Resha kembali menikah untuk kedua kali, bersama seorang pria yang sudah di kenalnya sejak masih kuliah.
****
Mengapa Resha menikah 2 kali? ada apa dengan suaminya yang pertama? saksikan ceritanya
hanya disini.... ☺
HAPPY READING
🥀🥀🥀
Hai kakak2 semuanya 🙂
Ini karya baruku, mohon bimbingannya ya ☺️
Dibaca aja dulu jangan lupa like-nya...
Suka? klik favorit dong, kasih vote juga ☺️
Kalau ada yang salah mohon koreksinya ya 😉
Terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rannty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB Keduapuluh Empat
" Aduh lapar sekali, jam berapa sekarang? " aku bergumam sambil memegangi perut akibat rasa lapar yang melanda
Entah berapa jam aku tertidur aku tidak menyadarinya, sepanjang hari berada di dalam kamar tidak keluar satu langkah pun dari pintu. Tidak makan, tidak mandi dan tidak melakukan apapun, aku seperti orang yang tidak bergairah dalam menjalani hidup.
Coba ku lihat pukul berapa ini? Astaga, sudah hampir jam 4 sore, sebentar lagi Rafa pasti pulang. Aku masih belum siap bertemu dengannya setelah yang terjadi tadi pagi. Apa aku pergi menginap di rumah Ayah dan Ibu saja? Tapi kalau mereka bertanya kenapa aku datang dan menginap disana sendirian bagaimana? mereka pasti akan curiga dan menanyakan hal-hal yang tidak ingin ku bahas.
Atau aku telfon Ibu saja dulu dan bertanya sedang apa? Siapa tau Ibu menyuruhku untuk pergi mengunjunginya.
Ku ambil ponsel yang tergeletak begitu saja di ranjang sejak tadi, lalu menelfon Ibu.
" Halo Resha, ada apa Nak? " tanya Ibuku saat menerima telfon dariku
" Halo Ibu, Ibu sekarang ada dimana? " tanyaku balik
" Ibu sedang di rumah Bibi Cio Nak, ada acara syukuran di rumahnya " balas Ibu
" Oh, acara syukuran apa itu Bu? " tanyaku lagi
" Syukuran anak keduanya, sekarang kan usianya mau 7 bulan " balas Ibu lagi
" Oh, acara turun tanah itu ya Bu? Resha mau lihat dong Bu " bujukku pada Ibu
" Boleh, kamu datang saja langsung ke rumah Bibi Cio, nanti Ibu kasih tau alamatnya. Sebentar lagi acara turun tanahnya mau di mulai, kalau mau datang kesini harus cepat-cepat " jelas Ibu
" Iya Bu, Resha langsung siap-siap, tunggu Resha ya Bu " kataku
" Iya, kamu hati-hati ya di jalan "
" Oke, siap bos " kataku lalu bergegas mandi dan bersiap setelah mematikan telfon
Aku tak memerlukan waktu lama 15 menit sudah cukup untukku bersiap, aku tak mau Rafa pulang saat aku masih di rumah. Aku harus segera pergi sebelum dia sampai di Apartment.
****
****
" Ibu " aku memanggilnya saat sampai didepan rumah Bibi Cio
" Eh Resha sudah datang, untunglah kamu datang tepat waktu. Ayo Nak kita masuk, sebentar lagi acaranya di mulai " ajak Ibu
" Resha, ini Bibi Cio, kamu masih mengingatnya kan? Dulu waktu kecil kamu sering bermain di rumahnya saat dia belum pindah " kata Ibu mengingatkanku
" Halo Bibi Cio, apa kabar? " sapaku
" Ah Resha ternyata, kamu sudah besar ya sekarang? Kabar Bibi baik, kamu bagaimana? " tanya Bibi Cio balik
" Aku baik Bi, o ya dimana si kecil yang mau turun tanah? Aku ingin melihatnya " kataku antusias
" Oh, dia tadi bersama kakaknya. Mungkin diatas, sebentar ya Bibi panggil dulu " lanjut Bibi Cio lalu pergi ke lantai atas
" Kakaknya si kecil itu yang dulu main sama Resha kan Bu? " tanyaku memastikan
" Iya Nak, teman kecilmu dulu, Rangga " kata Ibu
Dulu rumah keluargaku dan keluarga Bibi Cio bertetangga, Bibi Cio mempunyai anak laki-laki yang seumuran denganku. Waktu kecil kami selalu bermain bersama, karena di komplek perumahan kami jarang ada anak kecil. Aku dan Rangga juga satu sekolah saat TK dulu, lalu dia dan keluarganya pindah keluar kota karena pekerjaan Ayahnya. Dan sekarang dia kembali lagi ke kota ini saat kami sama-sama sudah dewasa.
