NovelToon NovelToon
The Triplets STORY

The Triplets STORY

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Badboy / Action / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 5
Nama Author: Yeni Erlinawati

Sekuel of "My Bos CEO"

Note : Novel ini hanya hiburan semata. Don't Judge oke, jika tak suka skip saja.

Disebuah rumah yang selalu bising dengan kejahilan dan juga keusilan Triplets, anak dari "Della dan Aiden". Usia mereka sudah menginjak di bangku Sekolah Menengah Atas, namun sifat mereka selalu hangat jika dirumah tapi berbeda 100 bahkan 1000% jika diluar rumah mereka. Kecuali si bontot.

Sifat dingin, kejam, dan tak tersentuh dominan dengan dua anak laki-laki tampan yang bernama "Azlan Delbert Abhivandya" dan "Erland Drake Abhivandya"

Sedangkan bertolak belakang dengan sifat kedua kembarannya, "Edrea Dwyne Abhivandya" justru memiliki sifat yang bar-bar, centil dan cerewet. Apa yang ia mau harus bisa ia miliki termasuk dengan seorang laki-laki yang ia incar. Dengan halangan apapun ia akan berusaha untuk mendapatkan hati orang tersebut. Tapi di balik sifatnya yang terlalu feminim, didalam dirinya mengalir darah seorang Aiden William Abhivandya yang artinya ia juga bisa lebih kejam dibanding dengan kedua saudara kembarnya di saat ia merasa nyawanya akan terancam.

Welcome to story penuh dengan misteri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Erlinawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 24

Saat ini Zea telah berhasil menemukan tasnya kembali dari dalam mobil Azlan dan ketika ia ingin meninggalkan parkiran tersebut, tiba-tiba tubuhnya dihadang oleh tiga orang perempuan dengan penampilan yang memuakkan matanya.

"Minggir!" perintah Zea ke pada tiga perempuan tadi.

Namun bukannya minggir mereka bertiga pun mendekati Zea lebih tepatnya ke arah mobil Azlan.

"Hey lo mau ngapain?" ucap Zea. Saat dirinya ingin mencegah mereka semua, salah satu dari ketiga perempuan tadi yang masih berada di sampingnya langsung mencegah Zea agar tak bisa menghentikan aksi kedua sahabatnya.

"Apa-apaan sih lo. Lepasin gak!" geram Zea sembari berusaha untuk melepaskan genggaman kedua tangannya.

"Gue bakal lepasin lo kalau kerjaan mereka udah selelah," ucap perempuan tersebut.

Kini terlihat kedua orang tadi baru memulai aksinya dengan menyemprotkan Pilok ke body mobil Azlan. Zea yang melihat hal itu pun membelalakkan matanya.

"Woy itu mobil orang. Main coret-coret gitu aja. Dan lo si cabe lepasin gue sekarang," tutur Zea.

"Lo tadi ngomong apa hah?" geram perempuan tersebut.

"Cabe atau sejenis dengan wanita malam," ulang Zea.

"Beraninya ya lo."

"Apa hah? Lo ngerasa kesindir. Ya syukur deh kalau gitu," ucap Zea dengan santai.

Namun baru saja mulutnya bungkam, tiba-tiba tangan seseorang melayang dan mendarat di pipinya dengan cukup keras.

"******," umpat Zea. Ia kini menatap tajam kearah satu orang lagi yang berada di depannya.

"Lo beraninya ngatain adik gue cabe hah!" gertak wanita yang bernama Muna. Perempuan yang katanya tuan putri dari sekolahan tersebut.

"Emang apa yang gue takutin dari kalian hah?" tantang Zea.

Karena geram dengan ucapan dari Zea, Muna kini mencekram kuat rahang Zea.

"Sombong sekali ya lo." Cengkraman tangan Muna kini semakin kuat di rahang Zea bahkan kuku-kuku dari Muna melukai pipi Zea.

