NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Kakak Tiri

Benih Rahasia Kakak Tiri

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / One Night Stand / Fantasi / Reinkarnasi / Konflik etika / Tamat
Popularitas:290.8k
Nilai: 4.5
Nama Author: sayonk

Rosetta Luwig di hidupkan kembali setelah mengalami sebuah kecelakaan dimana ia sedang mengandung anak kakak tirinya. Dia mencintai Jhonatan Maxiliam, namun ternyata pria itu justru mencintai adiknya. Dengan berbagai cara dia menjebak Jhonatan hingga mengandung anaknya, namun sayang ternyata anaknya tidak di akui bahkan keluarganya membencinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hubungan Yang Tak akan kembali

Nyonya Diane duduk termenung di kursi putih dekat taman, kedua netranya menatap lurus. Antara ia terima dan tidak terima, ia sungguh delima. Mana mungkin ia diam saja, satu sisi Lili putrinya dan satu sisi Rosetta yang harus ia pikirkan juga. Entah bagaimana kehidupan keluarganya nanti.

"Mommy kenapa di sini?" tanya Daddy Agam. Sejak tadi ia mencari istrinya. Ia kasihan pada Javer dan Rosetta yang di tinggal sendiri. "Apa ada sesuatu?"

Nyonya Diane menghela nafas, ia tidak mungkin mengatakan sejujurnya. Rosetta saja bisa diam, ia pasti bisa. "Aku hanya mengkhawatirkan keadaan Javer dan Rosetta."

"Rosetta bersama siapa saat ini?" tanya nyonya Diane.

"Dia sendirian," ucap Daddy Agam. Pria itu duduk di samping nyonya Diane. "Jangan khawatir, Rosetta dan Javer sudah ada yang menjaganya."

Air mata Diane mengalir, ia tidak bisa menahan kesedihannya. Ia berharap keluarganya hangat seperti dulu.

...

“Rosetta.” Mario menghampiri Javer dan melihat Javer yang sudah tidur. “Rosetta tadi aku berbicara dengan Maxiliam dan dia menyuruh ku untuk menjauhi dirimu.”

“Sepertinya dia menyukai mu.” Ia tidak bisa membohongi Rosetta sekalipun ia menyukai Rosetta.

Hatinya sudah lelah, ia tidak akan merasa senang karena mendengarkan ucapan Mario. “Jangan mengatakan itu Mario, aku tidak ingin membahas apa pun.”

“Kau tau aku dan Javer ingin hidup tenang, jangan pernah membahasnya lagi.” Tegasnya.

“Rosetta, Mommy ingin berbicara dengan mu.”

Rosetta terkejut melihat kedatangan ibunya. Ia berdiri, sejenak ia tak bisa mengeluarkan suaranya. “Mommy.”

“Aku sudah mengetahuinya.” Tegas nyonya Diane. “Mari kita berbicara berdua setelah Javer sembuh.”

Nyonya Diane berlalu pergi. Untuk saat ini ia tak bisa melihat Rosetta dan Javer. “Kenapa? Kenapa terjadi pada keluarga ku.”

….

Kini Rosetta dan Nyonya Diane berada di balkon. Kedua saat ini berada di apartemen Rosetta. Nyonya Diane memejamkan kedua matanya sambil menarik nafasnya dalam-dalan sungguh ia lebih kasihan pada Lili.

“Maafkan aku Mommy.” Ia tau ia salah, tidak seharusnya ia menjebak Maxiliam malam itu. Karena egoisannya, ia menyakiti semua orang. “Mommy bisa marah pada ku.”

“Rosetta!! Sebenarnya kau anggap apa keluarga kita?” Air mata Diane langsung mengalir begitu deras. “Kau tidak kasihan pada adik mu? Bagaimana kalau dia tau?”

“Sekalipun dia tau, dia tidak akan pernah mengakuinya Mom.”

