kisah perjalanan seorang CEO amnesia yang berjuang mendapatkan cinta wanita yang telah menyelamatkan nyawanya..
Sebuah kejadian yang tidak terduga saat Nurul si juragan kapal ikan sedang menjala ikan ditengah laut,
Tubuh seorang pria tersangkut pada Jala yang ditarik para awak kapal,
"Demi poseidon !! kita telah menyelamatkan seorang manusia !!"
Seluruh awak kapal gempar seketika dan gegas membantu Nurul menolong pria tersebut.
Pria tanpa identitas itu tinggal bersama Nurul, karena dia yang bertanggung jawab saat menyelamatkan nyawa si pria yang kemudian diberi nama Yanto,
"bekerja dengan baik atau pergi dari sini !!"
itu yang sering Nurul katakan saat Merasa sebal dengan si pria yang selalu saja mencuri kesempatan menggoda dirinya..
Apakah wanita si penangkap ikan akan berjodoh dengan CEO amnesia ?
Lalu apa yang akan terjadi saat ingatan sang CEO pulih ?
Akankah Takdir cinta CEO amnesia akan berakhir bahagia ?
simak kisah mereka yuk 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweet_mochi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Senjata makan nona..
Nurul tidak sadar namun tubuhnya merespon, saat William semakin dalam menerobos dengan lidahnya,
basah dan semakin licin..
shi*t ini sangat nikmat
Mati matian menghentikan aksinya lalu gegas menyelesaikan dengan permainan solo di kamar mandi sambil membayangkan bermain dengan tubuh Nurul..
...ini gila... aku sudah gila.......
racau William saat hampir mencapai kli maks
setelah pelepasannya William keluar kamar mandi memakai bathrobe lalu memakaikan kemeja bersih pada Nurul, Menatap Nurul yang benafas teratur
akhirnya William tertidur disampingnya..
Flashback off..
"Siapa juga yang ingin ditolong sama pria rese macam kamu ish.. " ucap Nurul hendak beranjak dari kasur
Namun saat berdiri dia memindai penampilan nya dan kembali mengome..
"Astaga Will... ini apa maksudnya, bagaimana bisa aku pakai kemeja kebesaran seperti inin, jawab !!"
menatap nyalang kearah William yang masih nampak tenang dan slay..
"Ini kamarku, dan itu kemejaku.. bukankah aku baik hati mau merawat kamu sampai sadar.. "
senyum smirk yang menyebalkan,
"tenang saja aku tidak tertarik sama tubuhmu.. aku hanya membantu melepaskan dan mengganti sesuai perintah dokter. "
mana mungkin menceritakan kekurangajarannya tadi hehee..
"Kurang ajar kamu Will !!!" mendekati William dan memukul mukul sekuat tenaga
"astaga.. sakit hentikan !!" menahan tangan Nurul yang membabi buta lalu secara sengaja seperti memeluk
tubuh keduanya menempel sempurna dengan sorot netra yang tidak bisa dijelaskan.
"Kamu ini wanita jadi jadian ya.. tenaga mu seperti pegulat pria.. " smirk William meniup wajah Nurul lalu melepaskan genggaman tangannya.
"jangan konyol.. aku ini wanita tulen dan.. oh astaga
" Nurul mengusap kasar wajahnya.
"Aku mau pulang.. " memutuskan hendak pulang saja
namun saat tangan Nurul hendak memutar handle pintu tiba tiba,
"Apa kamu mau pulang dengan penampilan seperti heh ?"
ucapan Willaim menyadarkan Nurul Bagaimana kondiisi penampilan nya saat ini.
hanya memakai kemeja kebesaran tanpa sehelai kain daleman..
Mendengus kesal lalu balik kanan..
"Mana baju renangku.. " mencari disekitar tempat tidur namun tidak ketemu.
"sudah aku serahkan ke room service untuk dicuci bareng sprei dan selimut yang basah tadi.. "
mengucap santai padahal tubuh William panas dingin menahan hasrat yang muncul hanya dengan melihat penampilan Nurul.
"duduk dan tunggulah sebentar.. " ucap William berusaha mengalihkan perhatian ke arah lain.
sementara itu Anya yang sedari tadi seharian uring uringan di kamarnya merasa cemas,
jangan sampai pak William tergoda dengan wanita nelayan itu..
Larut dalam pemikiran nya sendiri lalu memutuskan menghampiri Kamar William.
tokk.. tok.. tok..
"pak William ini saya, Anya.. "
tok.. tok.. tok..
ceklek.
"Ada apa Anya.. saya tidak memanggil kamu kan.. " tanya William pada daun pintu.
tidak berniat mengijinkan Anya masuk kedalam kamarnya.
"Ahmm.. itu pak.. anu.. saya baru ingat jika ada berkas dari investor yang belum bapak tanda tangani.. "
kata Anya tersenyum manis..
"Haish.. Anya anya.. seharusnya kamu lebih teliti, saya ingin menikmati akhir pekan dengan tanpa pekerjaan apapun !! tunggu sebentar"
mendengus kesal tapi pada akhirnya mengikuti Anya kekamarnya.
Setelah membubuhkan tanda tangan William berniat untuk kembali ke kamarnya. Namun Anya muncul dari balik kamar mandi dengan pakaian kurang bahan yang seksi menggoda.
"Anya.. apa apaan kamu heh ?"