Zea diam bukan karena takut melainkan sedangkan menyusun strategi untuk lepas dari kuncian tangan adik Muna yang berat badannya mungkin dua kali lipat dari berat badan Zea. Dan saat dirinya sudah mendapatkan ide tersebut, Zea langsung melancarkan aksinya dengan menginjak kaki adik Muna, bertepatan dengan itu tangan Muna kembali ia layangkan. Namun untungnya, Zea lebih dulu keluar dari cekalan tangan adik Muna dan langsung memutar tubuhnya untuk berganti posisi dengan wanita tersebut sehingga yang terkena tamparan Muna adalah adiknya sendiri.

Plak

Suara tamparan itu benar-benar sangat keras hingga membuat ketiga orang tersebut terdiam kaku ditempat sedangkan si empu yang terkena tamparan kini terjatuh di lantai.

"Perfect," gumam Zea. Kini dirinya segera kabur dari parkiran tersebut tak lupa ia menyempatkan untuk memfoto mobil Azlan dan para tersangka tersebut.

"Zea dilawan," batinnya dengan senyum miring sembari terus berlari dengan tujuan pertamanya adalah kelas Azlan.

Brak

Zea mendobrak pintu kelas tersebut yang tadinya tertutup rapat dan membuat para penghuni kelas itu menatap kearah Zea.

"Eh ah, sorry ganggu bentar. Azlannya ada dikelas?" tanya Zea.

Secara serempak seluruh penghuni kelas tersebut menggelengkan kepala mereka. Zea menghela nafas sesaat.

"Ada yang tau Azlan dimana?' tanyanya lagi.

Dan tak lama terdengar jawaban dari salah satu wanita dikelas tersebut.

"Biasanya Azlan kalau gak ke perpus ya di kantin," jawabnya.

Zea pun mengangguk.

"Thanks infonya. Sekali lagi maaf ganggu," tutur Zea setelah itu ia kembali berlari menuju kantin sekolah.

Saat dirinya sudah sampai di kantin, matanya dengan teliti mencari keberadaan Azlan yang ternyata tengah menyantap makanannya dengan teman-temannya tak terkecuali ada Erland juga disana.

Tanpa menunggu lama, Zea bergegas menghampiri Azlan.

"Azlan!" ucap Zea yang sudah berdiri di samping meja makan 8 orang most wanted SMA Balerix itu.

Azlan yang merasa dipanggil pun menolehkan kepalanya tak terkecuali dengan yang lainnya yang ikut mengamati Zea.

"Pipi lo kenapa?" tanya Erland sembari berdiri dan mengecek luka Zea.

"Aw, sakit elah main tekan gitu aja," tutur Zea.

"Sorry. Kita ke UKS sekarang, obatin luka lo itu," ucap Erland sembari menyambar tangan Zea untuk membawanya ke UKS.

"Er bentar, nanti aja deh ke UKS-nya. Luka gue gak parah-parah banget kok cuma bekas kuku aja," tutur Zea dengan lembut. Sebar-barnya Zea, dia akan bersikap lembut kepada sahabatnya itu yang tak lain dan tak bukan adalah Erland sang pujaan hati namun ia hanya bisa memendamnya walaupun sudah banyak yang tau dirinya menyukai Erland tapi untungnya semua orang tak berani memberi tahu kebenaran itu.

"Katakan siapa yang berani lukain lo?" geram Erland tak terima.

"Nanti gue kasih tau kalau gue udah ngasih bukti ke Azlan dulu," tuturnya.

"Bukti?" tanya Azlan yang sedari hanya diam menyaksikan percakapan antara mereka berdua.

Kini Zea kembali menghampiri Azlan dan tanpa permisi ia duduk di depan Azlan. Setelah itu ia mengotak-atik ponselnya untuk mencari foto tadi dan setelah menemukannya, Zea langsung menyerahkan ponselnya kearah Azlan.

"Tuh mobil lo di coret-coret sama komplotan adiknya Muna," ucap Zea. Azlan kini meraih ponsel milik Zea dan mengamati foto di dalam ponsel tersebut.

