Tak ingin dijodohkan oleh pria yang tak pernah ia cinta untuk kesekian kalinya, Sora memilih pergi dari rumah, dan meninggalkan semua fasilitas yang di berikan sang Papi untuknya.
Ia akhirnya menyamar sebagai Pembantu di rumah seorang saudagar kaya. Bernama Pak Hartono, beliau mempunyai Dua orang anak dengan jarak usia yang begitu jauh. Lalu tugas Sora beralih menjadi Baby sitter karena melihat sang Balita begitu akrab dengannya.
Disanalah Ia mulai bertemu dengan Niji, Kakak Lila yang Dua Puluh Satu tahun lebih tua dari adiknya. Perdebatan demi perdebatan terjadi, antara Sora dan Niji, Kakak dari adik balita yang ia asuh saat ini. Meski jarak yang begitu jauh, Niji begitu menyayangi adiknya itu.
Hingga suatu hari Sora mengetahui, jika Niji adalah adik Ryuji_kekasih yang Ia cari selama ini. Ryuji bukan menghilang, tapi mengalami koma dalam waktu yang lama akibat semua penyerangan yang dialaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ryuji dan Sora
“Sora darimana?” tanya pak rudi ketika melihatnya turun dari motor niji. Kebetulan mereka sampai bersamaan saat itu.
“Bapak,” sapa sora yang lantas mencium tangan bosnya. Ia menceritakan semua yang terjadi dan perjanjian antar niji dan dirinya tadi, lalu ia menikmati semua kesempatan yang ada berkeliling kota.
“Kamu berani sendiri? Ngga nyasar?” heran pak rudi padanya, ia hanya takut jika sora kenapa-napa karena ia adalah tanggung jawab keluarganya.
Sora hanya cengegesan, ia menjawab santai semua pertanyaan pak rudi padanya dan ia memanfaatkan GPS yang ada dihp saat itu. Juga dengan kenangan lamanya ketika masih bersama sang mama sebelum ditarik ke Jakarta.
Pak rudi melirik hp yang sora tunjukkan saat itu. Dan untuk sekelas sora, itu adalah hp mahal dan bahkan membutuhkan berbulan bulan jika untuk gaji bekerja disana. Sedikit curiga, jika sora sebenarnya adalah anak orang kaya. Dan bahkan hp niji saja tak sebagus itu ia berikan.
“Hehe, ini hp menang undian, Pak. Iseng-iseng ikut undian berhadiah, duitnya buat beli hp canggih,” kilah sora yang berusaha menepis semua rasa cuirga bosnya.
Untung saja setelah itu pak rudi tak banyak bertanya, dan dia pergi menuju kamarnya untuk membersihkan diri begitu juga dengan sora yang kembali ke kamarnya.
Sora membersihkan diri setelah itu, lantas ia mendengar lila memaggil dari luar dan mengetuk pintunya. “Iya sebentar, Lila. Ola ganti baju dulu,” jawabnya yang baru keluar dari kamar mandi. Ia segera membuka pintu untuk lila usai mengganti pakaiannya.
“Olaa!!” Lila tampak bahagia melihat pengasuhnya itu keluar setelah pergi lama. Sora langsung mengajak lila main bersama diluar sembari menyuapinya makan sore.
*
Bunyi alat yang tertempel ditubuh ryuji saat itu berdetak dengan normal. Tapi juga tak menunjukkan tanda adanya kemajuan dari perawatannya saat itu, dan ia masih begitu nyenyak dalam tidur panjangnya yang terhitung sudah Tiga bulan dari peristiwa menyakitkan itu. Biaya tak terlalu mereka fikirkan, tapi mereka hanya ingin kejelasan atas semua yang terjadi termasuk siapa yang menghajar ryuji saat itu.
Mama fatma begitu telaten mengurus dan memberi semua keperluan anak sambungnya saat itu, bahkan semua orang memuji dirinya atas ketulusan yang ia berikan. Padahal dulu ryuji sangat menentang pernikahan mama fatma dengan ayahnya, dan bahkan tak datang hanya sekedar melihat kelahiran adiknya.
“Kak fatma cari berkas ini?” sapa seorang rekan kerja padanya, yang saat itu semopat melihat mama fatma sibuk dengan dokumen lama. Dan mama fatma begitu bahagia ketika melihatnya.
Tapi, kenapa kejadian yang ada persis dengan apa yang ryuji alami. Disana tertulis, jika Bunda sora diserang ketika perjalanan pulang dan terjadi didekat Pelabuhan. Mama fatma terkejut, ia lantas mencocokkan semua kejadian yang menimpa keduanya.
“Lantas, apa ada hubungannya dengan sora? Kenapa seperti ini?” ragunya. Dan mama fatma saat ini merasa takut dan dipenuhi rasa curiga, bahkan terhadap hadirnya sora.
“Doni, bisa tolong aku?” Mama fatma akhirnya menelpon salah seoran sahabatnya. Ia bekerja di dinas kependudukan, dan ia memintanya mencari tahu semua info tentang sora.
“Aku butuh foto KTPnya, kau bisa?”
“Akan aku usahakan. Terimakasih sebelumnya,” ucap mama fatma. Ia bahkan terus mencari tahu mengenai ryuji, ia juga membuka tas ryuji yang telah lama disimpan dalam lemari yang ada dikamarnya selama ini.
Mama fatma begitu menghormati semua milik anak sambungnya itu hingga tak sama sekali menyentuh barang-barang pribadinya. Namun kini, Ia terpaksa melakukan itu semua.
“Astaga, Sora!!” Mama fatma membungkam mulutnya ketika melihat foto sora didompet sang putra.
padahal certa belm kelar
lanjut kak tetap semangat upnya 💪💪💪