NovelToon NovelToon
Terjerat Pernikahan Dengan Pria Kejam

Terjerat Pernikahan Dengan Pria Kejam

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat / Romansa Modern / Masokisme / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Konflik Rumah Tangga-Pembalasan dendam / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nadziroh

Demi menghindari bui, Haira memilih menikah dengan Mirza Asil Glora, pria yang sangat kejam.

Haira pikir itu jalan yang bisa memulihkan keadaan. Namun ia salah, bahkan menjadi istri dan tinggal di rumah Mirza bak neraka dan lebih menyakitkan daripada penjara yang ditakuti.

Haira harus menerima siksaan yang bertubi-tubi. Tak hanya fisik, jiwanya ikut terguncang dengan perlakuan Mirza.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukuman baru

Hampir dua puluh menit Haira meringkuk membelakangi Mirza. Tubuhnya membeku dan  tidak berani untuk bergerak. Hatinya gelisah menahan takut. Apalagi saat tangan  Mirza menyenggol punggungnya, keringat dingin bercucuran menembus pori-pori. 

Tak seperti biasaya yang selalu garuk-garuk karena nyamuk, kali ini Kemal nampak tenang, selimut tebal yang membalut tubuh mungilnya membuat bocah itu nyaman.

Apa yang dilakukan Tuan Mirza, kenapa dia tidak bisa diam sih, menggerutu dalam hati. 

Mirza mengulas senyum. Menghirup dalam-dalam aroma sampo yang menenangkan. Ia rindu dengan Haira, keberaniannya saat melawan Arini membuat Mirza salut.

Matanya tak teralihkan dari punggung Haira yang nampak tenang. 

"Aku tahu kamu belum tidur, Ra," ucap Mirza kembali menatap langit-langit kamarnya. Menggunakan kedua tangannya sebagai bantal.

Tak  ada jawaban, bibir Haira tetap membisu. Memejamkan matanya, pura-pura tidak mempedulikan sang suami. 

Mirza melingkarkan tangannya di pinggang langsing Haira  yang membuat sang empu terkejut. 

Dadanya kian bergemuruh hebat saat napas Mirza menerpa daun telinganya. 

"Tu...Tuan mau apa?" tanya Haira gugup. Kedua tangannya mencengkram sprei di bawahnya. 

"Aku hanya ingin memelukmu, Ra." Mencium bahu Haira dengan lembut. 

Kejadian kala itu, rasa sakit yang pernah Mirza ciptakan tiba-tiba saja membuat Haira histeris. 

"Jangan lakukan itu lagi, Tuan. Saya takut." Haira terisak dan menepis tangan Mirza, yang mana membuat pria itu terbangun. 

"Ra, kamu kenapa?" tanya Mirza. Mengusap lengan Haira yang bergetar mengikuti tubuh. Merengkuhnya lagi dengan erat lalu berbisik, "Aku tidak akan melakukannya lagi, Ra. Maafkan aku," ucap Mirza mencoba menenangkan Haira yang masih tenggelam dalam tangis. 

Mirza mengusap pipi Haira yang dipenuhi dengan air mata. Membaringkan tubuhnya hingga keduanya saling tatap. 

"Kita akan memulai dari awal, Ra. Aku akan mengubah sikapku yang sering kasar padamu. Aku tidak akan menyakitimu lagi." Mirza memeluk Haira. Mencium kening wanita itu dengan lembut dan lama. 

Aku akan menyembuhkan lukamu. 

"Sekarang tidurlah, aku akan menjagamu."

Mirza mendekap tubuh Haira. Memberikan kehangatan di tengah dinginnya malam yang semakin sunyi. Sesekali mengusap pipi wanita itu dengan lembut. 

Tangan Haira mengulur menautkan lima jarinya di jari Mirza. 

"Bantu saya untuk melupakan semuanya." 

Mirza mengangguk, memberikan ciuman mesra sebelum keduanya terlelap. 

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Haira menggeliat, meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Sayup-sayup mendengar suara tawa dari balik sofa. Matanya terbuka saat melihat Kemal dan Mirza sedang bermain bersama. 

