Novel ke tiga ini hanya kisah fiktif khayalan penulis semata, jika ada kesamaan nama, tempat semua itu hanya kebetulan.
Gadis bernama Airin Nurani usia 21 tahun, yang nekat ke kota Metropolitan untuk merubah nasib dan menyekolahkan adik nya, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.
Berbekal Ijazah SMA dan selembar kertas bertuliskan alamat seorang teman di desa yang sudah lebih dulu kerja di Jakarta, dan mendapatkan pekerjaan sebagai Pramusaji.
Airin yang akhirnya bertemu dengan kekasihnya ketika masih di desa begitu bahagia, hingga sang kekasih meminta sesuatu dari dirinya...
Apakah Airin akan memberikan permintaan sang kekasih? Bagaimana kelanjutan kisah nya,,,
Simak terus di hari Rabu dan Sabtu jam 20:00 mlm.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Venus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 - Suasana Panas
Happy Reading ☕
**********🌹🌹🌹🌹🌹**********
Aduh,,, gimana yaaaa.. Asih belum tau kalau aku hamil juga.
Ya. Selama pertemanan via telpon mereka sejak Airin pindah dari kos mereka belum pernah bertemu dan Airin pun tidak pernah jujur tentang dirinya. Sampai akhirnya Airin kembali ke Jakarta pun mereka belum lagi bertemu.
["Rin,,, halooo ko diem sih?"]
"ehm, emang kapan kamu lahiran nya Sih, semoga aku diijinkan ya. Kamu kan tau aku kerja sebagai pembantu rumah tangga yang gak bisa keluar masuk rumah majikan dengan mudah."
["Iya sih, tapi kamu coba dulu ya minta ijin. Aku pengen di temenin kamu. Masih sebulanan lagi lah jadi gak dadakan juga kan."]
"Iya,,, nanti aku kabarin lagi ya kalau aku sudah dapat ijin."
["Makasih ya, ya udah kamu jaga kesehatan ya Rin. Assalamualaikum"]
"Waalaikumsalam, kamu juga sehat terus ya."
Setelah sambungan telepon terputus Airin hanya diam, galau dan ragu tapi juga tak tega jika harus berkata tidak.
"Huft apakah aku harus berbohong lagi?" ucapku lirih.
*****🌹
Suatu pagi di hari Minggu, setelah berhari-hari lamanya bekerja di rumah itu dengan penghuni yang bisa dibilang membuat Airin nyaman dan betah. Kebiasaannya setiap pagi seusai sholat Subuh, duduk di kursi dekat kolam ikan sembari memberi melemparkan pakan ikan.
Sudah sering Daffa memperhatikan apa saja yang dilakukan Airin di rumah itu melalui cctv yang bisa di akses melalui hape pintarnya. Entah kenapa hati Daffa selalu ingin melihat Airin dan bayi nya setiap hari memastikan bahwa ibu dan bayi nya itu baik-baik saja. Seperti hari ini dia berjalan menghampiri Airin yang masih duduk tak menyadari kedatangan Daffa yang mendekat.
"Pagi Rin, boleh ikut duduk disini.?"
"Eh, pak Daffa, silahkan pak, saya juga mau bantu mbok Yem siapin sarapan." aku merasa kikuk jika harus berdekatan dengan majikan sekaligus ayah si bayi di perut ku.
"Tunggu sebentar, ada yang mau aku tanyakan." dengan cepat menahan tangan Airin melarangnya pergi.
Dari kejauhan sepasang mata menatap serius kearah kursi dengan penasaran.
"Maaf pak ada apa ya?"
"Aku ingin tanya soal kamu? Apa yang kamu bilang waktu itu sudah jujur?" dengan tatapan lembut namun tajam menatap Airin yang langsung menunduk.
"Iya pak, itu benar dan jujur. Saya sudah menikah dan ini hasil pernikahan saya ada bayi di rahim saya, yang mungkin beberapa bulan lagi akan lahir."
"Tapi Rin, kenapa aku selalu ingin berdekatan dengan mu, seperti ada yang memanggilku. Tapi sudahlah aku sudah menyuruh orang untuk menyelidiki kamu berbohong atau tidak. Permisi ya." setelah itu berdiri melangkah masuk meninggalkan Airin yang diam terpaku takut. Ya. Takut seandainya benar dirinya tengah di selidiki.
"Hah! Waduh bener gak ya. Apa cuma gertak aja. Kalau aku ketauan berbohong gimana? Terus kalau nanti mereka tau dan mengambil anakki gimana?" dengan hati ketar-ketir, aku pun berjalan ke dapur, jangan ditanya wajahku seperti apa, sudah was was.
Didalam ruang nonton tv, mama Widya melihat anaknya ingin melangkah naik ke atas dan segera memanggil nya.
"Daff,, Daffa sini sebentar mama mu bicara!"
"Ada apa mah," menoleh lalu berjalan menghampiri mama nya yang duduk santai di sofa.
"Tadi mama perhatikan kamu sedang bicara apa dengan Airin? Kayanya kamu ada rasa ya sama janda itu?"
"Mama ngeliat tadi? Daffa gak tau mah, seperti ada perasaan sedih tapi juga senang ketika ada didekat Airin."
