NovelToon NovelToon
Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lautan Biru

Bagiaman jika kamu menikahi pria lumpuh hanya karena rasa bersalah dan tanggung jawab..?


Kalila Khasana harus menanggung hidup dengan rasa bersalah seumur hidup, ketika sebuah kecelakaan tidak sengaja menewaskan tunangan seseorang.


Mampukah Kalilah bertahan dengan pria lumpuh yang selalu menatapnya dengan penuh kebencian?

Dan apakah tatapan kebencian itu berubah menjadi cinta??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Plak (Bunyi apa)

"Apa?"

Rayan terkejut mendengar ucapan asistennya Ronal.

"Kalila sudah bebas?" Tanya Rayan tak percaya.

"Iya tuan, Nona mendapat jaminan dari seseorang yang bernama Brian Bold, dan polisi juga mendapatkan rekaman cctv saat kecelakaan itu terjadi, jadi nona tidak sepenuhnya bersalah, karena_"

Ronal tidak lagi melanjutkan ucapannya, dua takut jika tuanya akan marah dan kembali mengingat kecelakaan yang terjadi dulu, dan Ronal tidak ingin Rayan kembali membenci Kalila, jika mengingat kecelakaan itu.

"Karena apa?" tanya Rayan dengan kesal, karena Ronal tidak melanjutkan ucapanya.

"Tidak apa-apa." Ronal memilih diam.

Rayan mengusap wajahnya kasar, entah mengapa mendengar nama seorang pria disebut membuat Rayan kesal.

Jika Kalila sudah bebas lalu pergi kemana wanita itu, kenapa belum sampai rumah.

Setelah dari danau Brian mengajak Kalila untuk singgah di sebuah restoran yang cocok dengan makanan kesukaan Kalila, bahkan Kalila tidak tahu jika pria yang dia panggil kakak itu sangat mengetahui makanan kesukaannya.

"Kakak tau makanan kesukaan ku." Kalila tersenyum lebar, melihat deretan makanan kesukaan dia semua.

"Apa yang tidak aku ketahui." Brian tersenyum.

Kedatangan Brian ke Indonesia bukan tanpa sebab, bahkan Kalila tidak tahu jika Brian menempatkan seseorang untuk melaporkan apa saja kegiatan dan yang terjadi pada Kalila.

Sehingga waktu Brian mendengar jika ada orang yang menuntut kasus Kalila ke polisi, Brian langsung terbang ke ibu kota hanya untuk membantu wanita yang tidak peka dengan perasaan Brian.

Brian sudah mengantongi lama bukti rekaman cctv itu, sejak mendengar kecelakaan yang di alami Kalila Brian langsung menyuruh orangnya untuk mencari bukti, dan beruntung waktu itu keluarga Rayan tidak menuntut dan Brian cukup terkejut jika Kalila di nikahkan dengan Rayan. Brian pun hanya bisa berlapang dada, anggap saja Brian memang mencintai dalam diam, melindungi dengan caranya sendiri. Dan disaat Kalila membutuhkan bantuan, dirinya yang bisa menolong tepat waktu.

"Kak Bri, memang kakak terbaikku." Tanpa sadar Kalila menyentuh tangan Brian yang berada diatas meja. Pria itu cukup terpaku, harinya berdesir untuk pertama kali Kalila sendiri menyentuh tangannya.

"Hm, padahal aku ingin lebih dari kakak." Ucap Brian dengan wajah pura-pura cemberut.

Kalila masih tertawa. "Lebih dari kakak, jangan bilang kak Bri juga_"

"Menjadi suami kamu boleh?" Tanya Brian dengan terkekeh, meskipun ucapanya serius tapi Brian menyampaikannya dengan bercanda agar Kalila tidak merasa tersinggung.

"Dih, jangankan dua suami, satu aja bikin aku kesal." Ucap Kalila dengan wajah cemberut.