"Ayo Daddy, lawan aku." Kemal menunjukkan robot yang menurutnya paling kuat. 

Mirza pun mengeluarkan robot besar dari belakang. Lalu keduanya saling beradu ketangkasan. Mereka tampak bahagia, apalagi Kemal yang haus kasih sayang, kini merasa hidupnya lengkap.

Haira tersenyum. Menyibak selimutnya lalu turun menghampiri mereka. 

"Mommy sudah bangun." Seperti biasa, Kemal mencium pipi Haira sebagai ucapan selamat pagi. 

Dari hati yang terdalam, Mirza merasa iri dengan tingkah Kemal, namun ia tak bisa sebebas bocah itu.

Kemal menatap Mirza dan Haira bergantian. 

"Apa daddy boleh mencium Mommy?" tanya Kemal polos. 

Haira membulatkan mata. Jantungnya berdegup dengan kencang mendengar ucapan Kemal. 

Semalam Mirza memang sudah menciumnya berkali-kali, tapi itu hanya sebatas membantu Haira yang bersedih, saat ini ia malu jika itu terjadi lagi. 

Mirza tersenyum, seandainya bisa, ia ingin meminta Kemal mendesak mommy nya untuk mengangguk, mungkin itu akan menjadi keinginan yang tak pernah tercapai. 

"Mommy, boleh ya?" Kemal menggoyang-goyangkan lengan Haira. 

"Mommy belum mandi, Sayang." Haira mencari alasan untuk bisa menghindar. 

"Nggak papa," sahut Mirza dengan cepat. 

Seketika itu wajah Haira merah merona. Merasa terpojok dengan situasinya. 

"Cepetan mommy, aku sudah menutup mata." Kemal menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. 

Mirza menggaruk alisnya yang tidak gatal. Masih menunggu persetujuan Haira yang nampak ragu.

"Sudah apa belum?" tanya Kemal tanpa menurunkan tangannya. 

"Kemal jangan buka mata kalau daddy belum suruh ya?" ucap Mirza. 

"Iya Daddy,'' jawab Kemal kemudian. 

Tanpa aba-aba, Mirza menarik tengkuk leher Haira lalu mencium bibir wanita itu dengan lembut dan lama. Meskipun Haira tak membalasnya, tetap saja itu terasa manis dan tak ingin dihentikan. 

Setelah beberapa menit, Mirza melepas ciumannya lalu mengusap bibir Haira yang basah. 

"Kemal sudah boleh membuka mata, Nak," ucap Mirza setelahnya. 

Kemal menatap kedua orang tuanya bergantian lalu tersenyum. 

"Terima kasih Daddy sudah datang. Selama ini Mommy kesepian. Mommy  selalu menangis saat hujan lebat. Rumah kita bocor. Mommy nggak punya uang untuk menggantinya. Apa aku dan mommy boleh tinggal bersama Daddy?" 

"Kemal," sergah Haira malu-malu. 

Hati Mirza tersayat mendengar ucapan Kemal. Selama ini hidupnya penuh dengan kemewahan. Apa yang diinginkan terkabul, sedangkan anak dan istrinya harus menderita dan hidup serba kekurangan. 

Kemal menundukkan kepalanya. Mengadu bukanlah sikap yang baik, dan Haira sudah mengajarkan padanya jika tidak semua yang didengar  itu diadukan pada orang lain, namun jiwanya yang masih sangat kecil terkadang tak tahan untuk menyimpan semuanya. 

"Kemal dan mommy boleh tinggal dengan daddy untuk selamanya." 

"Beneran?" tanya Kemal memastikan.

Mirza mengangguk lalu mengambil ponselnya yang ada di meja. Ia menghubungi Erkan. Menyuruh pria itu datang ke kamarnya. 

Beberapa menit kemudian, Erkan sudah mematung di ambang pintu. Pria yang sudah rapi dengan setelan jas hitam itu diam menunggu perintah. 

"Kemal main sama paman Erkan. Daddy mau bicara sebentar dengan mommy." 

Kemal berlari menghampiri Erkan. 

