NovelToon NovelToon
Because I Love You

Because I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Eka July

"Baiklah saya langsung saja, saya Dean D, umur sembilan belasa tahun saya cerdas dan cantik, saya juga orang yang setia." gadis itu memperkenalkan dirinya sambil tersenyum lembut dan suarah yang mantap, Hermawan mengangguk sembil menahan senyumnya karena gadis itu sangat percaya diri.

'Apa hubungannya denganku?' pikir Hermawan, mencoba bersikap biasa saja, walau sebenarnya dirinya ingin tertawa sekeras-kerasanya, gadis kecil itu sangat mengemaskan.

"Saya datang kesini untuk melamar anda Hermawan untuk menjadi suami saya." gadis itu tersenyum setelah mengatakan hal itu senyum yang sangat lembut.

Hening sesaat.

'Apa aku di lamar gadis ini?' Hermawan melongo sesaat kemudian tertawa lepas. "Hahahah, anda salah orang nona, saya tidak mengenal anda dan saya tidak tertarik pada anda." Jawab Hermawan sambil tertawa bahkan memengangi perutnya, yang mulai terasa sakit, beberapa cairan keristal mulai muncul di sudut mata Hermawan, laki-laki itu tertawa sambil mengelap air matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka July, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 Aku suaminya

“Tidak ku sangkah, bos kita memiliki keponakan yang sangat cantik.” Beny berbisik pada Rio yang masih duduk di bangku tunggu.

“Kamu benar, ia bahkan lebih cantik dari calon istriku.” jawab Rio. Hermawan berdehem tidak suka, bagaimana mungkin sahabatnya menggoda istrinya, di saat istrinya sedang dalam keadaan khawatir.

“Dia sudah menikah.” Hermawan membuka suara setelah dari tadi hanya diam mendengarkan para sahabatnya membicarakan Dean.

“Bagaimana kamu tahu?” Beny menatap Hermawan dengan penuh selidik.

“Aku suaminya.” jawab Hermawan enteng pandangan matanya tidak perna luput pada Dean yang duduk tidak jauh dari mereka. Istrinya masih setia menemani Meli di sana.

“Apa kamu bercanda? Kamu menikah dengan gadis mudah dan cantik itu?” Beny dan Rio terkekeh menahan tawah, wajah Hermawan mulai terlihat kesal

“Kalau begitu aku juga bisa mengklaim dia calon istriku.” Rio mengejek.

“Kalau aku mempunyai istri seperti dia, aku bersumpah tidak akan berpaling pada wanita manapun di dunia ini.” Beny bergumam sambil terkekeh.

Suara pintu terbuka membuat mereka menoleh, Meli dengan cepat bangun dari duduknya.

“Dokter bagaimana konsidi papa saya?”

“Pasien masih dalam keadaan kritis, tapi kami telah mengoprasinya, semua berjalan lancar, hanya saja kita masih menunggu pasien melewati masa kritis ini.” jelas sang dokter.

“Terimakasih dok.” Dean berucap.

Meli masih menangis terisak, dunianya seakan runtuh saat orang yang ia cintai terbaring lemah di dalam sana, dan tidak sadarkan diri dalam kondisi kritis sedang berjuang diantara hidup dan mati, ingin rasanya Meli mengantikan posisinya dengan ayahnya sekarang ini.

“Meli tenanglah, Om akan baik-baik saja, kita hanya perlu berdo’a, aku yakin Om akan melewati ini semua dengan cepat,” bisik Dean sambil memeluk Meli berusaha sekuat mungkin menenangkan saudaranya.

“Aku tidak bisa Dean, aku tidak bisa kalau kehilangan Papa, sudah cukup tahun lalu Mama pergi meninggalkan ku.” Meli meronta histeris, mengingat kejadian saat ibunya bernama Dinda meninggalkanya karena serangan jantung yang tiba-tiba dan tidak tertolong.

Meli mengingatnya semuanya dengan sangat jelas tahun lalu mereka sedang mengadakan piknik di daerah puncak lalu tiba-tiba ibunya tersungkur jatuh, semuanya tampak panik, begitu juga dengan Dean yang berada di sana, mereka dengan cepat memberikan pertolongan pertama pada Dinda sambil segera membawanya kerumah sakit secepat mungkin tapi gagal, Dinda sudah di nyatakan meninggal saat berada di rumah sakit karena serangan jantung.

