NovelToon NovelToon
Diantara Tiga Hati

Diantara Tiga Hati

Status: tamat
Genre:Poligami / Cinta Terlarang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Tamat
Popularitas:64.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mom AL

Persahabatan adalah sesuatu hal yang sangat rekat, harus saling memahami, mengerti, mengalah, dan membuang keegoisan. Kebersamaan juga membuat persahabatan itu akan menjadi lebih sempurna karena semakin dekat. Mengenal sifat satu sama lain sangat sulit. Lalu, bagaimana jadinya jika sahabatmu memiliki sifat yang berbeda dari dulu hingga sekarang?

Adiba Khanza rela menjadi wanita malam hanya karena ingin melunasi hutang ibunya dari rentenir. Hingga suatu ketika, Vania Larissa, sahabat Diba menawarkan sebuah persyaratan dengan embel-embel akan membantu melunasi semua hutang Diba. Tetapi, siapa sangka jika persyaratan Vania sangat tidak masuk akal hingga Diba bingung harus memilih apa.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Dan persyaratan apa yang Vania katakan pada Diba?

So stay tune ❣️


Follow Ig: ningsihartono

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24 DTH

Pagi harinya, Alex merasakan lengannya seperti tertimpa sesuatu. Dia segera membuka kedua kelopak mata dan melihat ada apa dengan lengannya, Alex terkejut ketika ternyata kepala Adiba menindih lengan miliknya. Dia mencoba meletakkan kepala Adiba di bantal tanpa membangunkan sang empunya. Namun, semua itu sia-sia karena Adiba langsung membuka mata kala ada pergerakan di kepalanya.

"Mas," lirih Diba menatap manik mata Alex.

"Maafkan aku yang sudah membangunkanmu."

Adiba tersadar, dia segera menjauhkan tubuhnya. Sementara Alex, dia melihat tubuhnya dan Adiba yang terlilit di dalam satu selimut. Alex menatap Diba dan memberikan kode pertanyaan.

Adiba yang mengerti langsung mengangguk. "Kamu jangan menyesal, kita 'kan sudah resmi menjadi suami-istri meskipun siri."

Alex mengusap wajahnya. "Aku akan mandi terlebih dahulu," lanjutnya dengan beranjak dari ranjang.

"Mas! Apa perlu aku siapkan air hangat?"

"Tidak usah." sahut Alex dan bergegas berlalu.

Selesai keduanya bersiap, Adiba dan Alex berjalan bersama menuju meja makan dan ternyata seperti biasa disana sudah ada Vania yang menyiapkan sarapan mereka.

"Morning," sapa Vania seperti biasanya dengan senyuman, tetapi senyum itu surut ketika mata Vania tidak sengaja menatap ke leher Adiba.

Adiba yang sadar jika dia diperhatikan oleh Vania langsung menjadi salah tingkah.

"Van, kamu baik-baik saja?"

Cup!

Alex mengecup pucuk kepala Vania seperti biasanya, dia memilih untuk duduk terlebih dahulu di kursi.

"Ya, aku baik. Apa kalian berdua sudah—" Vania memberi kode bercinta.

Adiba tersipu malu dengan anggukan pelan.

Vania tersenyum dengan hati miris, ternyata Adiba sudah berhasil menikmati tubuh suaminya.

"Baguslah, aku berharap benih itu cepat tumbuh di dalam sini." Vani berkata sambil mengelus perut Adiba.

"Aku juga berharap seperti itu, kegagahan Mas Alex pasti akan cepat menumbuhkan benih itu." jawab Adiba tanpa rem.

Vania tersenyum tipis lalu mereka berdua berjalan duduk ke kursi.

"Kamu mau sarapan apa, Mas/by?" Vani dan Diba bertanya secara bersamaan, mereka juga saling lirik dan Diba sadar jika dia hanyalah perempuan penitipan benih.

"Terserah kamu aja, aku akan makan apa pun yang kamu pilih." ujar Alex lembut sambil tersenyum ke arah Vania lalu dia melirik Adiba sejenak masih dengan senyuman.