“Bagaimana kau bisa tau?” Tanya nyonya Diane dengan nada menekan. “Kau tidak akan pernah mengerti perasaannya. Mulai saat ini kau harus pergi dari sini.”

Rosetta mengangguk dalam diam, dan pada akhirnya dia pun yang tetap salah. “Baiklah Mom, akan aku lakukan.”

Rosetta berlalu pergi dan Mommy Diane mengepalkan kedua tangannya. Wanita itu mengusap air matanya dan kembali memasang wajah biasa saja.

Sementara itu, di tempat lain. Wajah Lili merah padam, ia melemparkan buku diary itu di depan Maxiliam yang sedang bekerja di kantornya. "Apa maksud semua ini Maxiliam?"

Maxiliam terkejut, ia lupa tidak membakar diary tersebut. "Lili."

"Jadi Javer anak mu?" Hatinya sangat sakit, tapi ia tak akan membiarkan saja. "Dia bukan anak mu Maxiliam."

Lili pun berlari keluar dari ruangan Maxiliam, dia mengebut mobilnya hingga sampailah di rumah Diane dan Agam.

Sedangkan Maxiliam mengekorinya dari belakang, ia sungguh khawatir dengan mental Lili.

"Mommy! Daddy!" teriak Lili. "Tak lupa di perjalanan ia menghubungi temannya dan Rosetta untuk datang ke rumahnya."

"Ada apa Lili?" tanya nyonya Diane. Ia langsung lari begitu saja dari kamarnya saat mendengarkan teriakan Lili. "Kenapa sayang?"

"Mommy!" Lili menangis tersedu-sedu sambil memeluk nyonya Diane. "Rosetta tidak mungkin memiliki anak dengan Maxiliam? Aku yakin, sangat yakin."

Nyonya Diane mematung. Ia mengusap punggung Lili. "Apa maksud mu? Tidak mungkin sayang. Maxiliam tidak mungkin melakukan itu pada mu."

"Tapi Mommy aku melihat sendiri diary kakak. Kenapa Kakak begitu kejam pada ku Mom?"

"Apa benar ucapannya Diane?" sambar Daddy Agam. Pria itu mendengarkan ucapan Lili. "Apa benar itu Diane?"

Nyonya Diane masih diam. Dia melihat Maxiliam dari arah pintu. "Maxiliam."

"Mommy, Daddy."

"Bajingan!!" Daddy Agam langsung meninju wajah Maxiliam hingga pria itu terhuyung dan sudut bibirnya terluka. "Apa yang kau lakukan pada Lili? Kau menghancurkan perasaan Lili."

"Daddy aku bisa menjelaskan, ini tidak semua yang Daddy dan Mommy pikirkan."

"Apa lagi? Hah! Kau sudah membohongi ku." Lili berteriak murka. Ia sangat sakit hati, ternyata suaminya sudah memiliki anak dengan kakaknya. "Aku membenci mu Maxiliam! Aku membenci mu!"

"Lili, anak Rosetta bukan anaknya Maxiliam," ucap seorang wanita. "Aran." Lili menghampiri Aran, sahabatnya itu. "Tidak mungkin, Kakak sendiri yang mengatakannya."

"Maxiliam pasti sudah test DNA." Lili menoleh ke arah Maxiliam dan ternyata Maxiliam malah diam, keterdiamannya membuat Lili bingung.

"Katakan iya Maxiliam!"

Maxiliam mengangguk, namun ia tak bisa mengeluarkan suaranya.

"Aku akan memperlihatkan vidionya Mommy."

Daddy Agam dan nyonya Diane pun melihat vidio yang berdurasi pendek tersebut. Mommy Diane tak percaya, jika memang benar, ia bersyukur. Tapi ia tak menyangka Rosetta akan membohongi semua orang dengan Diary.

"Syukurlah, ternyata Javer bukan anak Maxiliam," ucap Daddy Agam.

