NovelToon NovelToon
Cintamu Menjadi Canduku

Cintamu Menjadi Canduku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: Nofiya Hayati

Allesya si Gadis muda polos nan cantik jelita namun sangat berisik dan apa adanya. Tergila-gila pada pria dewasa bernama Sean Willson yang merupakan cinta pertamanya.

Sean Willson, CEO muda dianugerahi muka tampan bak pahatan patung Dewa Yunani. Berganti-ganti pasangan guna mengalihkan hatinya yang belum bisa move on dari seorang wanita yang merupakan istri dari sahabatnya. Satu makhluk yang selalu dihindari Sean, yaitu Allesya.

Pada suatu hari, Sean menoreh luka yang mendalam di hati Allesya. Ketika si Gadis memilih menjauh, Sean justru datang membawa segudang cinta agar ia kembali.

Allesya :

"Aku rela menjadi manusia paling bodoh di dunia agar ada tempat bagiku di hatinya. Namun adakalanya aku terjatuh pada titik terlelah untuk mengejar cinta yang nyatanya tak mampu ku gapai."

Sean Willson:

"Aku baru merasakan sebuah kekosongan setelah ia menjauh. Sepertinya, cintanya menjadi candu untukku."

Bagaimanakah kisah manis cinta sepasang anak manusia tersebut?

Di simak yuk🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nofiya Hayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

WARNING!!! ADA ADEGAN +21 DI AWAL BAB. HARAP BACA DENGAN BIJAK.

"Haah! Ini sangat menyiksaku! Ayolah adik kecil bekerjasamalah denganku."

Di dalam kamar mandi Sean terlihat frustasi karena sudah dua jam permainan solonya tak kunjung berakhir. Tangannya terus mengocok belalainya layaknya seorang bartender profesional yang lihai memainkan gelas shakernya.

"Aaarrgg! Sial!" Sean mengumpat kemudian menjeda permainan solonya. Memberi kesempatan untuk meregangkan otot-otot tangannya yang sudah kaku karena lelah.

Bersandar pasrah pada dinding kamar mandi, membiarkan shower menyirami tubuh polosnya dengan leluasa.

Ceklek! Krieeet...!

"Kak Sean.. ."

Sean seketika terperanjat di kala Allesya tiba-tiba memasuki kamar mandi. Gadis itu bahkan seolah tidak ada rasa canggung sedikitpun ketika melihat tubuh polos Sean.

"Kak Sean, sepertinya kau membutuhkan bantuanku," ucap Allesya begitu lembut dan menggoda.

Kesempatan tidak mungkin datang kedua kali, begitu pikirnya. Sean lantas menarik tubuh Allesya, membawanya ke bawah guyuran shower yang sama denganya. Membiarkan air mengespos ke segala penjuru tubuh Allesya.

Perlahan Sean menyibak ke atas baju Allesya hingga terpampang jelas sepasang gunung kembar yang ternyata tak berbungkus cangkang.

"Bantu aku mengeluarkannya dengan milikmu ini," pinta Sean sembari *******-***** gemas dua benda sintal berbiji tersebut.

Allesya mengangguk sebagai tanda mengiyakan. Ia lanjut berjongkok hingga mukanya bersejajar dengan belalai yang sedari tadi menuntut kepuasan.

Tanpa ragu Allesya memegang benda keras yang sangat mendambakan belaian meremas karena darah di dalam tubuh sudah mengalir deras meminta cairan benih untuk diperas dan dikuras hingga tandas agar merasa puas.

"Aahh..! Bagus kelinci kecilku. Benar seperti itu," racau Sean ketika Allesya menghimpit batangnya dengan kedua gunung kembarnya. Memainkan naik turun dengan ritme teratur dan begitu lihai.

"Aaahh..! Ahhh..!" Sean mendesah seraya meremas rambut Allesya.

"Apakah kau menyukainya Kak Sean?" tanya Allesya tanpa mengehentikan kegiatannya.

"Iya sayang, aku sangat menyukainya. Teruslah seperti itu. Jangan berhenti, Aahh..!"

"Mau keluar! Aahh!Aahh! Aaahhhhhh........!" Sean melenguh panjang ketika belalainya menyembur cairan benihnya di dada Allesya.

Tok! Tok! Tok!

"Permisi Tuan muda, Tuan besar Henry dan Nyonya Sarah sudah menunggu anda di bawah untuk makan malam."

