NovelToon NovelToon
I LOVE MY SENIOR

I LOVE MY SENIOR

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:39.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ippiiieee

Novel ini adalah sequel dari Terjebak Gairah Monster Tampan

Jeremy Suryawijaya adalah adik kandung dari Cintyara Alona Suryawijaya dengan bersuamikan Pria hebat yaitu kakak ipar Jeremy yang memberi Jeremy fasilitas penuh untuk memulai bisnisnya di usia yang begitu muda setelah kakaknya Alona menikah dan membina biduk Rumah tangga dengan Johan Rahadiningrat.

Pertemuan pertamanya dengan Kimberly Tejakusuma gadis cantik di Dreamy Internasional Highschool yakni adalah junior di sekolah yang sama dengannya. Gadis cantik itu seringkali mencuri pandang dan melihatnya dari kejauhan tingkah lucunya yang akhirnya membuat Jeremy juga jatuh hati padanya. Namun sayang seribu sayang ternyata Kimberly sudah di jodohkan dengan Arsen yang notabene berasal dari keluarga konglomerat yang orang tuanya bersahabat baik dengan Kimberly dan menjodohkan keduanya sedari bayi. Bagaimana cara Kimberly lepas dari belenggu perjodohan itu saat cintanya dengan Jeremy akhirnya bersambut?

Yuk mampir zeyeng ditunggu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ippiiieee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Membisu!

🏚️ Mansion Tejakusuma

“Semok?”

Jeremy menghentikan tangannya yang sedang menulis rumus di buku catatan. Ia menatap murid di depannya dengan lebih serius. Suara yang baru saja terdengar sangat ia kenal.

Beberapa detik ruangan itu menjadi sunyi.

Ily yang masih mengenakan topi dan masker langsung menundukkan kepalanya.

Jeremy menarik napas pelan.

“Jadi… ini rencanamu?” katanya akhirnya.

Ily langsung panik.

Ia melepas maskernya perlahan lalu menatap Jeremy dengan wajah penuh rasa bersalah.

“Maaf… maaf sekali, Kak,” katanya cepat.

Jeremy tidak langsung menjawab. Ia hanya memandang Ily dengan tatapan datar.

“Aku sudah curiga dari awal,” lanjut Jeremy. “Rasanya tidak mungkin tiba-tiba ada seseorang yang memberikan flyer kepadaku untuk mengajar di rumah seperti ini.”

Ily menggenggam ujung buku catatannya dengan gugup.

“Aku benar-benar minta maaf,” katanya lagi. “Aku tidak bermaksud membuat Kakak merasa dibohongi.”

Jeremy tetap diam.

“Terus terang aku memang kesulitan dengan pelajaran-pelajaran ini,” lanjut Ily dengan suara lebih pelan. “Aku ingin sekali orang yang mengajar adalah Kakak.”

Ia menarik napas sebentar sebelum melanjutkan.

“Kalau aku tidak melakukan cara seperti ini… mungkin Kakak tidak akan pernah mau mengajariku.”

Jeremy masih belum memberikan reaksi.

“Apalagi setelah kejadian waktu itu,” kata Ily lagi.

Suasana kembali terasa sedikit tegang.

“Kakak tiba-tiba memutuskan hubungan kita secara sepihak,” lanjutnya dengan suara yang lebih hati-hati. “Jujur saja… waktu itu aku sangat kaget.”

Ily menatap meja belajar.

“Tapi aku tidak ingin memaksa siapa pun,” tambahnya. “Aku juga tidak suka dipaksa melakukan sesuatu yang tidak aku inginkan.”

Jeremy menghela napas perlahan.

Beberapa detik kemudian Ily mencoba kembali fokus pada buku pelajaran di depannya.

“Kalau begitu… soal nomor dua tadi bagaimana?” tanyanya pelan.

Jeremy mengangkat alisnya sedikit.

“Mok, tunggu dulu.”

Ily menatapnya.

“Aku masih merasa kamu belum benar-benar jujur,” kata Jeremy.

Ily terlihat semakin gugup.

“Kalau begitu… Kakak ingin aku melakukan apa supaya Kakak mau memaafkanku?” tanyanya.

Jeremy menyilangkan tangannya di depan dada.

“Coba katakan yang sebenarnya,” katanya tenang. “Apa tujuanmu membawaku ke rumah ini?”

Pertanyaan itu membuat Ily terdiam beberapa detik.

Ia tahu bahwa sebagian dari alasannya memang karena ingin belajar.

Namun ada alasan lain yang jauh lebih sulit ia katakan.

