NovelToon NovelToon
Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:18.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Shan Syeera

Perjodohan adalah sebuah hal yang sangat
di benci oleh Abraham, seorang pengusaha
muda penerus kerajaan bisnis keluarga nya.

Dia adalah sosok yang sangat di puja dan di
damba oleh setiap wanita, dia merupakan
calon menantu yang sangat ideal dan di
impikan oleh setiap pengusaha dan para
bangsawan yang memiliki anak gadis, jadi
baginya hanya dengan menjentikkan jari
saja, wanita manapun akan dengan senang
hati memasrahkan dirinya untuk merangkak
di bawah kakinya.

Tapi..justru kakeknya, sang pemilik dan
penguasa serta pemegang kendali penuh
dari semua kekayaan keluarganya malah
memilihkan jodoh untuknya.

Dan sialnya lagi..wanita pilihan kakeknya
bukanlah wanita dengan kriteria dan tife
yang selama ini selalu menjadi standard nya.

Abraham sangat membenci keputusan sang
kakek. Namun demi warisan dan kendali penuh
atas segala kekuasaan yang telah di janjikan
padanya. Dengan terpaksa Aham menerima
semua keputusan kakeknya tersebut..

Dan bagi wanita yang juga terpaksa menerima
perjodohan ini..bagaimana kah dia akan bisa
menjalani hidupnya bersama seorang pria yang
sama sekali tidak menginginkan kehadirannya.?

Takdir seakan menjungkir balikan kehidupan
seorang gadis biasa terpaksa yang harus
masuk ke dalam kehidupan sebuah keluarga
yang di penuhi dengan keangkuhan dan
kesombongan akan dunia yang hanya
tergenggam sementara saja..


**Tetaplah untuk selalu di jalanNya..**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan Syeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Ulang Tahun Meline

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

♥️♥️♥️♥️♥️

Hari ini adalah hari ulang tahun Meline yang

ke 20. Pesta nya di adakan di sebuah hotel

mewah milik keluarga Mahendra. Meline sangat excited untuk hari ini. Dia mengundang semua

teman dekatnya. Dia juga mengundang Amar

dan teman-teman nya.

Amar itu ternyata senior Meline di kampus nya.

Naya kenal dengan Amar dan kawan-kawan nya

dari Yara yang merupakan saudara sepupunya

Amar.

Hari ini pekerjaan Naya di kantor cukup menyita waktunya. Naya memang sengaja menyibukkan

diri untuk sedikit melupakan ingatannya yang

entah kenapa 2 hari terakhir ini terus saja di isi

oleh bayangan Aham.

Sebenarnya dia enggan untuk datang ke pesta

ulang tahunnya Meline, mengingat hubungan

dengan adik ipar nya itu tidak lah baik. Tapi

karena Noah meminta dirinya untuk datang

dan menemaninya, akhirnya Naya terpaksa mengiyakan nya.

Saat ini Naya sedang berada di kamarnya. Rani

setia menemani Nona Mudanya itu untuk bersiap

diri. Sedikit riasan natural di wajahnya mampu

membuat Rani terkesima.

"Nona..anda benar-benar cantik.."

Rani berdecak kagum saat melihat penampakan

Naya setelah melengkapi penampilannya dengan

gaun berwarna soft pink yang kemarin di belinya

bersama Noah. Naya sedikit tersipu saat melihat

Rani melongo melihat dirinya.

"Kamu terlalu berlebihan Ran..semua perempuan

itu cantik dari sana nya."

"Tapi Nona terlalu cantik.."

Naya hanya tersenyum lembut mendengar ucapan

berlebihan Rani.

"Sudah ahh..kita harus berangkat sekarang."

"Saya berangkat bersama dengan Pak Ali Nona."

"Kenapa tidak bareng saja Ran.?"

"Tidak mungkin Nona..! Kalau begitu saya pergi

sekarang."

Rani membungkuk sedikit, setelah itu keluar dari

kamar di iringi tatapan Naya. Beberapa pelayan

terpilih sudah berangkat ke hotel sejak sore hari

untuk melakukan segala persiapan.

"Hai..dear, are you ready.?"

Naya membalikan badannya saat mendengar

suara Noah. Dia melihat laki-laki itu sedang

berdiri santai di ambang pintu dengan senyum semanis madu dan memasukan kedua tangannya

ke saku celana. Dia terlihat memukau dengan

setelan kemeja warna navy, terlihat santai dan

fresh.

