NovelToon NovelToon
HOPELESS

HOPELESS

Status: tamat
Genre:Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:62.9k
Nilai: 5
Nama Author: BumbleBee

Ini bukan pernikahan menuju surga, tapi neraka.

-Kinan Anggraini-

Namanya Kinanti. Gadis biasa yang hidup di tengah keluarga yang kurang harmonis. Bukan juga keluarga yang agamanya sangat paten. Kinan tumbuh dan berkembang jauh dari ajaran agama.

Di usia senja, Kinan sudah menyaksikan pernikahan ayah dan ibunya yang buruk. Sempat terlintas di benaknya bahwa ia tidak akan menikah.

Prinsipnya itu berubah begitu ia bertemu dengan Beni. Pria yang perlakuannya sangat manis yang seolah menyatakan bahwa Kinan adalah dunia Beni. Siapa tidak luluh dengan perhatian lembut dan kata-kata memuja yang selalu terlontar dari mulut Beni.

Doanya pun berubah, ia ingin menikah dengan Beni. Doanya terkabul. Namun, setelah menikah Beni berubah drastis. Jauh dari harapan dan angan-angannya. Kinan seakan melihat ayahnya dalam versi Beni. Bahkan jauh lebih buruk.

Mampu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BumbleBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rujuk

Sembilan puluh menit, sudah selama itu Beni menunggu di depan rumah Kinan. Ketukan pintu dan ucapan salam diabaikan oleh kekasih yang baru memutuskan hubungan dengannya. Panggilannya juga diabaikan begitu pun dengan BBM-nya. Benarkah Kinan akan mengakhiri hubungan mereka? Membayangkan hal itu membuat Beni seketika pening luar biasa. Sejak kapan ia begitu takut mengakhiri suatu hubungan. Tentu saja sejak ia bertemu dengan Kinan dan untuk pertama kalinya memantapkan hati akan menikah dengan melamar wanita pujaan hatinya. Logika juga hatinya sejalan mengatakan bahwa Kinan adalah pelabuhan terakhirnya.

Masih segar dalam ingatan Beni bahwa awal mula ia mendekati Kinan karena iseng. Saat itu ia memang lagi bermasalah dengan Rima. Ia kira Kinan gadis yang mudah ditaklukkan. Nyatanya butuh hampir satu tahun untuk membuat Kinan luluh dan menerima cintanya. Dan sekarang, setelah ia merasakan Kinan adalah bulannya, bintangnya, (Kau lah bulanku, kau lah bintangku. Gara-gara kau banyak utangku) cinta matinya, hanya karena perkara kalung, Kinan seenaknya memutuskannya, tidak bisa! Ia tidak akan membiarkan Kinan mengakhiri hubungan ini. Bisa kacau dunianya jika Kinan meninggalkannya.

Ia akui Kinan bukan gadis cantik yang membuat para pria langsung ileran. Ini jika mereka hanya memandang fisik semata. Alasan kenapa Beni tidak membiarkan Kinan dekat dengan pria, ia khawatir para pria di luar sana menyadari pesona kekasihnya itu. Kinan sangat manja, manja yang bukan membuat muak melainkan gemas. Kinan juga sangat dewasa dan perhatian. Tutur katanya selalu menyejukkan, lain hal jika Kinan sedang PMS. Semua salah. Gadis itu pendengar yang sangat baik. Tidak akan menyela ucapan Beni jika saat sedang curhat masalah pekerjaan dan hal lainnya. Tidak banyak tuntutan yang memaksa pacarnya harus begini dan begitu. Dan yang membuat Beni salut, Kinan tidak pernah kepo tentang isi dompetnya dan sumber uangnya.

Nyaman, baru kali ini Beni merasakan kenyamanan yang pas dengan seseorang. Ia sudah bermimpi dan mengatur masa depannya dengan Kinan. Dan ia hanya perlu menunggu Kinan menyelesaikan kuliah baru dia datang melamar gadis pujaannya itu.