Sedangkan tak jauh dari sana, Rosetta melihat semuanya ternyata sampai akhir memang ia dan Javer tidak akan di terima oleh keluarganya. "Javer memang bukan anak Maxiliam."

Satu ucapan Rosetta membuat semua orang terkejut, termasuk Maxiliam. Dengan kedua matanya sendiri ia melihat Javer dan sudah pasti putranya kecewa. "Rosetta."

"Kau tidak perlu percaya pada Diary itu."

Kedua netra Rosetta tak percaya jika adiknya juga memfitnahnya.

"Kakak apa salah ku? Kenapa kakak melakukan ini? Kakak tau ini sangat sakit," ucap Lili. Ia ingin meraih tangan Rosetta namun wanita itu malah memundurkan langkahnya.

"Lili sekalipun Javer memang anaknya Maxiliam, aku juga tidak akan meminta tanggung jawabnya. Dia akan menjadi putra ku." Rosetta menatap Maxiliam dan ibunya, ia sungguh kecewa. Ternyata ibunya memilih diam. "Mommy apa aku anak mu? Putri mu? Terkadang aku berpikir aku bukan putri mu? Jika pun benar, dimana orang tua ku sesungguhnya." Air mata Rosetta jatuh membelah pipinya. "Ternyata sampai akhir memang tidak ada yang berubah."

"Mommy ayo kita pulang, semua orang jahat. Meleka membuat Mommy menangis." Hidung Javer kembang kempis ingin menangis.

Rosetta menggendong Javer, sepertinya ia salah membawa Javer. Tadi Javer merengek ingin meminta bertemu dengan nenek dan kakeknya. "Sayang jangan menangis, ayo kita pulang."

"Kakak aku minta maaf karena sudah menghancurkan hubungan Kakak."

"Lili ketahuilah, kebohongan dalam suatu hubungan tidak akan bertahan lama." Rosetta membalikkan tubuhnya, ia melangkah dengan wajah tegas. Hatinya hancur tapi ia tidak akan memperlihatkan kehancuran hatinya pada siapa pun. Sudah lama, selama ini ia berdiri sendiri tanpa keluarganya. Ia sangat yakin, setelah ini hubungannya dengan keluarganya memang akan benar-benar berakhir.

1
Siti Solikah
wah jangan sampai rosetta ketemu max
Siti Solikah
wah kok max tahu
Siti Solikah
kok diceritakan to sama mamanya rosetta
Siti Solikah
bagus
Siti Solikah
pergi yang jauh dari mereka
Siti Solikah
bagus rosetta
Siti Solikah
mampir baca thor
Siti Solikah
bagus
tenny
kasian Mario, kok Maxi malah ga dapet karma. enak banget jadi Maximilian
tenny
kasihan mario, harusnya Rosetta tegas. kecewa banget KL endingnya Rosetta SM maxi 😬
tenny
kayaknya dicerita ini pas partnya Emily yg masuk akal dialognya, KL yg lain banyak yg ga logis rada aneh. Pdhal alur ceritanya bagus looh
falea sezi
najis balikan
falea sezi
najis lu uda obok2 lili mau balek ke roseta enak bgt lu bangsatt
falea sezi
males aja moga aja g balik maxi bekas lili
falea sezi
najis amat ne maxi kakak adek. mau serakah
Ricka Monika
kasihan marionya,kalau rose balik SM max,satu kata untuk mu "BODOH"
Ricka Monika
kasihan ya Mario di PHP,gerem deh lihat si rose
Ricka Monika
ingat jika kau bukan anak emas ortu mu maka kebaikan sebesar apapun tidak berguna dan kesalahan sekecil apapun akan menjadi sangat besar dan fatal,maka lebih baik menjauhi mereka agar hati dan raga mu tenang dan tentram
Ricka Monika
rose ini plin plan deh gerem aku jd nya
Ricka Monika
aku padamu Emeli 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!