NovelToon NovelToon
Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Duda / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Ibu susu / Tamat
Popularitas:10.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kirana Pramudya

Saat menyambut putri tercintanya, Tama Yudha Satria harus menerima kenyataan pahit dengan kehilangan istri tercintanya. Dengan duka yang masih menyelimuti hati, Tama harus mencari Ibu susu untuk memberikan nutrisi terbaik bagi bayinya yang baru lahir.

Namun, takdir justru mempertemukannya kembali dengan Anaya, mantan kekasihnya yang ternyata kini dia bersedia untuk menjadi Ibu susu bagi bayi Mas Duda.

Bagaimana menjalani kisah hidup dan berusaha bersikap profesional dengan Anaya. Sekaligus, menghapus duka yang masih bergelayut di hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerita Ayah dan Anak

Hari pertama bagi Anaya menjalani Ibu Susu bagi Citra terasa begitu menyenangkan. Bukan hanya bisa bersentuhan skin to skin dengan Citra, tetapi Mama Rina juga menjadi figur seorang Ibu yang baik juga bagi Anaya. Sehingga sejak pagi, sampai hampir jam 19.00 malam saat Ayahnya menjemputnya, semua terasa begitu cepat.

“Baiklah Tante … Anaya pamit dulu. Besok Anaya akan ke sini lagi,” pamit Anaya dengan mencium punggung tangan Mama Rina.

“Iya, besok pagi biar dijemput Tama dulu, sebelum Tama berangkat ke kantor,” balas Mama Rina.

Akan tetapi, kali ini Anaya tampak menggelengkan kepalanya, “Anaya ke sini sendiri saja, Tante. Sebelum jam 08.00 pagi, Anaya akan tiba di sini. Nanti ajarin Anaya untuk memandikan Citra ya Tante,” pintanya kali ini.

Mama Rina pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, “Iya Anaya … terima kasih banyak. Besok jangan lupa ke sini lagi yah,” balas Mama Rina.

Kemudian Anaya berpamitan juga dengan Papa Budi dan juga kepada Tama. “Om, saya pamit dulu … Tama, aku pulang dulu yah,” pamitnya.

“Hmm, iya … makasih banyak yah,” balas Tama.

Malam itu, Tama bahkan sampai mengantar Anaya sampai ke depan pintu gerbang rumahnya. Tidak lupa Tama mengucapkan terima kasih juga kepada Dokter Tendean karena sudah mengizinkan Anaya untuk menjadi Ibu Susu bagi Citra.

“Gimana, seharian ini Aya?” tanya Dokter Tendean itu kepada putrinya.

“Baik Yah … cuma kalau melihat Citra, Aya jadi mellow. Ingat baby Aya sendiri,” balasnya dengan beberapa kali menghela nafas.

Tidak dipungkiri masa sepuluh hari itu masih baru saja, dan tentu Anaya masih merasa kehilangan. Hatinya masih tergores, kendati tak berdarah, tetapi luka yang dia rasakan sangat dalam. Anaya pun mengakui bahwa dirinya menjadi mellow karena teringat dengan bayinya sendiri.

“Jadi, gimana? Kamu akan menjadi Ibu Susu bagi bayi itu?” tanya Dokter Tendean.

“Iya Yah … izinkan Anaya menjadi Ibu Susu bagi Citra ya Yah? Rasanya Aya juga merasa iba dan kasihan kepada Citra. Sekecil itu, tetapi sudah ditinggalkan oleh Ibunya. Aya tahu bagaimana rasanya tidak memiliki Ibu karena dari lahir, Aya juga tidak memiliki Ibu,” balasnya.

Tampak Dokter Tendean menghela nafas. Yang dikatakan Anaya sepenuhnya benar. Sejak lahir, Anaya pun juga tidak memiliki Ibu karena Ibunya mengalami tekanan darah tinggi ketika melahirkan Anaya. Sehingga, Dokter memberikan pilihan untuk menyelamatkan sang Ibu atau bayinya. Kala itu, Ibunya Anaya memilih untuk menyelamatkan bayinya.