Brian hanya geleng kepala. "Lagian, kamu mau saja dinikahkan dengan pria menyebalkan itu." Ledek Brian sambil menyuapkan makanan yang dia pesan.

"Mau bagiamana lagi, mungkin sudah takdirku." Jawab Kalila enteng.

Brian menatap lekat wajah Kalila, meskipun wanita itu tidak bilang, tapi Brian tahu jika Kalila mencintai Rayan sejak dulu.

Keduanya makan sambil berbincang ringan, bahkan Kalila bisa tertawa mendengar Brian bercerita tentang masa kecilnya yang menurut Kalila lucu.

Kalila tidak menyadari jika di rumah seseorang sudah menunggu kedatangannya, bahkan Rayan begitu kesal karena Kalila pergi tanpa ijin darinya.

"Ray.." Cantika tiba-tiba masuk kedalam rumah Rayan.

Wanita itu datang dengan wajah kesalnya.

"Ray, kamu tahu wanita pembunuh itu sudah bebas, aku tidak terima jika wanita itu hidup bebas tanpa hukuman." Cantika mengoceh dengan wajah kesal bercampur marah.

Rayan yang sudah kesal bertambah kesal mendengar Cantika yang mengoceh, apalagi Kalila yang Cantika bahas.

"Ray, aku tidak mau tahu pokoknya kamu harus buat wanita itu mendekam di penjara."

"Cukup Can..!!" Rayan berteriak, membuat Cantika terdiam seketika.

"Lebih baik kamu pergi jika hanya ingi membuatku bertambah kesal." Ucap Rayan yang menjatuhkan tubuhnya diatas sofa.

Cantika yang masih terkejut karena dibentak mengerjap tidak percaya.

"Ray aku_"

"Cukup Can." Rayan mengangkat tangannya agar Cantika mau diam.

Cantika yang melihatnya hanya bisa menahan kemarahannya, wanita itu pergi tanpa pamit seperti ketika datang tanpa diundang.

"Aarrgh.."

Brak

Rayan menendang meja didepanya, hingga menghantam tembok yang tidak jauh dari tempatnya duduk.

Rayan yakin jika Kalila menghabiskan waktu dengan pria bernama Brian itu, pria yang pernah mengajak Kalila makan siang, selain itu Brian juga terkenal pria sukses di luar negeri dan Rayan tahu siapa Brian Bold itu.

Kekayaan mereka memang setara dan milik Ardana dibawah satu tingkat dengan keluarga Bold. Maka dari itu Rayan kesal jika ada yang dekat dengan Kalila apalagi pria seperti Brian.

"Terima kasih kak." Kalila berdiri disamping mobil Brian, wanita itu baru saja sampai dikediaman rumah suaminya.

"Percayalah Kal, suatu saat tuhan pasti mengirimkan kebahagiaan untukmu." Ucap Brian dengan senyum. "Masuklah sudah malam." Setelah mengatakan itu Brian berlalu dengan mobilnya. Bahkan Kalila yang akan menjawab ucapan Brian tadi tidak sempat, karena pria itu sudah menancap pedal gas mobilnya.

"Apa maksudmu kak." Ucap Kalila lirih.

Kalila memang merasakan jika Brian memiliki perasaan padanya, tapi Kalila menepis pikiranya itu. Karena menurut Kalila, kasih sayang Brian adalah bentuk kasih sayang kepada adiknya dan tidak lebih.

Kalila masuk kedalam rumah, seperti biasa sepi dan seperti tidak ada penghuni didalamnya.

"Bagus, berapa kali kau melayani pria itu sampai dia berani mengeluarkan uang banyak untuk membebaskanmu." Ucap Rayan penuh penekanan dengan tatapan dingin menatap Kalila yang berhenti berjalan.

Kalila berbalik dia menatap Rayan yang berdiri tanpa menggunakan tongkat.

"Kak, kau..!" Kalila terkejut dan juga merasa senang, melihat Rayan yang sudah bisa berdiri dengan kedua kakinya tanpa menggunakan bantuan tongkat.

