NovelToon NovelToon
Kamu Milikku

Kamu Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:27.4k
Nilai: 5
Nama Author: Karinakarin

Hidupku yang sudah sulit ini,berubah menjadi lebih sulit karena menikah dengan seorang pria yang bahkan aku sendiri tidak tau laki_laki seperti apa,dia.

Pernikahan yang tidak aku harapkan.kurasa,ini juga pernikahan yang tidak di inginkan oleh laki_laki itu juga.

Mungkinkah aku harus menjalani kehidupan ini sebagai seorang istri? atau, hubungan ini akan berakhir dengan perceraian.itu artinya,aku akan menyandang gelar sebagai janda!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karinakarin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24

"Ma,aku sama anggun ga ikut pergi,ya.kita ada acara sendiri nih soalnya."

"Acara apa?eh,tapi gapapa sih,asal kalian perginya berdua.mama izinin kok.kalian berdua hati-hati ya!"

Andreas dan Jihan saling melirik.tumben sekali anak dan menantunya itu terlihat lebih akrab dari biasanya.mereka berfikir bahwa hubungan Sean dan anggun sudah lebih baik dari sebelumnya.

Yoona ahirnya pergi liburan bersama ke dua orang tuanya saja.

"Sebenarnya kita mau kemana sih?jika tidak penting,aku lebih memilih untuk pergi liburan saja!aku bosan di rumah terus,"ucap anggun sedikit kesal karena gagal liburan lagi.

"Semalam kamu bilang,kalo ingin ikut datang ke makam leana.kita akan kesana pagi ini!"

Anggun terdiam.tidak menyangkan jika sean benar-benar akan mengajaknya ke sana.anggun lalu menyetujuinya.

Kurang lebih empat puluh menit untuk sampai di pemakaman.anggun mengikuti langkah kaki Sean yang sedang menuju di makam leana.tidak lupa untuk membawa bunga,Sean selalu melakukannya setiap kali datang.

Sean berhenti di salah satu makam.lalu mengganti bunga yang layu dengan bunga yang baru saja dia bawa.bunga layu tersebut adalah bunga dari Sean saat berkunjung sebelumnya.anggun lalu ikut duduk di sebelah Sean.

Sean terlihat menatap makam tersebut begitu dalam dan teduh.tatapan yang belum pernah anggun lihat sebelumnya.

Tidak ada kata apapun yang keluar dari mulut sean.mulutnya membungkam namun matanya menatap penuh arti.

"Leana,kamu begitu beruntung di cintai laki-laki sedalam itu.amalan apa yang kamu lakukan sehingga mampu membuat laki-laki menetap pada sebuah raga yang telah tiada.kepergianmu membuat kehidupannya terhenti.dia kehilangan separuh jiwanya.aku ada disini tidak untuk menghapus kenangan indahnya saat bersama mu.karna aku adalah jiwa yang datang tanpa keinginan.aku hanya akan berusaha mengembalikan kehidupannya seperti saat kamu ada bersamanya!"

Anggun tidak mengerti dengan apa yang dia utarakan.tiba-tiba saja kata-kata itu datang dengan sendirinya,tersusun rapi dalam pikirannya seolah sedang membaca.

Tidak banyak hal yang Sean lakukan.setelah menatap anggun sejenak di akhir kalimat.sean lalu mengajak anggun pergi dari sana.

Di pertengahan jalan saat mereka berdua berniat untuk pulang, tiba-tiba saja mobil sean tidak mau melaju.bertepatan dengan kejadian itu,datanglah Dirga.

"Hei,Sean,ada apa?kenapa berhenti di jalanan?"sapa Dirga menepuk pundak Sean.

"Ga tau nih, tiba-tiba aja ga mau jalan nih mobil.tapi kebetulan banget ketemu kamu disini.bisa minta tolong engga?anterin dia pulang!"Sean menatap wajah anggun yang ada di samping nya.

"Eh,ga perlu.aku gapapa kok kalo harus dorong mobilnya sampai bengkel,"anggun menolak secara halus.

"Anggun!hari semakin siang.apalagi cuacanya panas banget.gapapa kamu dianter aja sama temen aku,kita teman dekat kok,jadi kamu gausah kuatir!"Sean berusaha menyakinkan anggun.

"Sean,plis peka dong.aku lebih baik panas- panasan bareng kamu daripada sampai rumah duluan tapi dengan orang lain,"ucap anggun yang tidak mampu dia utarakan.

"Anggun,aku ga mau kamu kepanasan.apalagi kecapekan.kamu nurut sama aku ya!"Sean kembali meyakinkan.

"Ini beneran dia perhatian gini ke aku?"anggun berfikir bahwa ada yang tidak biasa dengan sikap Sean.

Sean terus meyakinkan anggun agar mau pulang dengan diantar oleh temanya meskipun sudah menolak untuk yang kesekian kalinya.hingga ahirnya anggun menyetujui,karena tidak ingin Sean curiga dengan sikapnya.

"Maaf ya,aku terpaksa berbohong.semoga dengan cara ini.kamu bisa menyukainya dan mengakhiri hubungan ini,"ucap Sean melihat mobil Dirga yang kini sudah melaju jauh dari tempat dirinya berdiri.

"Terimakasih,ya.maaf jadi merepotkan anda!"ucap anggun berbasa-basi karena merasa tidak enak dengan teman Sean.

"Santai aja.kamu ga perlu bicara menggunakan bahasa formal padaku.kalo di lihat-lihat juga kita seumuran kan!mungkin beda satu atau dua tahun saja,"Dirga terlihat bicara dengan blak-blakan.

Anggun tidak lagi menanggapi.dirinya hanya mengangguk dan memilih untuk tidak banyak bicara.

