Yan Lan seorang anak raja dari salah satu kerajaan di benua bintang. Orang tuanya terbunuh oleh para pemberontak yang ingin melengserkan kepemimpinan ayahnya.
Kemudian dia bertemu dengan kakek Wu Kong dan mengangkatnya menjadi murid. Dia bertekad menjadi kuat untuk membalaskan kematian orang tuanya.
"Aku Yan Lan, barang siapa yang menghalangi jalanku, menghalangi tujuanku, bahkan berani menyinggungku. Meskipun dia adalah dewa, hanya ada satu kata untuknya, MATI".
Bagaimana perjalanan Yan Lan? Apakah dia mampu membalaskan dendamnya? Apakah dia mampu mengembalikan kejayaan klan Yan dan membuatnya menjadi penguasa lagi?
Ikuti terus kisahnya "SANG KAISAR"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yan26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24. Pembantaian II
Kembali ke Yan Zu.
"Tetua Hong, aku tidak menyangka bahwa kamu juga akan ikut berhianat" kata Yan Zu setelah melihat tidak ada lagi murid Sekte Bulan Sabit yang tersisa.
"Hahahaha.... Itu karena kamu tidak cocok sebagai pemimpin Sekte Bulan Sabit ini dan kamu tidak memiliki ambisi" jawab tetua Hong.
"Memang benar aku tidak memiliki ambisi, karena aku tidak ingin kalian terluka dan mati sia-sia karena keegoisan ku seperti keadaan kalian saat ini" ucap Yan Zu.
Tetua Hong terdiam mendengar perkataan mantan patriaknya itu. Memang benar selama Yan Zu menjadi patriak Sekte Bulan Sabit, mereka hidup dengan damai tanpa ada gangguan dari luar. Tapi sekarang mereka selalu dihantui dengan kematian setiap harinya karena menyinggung orang-orang kuat demi menjalankan perintah dari Sekte Harimau Hitam.
"Kenapa kamu terdiam tetua Hong? Apakah kamu sekarang menyesel karena telah mengkhianati ku? Kalau begitu sekarang terimalah kematian mu" tanya Yan Zu.
Gerakan ketiga, bulan pemakan jiwa.
Swusss.... duarrrrrrr...
Akhhhhhh...
Tetua Hong yang belum bersiap terlempar ke belakang karena serangan dari Yan Zu.
Hueekkk,
Tetua Hong mengeluarkan seteguk darah. Kemudian dia berdiri lagi, tapi belum sempat dia berdiri tiba-tiba tubuhnya terasa sakit seolah-olah seluruh tubuhnya tercabik-cabik.
akhhhhhh....
Suara teriakan tetua Hong. Gerakan ketiga dari teknik Pedang Bulan Sabit seperti namanya bulan pemakan jiwa, teknik tersebut akan memakan jiwa seseorang yang terkena serangan tersebut.
Tetua Hong terus berteriak kesakitan sampai beberapa saat teriakannya terhenti, dia mati dengan keadaan muka yang pucat.
Yan Lan yang melihat pertarungan Yan Zu telah selesai segera menghampirinya.
"Bagus paman, ternyata paman punya teknik yang hebat dan sepertinya pedang yang aku berikan terlihat cocok di pakai oleh paman" kata Yan Lan memuji Yan Zu.
"Terima kasih atas pujiannya tuan muda" jawab Yan Zu.
"Sekarang tugas paman, kumpulkan semua cincin penyimpanan dari orang-orang yang paman bunuh. Tidak enak menolak pemberian dari orang yang sudah mati" ucap Yan Lan santai.
Yan Zu tertegun mendengar perintah Yan Lan, tapi dia tetap melakukan perintah Yan Lan.
Tidak lama kemudian, Yan Zu datang dan menyerahkan cincin penyimpanan yang dia dapat.
"Ini tuan muda" kata Yan Zu.
"Hemmm... Ternyata orang-orang di sini sangat miskin" ucap Yan Lan melihat cincin penyimpanan yang diberikan oleh Yan Zu. Orang yang di bunuh Yan Zu sangat banyak tapi cincin penyimpanan yang dia terima tidak sesuai dengan yang terbunuh.
"Maaf tuan muda, memang murid-murid Sekte Bulan Sabit tidak semuanya memiliki cincin penyimpanan" jawab Yan Zu.
Yan Lan menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba dia merasakan dua orang dengan aura yang cukup kuat menuju ke arahnya.
"Hati-hati paman, ada orang yang cukup kuat sedang menuju ke sini" kata Yan Lan memperingati Yan Zu.
Yan Zu yang mendengar peringatan Yan Lan segera bersikap waspada.
Wushhh... Wushhh....
"Hahaha... ternyata kamu masih berani datang ke sini" kata Mun Kin yang baru saja datang.
"Aku ke sini untuk menjemput istri ku. Jadi serahkan istri ku selagi aku masih bicara baik-baik" respon Yan Zu.