“Aku ingin belajar,” jawab Ily akhirnya dengan jujur. “Aku memang sangat kesulitan dengan pelajaran IPA… terutama fisika dan kimia.”

Jeremy menatapnya cukup lama.

“Aku tidak melihat seluruh kejujuran di matamu,” katanya.

Ily langsung menghela napas.

“Sepertinya aku selalu kalah kalau berhadapan dengan Kakak,” katanya pelan.

Ia menatap Jeremy sebentar.

“Kalau aku mengatakan semuanya… apakah Kakak masih mau menjadi guru lesku?”

Jeremy tidak menjawab.

“Atau Kakak akan pergi lagi seperti waktu itu?” lanjut Ily.

Ruangan itu kembali sunyi.

Ily akhirnya menunduk.

“Kalau jawabannya membuat Kakak pergi lagi… mungkin lebih baik aku tidak mengatakannya.”

…DEG…

Jeremy menatap gadis di depannya beberapa detik.

Topi berbentuk telinga kelinci yang dipakai Ily membuat penampilannya terlihat berbeda dari biasanya. Namun Jeremy segera mengalihkan pikirannya dari hal-hal yang tidak penting.

Ia menarik kursinya sedikit lebih dekat ke meja.

“Baiklah,” katanya akhirnya.

Ia menunjuk buku pelajaran di depan mereka.

“Kita lanjutkan soal nomor dua.”

Ily sedikit terkejut.

“Kakak tidak marah lagi?”

“Kita sedang belajar,” jawab Jeremy singkat.

Ia kembali menuliskan beberapa rumus di buku.

“Coba lihat cara ini.”

Jeremy menjelaskan langkah-langkah penyelesaian soal dengan metode yang lebih sederhana.

Ily memperhatikan dengan sangat serius.

Beberapa menit kemudian Jeremy berhenti menulis.

“Sekarang coba kamu kerjakan.”

Ily mencoba menyelesaikan soal tersebut.

Beberapa langkah pertama terasa sulit, tetapi ia mengingat kembali penjelasan Jeremy.

Beberapa saat kemudian ia selesai.

“Sudah,” katanya.

Jeremy memeriksa jawabannya.

“Ya. Jawabannya benar.”

Ily langsung tersenyum lebar.

“Benarkah?”

Jeremy mengangguk.

“Untuk memastikan kamu benar-benar mengerti, aku akan memberi satu soal lagi yang serupa.”

Ia menuliskan soal baru di buku.

Ily mengerjakannya dengan lebih percaya diri.

Beberapa menit kemudian ia kembali selesai.

“Ini jawabannya,” katanya.

Jeremy memeriksanya lagi.

“Bagus.”

Ily hampir melonjak dari kursinya.

“Aku bisa!”

Ia terlihat sangat senang.

“Aku harus memberitahu Mommy,” katanya spontan.

Jeremy langsung menggeleng.

“Tunggu dulu.”

Ily berhenti.

“Biarkan nilai di sekolah yang membuktikannya nanti,” kata Jeremy. “Kalau nilaimu sudah meningkat, baru ceritakan kepada orang tuamu.”

Ily mengangguk.

“Baik.”

Saat itu Andien masuk membawa minuman dan beberapa camilan.

“Silakan dinikmati,” katanya.

Jeremy mengangguk sopan.

“Terima kasih.”

Ily menunjuk gelas jus jeruk di meja.

“Silakan diminum.”

Jeremy mengambil gelas itu dan meminumnya sedikit.

Beberapa menit kemudian Jeremy menutup buku pelajaran.

“Kurasa cukup untuk hari ini.”

Ily melihat jam dinding.

“Ternyata sudah satu jam lebih,” katanya.

Jeremy berdiri dari kursinya.

“Untuk pertemuan selanjutnya, biar aku yang menentukan waktunya.”

Ily langsung menggeleng.

“Kalau begitu nanti bisa tidak cocok dengan jadwal tugas sekolah,” katanya.

Jeremy berpikir sebentar.

“Baiklah.”

Ia mengeluarkan ponselnya.

“Kita tukar nomor ponsel saja.”

Ily langsung mengambil ponselnya.

“Kamu bisa menghubungiku kalau ada PR yang sulit,” lanjut Jeremy. “Kalau memungkinkan, aku akan menjelaskan melalui pesan.”

Ia menambahkan dengan nada tegas.

“Tapi isi pesan harus berkaitan dengan pelajaran.”

Ily mengangguk.

“Kalau tidak?”

“Aku tidak akan menjawab.”

Ily terdiam beberapa detik lalu berkata pelan,

“Baik.”