Alex masih terbayang kejadian tadi malam, tentu saja dia sangat sadar malam itu. Dirinya sangat memuji cara permainan Adiba yang bisa membuatnya terbang ke angkasa, Alex sangat ingin melakukannya lagi tetapi saat melihat wajah Vania dia ingat jika dirinya hanya harus menanamkan benih di rahim Adiba setelah itu semuanya selesai.

"By?" panggil Vani menyadarkan Alex dari lamunannya, dia melirik ke arah Diba sejenak yang masih sibuk mengambil sarapannya sendiri.

Alex tersentak kaget, dia mengalihkan pandangan menjadi menatap Vania. Dirinya menerima piring yang Vani berikan lalu sarapan bersama.

'Semoga saja pikiran buruk ini tidak terwujud.' batin Vani takut.

🌺🌺🌺🌺

Dua bulan kemudian.

Adiba berlari ke kamar mandi, dia membekap mulutnya sendiri dan menahan rasa mual yang terus mendera ketika menjelang bangun pagi. Alex terbangun, dia heran karena tidak menemukan Adiba di sampingnya.

"Diba?" panggil Alex sambil menyibakkan selimut, dia berjalan ke kamar mandi yang terbuka lebar.

Dari kejauhan, Alex dapat mendengar suara Adiba yang seperti tertekan.

"Diba!" pekiknya sambil masuk ke dalam kamar mandi, raut wajah Alex terlihat khawatir karena Adiba sangat pucat.

Dia memegang kedua pundak Adiba dari belakang.

"Diba, kamu kenapa?"

"Gak tau, Mas. Perutku rasanya ingin terus mual dan kepalaku sangat pusing." Diba berkata lirih lalu sedetik kemudian dia terjatuh di dalam pelukan Alex.

"Diba! Adiba!" teriak Alex sambil menepuk pundak Adiba karena pingsan.

Alex menggendong tubuh Diba dan membawanya ke ranjang, dia bergegas menghubungi Dokter pribadinya yang ada di negeri itu juga, setelah itu Alex duduk di sebelah Adiba.

"Ada apa dengannya? Apa dia kelelahan karena harus terus melayani aku?" Alex bertanya-tanya sendiri.

Pasalnya, ketika dia dan Adiba tidur bersama maka mereka akan bercinta hingga beberapa jam. Bahkan terkadang Adiba sampai menjadi lemas akibat kewalahan mengimbangi has*rat Alex.

Tak lama kemudian, Vania heran karena ada Dokter pagi-pagi begini.

"Ada perlu apa ya, Dok?" tanya Vani ketika membuka pintu rumah.

"Tuan Alex memanggil saya ke rumah ini, dia mengatakan jika istrinya sedang pingsan." ucap Dokter yang berasal dari negara Indonesia itu.

Vania semakin heran karena Alex tidak memberitahunya jika Adiba pingsan.

'Saat ini istri Alex ada dua, aku sehat berarti yang pingsan Adiba. Tetapi mengapa Alex tidak mengabariku?' batin Vani bingung.

"Nyonya, apa saya boleh masuk?"

Vania tersadar ketika suara Dokter itu membuyarkan lamunannya.

"Ya, mari!"

Keduanya masuk ke dalam dan menaiki anak tangga menuju kamar Adiba.

Sesampainya di kamar itu, Alex langsung menoleh ke arah pintu. Dia tersenyum lega ketika Dokter akhirnya sudah tiba, Alex memberikan ruang kepada Dokter itu untuk memeriksa Adiba. Sementara Alex, matanya beralih menatap Vania yang terdiam tak jauh dari tempatnya berdiri. Alex merasa bersalah sebab dia tidak lupa memberitahu kepada Vani jika Adiba pingsan.

"Apa ini, by? Kamu melupakan aku?" Vani bertanya pelan ketika Alex berada di dekatnya.

Alex tidak sanggup menatap mata sendu itu, dia memeluk tubuh Vani dan mengatakan maaf sebanyak mungkin.

