NovelToon NovelToon
Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Cintamanis / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Identitas Tersembunyi / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: ZiOzil

Untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada orang tua angkatnya, Arabella bersedia menyamar dan menikah dengan Fardhan, lelaki yang sebenarnya dijodohkan dengan kakak angkatnya.

Fardhan adalah lelaki berhati dingin yang terluka karena cinta sebelumnya. Meskipun dia tahu keluarga angkat Bella telah menipunya, tapi dia tetap menikahi gadis itu.

Tapi cinta masa lalu Fardhan hadir kembali, merusak apa yang sudah terjalin dan membuat dia dilema. Sementara Bella merasa bersalah karena sudah membohongi Fardhan dan Ibunya.

Akankah Fardhan dan Bella mampu mempertahankan rumah tangga mereka setelah semua rahasia terbongkar?
Atau justru berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Fardhan dibantu oleh Bella, membaringkan Ranti di atas ranjang dan membetulkan posisi tidurnya, sementara Keyla hanya berdiri memandangi Ranti dengan tatapan yang tak terbaca.

Bella hendak keluar mengambil air minum, tapi Ranti menahan lengannya.

"Mau kemana?" tanya Ranti dengan suara yang lemah.

"Ambil air minum untuk Ibu." jawab Bella.

"Nggak usah! Kau disini saja temani Ibu, biar Fardhan yang ambilkan."

"Biar aku yang ambil." Fardhan langsung beranjak ke dapur.

Ranti menarik Bella agar duduk di sisi ranjang.

"Ibu mohon jangan pergi kemana-mana! Temani Ibu, ya, Karin?" pinta Ranti penuh harap.

Bella mengangguk. "Iya, Bu. Aku nggak akan kemana-mana."

Keyla hanya memutar bola matanya melihat interaksi menantu dan mertua itu, tentu dia merasa tak suka.

Tak lama kemudian, Fardhan pun kembali ke kamar Ranti dengan segelas air putih hangat.

"Ini, diminum dulu, Bu."

Fardhan membantu Ranti duduk dan meminum air putih yang dia bawakan.

"Sudah, Dhan." Ranti kembali berbaring setelah selesai minum.

"Bagaimana, apa dada Ibu masih sakit? Atau kita ke rumah sakit aja, ya, Bu?" tanya Fardhan cemas.

"Nggak usah! Sudah agak mendingan kok. Sekarang Ibu mau istirahat, tapi ditemani Karin." ujar Ranti sambil memegang tangan Bella.

"Ya sudah, Ibu beristirahatlah. Aku dan Keyla akan keluar." sahut Fardhan.

Fardhan segera mengajak Keyla keluar dari kamar Ranti dan menutup pintu.

Setelah kepergian Fardhan dan Keyla, Ranti pun bangkit lalu duduk di atas ranjang. Bella sampai terkejut melihat aksi mertuanya itu, bukankah barusan dia mengeluh sakit, tapi sekarang ....

"Ibu ...?" Bella menatap penuh tanya.

"Ibu hanya pura-pura saja supaya kau nggak jadi pergi." bisik Ranti.

Bella tercengang mendengar pernyataan mertuanya itu, dia sungguh tak menyangka ini semua hanya sandiwara.

"Kau ini gimana sih? Ada ular mau masuk ke rumah kok malah dibiarkan? Ibu kan sudah bilang, kau harus menjauhkan Fardhan dari wanita itu. Kenapa kau malah pergi dan meninggalkan mereka?" Ranti mengomeli Bella.

"Maaf, Bu. Aku ...."

"Sudahlah! Sekarang kau keluar, dan buat wanita itu secepatnya angkat kaki dari rumah ini. Ibu nggak suka dia ada disini. Kau tahu kan apa yang harus kau lakukan?"

"Aku harus mengusirnya?"

"Kalau kau mengusirnya dengan cara yang biasa, dia pasti kembali lagi nanti. Harus dengan cara halus dan elegan." ujar Ranti.

"Maksudnya gimana, Bu?"

Ranti mengembuskan napas. "Kau ini polos sekali."