"Katakan berapa kali kau melayani pria itu .!" Tegas Rayan lagi, tanpa mengindahkan keterkejutan Kalila.

Rayan yang sebenarnya sudah bisa berjalan dua Minggu lalu, tapi pria itu memiliki cara lain agar dirinya tetap terlihat belum bisa berjalan, entah apa maksud Rayan melajukan hal itu. Membohongi Kalila dan keluarga.

"Maksud kamu apa kak?" Hati Kalila mencolos mendengar perkataan Rayan barusan, dirinya seperti dianggap wanita gampangan.

Rayan menatap Kalila remah, "Mana ada pria yang memberikan uang cuma-cuma jika tidak menginginkannya sesuatu." Rayan berjalan pelan mendekati Kalila yang diam mematung dengan perasaan terluka.

"Apakah aku serendah itu dimatamu kak." Kalila dengan berani menatap kedua bola mata Rayan yang juga menatapnya. "Apa aku sebegitu hina didepanmu, lalu bagaimana dengan dirimu yang melukai harga diriku sebagai seorang istri." Kalila tidak mengeluarkan air mata sama sekali, wanita itu akan menumpahkan isi hatinya selama ini. "Bagaimana jika seorang istri diperlakukan kasar dan semena-mena, bahkan tanpa rasa kasihan kau merenggut mahkotaku secara paksa tanpa rasa_"

"Cukup.." Rayan mengangkat tangannya menatap Kalila tajam. "Kau tidak perlu mengatakan hal yang memang seharusnya kau dapatkan, karena kau memang wanita murahan."

Plak

Tanpa rasa takut Kalila melayangkan tanganya di wajah pria yang berstatus suaminya itu.

"Kau..!"

Plak

Plak

1
Miftahul Jannah
thor.. share informasi nih.. sekolah kedokteran itu 3,5tahun tuk materinya dan lulus s.ked kemudian dilanjutkan dengan koass alias bahasa lain dari magang klo yang jurusan selain kedokteran. nah koass atau kkn ini dilakukan selama 1,5tahun dengan siklus rotasi semua bagian penyakit.. nah kalau sudah lulus barulah diambil sumpah dokter dan diberi gelar dokter.. kalau mau lanjut spesialis namanya zelama sekolah adalah ppds minimal 4tahun prosesnya.. ini masukan biar alur ceritanya walaupun fiktif tidak mengadi adi dari jalur kenyataan thor.. 🙏
Heriyani Lawi
masa mau cerai aja perlu tanda tangan, knp ga dilaporkan aja kasus kdrtnya biar mudah
mama yogi
ntahlah, aku senang Lila balik sama Rayan tp ga gini caranya.masa Bri meninggoy 😭😭😭...jodohin sama Karina kek atau siapa gitu 🤥🤥🤥, tak patuuuuuuu...🤭🤭
Sri Widjiastuti
duhh bahaya nih. sdh tidur dg cantika, jd babu cantika ni bentaran si rayan
Sri Widjiastuti
brian bisa tau, Kalila ditangkap, ortunya, karina, mertua nya, adem2 wae.. lg budeg kali ya??
Sri Widjiastuti
dasar dodol ni si rayan
Sri Widjiastuti
duhh senengnya kaya begini kall? cinta boleh, bodo jangan
Sri Widjiastuti
lihat aja nti si rayan... kamu akan dpt balesan pastinya
Mirna Mirna
Luar biasa
Juna Dong
luar biasa
momi
Luar biasa
Rinda
gk seru
Gintania nia
Luar biasa
Runik Runma
minggat aja kai
D_Mayanti
Luar biasa
Elsje Emilia
dari 2022 sampai 2024 tidak ada kelanjutan cerita ini. ya saman
Elsje Emilia
laa kok langsung habis. nggak ada lanjutan lagi kah
Neng geulis
Luar biasa
pengayom
goblok
pengayom
heh enak aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!