Jeremy memasukkan ponselnya kembali ke saku.

“Kalau begitu aku pamit.”

Ia berjalan keluar dari kamar.

Ily hanya menjawab singkat.

“Hmm.”

Ia lalu masuk ke kamar pribadinya di bagian dalam.

Jeremy berjalan melewati lorong mansion yang luas.

Di dalam hatinya ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

Pertemuan hari ini hanyalah antara guru les dan muridnya.

Tidak lebih dari itu.

Beberapa menit kemudian Jeremy keluar dari mansion.

Mang Ujang yang melihatnya segera berjalan menuju kamar Ily.

…Tok… tok… tok…

“Nona?”

“Masuk saja, Mang.”

Mang Ujang membuka pintu.

“Bagaimana, Non?” tanyanya penasaran. “Berhasil tidak?”

Ily duduk di kursi belajarnya dengan wajah sedikit murung.

“Akhirnya penyamaranku ketahuan,” katanya.

Mang Ujang terkejut.

“Benarkah?”

“Iya.”

“Lalu bagaimana?”

“Dia menanyakan alasan kenapa aku ingin menjadikannya guru les.”

Mang Ujang menunggu kelanjutannya.

“Sekarang semuanya sudah terbongkar,” lanjut Ily. “Tapi dia tetap mau mengajariku.”

Mang Ujang menghela napas lega.

“Syukurlah.”

“Namun hanya sebagai guru les,” kata Ily pelan.

Mang Ujang mengangguk.

“Lalu bagaimana dengan pertemuan selanjutnya?”

“Dia yang akan menentukan waktunya,” jawab Ily.

“Karena jadwalnya sangat padat.”

Ily menatap layar ponselnya.

“Dia juga bilang aku boleh mengirim pesan kalau ada PR yang sulit.”

“Wah itu bagus, Non.”

Ily mengangguk pelan.

“Tapi ada syaratnya.”

“Apa?”

“Pesan itu tidak boleh keluar dari topik pelajaran.”

Mang Ujang mengangguk pelan.

Kalimat itu terdengar seperti batas yang sengaja dibuat sangat jelas.

Ily menatap buku pelajaran di depannya.

Jeremy masih mau mengajarinya.

Namun hanya sampai di situ.

Tidak lebih.

…DEG…

To be continued

1
Lies Atikah
masih setia thor saking asik baca jadi lupa ngomen . lanjt
Lies Atikah
hayo atuh mi2 loh si kebanyakan uget praktek nya O
Lies Atikah
sampai melayang euy wkwk
Kinan Rosa
wah siapa yang datang tu
Kinan Rosa
hahaha datang bulan yae
𝓓𝓮𝓪
visualnya cantik
𝓓𝓮𝓪
bangun uy sekolah"
Anita_Kim
Semangat, Mak.
🦋 Pika 🦋
modus banget ill, bilangnya mw minta guru les tapi yg dipilih jeremy, klo mami kamu mungkin masih belum tau tp klo pas ada arden gmna? kok gk mikir jauh sih ill
🦋 Pika 🦋
bener tuh nasehat nya, harusnya selesaikan dulu dg yg satu baru juga jalin hubungan dg yg lain
🦋 Pika 🦋
eeeeeeehhhh kok gitu sih bang, ya gk gitu juga dong bang, illy dah pilih kamu dan mau aja disosor habis, kok sekarang mw dibuang aja
🦋 Pika 🦋
nah kan hayolooo... siapa tuh yg nguping di luar, awas pengen loh ntar 🤣🤣, bang jeremy ternyata ganas juga ya thor 😳
🦋 Pika 🦋
ayok beb ikutan praktek, biar gk kepingin 🤣🤣 akhirnya jeremy jd suka beneran sama illy, liat aja pasti bakal dicium lagi tuh semok
ɴᴏᴠɪ
Nah loh ketauan kan km semok, gimana ya reaksi Jeremy semoga seh gak marah doi..
ɴᴏᴠɪ
Mang ujang knp ngaku udh nikah seh,lah itu Alina aja masih blm move on loh.kalian itu saling cinta tp gak bisa bersatu krn salah paham aja..
ɴᴏᴠɪ
ternyata mang Ujang setia maaf ya mang udh salah angka 😆 jadi kepala maid nya yg tukang ngadu ya 🤔🤔
𝓓𝓮𝓪
dih itu cewe org di apain
𝓓𝓮𝓪
waw hebat bisa ngetik sepanjang itu bagus lagi ceritanya
𝓓𝓮𝓪
bagus ceritanya
𝓓𝓮𝓪
visualnya waw banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!