"Tapi dia janda Daf sedang hamil juga. Sebaiknya kamu yakinkan dulu perasaan mu jika itu bukan rasa kasihan atau iba. Karena mama gak mau kamu nekat menikahinya lalu akhirnya sampai menyesal apa lagi menderita hati karena menolong janda hamil itu."
"Rasa ini bukan iba mah, aneh deh pokoknya. Tapi Daffa gak mau gegabah masih Daffa selidiki ko. Mama gak usah ikutan pusing ya, pokoknya mama terima aja apapun keputusan Daffa. Oke."
"Mama akan terima apapun keputusan mu, asalkan tidak dengan menikahi Airin. Jangan juga kamu jadi pahlawan kesiangan nya Airin, biarkan dia menjalani hidupnya sendiri. Kamu tau kan Daffa, mama mau kenalin kamu ke anak nya temen mama. Nanti malam kita ke restoran langganan mama kita sudah janjian disana. Kamu dandan yang ganteng ya."
"Jangan bilang mama mau jodohin Daffa lagi?"
"Gak dijodohin ko, hanya kenalan aja. Selanjutnya mama gak ikutan semisalnya kalian cocok dan menikah, mama sih seneng aja."
"Mama lupa dengan kejadian Rachel, Rachel itu juga kan anak nya temen mama kan temen bisnis papa, kenyataannya apa? Papa meninggal. Mama mau kaya gitu lagi, mungkin kali ini Daffa yang meninggal mah.!" dengan kesal Daffa pergi menaiki tangga ke kamarnya.
Sang mama diam merenungi kebenaran ucapan anaknya tapi lagi-lagi menepis hal buruk itu. "Ya jangan disamain lah keluarga si Rachel dengan keluarga si Delia jelas beda, mana anaknya cantik yang jelas Delia bukan janda."
****🌹
Sejak peristiwa penangkapan pembunuh pak Burhan papa Daffa, lalu dengan saksi dan bukti akhirnya kedua orang tua Rachel berhasil di tangkap dirumahnya belum sempat berangkat ke bandara untuk melarikan diri dan akhirnya mendekam di penjara.
Sementara Rachel yang saat itu sedang di apartemen kekasihnya yang selalu meminta uang padanya tak mengetahui keadaan orang tua nya. Baru ketika dia kembali ke rumah pembantu rumahnya memberi tahu bahwa orang tuanya di tangkap polisi sejak tiga hari lalu. Dengan segera Rachel kembali ke mobil menuju kantor polisi. Setelah bertanya-tanya dan menunggu akhirnya polisi membawa orang tua nya sudah berpakaian orange.
"Rachel,, kamu kemana aja. Mama dan papa sudah disini tiga hari kamu baru datang. Cepat bantu mama keluar dari sini Nak!" ucap mamanya yang duduk bersebelahan dengan suaminya.
"Maaf mah, Rachel gak tau. Tiga hari ada urusan bisnis. Rachel akan sewa pengacara untuk mama dan papa. Ko bisa sih pah?"
"Sudahlah, cepat kamu hubungi pengacara. Kamu anak bukannya gerak cepat nangani masalah orang tua, malah ilang gak ada kabar. Cari pengacara yang bagus mama sama papa harus keluar dari sini.!!"
"Iya iya pah, setelah dari sini Rachel kekantor pak Hidan dan ajak ke sini untuk bicara sendiri dengan papa."
"Permisi, waktu bicara sudah habis. Silahkan kembali ke sel.!" seorang petugas polisi datang menyudahi obrolan kami dan menyuruh kembali.
Aku akan membuat kamu menyesal Daffa, karena kamu sudah menceraikan aku lalu membuat orang tua ku di penjara. Liat apa yang akan aku lakukan kepadamu dan mama mu. Aku gak akan bahagia jika kamu dan mama mu belum menderita.
Dengan tangan mengepal kesal dan emosi memenuhi hati dan pikirannya hanya ada balas dendam.
**********🌹🌹🌹🌹🌹***********
Jadi mendingan mana update setiap Rabu & Sabtu diusahakan 3 bab atau update setiap hari tapi hanya 1 bab??? Komen di bawah ya guysss...
apa reaksi bapak Faisal jumpa dengan mantan istrinya dan apa sebenarnya niat Bu Widya mau jumpa ya
tp kok zaman dah modern gini masih aja ada hal² yg berbau nganu..
hmm 🚶♀️🚶♀️🚶♀️
wlopun cara itu diluar nalar sekalipun 🤦♀️
aduh Del, km ini wanita masa kini kok percaya hal kek gitu sih 😶
inget lho, nyawamu sndiri yg jd taruhannya itu..
smua masih abu².. aku nunggu jd merah muda dan biru aja deh 🚶♀️🚶♀️🚶♀️
km baik² aja kn?!
klo smpe terjadi sesuatu sm km kelak, apa Airin bakal kembali sm Daffa??
hmm, bolak balik dekok w mren ieu mh
kek nya 11 12 sm Delia..
apa mungkin Rachel yaa??
jadinya gini kan..
km sndiri yg tersiksa krna jelas² km yg berjuang sndiri
km hrus berusaha lebih keras lagi utk mencari Airin dan mendapat maaf darinya..
ehh ini Faisal sakit apa sih..
jgn bilang dia mengidap penyakit berbahaya yg mengancam nyawanya.. halahhh klo kek gitu, bisa jd angin segar buat Daffa..