"Mesra-mesraan dengan Fardhan dihadapannya dan sindir dia secara halus, buat dia nggak berkutik. Pokoknya sampai dia angkat kaki dari sini!" pinta Ranti antusias.

"Aku harus melakukannya? Tapi ...." Bella mendadak ragu, dia tentu canggung kalau harus bermesraan dengan Fardhan meskipun lelaki itu suaminya.

"Iya, sudah cepat sana! Sebelum ular itu mematuk suamimu."

"Ba-baik, Bu." Bella pun bergegas keluar dari kamar Ranti dan bersiap untuk memulai aksinya walaupun dengan berat hati.

Dia memang kesal melihat Keyla dekat dengan Fardhan, tapi dia juga tak bisa semudah itu bersandiwara, apalagi pura-pura mesra dengan suaminya yang dingin itu. Tapi dia tetap harus melakukannya.

***

Di ruang tamu, Keyla sedang berusaha merayu Fardhan, dia kembali mengungkit-ungkit masa lalu mereka dan menyatakan penyesalan karena telah meninggalkan mantannya itu.

"Dhan, aku menyesal telah menuruti orang tuaku dan menikahi Danar. Andai aku nggak menikah, kau juga pasti nggak akan menikah dengan wanita itu. Aku tahu kau masih mencintaiku, sama seperti aku yang juga masih mencintaimu." ucap Keyla sambil terisak-isak.

Fardhan yang galau hanya terdiam, dia tak tahu harus berkata apa lagi. Apa yang dikatakan Keyla itu benar, dia (mungkin) masih mencintai wanita itu. Tapi perasaan aneh yang semalam dia rasakan seolah mengusik relung hatinya.

"Dhan, kemarin aku berjanji nggak akan mengganggumu setelah bercerai dari Danar, tapi sekarang aku berubah pikiran. Aku berharap setelah bercerai, aku bisa kembali padamu. Aku rela kalau harus jadi istri kedua. Aku benar-benar tak bisa hidup tanpamu, Dhan." lanjut Keyla tak tahu malu.

"Tapi aku ...." Fardhan tak sempat melanjutkan kata-katanya, karena Bella mendadak muncul dan langsung menyela pembicaraan mereka.

"Apa pun cerita sebenarnya, bagaimana pun kondisi maupun perasaanmu. Jangan terlalu berharap akan ada yang bersimpati padamu. Bersikukuh merebut suamiku, hanya akan menganugerahimu cap kotor, perebut laki orang. Aku rasa wanita terhormat seperti dirimu nggak akan menyukai julukan itu." ujar Bella menohok.

Keyla langsung menatap tajam Bella, tapi sedetik kemudian berpura-pura sedih. "Karin, maafkan aku. Aku hanya iri kepadamu karena bisa memiliki Fardhan, sementara aku dengan bodohnya melepaskan dia."

"Sepertinya aku harus banyak bersyukur mulai sekarang, karena Tuhan memberikanku nikmat sampai membuat seseorang iri. Tapi kalau waras, orang itu bakal berusaha yang terbaik dalam hidup. Bukannya ingin merebut atau menggantikan posisi orang lain." sindir Bella sinis.

Fardhan tak menyangka Bella yang selama ini baik dan pendiam itu bisa berkata dengan begitu menusuk.

"Karin!" Fardhan memberi tatapan peringatan pada Bella, tapi wanita itu tak perduli. Tujuannya adalah membuat pelakor ini angkat kaki.

Emosi Keyla mulai terpancing, dia kembali menatap tajam Bella. "Kau sedang menghinaku?"

"Apa aku masih bisa menghina sesuatu yang sudah terhina? Ayolah, aku hanya sedang memperingatkan dirimu, bahwa untuk bahagia nggak harus merebut milik orang lain." sahut Bella santai.

"Kau ini!!" Keyla geram dan ingin menampar Bella, tapi Fardhan menahannya.

"Karin! Keyla! Sudahlah! Ibu sedang sakit sekarang, jangan membuat keributan!" bentak Fardhan menengahi.