Setelah pintu tertutup rapat, Mirza beralih duduk di samping Haira. Mengikis jarak antara keduanya. 

"Bersikaplah seperti seorang istri pada suaminya. Beri aku kesempatan untuk menjaga kamu dan juga Kemal." 

"Bagaimana dengan surat perjanjian itu, Tuan?"

"Aku sebagai pihak pertama, itu artinya aku yang berhak mengubah semuanya. Hukuman masih tetap berlaku."

Menjeda ucapannya sejenak, memegang kedua lengan Haira.

"Jadilah istri yang sesungguhnya untukku. Aku akan menjadi Daddy nya Kemal dan anak-anak kita nanti."

Buliran bening lolos membasahi pipi Haira. Ia melihat ketulusan di manik mata Mirza. Seolah-olah menggambarkan, jika pria itu benar-benar berubah.

"Tapi saya tidak bisa menjadi Nona Lunara, saya Haira yang tidak sepadan dengan derajat, Tuan."

"Kamu terima hukuman baru, atau berpisah dengan Kemal?" ancam Mirza yang membuat Haira semakin takut. Ia tak mengerti dengan sikap Mirza yang terkadang lembut, namun juga bisa kasar disaat yang bersamaan.

"Ba... Baik, Tuan. Saya akan menjalani hukuman lagi. Tapi saya mohon jangan pisahkan saya dengan Kemal."

Mirza tersenyum penuh kenennagna lalau memeluk Haira.

Maafkan aku, Ra. Bukan maksudku memarahimu, aku hanya tidak mau kamu terus nenolakku. Mulai hari ini, kamu dan Kemal akan berada di sisiku selamanya.

1
Sukesih Sukesih
Luar biasa
Lusi Sabila
aku malah gak doyan seblak Mirza 🤣
Rieka Mawon
Luar biasa
Siti solikah
mantap erkan
Jessica
Luar biasa
𝐝𝐞𝐰𝐢
𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐣𝐥𝐬𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐨𝐧𝐠 𝐥𝐭𝐫 𝐛𝐥𝐤𝐠 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚 𝐚𝐩𝐚 𝐭𝐮𝐫𝐤𝐞𝐲 𝐛𝐢𝐚𝐫 𝐫𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫 𝐭𝐝𝐤 𝐬𝐥𝐡 𝐩𝐡𝐦

𝐬𝐨𝐚𝐥𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐠𝐚𝐤 𝐣𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥 𝐭𝐝 𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐢𝐫𝐚 𝐧𝐚𝐢𝐤 𝐛𝐢𝐬


𝐤𝐥𝐨 𝐬𝐦𝟐 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐮𝐫𝐤𝐞𝐲 𝐤𝐧𝐩 𝐢𝐛𝐮 𝐭𝐝 𝐛𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐧𝐭𝐞𝐬𝐚𝐧 𝐛𝐬 𝐩𝐧𝐲 𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐛𝐮𝐥𝐞