Untuk beberapa saat Noah tampak mematung

di tempat, terpukau melihat penampilan Naya.

Benar-benar cantik bagai bulan purnama yang

sedang memancarkan sinar nya dengan anggun.

Dia menelan salivanya berat saat melihat bibir

indah Naya terpoles lipstik tipis warna pink.

"Kak Noah, bikin kaget saja."

Naya berucap seraya menatap Noah yang

masih saja terdiam menatap nya terpesona.

Tapi tidak lama dia menarik pandangannya

sambil menghembuskan napas kasar.

"Apa kau sedang memikirkannya ?"

Noah mencoba menetralkan detak jantungnya

dan menguasai diri yang saat ini hampir hilang

kendali. Kenapa harus saudara angkuhnya itu

yang di jodohkan dengan wanita ini.? Kenapa

bukan dengan dirinya saja. Noah merasa kali

ini Kakeknya sudah berlaku tidak adil.

"Siapa ?"

Naya bertanya seraya merapihkan kembali

hijabnya. Noah memalingkan mukanya.

"Suamimu yang menyebalkan itu.!"

Naya terdiam. Bayangan wajah dingin Aham

kembali melintas dalam ingatannya. Dia

menggeleng mencoba menepis semua hal

yang terus berkelebat dalam pikirannya.

"Tidak ! untuk apa aku memikirkannya."

Kilah Naya sambil kemudian meraih tas kecil

dan keluar dari kamar. Dia mengunci pintu

setelah itu berdiri di hadapan Noah yang

terlihat sedikit canggung.

"Ayo Kak..kita berangkat sekarang.."

"Oke, come on.."

Keduanya berjalan beriringan melewati

halaman belakang menuju mobil Noah.

----- ------

Pesta mewah ini di adakan di sebuah ruangan

luas bergaya klasik modern dengan sentuhan

keanggunan dan eksotisme alam Indonesia.

Di tengah tempat pesta yang terlihat begitu

indah dan mewah terdapat kolam renang yang

cukup besar.

Saat ini acara sudah di mulai. Semua tamu

undangan yang rata-rata adalah teman Meline

dan juga beberapa teman sosialitanya Nyonya

Elen terlihat sudah mulai berdatangan dan

memadati seluruh tempat.

Meline tampak sangat cantik dan anggun dengan balutan gaun merah maroon model A line yang menampilkan bahu indahnya dan dada nya yang padat. Bagian bawahnya terbuka sampai sebatas paha, terlihat begitu seksi namun tetap anggun

dan elegan.

"Meline..kamu terlihat sangat cantik malam ini.

Kau pantas menjadi bintang nya malam ini."

Puji salah satu teman se gank nya.

"Yes, dia adalah primadona dalam pesta malam

ini. Semua laki-laki milikmu."

Sambung yang lain. Meline tersenyum lebar .

"Tentu lah, malam ini adalah malam ku..! Dan

aku harus pastikan Kak Amar menembakku

malam ini juga.!"

Ucap Meline. Teman-teman nya mengangguk

setuju.

Suasana sedikit riuh ketika di pintu utama muncul

Felicia yang datang hampir berbarengan dengan

Catherine. Entah kenapa sejak mereka bertemu di

loby hotel, aroma persaingan sudah mulai terasa.

Mungkin mereka merasa memiliki saingan satu

sama lain. Karena saat ini kedua wanita cantik itu

berpenampilan super wahh..dan tentunya super

seksi dengan segala pesona kecantikan yang

membuat semua mata tertuju pada mereka.

Keduanya berjalan dengan anggun menuju ke

area utama pesta tempat Meline berada.

Melihat kedatangan dua wanita nya Aham

tersebut, Meline tampak berdiri bingung.

Senyum cerah menawan tersungging dari bibir

indah kedua wanita cantik itu yang kini sudah

semakin dekat pada Meline yang berdiri kaku

dengan senyum canggung nya.

"Selamat ulang tahun Meline sayang.."

Mereka berucap bersamaan dengan kata-kata

yang sama pula membuat keduanya sontak

saling melirik. Mata mereka bertemu dengan

aura panas langsung keluar dari tatapan tajam

keduanya. Meline menepuk jidat nya bingung.

