya. Wanita berambut panjang itu, terlihat sudah berganti pakaian saat dirinya keluar dari dalam kamar mandi. Dengan handuk yang membelit di atas kepalanya.

Amel menoleh ke arah meja makan, tempat ayahnya tadi berada di sana. Tetapi sayangnya, beliau tidak ada. Amel mengedikkan bahunya, mungkin ayahnya tidak mau makan, karena tidak ada piring kotor yang tersisa di sana.

Amel mengambil gelas kosong, lalu mengisinya dengan campuran air panas dan air dingin dari dispensernya, menyahut sebuah sendok dari tempatnya. Sepertinya Amel hendak membuat racikan minuman tertentu dengan air itu. Amel pun membawanya ke ruang tamu.

Tubuhnya sedikit terjingkat, ketika dirinya kaget melihat sang ayah ternyata sudah duduk di ruang tengah kontrakannya sambil menatap dirinya dengan tatapan yang dingin.

"Bapak ngagetin aja sih? Kok matanya melotot gitu? Bapak gak lagi kesurupan 'kan?" Celetuk Amel mencecar dengan beberapa pertanyaan konyolnya.

Adrian masih terdiam, matanya tetap menatap Amel dengan tatapan yang tidak bisa terbaca. Tetapi sayangnya, anaknya itu malah bersikap masa bodoh setelahnya. Wanita itu malah dengan entengnya melenggang melewati bapaknya, lalu duduk di samping lelaki paruh baya itu.

Amel membuka plastik yang dibawanya tadi dari pasar, yang ia letakan di atas meja di ruang tamu tersebut. Lalu mengambil isinya, beberapa sachet serbuk minuman. Adrian tahu jenis minuman itu, sejenis jamu.

"Kamu mau minum jamu? Sejak kapan suka jamu?" Pernyataan itu terlontar dari mulut Adrian, keningnya berkerut tajam. Sepertinya dia tahu, apa yang akan dilakukan anaknya dengan jamu itu.

"Sejak datang bulanku mulai tidak lancar, Pak." Jawab Amel dengan entengnya, tangannya sudah berhasil mencampurkan serbuk jamu itu dengan air yang ia bawa. Sedikit menjauhkan kepalanya karena bau yang menyengat dari jamu itu menganggu indera penciumannya. Amel menutup lubang hidungnya.

Amel memejamkan kedua matanya, saat ia hendak mendekatkan gelas yang berisi jamu itu pada mulutnya, namun sontak saja membuka mata, saat dirinya merasa gelas itu tiba-tiba hilang dari tangannya.

"Kok diambil, Pak?" Protes Amel, ketika melihat gelas itu ternyata ada di tangan bapaknya. Wanita itu memiringkan posisi duduknya, menatap ayahnya dengan tatapan bingung.

Bukannya menjawab atau memberikan gelas itu kembali kepada anaknya. Lelaki paruh baya itu malah menyimpan gelas tersebut di atas meja, lalu menghambur memeluk anaknya.

"Maafkan Bapak, Nak!" Ucapnya lirih sambil mengeluarkan air mata. Tubuhnya bergetar, dari situ Amel tahu, jika ayahnya itu sedang menangis di balik tubuhnya.

Amel tertegun, ini pertama kalinya ia melihat ayahnya menangis seperti itu. "Bapak kenapa?" Tanya Amel heran.

Adrian semakin terisak, ia mengeratkan pelukannya pada sang anak. "Maafkan Bapak Amel, Bapak gak nyangka kamu rela melakukan apa saja, hanya untuk membayar hutang-hutang Bapak. Dan kini kamu harus mengandung anak orang, lalu berniat untuk menggugurkannya."

Deg ....

Perkataan itu membuat Amel sontak membulatkan matanya, wanita itu begitu terkesiap. Darimana ayahnya tahu tentang kehamilannya itu? Padahal wanita itu juga baru tahu tadi pagi, apa ayahnya ini sudah berganti profesi menjadi seorang paranormal yang bisa membaca isi hati?