“Apa kamu pikir aku bisa kehilangan mereka?” Dean menyentuh bahu Meli yang berontak.

“Mom, bahkan sebelum aku sempat melihat wajahnya, dan aku kehilangan Dad saat ulang tahun ku yang ke tujuh belas, kamu pikir aku bisa menerima itu semua dengan muda? Aku bahkan tidak memiliki seorang kakak seperti kak Dhani yang sangat menyayangi adiknya, aku bahkan belum bisa menerima itu semua sampai detik ini Mel!”

Suara Dean terdengar tegas, andai saja Dean bisa lebih egois ia akan berteriak lebih keras lagi dan menyalahkan Tuhan karena mengambil semua yang ia miliki, tapi Dean memilik untuk menerima itu walau berat, ingin rasanya Tuhan mengambil nyawanya sekarang agar Dean bisa berkumpul dengan kedua orang tuanya saat ini.

Meli hanya bisa terdiam, benar penderitaan Dean jauh lebih berat dari padanya. “Tapi kamu lihat, aku masih hidup sekarang, aku bahkan bisa tersenyum untuk kalian, untuk orang yang aku sayangi, aku juga juga tidak perna menangis lagi, sejak kalian memintaku untuk berhenti menangis.”

Dean teringat sejak kematian Edmond, ia selalu menangis setiap malam selama setahun lebih membuat semua keluargan Meli bersedih termasuk Pamam dan Bibi.

“Jadi sekarang aku memintamu untuk tidak menangis lagi!” Suara Dean terdengar datar dan penuh penekanan, membuat Meli tersadar, walui air matanya terus mengalir tapi sekarang

ia sudah tidak terisak lagi.

Hermawan, Rio dan Beny hanya terdiam memperhatikan kejadian itu, mereka bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Ingin rasanya Hermawan menenangkan keduanya, tapi ia mengurungkan niatnya ketika tiba-tiba tadi Dean menatapnya tajam, waktu laki-laki itu hendak melangkah mendekati mereka.

“Bagaimana papa?” Suara seorang laki-laki membuat mereka menoleh.

“Om, tidak apa-apa kak, tadi dokter sudah mengoprasinya, dan sekarang kita hanya perlu berdo’a agar Om melewati masa kritisnya.” Dean menjelaskan, Dhani hanya bisa tertunduk diam, ia mengusap mukanya dengan kasar, kemudian menadahkan tangannya.

Dhani sangat tahu jika apa yang terjadi adalah kehendak Tuhan, sakit, sehat, hidup, mati, lahir, jodoh dan rizki. Semuanya telah memiliki jalannya, dan dia hanya seorang hamba hamba yang sangat yakin Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hambanya.

1
Katherina Ajawaila
waaaauuu, kejadian yg aneh aja 🙂
Wahyuni Yuni
Luar biasa
ICA
Menurut aku si hermawan nya ngg SEkejam itu sma si DEANNYA karna dean pun apa apa ngg bisa terkecuali si hermawan ada maki2 si deannya baru itu kejam flasback sma kejadian sebelum nya aja cara mereka ketemu smpai menikah kurasa masij normal aja nma jga orang yg ngg kita kenal tiba ajak nikah gimana perasaan klian ngg mingkin dong langsung akrab gitu aja
Hanifah Henny
paragrafnya buat sakit mata gk ada spasinya
Agle
Luar biasa
PANJUL MAN
suka skali ceritanya walaupun bacanya sambil kesal liat tulisannya tapi bikin penasaran
Nancy Bondan
Luar biasa
Fafaaa
👍🏻👍🏻👍🏻
Gita Risnawati
ko sakit yaa
Gita Risnawati
harus banget kya gitu ya dean??
Gita Risnawati
haduuhhh si wawan
Gita Risnawati
ko mau ya wawan masakin, nikahnya kan d jebak
Gita Risnawati
apa wawan gx penasaran sma dean sebenernya siapa yaa??
Gita Risnawati
gemes banget ama dean
Gita Risnawati
dean dean,...
Gita Risnawati
dean²,....
Gita Risnawati
haduh ada² aja dean
Gita Risnawati
baru baca 1 bab, kayaknya seru, jdi penasaran
FUZEIN
Dah tahu yg dtolong masa lalu...masih juga lupa dengan masa depan...wawannn ni..ishhh
Dewi Kurniawati
bagus walau akhirnya membosankan...🙇‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!