Aku tidak tau apa dia masih mengenaliku atau tidak, saat itu kami masih sangat kecil. Dan sekarang mungkin dia sudah menikah atau bahkan mempunyai seorang anak.
" Resha " aku mendengar suara seorang lelaki memanggil namaku
" Ya, siapa? " kataku bertanya pada sumber suara tadi
" Ini Rangga Sha anak pertama Bibi, kamu masih ingat kan? " balas Bibi Cio
" Rangga? Oh, iya iya iya Resha ingat ko Bi " kataku sambil tersenyum
" Halo Sha, apa kabar? " sapa Rangga
" Baik, aku baik. Kamu sendiri apa kabar Rangga? " aku bertanya balik saat kami berjabat tangan
" Aku juga baik, aku dengar kamu sudah menikah, mana suami kamu Sha? " aku bingung harus menjawab apa pertanyaan Rangga ini
" Iya, Rafa masih di Kantor belum pulang. Tadi aku menelfon Ibu dan Ibu bilang sedang di rumah Bibi Cio ada acara turun tanah adik kamu, makanya aku kesini mau melihat si kecil sekalian silahturahmi " jelasku
" Resha Rangga ayo kita ke taman belakang, acaranya mau di mulai " ajak Bibi Cio
" Oh iya Bi, ayo Bu " ajakku pada Ibu yang sedang duduk bersama tamu lainnya
Kami dan para tamu lainnya pergi ke taman belakang, karena acaranya memang diadakan disana. Rumah Bibi Cio jauh lebih besar dibandingkan dengan rumah yang dulu, wajar saja karena sudah lama tidak bertemu pekerjaan Ayahnya pasti jauh lebih baik sekarang.
Aku melihat si kecil sudah mulai dengan acaranya dan diturunkan ke tanah, beberapa orang bersorak pada si kecil untuk memilih benda dari berbagai benda, yang di yakini orang zaman dulu bahwa itu akan menjadi simbol akan jadi seperti apa anak itu kelak.
" Ibu, nama si kecil Bibi Cio siapa Bu? " tanyaku berbisik pada Ibu yang berdiri di sampingku
" Kalau tidak salah namanya Reno Wijaya " bisik Ibu
" Oh bagus ya namanya " bisikku lagi dengan senyum
" Iya, dia lucu kan Nak? Kapan kamu kasih Ibu cucu yang tampan seperti Reno? " pertanyaan Ibu membuatku tak berdaya dan merasa bersalah
" Ah Ibu " balasku singkat
Jangankan kasih Ibu cucu, aku dan Rafa bahkan tidak tidur dalam satu kamar. Ditambah lagi sekarang hubungan antara aku dan Rafa sedang tidak baik. Bagaimana bisa kasih Ibu cucu? Itu akan membutuhkan waktu beberapa tahun.
" Horeeeee, si kecil Reno pintar sekali " teriakan para tamu membuatku tersadar dari lamunan
****
Setelah beberapa saat akhirnya acara turun tanah Reno selesai juga, sebelum aku dan Ibu pulang kami berfoto bersama dengan keluarga Bibi Cio. Dalam beberapa adegan, aku meminta untuk menggendong si kecil Reno dan berdiri diantara Ibu dan Rangga diikuti Bibi Cio dan Paman Wijaya di kanan kirinya. Itu membuatku terlihat seperti seorang menantu di rumah Bibi Cio yang sedang menggendong anakku sendiri.
" Wah, Resha sudah pantas menggendong anak. Reno bahkan terlihat seperti anak Resha dan Rangga dibandingkan anak Paman dan Bibi " ungkap Bibi di tengah acara sesi foto
" Haha iya ya Ma, kalau Reno besar nanti dan melihat foto ini dia pasti mengira anak kalian berdua " sambung Paman Wijaya, suami Bibi Cio kepadaku dan Rangga
" Kamu benar Cio, aku juga sudah menanyakan pada Resha kapan dia berencana memberiku seorang cucu, tapi dia sama sekali tidak mau memberitahunya " balas Ibu
****
*****
****
Selamat membaca semuanya 🙂
Jangan lupa like, vote dan rate-nya ya 🙂
Kritik dan sarannya juga boleh
Terima kasih sudah membaca karyaku 🙂
dapet salam nih dari Cinta Rumit Azizah...
Semangat doang cerita nya bagus aku lanjut baca dulu yah
Semangat selalu..!
Salam dari~Anak sekolah yang tak mampu
Feedbacknya jangan lupa ya 😉
Terima Kasih 💖