"Pak, lepasin Amel dulu! Bapak ngomong apa? Amel gak ngerti." Seru Amel berpura-pura bersikap tenang.

Adrian mendengarkan anaknya, dia pun melepaskan pelukannya, lalu menyeka air mata yang sudah membasahi pipinya.

"Bapak kenapa nangis? Amel gak ngerti tadi Bapak ngomong apa? Mungkin Bapak lagi ketakutan aja ya?" Sambung Amel sambil mengelus bahu ayahnya dengan lembut.

Adrian memindahkan telapak tangan Amel dari bahunya untuk ia genggam dengan erat. Kedua matanya menatap sendu netra pekat yang terlihat pura-pura tegar di hadapannya itu.

"Kamu tidak perlu bersandiwara lagi, Amel! Bapak tahu semuanya." Lirih Adrian dengan suaranya yang sedikit serak.

Adrian mengambil sesuatu dari belakang tubuhnya, benda yang tadi ia temukan di tempat sampah, sengaja ia sembunyikan di sana.

"Ini milik kamu kan? Siapa Bapak dari anak itu? Biar Bapak yang memintanya untuk menikahimu!"

Sumpah demi apapun, Amel terkejut dengan apa yang dilihatnya. Dalam hatinya ia merutuki kebodohannya, kenapa dirinya sampai lupa dengan keberadaan benda itu di dalam kontrakannya?

Tubuh Amel beringsut mundur, ia menarik tangannya dengan kasar dari genggaman sang ayah. Wanita itu membuang muka, mengalihkan pandangannya dari sorotan tajam mata Adrian.

"Bapak jangan ngaco! Itu bukan punya aku. Mana mungkin aku hamil. Aku belum menikah."

"Kalau bukan punya kamu, mana mungkin ada di sini? Kamu hanya tinggal sendiri, tidak mungkin 'kan ini milik kucing peliharaan mu itu?"

Amel menoleh sebentar kearah Adrian, lalu beralih lagi ke arah depan. Hanya tidak menyangka saja, bisa-bisanya ayahnya terpikirkan ke arah sana.

"Kamu diam saja, berarti iya 'kan? Jawab Amel!" Cecar Adrian setelah keduanya saling diam beberapa saat.

Perasaan sedih dan sakit di dalam dada Amel, seolah mendesak ingin keluar. Wanita itu memejamkan kedua matanya, lalu menghambur berbalik memeluk tubuh sang ayah. Dirinya ingin berbagi kisah, bagaimanapun dirinya hanyalah seorang wanita yang lemah.

"Maafkan Amel, Pak! Maafkan Amel! Amel gak bisa menjaga diri, Amel sudah mempermalukan Bapak dan nama keluarga ... maafkan Amel! Huuuu ...." Amel meraung dalam pelukannya. Cairan bening pun ikut keluar dari pelupuk matanya, menambahkan kisah pilu wanita itu.

Adrian tidak bisa berucap apa-apa lagi, hatinya terlalu sakit untuk menerima kenyataan yang menimpa anaknya. Lelaki itu merasa sudah menjadi ayah yang gagal, bukan karena dirinya tidak bisa mendidik Amel dengan benar, tetapi lelaki itu merasa bersalah karena dirinya lah yang telah menyebabkan Amel mengambil jalan salah.

"Kamu tidak perlu meminta maaf, Nak! Bapak yang salah. Selama ini Bapak selalu menuntutmu untuk melunasi semua hutang Bapak, bagaimanapun caranya Bapak tidak pernah tahu kamu mendapatkan uang itu dari mana. Maafkan Bapak, Nak! Maafkan! Bapak janji, setelah ini Bapak tidak akan mendekati lagi yang namanya judi. Bapak sudah merusak masa depanmu, Nak! Bapak salah!"