"Terimakasih Kak Feli..Kak Catherine..aku

senang kalian bisa datang."

Meline berucap dengan mimik muka yang

sebisa mungkin membuat mereka mendapat

respon yang baik dari dirinya. Kedua gadis

cantik itu melengos, dan merangkul Meline

secara bersamaan pula membuat mereka

kembali saling melihat dan menatap tajam.

"Maaf Nona..saya adalah calon kakak ipar nya

Meline, jadi sebaiknya berikan waktu untukku

terlebih dahulu..!"

Catherine berucap seraya menepis rangkulan

Feli di tangan Meline. Kening Feli tampak

bertaut dengan raut wajah tidak suka.

"Ohh..saya sudah biasa kok melihat wanita

semacam anda, yang selalu mengakui dirinya

adalah calon istri Aham.."

"Hehh..aku tidak mengaku-ngaku ya..Aku ini

kekasihnya Aham.."

"Maaf ya Nona..semua wanita lain juga bilang

nya seperti itu. Silahkan saja anda bermimpi

sepuas nya, yang jelas..hanya akulah satu-satu

nya wanita yang ada di hati Aham.."

"Hehh..aku yakin justru kamulah disini yang

sedang bermimpi.!"

"Ohh..sorry ya saya tidak suka bermimpi yang

tidak mungkin jadi kenyataan.."

"Oyaa.? Apa kamu tahu siapa saya.?"

Mata mereka bertemu dan bertarung di udara.

Meline sedikit tegang melihat reaksi berlebihan

dari kedua wanita itu.

"Saya tidak peduli siapa kamu.!"

Ketus Feli dengan wajah angkuhnya.

"Aham dan aku saling mencintai, dan aku

pastikan dia akan segera melamarku.."

"Hoohh.. benarkah? Aku bahkan sudah

berencana untuk menikah..bukan lagi soal

lamaran !"

Catherine menggertakan giginya, wajahnya

juga terlihat memerah menahan emosi yang

kini mulai naik ke permukaan.

"Kamu.! siapa sih kamu ini sebenarnya.?"

"Feli.. Catherine..!!"

Kedua gadis itu menolehkan kepalanya ke

asal suara. Nyonya Elen berdiri tidak jauh dari

tempat mereka dengan senyum manis namun

sedikit canggung saat melihat kehadiran kedua

gadis yang dekat dengan dirinya itu.

"Mami.."

Feli segera menghampiri Nyonya Elen dan

merangkulnya hangat. Catherine terlihat

semakin geram mendengar panggilan Feli

terhadap Nyonya Elen yang terlihat sudah

sangat akrab itu.

"Hai.. Tante, gimana kabar nya.?

Catherine segera menyusul merangkul

Nyonya Elen setengah menyingkirkan tubuh

Feli yang masih memeluk nya hingga dia

mundur terdorong.

"Tante baik Cath, Oya.. terimakasih ya kalian

sudah datang ke pesta ini. Kalian berdua

terlihat sangat cantik malam ini.."

Nyonya Elen melihat penampilan kedua gadis itu

yang kini kembali saling pandang satu sama lain

dengan suasana panas.

"Ayo sayang..nikmati pestanya ya."

Nyonya Elen mengelus bahu telanjang kedua

gadis itu, kemudian dia berlalu pergi dari hadapan

mereka yang masih saling melihat dan meneliti

penampilan masing-masing. Setelah itu keduanya

saling melengos dan berjalan menjauh mencoba

berbaur dengan tamu undangan lain yang tadi

sempat terfokus pada mereka berdua.

Suasana kembali pada kemeriahan pesta.

Semakin malam pestanya semakin meriah

karena di isi oleh hiburan dari beberapa

penyanyi ternama yang sedang populer saat ini.

Mata Meline terlihat berbinar saat melihat sosok

Amar muncul di pintu utama. Pria itu terlihat

sangat tampan dengan kesan maskulin yang

kental karena pakaian rapi yang di kenakannya.

"Hai Mel..selamat ulang tahun ya.."

Amar tersenyum manis saat sudah berada di

hadapan Meline yang terus saja menatap nya

dengan sorot mata di penuhi bunga-bunga cinta.

"Terimakasih Kak Amar sudah mau datang. Aku

sangat bahagia sekali.."

Amar menautkan alis nya dan menatap wajah

cantik Meline yang tampak tersipu.