Sean seketika terperanjat dari mimpi erotisnya ketika seorang pelayan mengetok pintu kamarnya mengingatkan untuk makan malam. Ia mencoba meraup utuh semua kesadarannya. Melengkapi nyawa yang masih separuh berkumpul. Hingga akhirnya ia membunyikan suara serak khas bangun tidurnya.

"Baiklah, aku akan segera turun," teriak Sean dari dalam kamar.

"Iya Tuan," Sahut si Pelayan dari luar kamar yang diyakini dia langsung pergi dari depan pintu karena merasa telah menyelesaikan tugasnya.

"Haaah! Ternyata hanya mimpi. Bisa-bisanya aku bermimpi melakukan kegiatan panas dengan gadis kecil itu," Sean mengusap kasar muka bantalnya.

Mungkin karena kelelahan setelah mati-matian melawan bayangan yang terus berkelebat di dalam pikirannya, ia sampai ketiduran di jam yang terbilang masih sangat sore.

Iya, beberapa saat yang lalu setelah Sean mencium Allesya di taman mawar, hatinya justru terus terusik oleh perasaan yang tidak biasa. Sebuah emosi hati yang begitu sukar ia jabarkan.

Niat hati hanya ingin menjahili si Gadis bar-bar tersebut tapi justru tindakkannya itu berdampak pada dirinya sendiri. Senjata makan tuan, itulah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan apa yang tengah di alami Sean.

°°°

Di kediaman Fanne dan Allesya.

"Nek, Allesya akan keluar ke supermarket sebentar ya, susu di dalam kulkas sudah habis," pamit Allesya sembari melilitkan syal berbahan wool di lehernya.

"Iya sayang, hati-hati dan jangan pulang terlalu malam," tutur Fanne.

"Iya Nek."

Di dalam perjalanan menuju supermarket, Allesya diliputi perasaan tidak tenang. Suara langkah seseorang di belakangnya memang terdengar samar, namun cukup membuat gadis itu yakin bahwa saat ini ia sedang dibuntuti.

Beberapa kali ia sedikit memutar lehernya ke arah samping untuk memeriksa situasi. Ia juga dibuat bergidik akibat hembusan angin malam yang menyapu kulitnya. Apalagi jalanan yang ia susuri kebetulan sedang lengang pengguna, membuatnya semakin memasang mode was-was.

Tap! Tap! Tap!

Semakin cepat Allesya menambah laju langkahnya, semakin jelas pula suara langkah seseorang yang mengekorinya.

Grep!

Allesya terkesiap di kala sebuah tangan besar mencengkram bahunya. Insting perlindungan diri yang sudah terlatih membuat gadis itu reflek bergerak cepat. Meraih kuat tangan lawan yang masih bertengger di pundaknya lalu ia memutar lengannya ke arah belakang hingga membuat tubuh lawan terkunci.

"Aaaarrg! Apa yang kau lakukan?!" hardik pemilik tangan yang terdengar merintih kesakitan karena pelintiran pada tangannya memberi sensasi ngilu pada tulang persendiannya.

Allesya tertegun ketika indera pendengarannya menangkap suara bariton yang sudah tidak asing baginya. Ia lantas mendongak ke depan untuk memastikan siapa pemilik tubuh besar yang sedang memunggunginya saat ini.

"Kak Sean..?!" Allesya sedikit terkesima ketika mengetahui bahwa orang yang sedari tadi membuntutinya adalah si Pangeran Berkuda Putihnya.

Menyadari kuncian tangan Allesya sedikit merenggang, Sean segera memanfaatkan kesempatan untuk balik mengunci tubuh kecil Allesya dengan kedua tangannya yang kini sudah dalam posisi berhadapan dengan tubuh saling menempel, tak menyisakan jarak ruang sedikitpun di antara mereka.

"Iya ini aku, Kakak tampanmu. Memangnya kau pikir siapa?" jawab Sean sedikit ketus.

"Kak lepasin tanganku dulu, sakit," Allesya menggeliat. Posisi kedua tangannya yang tertekuk ke belakang serta tubuhnya yang menempel sempurna pada tubuh besar Sean, memberi rasa tidak nyaman. Bukan karena tidak suka, tapi lebih ke rasa malu.

"Tapi aku tidak berniat melepasnya," entahlah, bukannya kasian, Sean malah tampak menikmati ekspresi muka Allesya yang menurutnya seperti sedang menyembunyikan rasa malu dari pada mengeluh. Pria itu juga bahkan menikmati gerakan tubuh Allesya yang menggeliat seperti cacing kepanasan di atas tubuhnya.