"Sial, berani sekali mereka berbuat seperti ini," geram Azlan sembari mengepalkan tangannya.

"Katakan mereka sekarang dimana?" sambung Azlan.

"Gue gak tau pastinya mereka berempat sekarang dimana. Terakhir gue tinggalin mereka di parkiran," jawab Zea.

"Kenapa lo malah ninggalin mereka? Bukannya malah mencegah perbuatan mereka tadi, hah?"

"Mana bisa gue cegah mereka kalau tubuh gue aja di cekal sama adiknya Muna," tuturnya.

"Jadi luka di wajah lo---" belum sempat Erland menyelesaikan ucapannya, suara Zea sudah menimpalinya.

"Iya, luka gue disebabkan oleh Muna karena gue tadi ngatain adiknya cabe alias wanita malam," tutur Zea jujur.

"Dan untuk mobil lo, gue minta maaf gak bisa cegah mereka buat coret-coret mobil lo," sambungnya. Terdengar helaan nafas dari Azlan. Namun setelah itu ia meninggalkan mereka semua.

"Az, Azlan maafin gue!" teriak Zea yang merasa bersalah. Tapi teriakannya tadi tak dibalas oleh Azlan yang sudah mulai menjauh dari hadapan mereka.

"Huh. Dia ngambek apa gimana sih? gue kan juga tadi di keroyok sama mereka berempat. Ya mana bisa aku ngelawan mereka satu-persatu yang ada guenya yang end tar," tutur Zea lirih.

Erland yang mendengar ucapan dari Zea pun tersenyum tipis bahkan sangat tipis kemudian tangannya ia gerakkan untuk mengacak rambut Zea.

"Udah jangan dipikir, sekarang kita ke UKS. Obatin luka lo dulu," ucap Erland. Dengan ogah-ogahan Zea berdiri dari duduknya dan berjalan terlebih dahulu menuju UKS. Erland menggelengkan kepalaku namun ia juga melangkahkan kakinya menyusul Zea ke UKS. Sedangkan ke-enam orang yang ditinggal di kantin tersebut sempat melongo atas perlakuan lembut Erland yang jarang ia perlihatkan dengan orang lain apalagi seorang wanita, tapi untuk kali ini benar-benar membuat orang-orang bingung dengan sikap Erland tadi. Apakah Erland tengah menaruh hati ke Zea? pikir mereka berenam tadi.

1
Rain Clar
Luar biasa
Bunda Hesty
zico ada saingannya nih
pia.
lahh ko anak nya 4 thorr?? siapa aja???
Bajul Sayuto
terlalu bertele-tele author ANJING!!!!!!!!
Bajul Sayuto
TERLALU BERTELE-TELE ANJING!!!!!!!!
Bajul Sayuto
cerita SAMPAH
Bajul Sayuto
cerita SAMPAH ANJING
Bajul Sayuto
hahahahahahaha cerita SAMPAH
Bajul Sayuto
cerita SAMPAH ANJING!!!!!!!!
Bajul Sayuto
cerita SAMPAH BABI!!!!!!
Bajul Sayuto
semakin kesini semakin gak jelas cerita SAMPAH ANJING!!!!!!!
Bajul Sayuto
cerita SAMPAH NAJIS CUUIIIHHH ANJING!!!!!!!
Bajul Sayuto
semakin gak jelas ANJING
Bajul Sayuto
iya eps ini gak jelas banget, kayak lu GAK JELAS ANJING!!!!!!!!!!
Bajul Sayuto
sok yes bener zico ANJING
ENDAH_SULIS
apa sikkk receh bgt ...gak jelas lu zea... kebanyakan cincong lebay
vera tri
terlalu banyak misteri dan rahasia ceritanya
San Nittt8
luar biasa keren
Yeni Erlinawati: terimakasih atas penilaiannya kakak 🤗 jangan lupa mampir di ceritaku yang lain ya❤️
total 1 replies
G Yarti
asik
Ayhu Surany
wawww
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!