"Benarkah.? padahal tadinya aku tidak akan

datang loh."

"Iiihh..kak Amar jahat deh.!"

Meline mengerucutkan bibirnya membuat Amar

kembali tersenyum. Gibran dan Abrar menyusul

menyalami Meline.

"Hai..kak Amar, Kak Gibran..kak Abrar..seneng

banget deh bisa ketemu kalian di sini.!"

Sambut teman- teman Meline sambil berjabat

tangan dengan ketiga pria tampan itu.

"Wahh..Mel, kayaknya ini moment yang pas deh

untuk meminta Kak Amar dan grup musiknya

untuk menghibur kita.."

"Ahh..jangan ngaco kamu.!"

Ketus Meline sambil melirik malu pada Amar .

"Beneran Mel ! Kanaya juga ikut datang bersama

dengan Kak Amar kan..? Tapi..kenapa dia datang

bareng Kak Noah ya.."

Ucapan teman Meline tadi tiba-tiba terhenti

dengan tatapan mata yang bergulir bengong

kearah pintu utama ruang pesta. Di mana semua

mata pun saat ini sedang terfokus kesana.

Semua orang tampak berdiri terpaku di tempat

saat melihat kedatangan Noah dan Naya yang

berjalan berdampingan dengan aura kehadiran

yang sangat kuat terpancar dari keduanya.

Mereka berdua terlihat begitu serasi dan memukau.

Pesona kecantikan Naya dan ketampanan Noah

seakan membuat semua mata begitu terpukau

dan tidak bisa berpaling. Beberapa pelayan di

istana Mahendra pun terlihat mematung dengan

mata melongo dan mulut menganga. Kenapa

Kanaya bisa datang bareng Tuan Muda Noah?

Dengan penampilan yang begitu..Wooww..

menakjubkan..! Mata mereka mengerjap tidak

percaya dengan apa yang di lihatnya.

"Naya..kenapa dia bisa datang ke pesta ini..?"

Bisik Gibran di dekat Amar yang sedang terdiam

dengan mata tiada henti menatap kearah Naya

yang kini semakin mendekat kearahnya.

Setelah dekat, Naya tampak terkejut melihat

keberadaan Amar dan teman-teman nya.

"Kak Amar..kalian ada di sini juga.?"

Bibir Naya berucap sedikit gemetar. Tatapan

Amar tampak bergulir kearah Noah dengan

sorot mata tidak nyaman.

"Hei Nay.. justru kami yang ingin bertanya,

kenapa kamu bisa datang kesini.?"

Gibran menatap penuh selidik pada Naya dan

Noah. Naya tampak sedikit kikuk dan bingung.

"Dia datang bersama ku..!"

Noah menyela sambil kemudian berjalan

santai melewati mereka menghampiri Meline

yang terlihat berdiri dengan wajah datar ke

arah Naya.

"Hai bocah.. selamat ulang tahun ya.."

"Kakak..! Aku bukan anak kecil lagi..!"

Sungut Meline sambil memukul lengan Noah

yang langsung terkekeh dan memeluk erat

adik angkatnya itu. Amar dan kawan-kawannya

semakin di buat terkejut. Jadi Naya datang

bersama dengan Kakak nya Meline?

"Meline..maaf ! mungkin kamu tidak suka

atas kedatangan ku. Tapi aku hanya ingin

memberikan doa yang tulus untukmu,

selamat ulang tahun ya.."

Naya berucap saat sudah ada di hadapan Meline

yang terlihat masih saja bersikap datar. Menatap

tidak berminat pada Naya.

"Aku tidak punya hadiah yang bagus, mungkin

ini tidak berharga bagimu.."

Naya memberikan kado kecil pada tangan

Meline yang menerimanya dengan malas.

"Terimakasih.."

Ucap Meline di sambut senyum lembut Naya

yang sedikit membuat hati Meline tergerak.

Iihh..tapi mana mungkin dia mau berpelukan

dengan gadis itu, bukan level nya ! tapi..

bukankah kenyataan nya wanita itu adalah

kakak iparnya.? Hati Meline terus berperang.

Melihat Kemunculan Naya yang datang bersama

dengan Noah, wajah Feli dan Catharine tampak

memerah menahan emosi dan rasa kesal yang

tiba-tiba saja menyeruak, apalagi perhatian

semua orang jadi tertuju kepada pasangan itu.