Tiba-tiba saja,Dirga mengatakan bahwa dirinya belum sarapan,sehingga membuat perutnya terasa lapar.kemudian Dirga menghentikan mobilnya di salah satu rumah makan.

"Kita mampir dulu sebentar,ya.aku tidak bisa menahan lapar lagi,"ucap Dirga sembari melepas sabuk pengaman di mobilnya.

Anggun mempersilahkan Dirga untuk masuk dan makan.sedangkan dirinya memilih untuk menunggu di dalam mobil saja.

"Kamu yakin tidak ikut turun?tadi Sean mengirimkan pesan padaku,kalo dia sudah berada di bengkel.nanti kalo mobilnya sudah selesai diperbaiki,dia akan menyusul kita disini,"bujuk Dirga.

Anggun awalnya ragu untuk masuk ke dalam sana bersama laki-laki yang tidak dia kenal,meskipun Sean sudah mengatakan padanya jika mereka berdua adalah teman dekat.namun,karena Sean akan menyusulnya di rumah makan itu nanti,anggun ahirnya bersedia turun dari mobil.

"Kamu mau pesan apa?"

"tidak usah!"

"Masa kamu hanya akan melihat aku makan!pesanlah makanan ringan atau setidaknya minuman!"

Dirga terus memaksa anggun meski sudah berkali-kali mengatakan bahwa dirinya tidak ingin memesan apapun.sikapnya membuat anggun tidak nyaman.anggun ahirnya memesan satu gelas minuman agar Dirga tidak memaksanya lagi.

Sembari menunggu pesanan datang.dirga memanfaatkan kesempatan itu agar dirinya bisa lebih dekat dengan anggun.

"Oh iya,kita belum kenalan.nama kamu siapa?"

Banyak pertanyaan dari Dirga mengenai berapa usia anggun.sudah berapa lama bekerja di bar.di mana asalnya dia tinggal dan banyak pertanyaan lain yang membuat anggun semakin risih.anggun berharap agar Sean segera datang menjemputnya.tapi sayangnya,laki-laki yang anggun harapkan datang itu tidak akan menjemput dirinya.karena sebelumnya,sean dan Dirga sudah saling komunikasi,membahas mengenai rencana mereka agar Dirga bisa dekat dengan anggun.

"Anggun,kamu sudah berapa lama menikah dengan sean?"

Anggun merasa ada yang janggal dengan pertanyaan Dirga. padahal Sean selalu berusaha merahasiakan pernikahannya agar teman-temannya tidak tau.

Anggun lalu berfikir mungkinkah karena Dirga adalah teman dekat Sean.jadi Sean menceritakan padanya.

Tidak banyak berfikir lagi,anggun hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan Dirga secara klise.karena yang anggun pikirkan saat ini adalah Sean yang segera datang.

"Sean,berapa lama lagi kamu datang.aku benar-benar tidak nyaman dengan temanmu ini!"ucap anggun penuh harap.

Satu jam sudah Dirga dan anggun berada di rumah makan tersebut.anggun sampai merasa bosan.dirga pun mulai kehabisan topik pembicaraan.

"Anggun.apakah kamu mencintai Sean?"

Pertanyaan Dirga semakin di luar nalar.bagaimana bisa dia mempertanyakan hal itu pada istri dari teman dekatnya sendiri.

Tidak lagi menunggu Sean,anggun pamit untuk pergi meninggalkan Dirga disana sendirian.dirga sempat menahan anggun untuk pergi, tapi anggun tidak peduli.

"Teman macam apa itu.untuk apa dia menanyakan semuanya padaku.bukankah semua pertanyaannya tadi tidaklah pantas?"gumam anggun menggerutu.

Setelah berjalan kaki sekitar lima meter.sebuah mobil mendekat ke arah anggun.anggun sempat berfikir bahwa itu adalah Sean yang sebelumnya sudah pulang untuk berganti mobil.karena sebelumnya, mobil yang Sean gunakan berwarna hitam,dan mobil yang saat ini mendekati nya berwarna merah.

Namun salah,saat pintu kaca mobil itu terbuka, ternyata di dalamnya bukan lah sean.melainkan bima.

"Kamu mau kemana?kenapa berjalan kaki?"ucap bima penasaran.

Meski bukan Sean,anggun tetap tersenyum dan merasa beruntung karna ada bima yang bisa dia mintai tolong.

Bima lalu mempersilahkan anggun untuk masuk ke dalam mobilnya.

"Sepertinya memang benar,tuhan mengirimkan kamu untuk jadi penolong ku!"ujar anggun yang sebelumnya sudah pernah mengatakan hal yang sama.

"Aku berharap,tuhan tidak hanya menjadikan aku sebagai penolong mu.tapi juga pendamping hidupmu,"ucap bima dalam hatinya.

Anggun lalu meminta tolong agar bima bisa mengantarkan dirinya ke rumah ibunya.bima sama sekali tidak keberatan.bima justru merasa bersyukur karena dia akan tahu dimana alamat rumah anggun.

"Kira-kira,mereka lagi dimana ya sekarang.apakah mereka sedang berduaan?"fikir Sean yang saat ini tengah bersantai di rumah,menikmati secangkir kopi dan cemilan di taman rumah nya.

Sean berniat untuk menghubungi Dirga.namun,niatnya itu sean urungkan karena tidak ingin mengganggu dirga yang sedang bersama anggun.

*Mohon untuk selalu tinggalkan jejak like dan komen ya.like dan komen yang kalian berikan sangat berarti bagi author.terimakasih.*

1
Trisna Wati
Luar biasa
Agus Irawan
Alur yang menarik ♥️
Novan Novansyah
lanjut KK karyanya bagus tapi saran saya buat lah sekali update 4 sampai 5 bab biar agak seru baca nya
Karinakarin: di tunggu ya kak.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!