"Tolong lepas Kak," rengeknya.

"Berhentilah bergerak Allesya, kau bisa membangunkan ular yang sedang tidur," sahut Sean yang tentunya bermakna lain.

Allesya berhenti meronta, pandangannya sontak menyapu kesekeliling. "Aku tidak melihat ular di sini," timpalnya dengan sangat polos. Super polos malahan.

Sean lantas melepas kuncian tangannya. "Kau tidak akan bisa menemukannya karena ularnya sedang bersembunyi," balas Sean santai.

"Ck! Aku merasa perkataanmu itu sangat aneh!" Allesya berdecak seraya meregangkan kedua tangannya yang baru terlepas dari belenggu Sean.

"Kau saja yang terlalu bodoh," sembur Sean.

Suara decakan kembali terdengar dari bibir gadis itu. Bisa-bisanya ia sangat menyukai pria menyebalkan ini. Begitu yang dipikirkannya.

"Kak Sean, bukannya kau berhutang penjelasan kepadaku? Kenapa kau membuntutiku? Apa kau sudah mulai menyukaiku? Makanya kau mengikutiku," cerocos Allesya sekenanya, seraya menggelayut manja pada lengan kekar berbalut sweater panjang.

Padahal baru kesekian detik yang lalu ia merasa canggung saling bertempel tubuh dengan Sean. Sekarang malah ia sendiri yang berhamburan manja ke Sean. Gadis seperti apa sebenarnya kau itu Allesya. Entahlah.

Sean menggelengkan kepalanya karena heran akan itensitas kepercayaan diri Allesya yang sepertinya sudah menembus langit.

"Aku hanya sedang mencari udara segar dan tanpa sengaja melihat kau seperti sedang dibuntuti seseorang dengan gelagat yang aneh, tapi orang itu langsung pergi setelah menyadari keberadaanku," terang Sean membuat Allesya sedikit terkejut.

"Jadi kecurigaanku tadi benar?" timpal Allesya.

"Kau mau kemana malam-malam begini?" tanya Sean.

"Aku mau beli susu."

"Susu?" ulang Sean dengan pikiran sudah ke ranah lain.

"Iya susu, memang ada yang salah?"

Sean tampak mendesah berat. Bukankah niatnya mencari udara segar supaya otaknya berhenti memikir entitas kotor akibat mimpi erotisnya tadi. Akan tetapi keberadaan Allesya justru kembali memancing pikiran mesum yang memang sudah beberapa hari ini bayangan Allesya selalu menjadi objek fantasinya tanpa ia inginkan.

"Kak? Kak Sean kenapa kau malah melamun?" Allesya melambai-lambaikan tangannya, menyapu ruang kosong di depan muka Sean.

"Ehem!" Sean berdehem guna menormalkan perasaan dan pikirannya yang kian lama menyerupai bajingan berotak mesum itu. "Kau belanjalah terlebih dahulu, setelah itu aku akan mengantarmu pulang," ucap Sean kemudian.

Bagaimanapun juga, ia juga manaruh cemas kepada Allesya setelah melihat keberadaan orang bergelagat aneh beberapa saat yang lalu.

"Benarkah? Yey! Kalau begitu ayo," Allesya seketika melompat kegirangan karena senang. Dengan antusias, ia menarik tangan Sean dan membawanya masuk ke dalam supermarket.

Sementara dari tempat lain, di tengah gelapnya malam, seseorang tengah mengamati gerak-gerik Allesya dan Sean dengan tatapan mengintai. Seringai licik di sela isapan gulungan tembakau pengantar kematian tergambar jelas di mukanya.

"Bersiap-siaplah untuk menyambut kedatanganku gadis kecilku."

Bersambung~~

...Ayo ayo ayo.. mohon sumbangkan sedikit tenaga kalian untuk menekan tombol like pada setiap bab. Biar Authornya seneng dan cerita ini nggak sepi kayak kuburan serta tetap bisa berlanjut sampai tamat. Nyenengin Authornya pasti dapat pahala loh🤭Terima kasih..🥰🥰...

...Wo ai nimen❤💚💙🧡🤎💜🖤💛🤍...

