Wei Chan, gadis desa malang yang diselamatkan di hari bersalju serta diangkat menjadi pelayan pribadi dari Permaisuri Xin Yi Lan, istri dari Kaisar Jiang Fei.
Suatu saat, dirinya melihat hal kotor yang dilakukan oleh Kaisar Jiang Fei dan pelayan kepercayaan permaisuri, Yu Jia di belakang majikannya.
Merasa pengkhianatan itu adalah harga yang tidak pantas untuk sang majikan yang sangat setia pada Kaisar membuatnya hendak membongkar semua itu.
Naas, nasib berkata lain. Dirinya harus berakhir dihukum mati atas tuduhan membunuh majikannya sendiri yang terkena racun.
Di hari eksekusinya, dia akhirnya tau bahwa yang merencanakan pembunuhan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Yu Jia.
Sebelum mati dia bersumpah, "Aku akan terlahir kembali dan Dewa akan menurunkan takdir paling kejam untuk kalian!"
Inilah perjalanan Wei Chan yang kembali ke masa lalu demi menyelamatkan sang majikan dan menuntut balas atas kejahatan Yu Jia padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alur Takdir yang Telah Berubah
Di tempat Wei Chan saat ini, tepatnya bersamaan dengan apa yang terjadi pada Kaisar dan Yu Jia yang dilihat oleh Bai Luohan, dia yang masih bicara berdua dengan Nyonya Xin akhirnya mengetahui apa penyebab sang permaisuri bersedih.
“Nyonya Xin, jangan khawatir. Meskipun Kaisar tidak menyukaiku dan mencoba mengusirku sekalipun, aku tidak akan pernah meninggalkan Nyonya Xin.” ucap Wei Chan.
“Xiao Chan…” sang permaisuri memegang tangannya dan berkata, “Terima kasih banyak ya.”
“Jangan dipikirkan, Nyonya Xin. Sebaiknya kita kembali atau kedua seniorku akan menjadi lebih khawatir lagi.”
Nyonya Xin akhirnya mau memperlihatkan senyumannya dan berdiri untuk berjalan kembali menemui kedua pelayan setianya yang lain. Saat berjalan, Wei Chan mencoba satu hal untuk menguji Xin Yi Lan.
“Oh iya, Nyonya Xin. Sejak kita keluar dari ruang makan, Xiao Chan ini tidak melihat Nona Yu sama sekali. Apa menurutmu beliau terlalu sibuk menghabiskan makanannya dengan para menteri itu sampai mengabaikan kondisi Nyonya Xin?”
Kalimat pertanyaan itu tentu sedikit mengundang rasa aneh kembali, namun Nyonya Xin tidak ingin meragukan Wei Chan dan tersenyum, “Jia’er mungkin memang masih di ruang makan, tapi sejujurnya aku tidak begitu memikirkannya. Dia berhak untuk menghabiskan sarapannya dan aku tidak mau membuatnya khawatir hanya karena kondisiku sebelum ini.”
“Anda sangat baik hati sekali, Nyonya Xin.” puji Wei Chan. Tapi sesungguhnya, banyak hal berat yang menjadi pusat perhatian Wei Chan sekarang ini.
“Si jalang itu pasti melakukan sesuatu yang tidak aku ketahui di masa lalu. Kemungkinan pertama dan yang paling kuat adalah merencanakan hal yang akan mempermalukanku di masa lalu.”
“Aku akan membuat mereka menyesal karena mencoba menyakiti hati Nyonya Xin!”
Saat mereka tiba di tempat Mei Lan dan Feng Meng menunggu, perasaan hati Nyonya Xin sudah lebih baik dan sekarang, mereka mencoba menenangkan diri untuk berkeliling taman sebentar.
Di saat melewati taman, terlihat ada dua orang menteri yang berpapasan langsung dengan barisan permaisuri dan pelayannya.
Salah satunya adalah menteri yang secara tidak langsung membela Wei Chan saat berada di ruang makan, Menteri Chang.
“Salam untuk Permaisuri Xin Yi Lan.” kata mereka berdua.
Permaisuri menerima salam itu, tentu saja para pelayan Nyonya Xin memberikan salah untuk dua menteri yang datang.
Menteri Chan mengangkat kepalanya dan melihat Wei Chan. Cukup lama sampai akhirnya dia memberikan senyum pada sang gadis.
“...!!” Wei Chan terkejut, “Apa ini? Kenapa Menteri Chang memberiku senyuman?” pikirnya sambil bertanya-tanya dalam hati.
Mungkin memang tidak terduga oleh Wei Chan, tapi dia mencoba mengingat sesuatu.
“Aku tidak tau apa ini, tapi apa aku pernah mengalami ini sebelumnya? Aku sama sekali tidak pernah mengalami ini.”