"Tadinya saya pingin ngajak bapak bercinta ditepi pantai tapi... "
menghentikan kalimatnya lalu berjalan melenggak lenggok mendekati William..
berdiri berhadapan dengan sisa jarak hanya beberapa centi,
"sentuh saya pak.. " menuntun tangan kekar William kearah dadanya..
William nampak meremas dan itu membuat Anya memejamkan mata saking enaknya..
aahhh..
"Sorri Anya saya sedang tidak mood.. lain kali ya.. " ucapan William membuyarkan hasrat Anya yang setengah terpancing saat itu
aaa sialan !!! bisa bisanya pak William ninggalin tubuh ku yang udah on gini
Anya yang sebal pun sibuk melalukan hal untuk menyalurkan hasratnya.
Dan Dikamar William tidak menemukan Nurul
kemana wanita itu..
mencari kesegala sudut ruangan namun nihil.
Nurul sudah kembali ke resortnya dan tadi waktu William pergi selang beberapa menit room servis datang mengantarkan laundry.
Segera saja Nurul memakai bikini yang sudah bersih dan kering tapi tetap memakai kemeja William supaya tidak terlalu saru saat dilihat orang.
Tiba didalam kamar resortnya Nurul merebahkan diri mencoba untuk istirahat.
Lupakan dia.. lupakan William.. dia tidak pantas... dia pria brengsek !!!
umpatan dalam hati menghantarkan Nurul terlelap.
Menjelang malam di resort William..
semua pengunjung nampak ramai berdatangan ke sebuah aula.
mereka mengadakan pesta barbekyu gratis serta berbagai minuman juga tersedia.
setiap pengunjung wajib memberikan ulasan bintang lima pada kolom situs resort William.
salah satu strategi jitu yang dapat menaikkan Pencarian destinasi wisata pada laman internet.
"dengan begini pasti akan ada lebih banyak pengunjung ke resort kita.. " ucap William pada salah satu investor yang ikut larut dalam acara tersebut.
"anda memiliki ide cemerlang untuk mendongkrak pemasaran.. good job " investor Asing dari luar negeri mengacungkan dua jempol untuk William.
Anya sedang berada di mini bar, memesan minuman khusus untuk William, tentu saja rencana nya malam ini harus berhasil..
Mocktail..
membawa sendiri dua gelas berisi mocktail ke arah William yang masih asik bercengkerama dengan sang investor.
saat mengulurkan satu gelas berisi obat, tiba tiba William justru mengambil gelas mocktail biasa.
"Saya suka yg biru Anya.. " kata William meminum habis mocktail nya.
"minumlah Anya.. bukankah kamu pecinta mocktail.. " dengan ragu Anya meminum movktail warna oranye.
hanya sedikit..
"habiskan Anya, setelah ini kita langsung Kembali ke kamar.. besok ada kegiatan lain kan.. "
tanpa berpikir dua kali Anya menghabiskan minuman itu, karena menduga jika setelah ini mereka menghabiskan malam panas di kamar.
Saat Dave sang investor dari negara Australia mengajak Anya ngobrol, tiba tiba William pamit hendak ke toilet.
"aku tinggal sebentar tuan, Anya akan menemani anda mengobrol"
"sure.. take your time Sir.. "
5 menit obat itu bereaksi dan Anya sudah seperti cacing kepanasan menahan diri.
shi*t Pak William mana sih.. lama banget..
Dave melihat Anya tidak nyaman,
"Anya are you okey.. " menyentuh pundak memastikan
"Saya baik baik saja tuan, hanya sedikit merasa tidak enak badan.. "
"kalau begitu sebaiknya istirahat.. mari aku antar ke kamarmu.."
Dave memapah tubuh Anya yang belingsatan seperti sedang mabuk.
Sentuhan Dave membuat hasrta Anya semakin tinggi.
"aahhh pak Dave.. " menggesek tubuh yang saat ini didekap tuan Dave.
"Anya.. ada apa denganmu.. kamu terlihat sangat tidak tenang.. " tanya tuan Dave yang tidak mengetahui jika Anya terjebak dalam permainan nya sendiri.
Aku butuh pelampiasan dan..
Seketika Anya mendekatkan bibirnya secara sengaja mencium tuan Dave di lorong sepi menuju arah kamar resort para tamu.
"Anya... hei.. stop.. " sedikit mendorong dan menahan tubuh Anya
"Kamu kenapa? kenapa tiba tiba agresif begini !!" tanya tuan Dave
"saya butuh sentuhan.. saya butuh pelepasan... touche me !!"
Dave yang dasarnya hidup dengan budaya barat yang bebas pun meladeni keagresifan Anya.
Sementara William yang kembali dari toilet tidak menemukan dua orang itu,
"Mungkin mereka sudah kembali ke kamar.. " gumam William yang sejurus kemudian ikut melangkahkan kaki menuju kamarnya.
Kembali membayangkan tubuh wanita yang dia jamah tanpa permisi,
tubuhnya seperti tidak asing dan sangat candu seperti pernah menikmati sebelumnya. tapi mana mungkin bukankah kami baru bertemu disini..
pikiran William mengantarkan kedalam tidur nya
Sedangkan Anya ?? dia sibuk bergoyang diatas ranjang panas tuan Dave..
...****************...
bersambung
Jangan lupa like & komen bab ini,
Vote & favorit untuk update selanjutnya
Epanggawang 🙏