1
Muna Junaidi
Tulah sean jangan jual mahal rasain kan
Mynovel
2 bab sebelumnya semangat bacanya,karna kata2nya pas sama latar belakang cerita,,,nah pas baca bab ini saya langsung ilfil sama nih novel,bahasanya gak nyambung sama latar belakang cerita yg kayaknya diluar negri,masak iya diluar negri ngerti Dangan kata2 pebinor😇
stop baca
Nofi Kahza: makasih kak..
total 1 replies
Erna Wati
⭐❤🌹🌺⭐
Harlina Mami
akhirnya Sean adduhai,, kykx nnti allsyax yg ketagihan deh..🤣🤣
Harlina Mami
jngn cumn gitu thor ,kasian Sean x doong,jngn cumnesyyax dong seanx jg perlu pelepasan hormon estrogen 🤣😁🤭
Nofi Kahza: nanti sean jg bakal keturutan kak.. berlipat2 ganda malahan🤣
total 1 replies
Harlina Mami
sungguh menarik ceritax Thor, good very2 good
Nofi Kahza: waah.
makasih ya kak harlina🥰
total 1 replies
Harlina Mami
waduh , kocaknya 🤣🤣🤣
Harlina Mami
gemmes
Nurhayatins Aqil
lucu thor samy sm alvin wkwkwkkw
Nofi Kahza: gk ada mereka gk rame kak😆
total 1 replies
Arara Yunda
hahhhhhh ,ga suka aku ! sebell knpa jalan ceritanya gni..
semangat trs buat author nya..
Bariahasnawisahari
rada ngk masul akal y thor cerita mu itu, scra ktny tu al bse beladiri malahan pelatih lg, kok bs ngk gunakn ilmu bela dirinya
Nofi Kahza: ada beberapa narasi yg menjelaskan bahwa Allesya ingin sekali membanting Reymundo tapi ia tiba2 merasa lemah karena ketakutan. Ketakutannya itu disebabkan oleh rasa trauma akan masa kecilnya yg kelam.
Apalagi Allesya belum selesai dr keterkejutan bahwa orang yg slama ini dianggap sdah meninggal ternyata masih hidup.

di salah satu bab sebelumnya jg sempat ada scene Allesya mimpi buruk tntang masa kecilnya kan? itu krn dia punya trauma.

tidak menutup kemungkinan kan rasa trauma itu merenggut semua kekuatannya?

Begitulah penjelasannya🤭
makasih ya kak dah mau baca karyaku🥰
total 1 replies
Susi Yati
😀😀😀sean km harus berterima kasih sm lily gara2 tontonan laknat yg mereka tonton skrg ada kemajuan sm allesya buat nyenengin hati mu😂😂👍lebih tepatnya nyenengin monas km
Susi Yati
👍👍👍👍god penantian panjang akhirnya terjadi jg si otong msih kuat g jamuran😂😂😂
Enaknya kan allesya ngerasain belut kk sean yg skrg bikin nagih😁😀
Susi Yati
allysa nnti klo dtang ke km nnti km marah kasian kk seannya. tp god bgt buat sean bs meredam hasrat nya. g kebayang di kmr mndi slma 3jam
lnjut kak q ykin psti hbs ini babnya pemersatu bangsa dan umat 🤣🤣🤣🤣👍👍👍
Susi Yati
nah yg kyak bgni yg di percya sm sean mngunci dengan ciuman 😂😂😂😂😂😂g bakal dia nolak.
kasian all pasti udh mau keluar tu bola matanya.
Susi Yati
allesya tidur kebo xvya😂🤣di perkosa lg g berasa🤦‍♀️🤦‍♀️
Susi Yati
Di blik sikap pedasnya sean ada sesuatu dan itu yg q suka. pasti sean yg nyari ginjal buat erlan dan emily sbnrnya udh lm suka sm emily🥺🥺🥺
Nofi Kahza: waah.. makasih ya kak Susi dah baca kisan Sean dan Allesya.. aku seneng baca komen2 antusiasnya kak..tp maaf gk bs balas satu2..tp aku baca kok🥰😍😍..makasih votenya jg ya kak.😘😘
total 1 replies
Susi Yati
sesuai tebakan ku klo yg nkh tu sean sama all. tp q penasaran kok bs, ters kmna si erlan.
Susi Yati
😂😂😂😂😂kakek g mau kalah saing sm cucu soal kemesraan, q jg ingin mual sean bc kelakuan kakek km.
Susi Yati
jngn bilng sean nyuruh mereka dtang untuk mendonorkan ginjal nya buat erlan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!