Berawal dari aku suka sekali duduk dibawah pohon besar, yang berada di belakan sekolah ,ya pohonnya sangat rimbun dan memiliki dahan-dahan yang kokoh,sehingga nyaman untuk bersantai dibawahnya .
Aku dan Lisa suka berada di situ, walaupun pohon ini terkesan seram ditambah lagi gak ada yang berani kemari, kecuali hanya kami berdua saja.Banyak yang bilang kalau pohon ini angker,tapi aku gak peduli,aku gak percaya yang namanya hal -hal mistis begitu.
Hingga pada waktu itu sesuatu yang cukup buat bulu kuduk ku merinding,tapi aku cuek dan tiba- tiba ada sekelebat bayangan melintas dihadapan ku .
Siapa ...??(ucapku takut)
Penasaran gimana cerita selanjutnya ,yuk ikutin kisah nya dikarya terbaruku "Rahasia mengerikan disekolah".
Jangan lupa beri rate dan like ya 😊.
Jika berkenan boleh di vote 😊.
Happy reading guys😊😊.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah ajha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Selesai menghabiskan makanan dan minuman yang disajikan bibi Lisa.
Lisa mengajak kami untuk bertemu dengan paman, sekalian disuruh bibi buat anter makan siang buat paman .
"Lis,jauh ya sawah nya?(tanyaku pada Lisa karena gak terlihat ada sawah di dekat rumah pamannya)."
"Lumayan lah kan kita sekalian jalan-jalan,ya kan Zam jadi panas-panasan dikit gak apa-apa lah, ok (ucap Lisa santai)."
"Iya sayang kalo kamu capek nanti aku gendong deh,pundak ku selalu siap untuk mu disaat kamu lelah(ucap Azam bucin)."
"Ah sayang,ntar kamu capek lagi gendong aku(ucap Dinda manja)."
"Kamu meragukan kekuatan kekasih mu ini sayang,pundak ku sanggup kalo harus menggendong kamu sampe puncak sekali punaku rela demi kamu(ucap Azam gombal)."
"Aduuhhhh pusing deh liat kalian gini mesra-mesraan mulu .Alay,lebay,OMG kenapa aku harus berada di antara 2 manusia yang lagi bucin sih,sebel ah(seru Lisa sebel liat tingkah 2 teman nya yang lagi di mabuk cinta)."
"Lupa kalo ada yang lagi jomblo (ledek Azam)."
"Lisa ,jangan ngambek donk.janji deh gak lagi (ucapku pada Lisa)."
"Beneran janji ya gak mesra-mesraan lagi (ucap Lisa)."
"Kalo gak lupa(ucap Dinda tertawa)."
"Tu kan ,ah Dinda ,kesel ...kesel...(seru Lisa )."
"Udah ah sayang jangan ledekin Lisa terus donk ntar dia ngambek lho(ucap Azam)."
"Hehehe maafin teman mu ini ya (ucapku pada Lisa )."
"Males ah.aku mau pergi sendiri aja(ucap Lisa masih sebel)."
Lisa berjalan cepat meninggalkan aku dan Azam .
"Yah ngambek deh Lisa nya sayang(ucap Azam)."
"Paling bentaran doank kok,kamu tenang aja(ada ucapku pada Azam)."
"Lis , tungguin kita donk maaf deh jangan ngambek lagi (aku dan Azam mulai mengejar Lisa )."
"Cepat bener sih jalannya(kataku)."
"Bodo'(jawab Lisa jutek)."
"Senyum donk ,ntar cantiknya luntur lho ya kan sayang😁(godaku pada Lisa )."
"Garing (jawab Lisa masih jutek)."
"Eh Lis,masih jauh lagi ni (tanya Azam)."
"Bentar lagi,tu di depan (ucap Lisa sambil menunjuk kearah depan)."
"Nah dah sampai,hmmm angin nya buat seger ,emang udara di desa gak ada tandingannya deh.angin nya sepoi-sepoi banget(ucap Lisa)."
"Iya kamu bener Lis,gak sia-sia kita nempuh perjalanan jauh ,semua terbayarkan dengan pemandangan yang cantik ini(ucapku pada Lisa)."
"Yauda yuk,kita ke saung paman ku yang ada di tengah itu (ajak Lisa)."
Kami pun menghampiri paman Lisa,yang sedang istirahat di saung .
"Paman (panggil Lisa)."
Paman menoleh ke arah kami.
"Lisa (Seru paman)."
"Sini-sini duduk udah lama sampe nya tadi?(ucap Paman Lisa)."
"Lumayan paman kira-kira 2 jam yang lalu kami sampe,dan udah makan juga di suruh bibi tadi dirumah,oh iya ini makan siang paman(ucap Lisa)."
"Kenapa repot-repot nanti juga paman pulang."
"Gak apa-apa paman sekalian jalan-jalan udah lama gak liat sawah(ucap Lisa pada paman)."
"Kamu bawa temen kamu Lis?(tanya paman)."
"Iya paman. Ini Dinda,yang ini Azam(Lisa kenalin kami sama paman nya)."
"Oh..saya Sumardi ,panggil saja paman Mardi ."
"Ada apa kok kalian tiba-tiba dateng kesini?"
"Hmmm kami mau minta tolong pada paman(ucapku serius) ."
"Tolong,tolong apa?(tanya paman bingung)."
"Nanti saja Lisa jelasin,paman makan dulu ntar keburu dingin makananya (ucap Lisa)."
"Baiklah kalo gitu paman makan dulu ya
(ucap Paman )."