Sekali dalam hidupnya Safana pernah jatuh cinta. Namun enam tahun lalu Ia mengubur semua hal tentang pria itu.
Hingga takdir mempertemukan mereka kembali, disaat Ia telah memiliki Ayu dan pria yang dicintainya memiliki Alia.
Akankah ia membiarkan pria itu memporak-porandakan hidupnya lagi demi sebuah cinta yang Ia ragukan pernah ada ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratna dks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rindu
Tak sampai satu jam menepuh perjalanan, mobil yang mereka tumpangi akhirnya tiba di hotel Hyatt Regency Casablanca.
Keduanya turun dan memasuki lobby yang di desain sangat modern. Prapta melakukan check in sebentar setelah itu room boy mengantar mereka ke guest king room yang akan masing-masing tempati.
Tiba di depan kamar masing-masing yang bersebelahan. Heidy urung masuk ke kamar yang sudah dipesankan Prapta.
"Ada apa ?" Prapta yang sudah berada dikamarnya heran.
"Kamarnya terlalu luas untuk kutiduri sendiri. Lebih baik kita sekamar."
Prapta mematung, Ia tak berpikir sekamar dengan Heidy. Ia takut tak bisa mengendalikan diri. Tanpa sekamarpun mereka sudah sering mencuri kesempatan untuk bermesraan.
"Ayolah, kau masih punya hutang padaku."
"Hutang apa ?" Prapta tak mengerti.
"Ingat sebelum kau menikah dengan Safana, kau pernah berjanji padaku akan mengabulkan apa saja permintaanku. Sekarang aku menagih janji itu."
Prapta terdiam, mencoba mengingat apa yang barusan dikatakan Heidy.
“Lain kali saja. Lain kali akan kupenuhi permintaanmu,” Prapta mengangkat dua jarinya bersumpah.
“Apapun itu permintaannya ?,” Heidy seperti punya peluang.
Prapta mengangguk mengiyakan
“Kau tahu Aku bukan type pria yang suka ingkar janji.“
Prapta menggelengkan kepala menyesali ucapannya tempo hari.
"Baiklah. Kau boleh sekamar denganku. Tapi tidak dikamar ini. Aku akan menukarnya dengan guest twin room" Prapta menarik kopernya keluar dan kembali ke lobby.
Heidy yang membuntuti dibelakangnya tersenyum penuh kemenangan.
Ruang kamar yang besar dengan jendela menghadap ke arah laut lepas. Di dalamnya terdapat two twind beds dan televisi layar datar berukuran tiga puluh dua inci. Interiornya minimalis modern jauh dari sentuhan arabic.
"Aku suka kamarnya. Tapi tidak tempat tidurnya" Heidy menggoda Prapta.
Ia meletakkan tasnya ke atas ranjang dan pergi ke bathroom. Menggagumi design toiletnya dan juga fasilitas bathtub, shower, dan bathrobes-nya.
Prapta yang melihat Heidy sudah masuk kamar mandi menghubungi istrinya.
"Hallo" Safana menerima telphonenya. Tapi Ia belum tahu kalau itu dari Prapta. Nomer Prapta yang kembali berubah mengikuti kode area negara yang didatanginya membuat Safana tak menyadari.
"Pagi Safana. Ini Aku, suamimu" Prapta menyapanya.
Safana yang tengah bermalas-malasan dikamar membaca majalah tertegun.
"Iya" Safana tak tahu harus bicara apa. Sejujurnya Ia rindu pada suaminya, bagaimanapun kelakuan pria itu Ia terlanjur terbiasa dengan kehadirannya.
"Kau masih marah padaku ?" Entah kenapa saat jauh seperti ini Prapta diliputi rasa bersalah tak mengajak istrinya dan meninggalkannya sendirian dijakarta.
Safana lama terdiam tak menjawab, Ia sebenarnya masih marah dan ingin membenci suaminya. Tapi perasaan cintanya lebih besar dari apapun sehingga membuatnya hanya mampu menyimpan kesal sendiri.
"Tidak" Safana akhirnya menjawab.
"Aku senang kau tidak marah lagi" Prapta dirambati kerinduan. Mendadak ia ingin memeluk istrinya.
"Aku baru tiba di hotel. Mau bersiap-siap untuk berangkat ke tempat pameran dan menata display di stand. Aku pamit dulu."
"Semoga lancar Mas."
"Aku mencintaimu Safana" Prapta menutup ponselnya.
Safana masih tertegun memandangi ponselnya, matanya berkaca-kaca. Ia dihimpit rindu bertemu suaminya.
Bertempat di Foire Internationale de Casablanca, international trading days berlangsung. Pada pembukaan hari pertama, pejabat setempat dan wakil dari tiap negara yang terlibat dalam pameran hadir.
Pengunjung cukup ramai, banyak importir dan buyer dari eropa, afrika dan timur tengah yang hadir untuk melihat stand-stand yang ada dan produk-produk furniture, kerajinan, perhiasan, fashion, kulit, plywood dan pangan yang ditawarkan tiap peserta pameran.
"Kawung of Yogyakarta batik motifs have meaning courage and justice Kawung patterned circle motif similar to coconut neatly arranged geometrically.
Sometimes, this motif is also interpreted as a lotus flower with four leaves flowers chapped.
Lotus is a flower that symbolizes longevity and purity." Prapta tampak sibuk menerangkan dalam bahasa inggris makna dibalik motif kemeja batik yang dipegangnya pada pengunjung yang bertanya.
"Semen Rante batik motifs of solo usually patterned image chain and ylang flowers, used in order bride to a lasting marriage" begitupun Heidy sibuk menerangkan pada pengunjung lainnya yang penasaran dengan warisan budaya indonesia tersebut.
Kesibukan keduanya membuat mereka tak sempat beristirahat sejak pameran dibuka siang tadi. Untungnya waktu acara yang hingga pukul sepuluh malam menyelamatkan mereka untuk berhenti sejenak dan melanjutkan promosi dagang esok hari hingga dua minggu ke depan.
semangat brkarya
seperti biasa karya kak Ratna selalu menarik untuk d baca❤❤❤
up
up
up
di tunggu up nya