“Maafkan Ayah, Aya … Ayah juga tidak kuasa. Semuanya terjadi begitu saja. Maafkan Ayah, jika di dalam hidupmu, kamu tidak merasakan kasih sayang seorang Ibu,” balas Dokter Tendean.

Sebuah kebenaran mutlak, karena kala itu Anaya dititipkan Ayahnya ke Daycare. Sementara untuk ASI-nya, juga ada Ibu Susu yang mendonorkan ASI-nya untuk Anaya. Setelah kehilangan istrinya, Dokter Tendean memang memilih untuk tidak menikah lagi. Oleh karena itulah, Anaya tidak pernah merasa kasih sayang seorang Ibu.

“Tidak apa-apa, Ayah … melihat ada bayi kecil yang takdirnya seperti Aya, rasanya Aya ingin memberikan kasih sayang kepada bayi itu. Aya memang sudah melahirkan seorang bayi, tetapi Aya tidak memiliki kesempatan untuk mengasuh dan memberikan ASI untuk bayi Aya sendiri,” balasnya.

Sekadar bercerita seperti itu saja, Anaya juga berkaca-kaca. Dirinya merasa bukanlah seorang Ibu yang sempurna. Hanya sekadar melahirkan, tetapi tidak membersamai dalam tumbuh kembang bayinya. Untuk itu, seakan Anaya memang ingin menyembuhkan dirinya dan mengisi kekosongan di dalam hatinya.

“Baiklah … terserah kamu saja. Yang penting kamu menjalani dengan tulus dan ikhlas,” balas Ayah Tendean.

“Iya Ayah, makasih banyak,” sahut Anaya.

Kemudian Ayah Tendean melirik kepada kantong plastik yang dibawa oleh putrinya itu, “Itu kamu bawa apa?” tanya Ayahnya.

“Oh, ini … ASI booster Ayah, tadi dibelikan sama Tama. Katanya biar ASInya banyak dan bernutrisi. Jadi dibelikan ASI booster dan kantong ASIP. Sekarang, setiap malam Anaya bisa melakukan pumping dan keesokan harinya Anaya bawa ke rumahnya Citra, Yah … biar bisa diminum Citra malam-malam gini,” balas Anaya.

Mendengar cerita Anaya, justru Dokter Tendean teringat pada masa 26 tahun silam. Masa di mana dia menjadi Ayah muda dengan seorang bayi yang harus dia asuh, dia rawat, dan dia besarkan tanpa adanya sosok istri. Dalam benak Dokter Tendean, Tama pastilah mengalami hal yang sama sepertinya.

“Iya, yang dilakukan Tama sudah benar,” balas Dokter Tendean.

“Besok Aya ke sana lagi naik taksi online saja ya Yah … Aya sungkan jika dijemput Tama terus,” ucap Anaya dengan jujur.

Mengingat Tama baru saja kehilangan istrinya dan kemudian sudah membawa wanita muda ke rumah tentu membuat image Tama sebagai Duda Muda disoroti banyak orang. Oleh karena itulah, untuk menghindari hal tersebut Anaya memilih untuk datang sendiri saja ke rumahnya Tama.

“Besok biar Ayah antar kamu saja. Tidak masalah,” balas Ayah Tendean.

“Makasih banyak Ayah … maaf ya Yah, Aya banyak merepotkan Ayah,” ucap Anaya.

“Tidak, tidak merepotkan sama sekali. Justru selama Ayah masih hidup, Ayah senang bisa melakukan banyak hal untuk kamu. Ayah akan menjadi Ayah yang sangat bahagia bisa melakukan banyak hal untuk putri Ayah satu-satunya.”