𝐡𝐫𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐥𝐨 𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐦𝟐 𝐛𝐮𝐥𝐞 𝐲𝐚 𝐢𝐛𝐮 𝐢𝐭𝐮 𝐠𝐤 𝐛𝐥𝐧𝐠 𝐠𝐢𝐭𝐮
𝐝𝐞𝐰𝐢
𝐡𝐫𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐢𝐤𝐬𝐚 𝐂𝐂𝐓𝐕 𝐣𝐠 𝐬𝐢𝐡 𝐬𝐢 𝐌𝐢𝐫𝐳𝐚 𝐢𝐧𝐢
Khusnul Khotimah
jg goblok jadi laki
Lilis Suryani
Luar biasa
🍁Ang💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪③❣️
𝚏𝚞𝚑𝚑𝚑 𝚋𝚊𝚕𝚒𝚔 𝚍𝚎𝚑.. 𝚔𝚎𝚝𝚎𝚖𝚞 𝚗𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚒 😃
🍁Ang💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪③❣️
𝚓𝚞𝚓𝚞𝚛 𝚊𝚓𝚊 𝚍𝚎𝚑 𝙷𝚊𝚒𝚛𝚊 𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚖𝚒𝚛𝚣𝚊 𝚜𝚎𝚛𝚒𝚞𝚜
🍁Ang💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪③❣️
𝚗𝚊𝚑 𝚔𝚎𝚝𝚊𝚑𝚞𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚕𝚘 𝚑𝚊𝚒𝚛𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚕𝚊𝚖𝚒 𝚑𝚊𝚕 𝚋𝚞𝚛𝚞𝚔 𝚍𝚒 𝚜𝚒𝚝𝚞
🍁Ang💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪③❣️
Haira kenapa 𝚐𝚊𝚔 𝚓𝚞𝚓𝚞𝚛 𝚜𝚒𝚑 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚖𝚒𝚛𝚣𝚊
Khanza Safira
cocok Momy kok kan meskipun dari kampung haira udh jadi istri orang kaya jadi cocok banget
Khanza Safira
🤣🤣🤣🤣
🍁Ang💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪③❣️
𝚒𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚝𝚒𝚗
🍁Ang💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪③❣️
𝙷𝚘𝚎𝚔𝚔𝚔 😄😄😄 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚖𝚞𝚞 𝚊𝚕𝚕 𝚍𝚊𝚑𝚑 𝚝𝚞𝚑𝚑 𝚜𝚒 𝚖𝚒𝚛𝚣𝚊 😃😃😃😃😃
🍁Ang💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪③❣️
𝚊𝚒𝚑𝚑 𝚍𝚊𝚑 7 𝚝𝚊𝚑𝚞𝚗 𝚊𝚓𝚊 😄😄😄😄 ...
𝚑𝚎𝚕𝚕𝚘 𝚐𝚊𝚗𝚝𝚎𝚗𝚐 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚗𝚕 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚊𝚞𝚗𝚝𝚢 𝚊𝚗𝚐𝚎𝚕𝚊 🤣🤣
🍁Ang💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪③❣️
𝚔𝚎𝚗𝚊𝚙𝚊 𝚌𝚘𝚋𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚑𝚞𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚟𝚛𝚎𝚗𝚝𝚎𝚗𝚒𝚛... 𝚔𝚗𝚙 𝚐𝚊𝚔 𝚊𝚍𝚊 𝚠𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚢𝚢 𝚖𝚘 𝚋𝚊𝚗𝚝𝚞 𝚜𝚒 𝚗𝚎𝚗𝚎𝚔 𝚔𝚊𝚑
𝐝𝐞𝐰𝐢: 𝐛𝐞𝐭𝐮𝐥 𝐤𝐚𝐤.... 𝐤𝐥𝐨 𝐚𝐝𝐚 𝐩𝐞𝐩𝐚𝐭𝐚𝐡 𝐛𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠

𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐦𝐢𝐬𝐤𝐢𝐧 𝐬𝐨𝐝𝐚𝐫𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐦𝐚𝐧 𝐩𝐮𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐮𝐡, 𝐭𝐩 𝐤𝐥𝐨 𝐤𝐚𝐲𝐚 🤣🤣🤣🤣𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐧𝐠𝐚𝐤𝐮 𝐬𝐨𝐝𝐚𝐫𝐚
annethewie: mungkin adik blm pernah mengalami beratnya hidup sampai bertanya kenapa pinjam rentenir...adik tahu saudara atau tetangga juga teman itu bisa lebih jahat dari siapapun dan memandang kita begitu hina kalau tidak punya uang...entah kenapa manusia kdg lebih jahat dr binatang...yg aneh negara ini mayo muslim yg diajarannya harusnya membuat tidak mungkin org bisa demikian miskin tapi inilah dunia inilah Konoha inilah dunia...
total 2 replies
🍁Ang💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪③❣️
𝚌𝚎𝚙𝚎𝚝 𝚋𝚐𝚝 𝚑𝚊𝚒𝚛𝚊 𝚑𝚊𝚖𝚒𝚕.... 𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚐𝚙𝚙 𝚒𝚝𝚞 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊... 𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚖𝚒𝚛𝚣𝚊 𝚕𝚎𝚔𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚔𝚎𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚏𝚊𝚑𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒... 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚒𝚛𝚊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!