"Bicara mu sangat kasar sekali Di Zu. Apakah karena kamu sudah mendapatkan seorang bawahan baru sehingga kamu menjadi cukup berani dengan kultivasi mu yang sudah turun?" kata Mun Kin sambil melirik ke arah Yan Lan.
"Nama ku Yan Zu, Di Zu yang kamu kenal sudah mati, dan dia juga bawahan ku tapi tuan ku" ucap Yan Zu.
Mun Kin mengernyitkan alisnya mendengar Yan Zu telah mengganti namanya dan bahkan yang lebih mengejutkannya lagi adalah Yan Zu mengatakan bahwa pemuda yang ada di sampingnya adalah tuannya.
Prokkk prokk prok...
Suara tepuk tangan.
"Hebat hebat, aku tidak menyangka bahwa mantan patriak Sekte Bulan Sabit yang cukup terkenal dengan kekuatannya menjadi seorang anjing dari seorang pemuda yang tidak mempunyai aura kultivasi" kata seseorang yang dari tadi berada di belakang Mun Kin.
"Tetua Ba Cha" kata Yan Zu yang cukup terkejut. Tetua Ba Cha merupakan adik dari Ba Sio dan mereka sama-sama terkenal dengan kekuatan dan kekejamannya sebagai tetua Sekte Harimau Hitam. Tingkat kultivasi tetua Ba Cha berada di ranah Bumi Menengah dan saat ini bukan tandingan dari Yan Zu, beda halnya jika itu dulu.
"Oho ternyata kamu menge..."
"Gerakan pertama, pedang penghancur lautan" teriak Yan Lan memotong perkataan tetua Ba Cha.
Duarrrrrrr....
Brakkkk
Tetua Ba Cha yang tidak siap dengan serangan Yan Lan terlempar sejauh sepuluh meter dan menabrak bangunan yang berada di belakangnya.
Akhhh...
Tetua Ba Cha memegang dadanya kesakitan. Dia terkejut dengan serangan Yan Lan yang sangat kuat dan mampu membuatnya terluka.
Mun Kin dan Yan Zu juga sangat terkejut. Apalagi Yan Zu yang baru melihat kekuatan tuannya itu dan mampu membuat tetua Ba Cha terluka.
"Paman, jangan membuat ku mengulangi kata-kata ku. Kita hanya butuh membunuh, bukan mengobrol panjang lebar yang tidak ada artinya" kata Yan Lan yang memberi peringatan lagi kepada Yan Zu.
"Maafkan aku tuan muda" jawab Yan Zu sambil menunduk. Dia sangat ketakutan setelah mengetahui kekuatan Yan Lan.
"Sudahlah, pak tua itu juga bukan lawan paman. Paman urusi saja Mun Kin, pak tua itu biarkan aku yang mengurusnya. Dan ingat, jadikan kata-kata ku sebagai pelajaran. Aku tidak akan mengatakannya untuk ketiga kalinya" ucap Yan Lan, lalu pergi ke tempat tetua Ba Cha berada.
Setelah tiba di hadapan tetua Ba Cha yang masih berusaha berdiri, Yan Lan lalu berkata.
"Aku akan membiarkan mu hidup jika kamu menjawab pertanyaan ku. Berada di ranah apa pemimpin Sekte Harimau Hitam pusat?" tanya Yan Lan tanpa basa-basi.
"Hahaha...baru bisa melukai ku saja, kamu sudah cukup sombong anak muda" kata tetua Ba Cha.
Jlebbb...
Jlebbb....
Akhhhhhh
Tetua Ba Cha berteriak kesakitan melihat kedua tangannya terpotong tanpa bisa melihat pergerakan dari Yan Lan.
"Kesempatan terakhir, jawab pertanyaan ku" kata Yan Lan dingin.
"Aa aku tidak mengetahuinya, aku hanya tetua cabang Sekte Harimau Hitam dan aku juga belum pernah bertemu dengannya" jawab tetua Ba Cha kesakitan.
"Jawaban sampah" ucap Yan Lan.
"Pukulan penghancur kepala" teriak Yan Lan asal membuat nama jurusnya.
Duarrrrrrr....
Kepala tetua Ba Cha meledak oleh pukulan Yan Lan.
"Hemmm, ternyata pemimpin dari Sekte Harimau Hitam sangat misterius. Orang-orangnya saja tidak mengetahui dirinya" gumam Yan Lan. Lalu dia mengambil cincin penyimpanan tetua Ba Cha.
Sedangkan di sisi Yan Zu, pertarungannya dengan Mun Kin sudah hampir mencapai klimaksnya.
"Gerakan kelima, pedang bulan purnama" teriak Yan Zu.
Siluet berwarna merah muncul di langit, tepat di atas kepala Mun Kin.
Duarrrrrrr....
Akhhhhhh
Teriak Mun Kin dan menghilang menjadi kabut darah.
#Bersambung.
...Terus dukung Thor ya readers...
...Jangan lupa tekan LIKE, KOMEN, VOTE dan FAVORIT...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...