Sungguh sangat menyenangkan, malam ini di sepanjang perjalanan justru banyak hal-hal yang bisa Anaya dan Ayahnya obrolkan bersama. Kasih sayang seorang Ayah kepada putrinya yang besar yang membuat Ayah Tendean rela melakukan banyak hal untuk kebahagiaan Anaya. Jika hanya sekadar mengantar Anaya ke rumah Tama saja, tentu Ayah Tendean tidak merasa keberatan.

“Makasih Ayah … Ayah baik banget sama Aya. Kebaikan Ayah yang seperti ini yang membuat Anaya merasa cukup dengan kasih sayang seorang Ayah. Kasih sayang yang Ayah berikan sangat besar, sampai rasanya Anaya tidak membutuhkan kasih sayang seorang Ibu. Makasih banyak Ayah,” balasnya.

Bukan bermaksud tidak membutuhkan, tetapi curahan kasih sayang dari Ayahnya yang sangat besar dan melimpah. Rasa-rasanya sampai Anaya sering kali lupa bahwa dirinya juga anak piatu sejak lahir. Walau terkadang ada masa di mana, Anaya membutuhkan Ibunya.

“Kamu bisa saja … gimana Ayah bisa menikah dan mencarikan Ibu baru buatmu, jika hati Ayah hanya diisi oleh satu nama dan itu adalah Ibumu. Bagaimana Ayah bisa menikah, jika setiap kali Ayah menatap wajah kamu, yang Ayah lihat justru wajah Ibumu,” ucap Ayah Tendean.

Setelahnya keduanya sama-sama hening. Mencerna isi hati, mengurai rasa antara Ayah dan Anak dan berbagai cerita yang sudah membentang di antara keduanya.

“Oleh karena itu, Ayah berharap bahwa kamu akan selalu bahagia Aya. Jikalau bisa, lupakan semuanya yang sudah terjadi di masa lalu. Kamu dan Aya akan bahagia bersama,” ucap Ayah Tendean.

Air mata di mata Anaya pun luruh begitu saja, untuk masa lalu yang pahit dan tidak bisa dihapus, Anaya sangat menyesalinya. Masa lalu yang membuat Ayahnya sangat bersedih dan terluka. Mengingat pahitnya masa lalu itu, hati Anaya terasa sesak. Semoga saja memang di masa yang akan datang tidak ada kesedihan lagi dalam hidupnya.

1
Deistya Nur
keren semangat terus dan ditunggu karya terbarunya ka 👍💪
Erina Munir
intinya...ada pelakor y thoor...klo ada pelakornya....yg jdi korbannya jngn jdi lemah atuh thoor...alananya hrs jdi kuat n tegas...enak itu bacanya
Erina Munir
tq outhooor.../Good//Good//Good/
Erina Munir
😭😭 jdi mellow
Erina Munir
kaan bnerr...apa ku bilang .. soalbya deket rmh sama sekolahnya chitra ibunya almarhm
Erina Munir
betuul bangeettt
Erina Munir
kejutaaan
Erina Munir
hahaaa jdi lucu yaa
Erina Munir
wiih Anaya bahagia bangeet ya...banyaknyg mensuport
Erina Munir
gaa usah pake baju dinas juga udh membara kalee thoor...😆😆😆😆
Erina Munir
bacsnya ssmpe deg degaan thoor hahaaa
Erina Munir
pokoknya paaliing....terbaik laah
Erina Munir
betul tuh...menjalin k keluargaan
Erina Munir
mengenang masa muda tpi yg indah2 aja yg sedihnya jngn...
Erina Munir
lycuu banget chitra...💕💕💕💕
Erina Munir
ada aja iklan 😆😆😆😆
Erina Munir
ketagian s opa....🤣🤣🤣🤣🤣
Erina Munir
bruntung si opa dpt gadis yg masih tingting
Erina Munir
semoga ssmawa ya oma opa
Erina Munir
biasanya siih....adaa kan thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!