Amel tersentak mendengar permohonan maaf dari ayahnya tersebut. Jadi saat ini ayahnya berpikir seperti itu? Mengira jika dirinya rela menjual diri, hanya untuk mendapatkan uang. Entah Amel harus bersikap seperti apa? Haruskah dia senang? Setidaknya kejadian ini malah membuat ayahnya sadar. Mungkin ini bisa dikatakan penyesalan terbesar dari seorang ayah terhadap anaknya.

"Katakan sama Bapak! Siapa ayah dari anak ini?" Adrian bertanya lagi, lebih mendesak Amel dengan paksa membuat pelukan mereka terlepas dengan kasar.

Mulut itu masih tertutup rapat, rasanya berat sekali untuk mengungkapkan satu nama. Tetapi desakan dari Adrian membuat pertahanan Amel akhirnya kalah juga.

"Dia ... Bos aku di restoran, Pak." Terdengar jawaban Amel dengan suara begitu lirih dan ketakutan.

Adrian tersentak, dia tahu laki-laki itu. Laki-laki yang sudah meminjamkan uang pada Amel untuk melunasi hutangnya pada rentenir. Lelaki yang sudah memberinya uang bulanan untuk membiayai modal judi. Lelaki yang sudah menyuruhnya untuk tidak memberitahu Amel tentang pemberiannya. Jadi inilah alasannya. Geram? Sudah pasti, Adrian menyesal tidak mencari tahu kenapa laki-laki itu tiba-tiba menjadi baik kepada keluarganya.

***

Bersambung....

Nyesel 'kan tuh bapaknya! Makanya jangan keterlaluan! Anak itu bukan mesin uang, walaupun kita yang membesarkan, tetapi mereka punya cara sendiri untuk membalas budi. Semoga anak-anak kita menjadi anak yang berbakti. 🤗🤗🤗

Jangan lupa like, komentar dan votenya ya kesayangan! ❤❤

1
Safira Nurhafizah
pasti terinspirasi dr film ny ya Thor? soalnya film jg romantis bnget kok😊
°ammy🌾👉ig: amih_amy: iya, kak. 😂
total 1 replies
Anlyz@
baca yg ini dlu thor msh penasaran hbs tu yg satunya🥰😊
semangat thor💪🏻👍🏻
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Makasih 🤗
total 1 replies
Anlyz@
Hai thor q mampir👍🏻👍🏻👍🏻
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Hai juga, kak. Selamat membaca 🥰
total 1 replies
yolan and radit
aku mampir kak..langsung klik fav
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih, Kak 🥰
total 1 replies
🕊️
👍🏻👍🏻👍🏻
🕊️
Semangat ka amy 👍🏻
Di Ha Ni
janda bolong kalo ditempatku ada yg nyebutnya sundal bolon. aku suka tanamannya. cantik😅
🤍
Hadir akak..
Bee mi amore
yakk...mulaiiii😂
Bee mi amore
wah kalo bc deket kompor gak nyala ya gak panas thor..panas tuh kalo deket api unggun😂😂😂
Intanksm98
Sukaa 💜💜
Suka banget sama perjuangan adel untuk mempertahankan segalanya,
Intanksm98
Udah lama banget ninggalin cerita ini 💜 , suka banget.
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih 😘😘😘
total 1 replies
Intanksm98
ini mah menggantung di adel 😂
Intanksm98
😂😂 hahaha,,, Celana dalem bikin deg2an.
jumilestari
selesaiiiiiiii
°ammy🌾👉ig: amih_amy: mantap 👍, makasih 😘😘
total 1 replies
sianturi deborah
suka sama ceritanya .. thor
sianturi deborah
semangat thor 💪
💞 vinela 💞
buka profil kaka, waah Nemu up baru, akhirnya datang jg sekuel dari Amel...

gass lanjut baca.
Ida Yuliantina
ihhh...akhirnya up kk...untung blum ke delete..kutunggu novel nya...syuka bngt soalnya...ngg bisa move on dr daniel...hehehe
Royani Khazanah Rizkyours
bang uput itu bang putra kan hihi
🍃Endang Nur😉 new: semangat Kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!