"Maafkan aku, Vania. Maaf maaf maaf," Alex mengecup pucuk kepala Vania berulangkali.

Pelukan pun terurai.

"Apa yang terjadi pada Adiba?" Vani melirik Adiba yang sedang diperiksa oleh Dokter.

Alex pun mulai menceritakan semuanya yang terjadi pagi tadi, tak lupa dia kembali meminta maaf karena takut membuat Vania merasa tidak di hargai.

Dokter telah selesai memeriksa Diba, dia berdiri di hadapan Alex dan Vania.

"Bagaimana keadaannya, Dok?" Alex langsung bertanya dengan tidak sabaran.

"Saya ucapkan selamat kepada Tuan karena istri Anda terbukti positif hamil, hasil pemeriksaan menyatakan jika istri Anda sudah hamil selama enam minggu." ucap sang Dokter sambil tersenyum.

Alex dan Vania kompak tersenyum bahagia, mereka saling berpelukan mendengar penuturan Dokter.

"Sayang, kita akan segera punya anak." ucap Alex bahagia seraya terus memeluk tubuh Vania erat.

Vania hanya mengangguk dengan senyum tak kalah lebar. Sementara Adiba yang sudah sadar, dia hanya melirik Alex dan Vani sekilas dengan senyum hambar. Dirinya mengelus perut yang masih rata lalu memejamkan mata sejenak.

'Apakah aku sanggup meninggalkan anakku nanti bersama dengan mereka?' batinnya bimbang.

Dokter heran melihat kelakuan sepasang suami-istri itu, dia bingung karena mendengar ucapan Alex yang mengatakan jika mereka akan punya anak sementara yang hamil adalah istrinya. Dokter itu mengedikkan bahu, dia tidak peduli dengan keluarga Louise, intinya dia mendapatkan bayaran karena pekerjaannya ini.

TBC

1
Sri Puryani
apa karma orang tuanya jth ke elza?
Sri Puryani
bangkitlah elza berpikir lah utk mandiri.....atau plg sj ke tnh air, lbh baik jd janda dr pada disiksa suami....jgn mempertahankan rmh tangga yg tdk sehat tdk ada cinta didlmnya
Sri Puryani
dimana ke bar bar anmu elza ...belajarlah hidup mandiri dan kuat, perasaan dl kamu bs berkelahi tp wkt di perkosa sama rizi kok kalah ya?
Sri Puryani
kenapa bw rizi ke apartemen ,bagus mau diantar plg ke rmh rizi mlh ke apartemen
Sri Puryani
anaknya hanya 2 vania? dgn robi gk punya anak thor?
🖤: 😭 Othor lupa, Kak. kayaknya engga deh
total 1 replies
Sri Puryani
nikah dgn robi gk punya anakah?
Sri Puryani
jgn jatuhkan kebencian pd anak yg gk tau apa" ....kasihan elza
Sri Puryani
vani terimalah cinta robi demi putrimu
Sri Puryani
milih robi sj vania lupakan alex
Sri Puryani
akhirnya kamu hamil kan vani, sulit bukan berarti gk bs hamil, jgn mendahului takdir Allah
Sri Puryani
alex kamu sdh berubah.....dgn mudahnya menalak vania....kasihan vania
Sri Puryani
wah ternyata adiba diksh hati ngrogoh rempelo.....
vania jg gt, suami di srh nikah lg
Sri Puryani
vani apa kamu kuat dimadu?
Sri Puryani
ah ha....istri nya dijual ...fahrul setan lo....adiba jgn diam aja kamu, jgn mau kenapa sih kamu tdk cerita yg sbnrnya
Sri Puryani
adiba jls kan klo ksmu tdk pernah berhub.intim dgn para pria....harusnya fahrul tau itu klo adiba msh virgin
Sri Puryani
mulai ada pebinor
Sri Puryani
cantik visualnya vania
Sri Puryani
semoga fathan laki" yg baik
Bunda Saidah
kau sendiri yang menciptakan masalah ini Vania...
APriani Kusuma Dewi
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!