"Kinan, Abang tidak akan pergi sebelum kamu keluar. Kita harus berbicara. Tolong, keluarlah. Abang tidak mau putus!"

Kinan yang mengintip dari balik tirai semakin dibuat cemas. Para tetangga pasti mendengar apa yang dikatakan Beni. Untung saja Ayahnya belum pulang. Tapi bagaimana nanti jika Ayahnya pulang dan melihat adegan Indiahe ini.

"Kenapa sih, Kak? Kasihan tahu."

"Biarkan saja. Sebentar lagi dia juga pasti pulang."

Kinan hanya tidak tahu bahwa Beni memiliki tekad sekuat baja. Yang pantang mundur sebelum berhasil.

"Abang tidak mengancam, Kinan. Abang akan menunggu di sini sampai kamu keluar. Tidak apa-apa kedinginan atau bahkan hujan sekalipun. Abang mau lihat setega apa gadis yang Abang pacari selama dua tahun."

"Ya Tuhan, apa dia sudah gila!" Kinan melihat tetangganya yang di depan rumah keluar dan pura-pura menyiram bunga. Waktu sudah menunjukkan hampir jam sebelas malam.

"Mending Kakak temui Bang Beni sebelum dia semakin gila." Vita meninggalkan Kinan yang semakin galau.

Jam sebelas lewat lima menit, Beni tetap di sana. Bisa bahaya jika kepling sedang patroli. Kinan juga yakin sebentar lagi Ayahnya pasti pulang.

Kinan segera berlari ke kamar untuk mengambil ponselnya. Matanya membeliak seketika melihat banyaknya panggilan juga pesan yang dikirim Beni. Isi pesannya sama. Ping dan Sayang, sebanyak 135 pesan.

Kinan menghubunginya dan sudah pasti langsung diangkat.

"Sayang," Suaranya memelas dan memohon. Kinan merasakan darahnya berdesir seketika.

"Kamu sebaiknya pulang, jangan bikin malu dong!"

"Abang pulang, iya, Abang pulang, tapi Abang tidak mau putus, Sayang. Abang bisa menjelaskan semuanya."

"Apa yang mau dijelaskan? Semuanya sudah jelas! Rima mantan kekasihmu dan cerita kamu dengannya belum selesai dengan benar. Cantik, mulus, dia lebih cocok sama kamu."

"Bagi Abang Kinan yang terbaik."

"Udahlah Bang, Kinan ngantuk, Abang jangan bikin keributan di sini. Sebentar lagi Ayah akan pulang. Kinan tidak ingin Ayah melihat kamu di luar. Lagi pula ia sudah bukan waktunya bertamu."

"Iya, Abang tahu. Abang akan pergi sesuai perintah Kinan. Tapi Abang tidak mau putus."

"Abang cari yang lain saja. Banyak kok cewek di luar sana yang lebih dari segalanya. Atau Abang balikan saja itu sama Rima. Kinan lihat dia masih menyimpan rasa."

"Abang maunya Sayang. Masalah kalung, Abang minta maaf, Sayang. Tapi itu memang Abang yang beli. Rima mengembalikannya saat Abang putus dengannya. Kalungnya nganggur tidak ada yang pakai. Ternyata tindakan Abang itu salah. Seharusnya Abang jual dan beli baru untuk Kinan."

"Kinan tidak butuh kalung!!"

"Iya, iya, Abang salah. Besok Abang datang jemput Kinan, kita ke rumah Abang."

"Buat apa, orang kita sudah putus."

"Hati Abang sakit lho Sayang dengar kata putus dari kamu."

"Hati Kinan lebih sakit menerima barang bekas dari mantan kamu."

"Abang salah. Kasih Abang kesempatan untuk mengobati sakit hatinya, ya, Sayang."

"Banyak cerita. Sana pulang."

"Kinan masih milik Abang 'kan? Abang belum bisa pulang sebelum ada jaminan, mendung nih, sepertinya akan hujan."