"Dia duluan, Dhan! Dia menghinaku." Keyla kembali terisak-isak.

Tapi tanpa diduga, Bella mendekati Fardhan dan bergelayut manja dipundaknya, membuat lelaki itu sontak menatapnya sambil mengernyit heran.

"Tadi Ibu titip pesan, dia ingin segera punya cucu. Yuk, buat!" Bella berbicara dengan mesra sambil mengerlingkan matanya. Meskipun sebenarnya dia geli mendengar ucapannya sendiri.

Fardhan tercengang mendengar permintaan istrinya itu, dia mendadak gugup. "Ka-kau ...?"

Begitupun dengan Keyla, dia tak menyangka Bella akan bersikap genit seperti itu.

"Ssstt, aku nggak menerima penolakan. Yuk!" Bella meletakkan jari telunjuknya di bibir Fardhan, lalu menarik lengan suaminya itu, membuat jantung Fardhan berdebar semakin kencang.

"Ta-tapi ...."

"Ayolah?" Bella menyeret Fardhan ke kamar, lalu berteriak kepada Keyla sebelum menutup pintu kamarnya. "Jangan lupa tutup pintunya kalau kau pergi ya!"

"Berengsek!!" umpat Keyla. Dia kesal dan cemburu melihat adegan tadi, dengan perasaan geram, dia segera pergi dari rumah Ranti dan membanting pintu depan.

***

1
Nur Hayati Dzacaulnaufin
Luar biasa
Shifa Burhan
pertanyaan simpel author kan membenarkan pertemanan dan semua intraksi bella dan raka

jadi begini misalnya suami author punya teman cewek yang perhatian pada suami author (kayak perhatian raka dan bella) dan suami author dengan senang hati menerima segala kebaikan cewek itu, dan suami author berinteraksi dengan cewek itu kayak intraksi raka dan bella
bagaimana perasaan author

coba tanyakan pada dirimu thor
*jika kau Terima suamimu berteman dan berinteraksi dengan cewek lain (kayak interaksi raka dan bella) maka pola pikir mu tidak ada masalah
*tapi jika kau tidak suka suamimu berteman dan berinteraksi dengan cewek lain ( kayak interaksi raka dan bella), maka pola pikir mu ada masalh thor

renungkan lah

saat di novelmu, kau membenarkan seorang istri berteman dan diperhatikan pria lain dan semua interkasi sang istri dengan pria lain kau benarkan maka tanya kan pada dirimu sendiri apakah kau Terima juga jika suamimu punya teman cewek dan diperhatikan oleh cewek lain

renungkan lah
Jenk Ros
kren
Prida Siregar
kisah yg sangat mengharukan tapi semua indah pada waktunya
Nia Kania
Sedih bngt. dgn nasib Bella
Beauty JK
😍
Ninik Klein
Bela tidak salah Han yg salah orang tua angkat nya
Maun Rr
ttp sabar untuk bella
merti rusdi
tadi Keyla bilangnya tante Clara
merti rusdi
Melihat novel ini krn lewat di home, trus cek babnya ga terlalu banyak, dan biarpun temanya pasaran, tapi penokohannya sedikit berbeda. Ngga ada CEO tajir melintir tujuh turunan delapan tanjakan sembilan tikungan
Rosa Rosiana
kyknya pernah baca
Rilly
bagus
Rara Kusumadewi
bapaknya Raka kayaknya....yang hamilin ibu bara
Rara Kusumadewi
pasti Danar.... bunganya itu yang ngaku reksa sahabat fardan
Rosa Rosiana
hadir
emma sukmawati utami
ringan dibacanya ga bertele2,ga kayak siinetron yg terus berkembang tokoknya ampe pusing,mantap thor.
halimah abdul hayes
Bukan kah fardan ada mobil?
Author Gabut.: kan udah dijual waktu keluarga nya bangkrut kak, makanya dia beli motor.
total 1 replies
Dahln Harun
suka ax klu critax enggak trlalu panjang dan enggak bertele2..makasih Thor atas karyax.
EBI
menarik
EBI
segitunya ya klo lg cemburu 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!