Raina Ashalina, gadis trouble maker, bad girl, pecicilan, banyak tingkah dan merupakan gadis terbodoh di Global High School, tiba-tiba dijodohkan dengan Ketua OSIS-nya yang terkenal dingin dan begitu pintar.
Usianya yang sama-sama muda membuat mereka memiliki ego yang begitu tinggi. Lalu bagaimana caranya mempertahankan hubungan ini? Apakah perceraian adalah jalan terbaik?
"Gue benci semua kemunafikan didunia ini, termasuk lo! Kata sayang itu cuma omong kosong!"
-Raina Ashalina-
"Kenapa lo nggak mau ngertiin gue? Gue juga sayang sama lo, tapi saat itu gue nggak bisa apa-apa."
-Surya Pradipta-
Ig: @diagaa11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bolos
"Yoii.." jawab Arkan
"Kuy lah," jawab Raina semangat
"Gue join ya," pinta Dika
"Tapi ntar kemana?" tanya Faris
"Ehm... Restoran yang baru buka itu gimana? Yang di dekat simpang lima," ujar Raina
"Ide bagus!" jawab Arkan
.
.
.
Jam pelajaran Ke-3
Tibalah saatnya untuk pelajaran matematika, ada waktu 5 menit sebelum pelajaran di mulai. Raina sok ijin ke kamar mandi, di susul Arkan. Sedangkan Dika dan Faris ijin ke UKS.
"Udah nih?" tanya Raina
"Yok," ajak Arkan
"Kuy lah..." jawab Dika
"Lewat mana?" tanya Faris
"Pagar yang timur aja deh," jawab Raina
"Oke yuk," ajak Arkan
Mereka berempat pergi menuju pagar timur, tempat bolos paling enak karena dekat pembuangan sampah dan nggak pernah di jaga.
"Situasi gimana woy?" tanya Raina
"Aman Na!" jawab Arkan
"Gue duluan! Jangan ngintip!" tegas Raina
"Oke-oke!" jawab Dika sambil cengar-cengir
"Cengar-cengir... Gue balang sepatu juga lo lama-lama!" kesal Raina
"Udah naik sana," ujar Faris
"Ntaran tunggu! Tinggi loh ini!" jawab Rain
"Cuma 1,5 meter na," jawab Arkan datar
"Hehehe... Ntar ya," jawab Raina cengengesan
Raina berusaha naik ke atas pagar, setelah berjuang keras, akhirnya ia berhasil sampai ke atas pagar.
"Nah gue udah nih, buruan nyusul!" ujar Raina
"Na turun!"
"Lah, kan udah sampe atas. Kok suruh turun sih!" kesal Raina
"RAINA ASHALINA! TURUN!!!"
"Alah anj... Eh Surya..." ujar Raina cengar-cengir
Raina langsung mati langkah saat melihat Surya di bawah, ketiga temannya juga tidak bisa apa-apa saat ada Surya. Bisa-bisa nanti ada panggilan orang tua kalau melawan.
"Kok.. Kok lo di sini? Nggak pelajaran?" tanya Raina basa-basi
"Lo sendiri ngapain di sana? TURUN!" tegas Surya
Raina sedikit ngeri melihat Surya dengan wajah datar tanpa ekspresi, tangan terlipat di depan dada dan tatapan matanya sungguh mematikan.
"Turun Raina!" bentak Surya
"Iya-iya bentar," jawab Raina
Raina baru saja hendak melompat, kakinya tergelincir. Ia jatuh sambil menutup mata membayangkan betapa sakitnya mencium cor-coran.
Kenapa harus cor-coran yang pertama aki cium? Bukan cowok tampan gitu? - Batin Raina
Sett...
Surya dengan sigap menangkap badan Raina, akhirnya Raina jatuh di tangkapan Surya. Mereka saling memandang canggung lalu mengalihkan pandangan.
"Udah kan," jawab Raina
"Udah gue tolongin nggak mau bilang makasih?" tanya Surya kesal
"Nggak perlu, anggep aja kebetulan," ujar Raina
"Musyrik kalo berharap lo ngomong makasih ataupun maaf," ketus Surya
"Udah turun nih," sela Arkan
"Kalian berempat ikut gue," tegas Surya
Mereka berempat pun pergi mengikuti Surya dari belakang sambil bisik-bisik tetangga.
"Heh... Keknya bakal dibawa ke BK nih," bisik Arkan
"Iya deh keknya," jawab Dika
"Duh, catetan gue udah banyak lagi," gumam Faris
"Kampret tu orang, ngabur aja yuk mumpung dia di depan!" ajak Raina
"Ok yuk," ajak Arkan
"Jangan coba kabur! Kalian di depan!" bentak Surya
"Ni orang kupingnya peka banget sih!" kesal Raina
"Di depan!" tegas Surya
"Iya-iya!" kesal Raina
Surya membawa mereka berempat ke lapangan upacara.
"Ngapain ke sini?" tanya Raina
"Kalian bertiga hormat di bawah bendera sampe nanti jam istirahat!" tegas Surya
"Yes," gumam Raina
"Lah kok cuma kita bertiga sih Ya," protes Arkan
"Nggak adil nih!" kesal Dika
"Huuu... Pilih kasih!" sela Faris
"Udah bagus gue nggak bawa kalian ke BK! Pak satpam, tolong awasi mereka bertiga sampai jam istirahat ya!" teriak Surya
"Siap Mas Surya!"
"Lo ikut gue!" tegas Surya
"Lindungi hamba mu ya Allah!" gumam Raina
"Ayo buruan!" kesal Surya
"Iye bentar napa," kesal Raina
Surya membawa Raina ke taman sebelah lapangan, memberikan sapu lidi dan pengki.
"Sapu ini taman sampe bersih, baru lo masuk kelas," ujar Surya
"Ah ogah, mending gue ikut di lapangan aja," tolak Raina
"Nggak bisa! Lo tetep di sini!" tegas Surya
"Nggak mau, gue mau ke sana aja dihukum bareng-bareng!" ujar Raina
"Susah banget sih di bilangin! Lo nggak tau apa di sana itu panas! Kalo lo kenapa-napa gimana? Udah baik gue nggak bawa kalian ke BK cuma biar catatan lo di BK nggak nambah. Lo pikir gue nggak tau seberapa banyak catetan nama lo di BK?" kesal Surya
Surya benar-benar tidak suka saat Raina sulit dibilangin seperti ini. Sedangkan Raina masih terdiam memandang Surya tanpa ekspresi, namun perlahan sudur bibirnya turun ke bawah.
"So sorry... Gue nggak maksud bentak-bentak lo kok, udah jangan nangis," ucap Surya
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
akhirnya.. Raina's come back.. 🔥🔥