“Di kehidupan sebelumnya, aku langsung bertemu dengan An Wang dan bersamaan dengan kedatangan Yu Jia, dia mendorongku di depan umum dan mempermalukanku dengan menggunakan bahasa penuh hinaan.”
“Sejak kapan ada kejadian seperti ini? Tampaknya semua memang tidak akan sama seperti dulu.”
Wei Chan bersikap tenang dan membalas senyuman Menteri Chang. “Terima kasih untuk sambutannya, Menteri.” balas Wei Chan.
Di sini, dia seolah tidak mengetahui nama sang menteri sehingga semua bisa ditutupi dengan akting Wei Chan yang bagus.
Sang menteri akhirnya memperkenalkan dirinya.
“Namaku Chang Hua, semua orang memanggilku Lao Chang atau Menteri Chang.”
“Salam untuk Menteri Chang. Namaku Wei Chan dari keluarga Wei. Mohon Menteri menerimaku dengan baik.”
Menteri Chang sangat ramah dan murah hati, tapi sepertinya menteri muda yang di dekatnya tidak begitu.
“Nona Wei dari jalanan, tapi tata kramamu sangat elegan. Tampaknya kedua seniormu sudah mengajarimu dengan baik sehingga terlihat sangat berkarakter dan tidak seperti berasal dari jalanan.”
Betapa kesalnya Wei Chan mendengar itu. Tampak jelas dari ekspresi sang menteri muda itu kalau dia mengejek. Tapi, Nyonya Xin seperti memegang ucapan yang pernah dikatakannya pada Wei Chan.
“Menteri Yan, aku berharap pemilihan bahasamu dapat lebih baik dan terlihat seperti seorang menteri.”
“Apa aku menyinggung permaisuri?” tanya sang menteri muda.
“Aku tidak merasa tersinggung, tapi aku sedang marah padamu.”
“Marah?”
“Seharusnya Menteri Yan mengerti bahwa Xiao Chan adalah anak yang baik. Jika ucapan Menteri Yan dapat sedikit halus, aku akan menganggap itu sebagai pujian.”
“Sebaiknya Menteri Yan belajar membaca kitab 100 tata krama dalam bahasa kekaisaran dan memperbaiki sikapmu agar dapat lebih dihormati.”
“Jika Menteri Yan saja tidak mendapatkan sebuah hormat dari gadis yang kamu sebut dari jalanan, artinya sikap Menteri Yan lebih rendah dari gadis yang dianggap berasal dari jalanan tersebut. Mengerti maksudku?”
“...” ekspresi menteri muda itu langsung berubah. Tapi bukan hanya itu, kedua senior Wei Chan sendiri tampak puas mendengar majikan mereka marah.
Menteri Chang sendiri tersenyum mendengarnya dan meminta agar menteri muda itu minta maaf pada Nyonya Xin dan Wei Chan. Tentu saja mau tak mau dilakukannya meskipun dia sangat jijik saat mengatakan maaf pada Wei Chan.
Ini sebuah hal yang sangat tidak terduga. Wei Chan hanya bisa terpaku.
“Ini…benar-benar tidak sama! Maksudku…aku harusnya menjadi korban yang dipermalukan dan seharusnya bukan kedua orang ini yang aku temui.”
“Tapi siapa yang menyangka bahwa aku…aku akan dibela sampai seperti itu oleh Nyonya Xin.”
“Nyonya Xin…Nyonya Yi Lan yang aku kenal sebagai majikan yang begitu pemalu untuk menyuarakan pendapatnya sehingga lebih sering menangis seorang diri, sekarang bisa marah demi diriku…”
“Oh Dewa…apakah ini adalah pertanda bahwa semua kejadian di masa lalu akan sangat berbeda?”
“Apakah aku memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menyelamatkan takdir Nyonya Xin dan membalaskan dendamku pada kedua bajingan itu?”
“Semoga…semoga ini adalah perubahan yang sangat baik. Apapun yang mendukung semua perubahan takdir ini…Wei Chan bersumpah atas nama Dewa dan langit bahwa Wei Chan akan berjuang.”
Semua tampak sangat berbeda untuk Wei Chan dan sesungguhnya, memang perubahan yang sedang terjadi di saat yang sama.
Kejadian itu adalah Bai Luohan yang memergoki aksi pembunuhan An Wang oleh Kaisar Jiang sendiri dan rahasia di balik mayat An Wang yang ditemukan di danau belakang istana.
Namun untuk saat ini, Wei Chan masih belum mengetahuinya.
******
bersambung /Sweat/
kek jemuran nii gmn nanggung😔
bacanya bentar...nunggu tayangnya lama...hadeuhh 🤭
rasain nohh dinginya dinding bui...itu semua karena ulah mu sendiri😏
sambutan dari para bawahannya di abaikan /Sweat/