"Iya.. mereka berdua cukup serasi, itu adalah

hal yang bagus untukku."

Gumam Feli sambil kemudian meneguk

minumannya dengan mata yang terus tertuju

pada Naya dan Noah yang saat ini berjalan

menuju area pribadi keluarga.

Susana pesta kembali seperti semula. Semua

tamu semakin terlihat larut dalam kemeriahan

dan kemewahan pesta itu.

Beberapa pelayan mendorong kue ulang tahun

yang bersusun seperti piramid dengan warna

pink dan putih yang sangat indah. Wajah Meline

semakin berbinar. Tapi ada kegelisahan yang

dia rasakan saat ini karena sosok Aham belum

juga muncul di tempat itu. Walaupun Aham

tidak pernah bersikap hangat layaknya seorang

kakak pada adiknya, tapi bagi Meline Aham

adalah idola nya, pahlawannya dan sosok yang

selalu di banggakan nya.

MC sudah berbicara panjang lebar saat acara

potong kue akan segera di mulai. Nyonya Elen,

Feli, dan juga Catharine sudah berdiri di dekat

Meline. Aura persaingan yang sengit tetap

terasa di antara Feli dan Catharine hingga

membuat mereka sedikit menjaga jarak

dengan sesekali saling lirik kesal.

"Ayo sayang..potong kue nya.."

Bisik Nyonya Elen di telinga Meline.

"Kak Aham belum datang Mam.."

Tapi sesaat kemudian mata Meline membulat

sempurna saat para tamu memekik pelan

dengan mata terkesima melihat kemunculan seseorang dari arah pintu utama dengan

penjagaan yang sangat ketat dari 4 orang

bodyguard nya.

"Tuan Tampan...Ya Tuhan..dia datang.."

Pekik beberapa gadis sambil menutup mulut

dan berjingkrak kegirangan. Mata mereka

seakan terhipnotis dan terbius melihat

kehadiran pria gagah itu yang kini sedang

berjalan tenang menuju ke area utama.

Semua orang seakan menahan napas saat

Aham melintas dengan menyebarkan aroma

khas semerbak wangi yang membius kontrol

diri setiap gadis.

"Tuhan..dia begitu sempurna..!!"

Jerit hati para tamu undangan wanita dengan memejamkan mata dan langsung berfantasi liar.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

Bersambung.....

1
Nunung Suwandari
Hai aku kembali untuk membaca ini 😍
Marhaban ya Nur17
klo ama melani terjadi keren neh Noah 😄😄😄😄 soalnya ama feli jg dapet
Marhaban ya Nur17
tinggal ngomong gtu doank banyak drama
Marhaban ya Nur17
naya diem bae y klo di tarik Noah wkwkkw
Marhaban ya Nur17
g habis pikir cerita wkwkkwk satu masalah belum kelar ada lg yg datang wkkwkwk aneh
Marhaban ya Nur17
dri part pertama ampe sekarang gw belum dapet fill nya
Marhaban ya Nur17
ngapa aham g bilang ke semua orang gtu msh nutup"
Marhaban ya Nur17
muter" itu aja deh kayanya wkkwkwkw alurnya lama, pembahasannya itu" aja gw mau udh n tp udh setengah jalan
Marhaban ya Nur17
bar" se yara wkekke
Marhaban ya Nur17
makanya jan sombong
Marhaban ya Nur17
elah lambat banget thor kek kura" alurnya
Marhaban ya Nur17
Lola amat se alurnya
Marhaban ya Nur17
kapan bucinnya aham 🤔🤔🤔
Rohayani
udh 2x baca tetep aja suka...
ditunggu karya yg lainnya othor ku sayang...love sekebonnn😍
rindu juga ceritanya sherinda sma mayra thor..nnt mampir lg aaah💪💪💪
Marhaban ya Nur17
knp se semua orang enteng banget tangannya
Marhaban ya Nur17
nah klo kaya gini kan ok àham
Marhaban ya Nur17
ternyata feli ama naya saudara an y
Marhaban ya Nur17
dri part pertama ampe sekarang gw benci ama pemain cowoknya wkwkkwkkw
Marhaban ya Nur17
pusing gw jg klo banyak harta wkwkwk
Marhaban ya Nur17
gw colok mata lu aham wkkwkwkw bikin emosi jiwa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!