Beni memang selalu ahli membuat Kinan tidak bisa berkutik. Gadis itu selalu luluh padanya. Ia berharap kali ini Kinan juga luluh dengan mengubah keputusannya untuk mengakhiri hubungan mereka.

"Kinan masih marah dan kesal."

"Tidak apa-apa marah dan kesal, asal jangan putus."

"Enak saja."

"Sayang memang enak, makanya Abang tidak mau putus. Jangan putus, ya, Sayang."

"Jangan muncul dulu selama tiga hari."

"Lama benar. Bisa lumutan Abang menahan rindu. Satu hari, ya, Sayang."

"Kita putus kalau begitu!"

"Oke, oke, dua hari. Abang tidak akan muncul selama dua hari. Kinan jangan keluyuran, panggilan dan pesan Abang dijawab, oke."

"Hmmm.."

"Ya sudah, matiin panggilannya."

"Abang yang matiin."

"Kamu dong, Sayang."

Drama seperti ini selalu terjadi. Apa susahnya memutuskan panggilan. Andai Beni sedang berada di rumahnya, drama ini akan berlangsung hingga berjam-jam lamanya bahkan sampai keduanya tertidur dan panggilan terputus hanya karena baterai ponsel habis.

"Ya sudah, Kinan matiin. Hati-hati di jalan, jangan ngebut."

"Iya, Sayang. Nanti Abang hubungi lagi kalau sudah sampai rumah."

"Kinan mau langsung tidur."

"Iya, tidak apa-apa. Sayang tidak usah balas pesan Abang. Love you, Sayang."

"Hmm.."

"Bilang love you too, dong."

"Kinan masih kesal lho, Bang. Belum bisa diajak bercanda. Abang mau lidah Kinan keseleo dan minta putus lagi." Wanita memang selalu mempunyai segudang alasan konyol yang tidak masuk akal tapi dicoba difahami oleh pria mereka. Yang waras yang mengalah.

"Jangan dong. Ya sudah, putusin panggilannya saja biar Abang bisa langsung cabut."

1
Reksa Nanta
lanjutkan
Reksa Nanta
bertengkar hebat di jalanan kenapa tidak ada yang menolong ?
Reksa Nanta
tidak bisa disalahkan juga karena kondisi Kinan sedang depresi di tengah tengah ketidakstabilan emosi akibat hormon kehamilan.
Reksa Nanta
ini bukti bahwa cinta buta tidak cukup untuk dijadikan modal pernikahan.
Reksa Nanta
tindakan Kinan memang sudah sesuai dengan karakternya yang naif.
Reksa Nanta
hahahaha ...
Reksa Nanta
ular berbisa mematuk temannya sendiri.
Reksa Nanta
sebuah hubungan yang dimulai dengan kebohongan, selanjutnya akan diisi dengan kebohongan lainnya.
Reksa Nanta
hadeeehhh .. Beni. hal sekrusial itu kenapa dirahasiakan ?
Reksa Nanta
kamu di mana ? dengan siapa ? semalam berbuat apa ?
Reksa Nanta
gimana sih Beni, mosok nembak cewek lewat ponsel. 😅
Reksa Nanta
authornya punya ingatan yang luar biasa.
Reksa Nanta
memang ada ya ukuran 28 ? 🤔
Reksa Nanta
heleh .. perempuan juga sama serakahnya kok.😅
Reksa Nanta
kalau memang belum mau pacaran, lebih baik dipendam saja perasaannya, dan jaga jarak dengan perempuan. jangan memberi harapan palsu.
Reksa Nanta
Hahaha

cinta kanguru melompat lompat kesana kemari
Reksa Nanta
sesuai namanya ya, Nuri sangat pandai berkicau. hahaha.
Reksa Nanta
aku punya teman namanya Chandra, putih tinggi tampan
Reksa Nanta
bahasa gaul tahun 90 an bertebaran di mana mana. ketika aku masih pakai seragam putih merah.
Reksa Nanta
hahaha ... astaga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!