Moren memiliki wajah yang cantik dan postur tubuh yang tinggi sempurna.
Moren bersahabat dengan Elsa dan juga Moza dan itu sebelum Moren mengetahui kebusukan Elsa, dan Elsa yang telah berhianat dengan Moren dengan iya menjalin hubungan dengan Papaku.
SAHABATKU ISTRIMUDA PAPAKU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Kuda besi terus berjalan menyelusuri jalan Jakarta metropolitan arah ke diaman Susi pagar hitam menjulang tinggi gerbang terbuka lebar di hiasi bunga-bunga dan janur kuning tepat depan mension Susi.
"Stop pak kadir." perintah Hendrik
"Baik tuan?." kata pak kadir yang di perintah oleh Hendrik berhenti.
"Sepertinya lagi sedang ada acara, coba pak kadir tanyakan lebih jelas lagi" Ujar Hendrik
Pak kadir pun menuruti perintah tuan nya Pak Kadir keluar dari mobil lalu mendekati scurity yang sedang berjaga tepat depan rumahnya.
"Permisi pak, saya mau tanya apa disini sedang ada acara?" tanya lah Pak Kadir dengan pak sekuriti yang bertugas menjaga keamanan
"Oh..., betul sekali Pak bapak cari siapa?"jawab joko
"Baik, pak terima kasih ya pak saya permisi dulu" Kata pak kadir kemudian pak Kadir berlalu pergi kembali ke di mana mobi parkir.
Hendrik keluar dari mobil mendekati langkah Pak Kadir.
"Ada Ada disana?" tanya Hendrik serius.
"Sedang ada acara pernikahan sepertinya tuan" Ucap Pak Kadir menyampaikan apa yang Ia lihat.
Hendrik mengira-ngira Susi menikahkan Morena tanpa seijin dirinya. Hendrik mulai emosi dan langsung menuju kediaman yang sedang mengadakan hajat pada waktu itu pernikahan Susi dan Sandi.
Dengan langkah cepat Hendrik memasuki kediaman disusul Elsa mengejar Hendrik.
"Susi..!, keluar!.." Teriak Hendrik di depan gerbang karena tidak mendapat ijin masuk oleh Sekuriti tanpa undangan dari pemilik hajat.
Joko sebagai keamanan sudah berusaha menahan Hendrik agar tidak menerobos masuk ke dalam.
"Bapak jangan buat kerusuhan.., disini sedang ada acara penting pak..!" Kata Joko sedikit keras.
"Kamu tidak tahu? siapa saya?. Saya Papanya Morena anak saya menikah tanpa seijin saya sebagai wali!? kamu suruh saya tenang." kata Hendrik sambil menunjuk wajah Joko.
Morena sedikit mendengar suara kegaduhan di luar Morena coba keluar melihat siapa yang sudah buat keributan;
Papah, mau apa dia kesini, Gerutu Morena pelan.
Morena mengerut kan dahinya melihat Elsa bersembunyi di balik punggung Hendrik.
Morena berjalan mendekat kearah Hendrik.
"Morena...Morena maafkan papa nak ijin kan papa menjadi wali di pernikahan mu ya Nak kalau tidak pernikahan kamu tidak Sah Nak sayang"
Seketika Morena menepis tangan Papanya dengan kasar.
Morena pun semakin tidak mengerti apa yang ucapakan Papanya.
"Kenapa Papa kesini sama Elsa?" tanya Morena.
"Biar nanti Papa jelaskan, sekarang ijinkan Papa masuk untuk menjadi wali kamu" Ucap Hendrik memohon.
Hendrik menyentuh tangan Morena lagi-lagi Morena tepis tangan Papanya.
"Jangan sentuh saya pap..!, saya benci Papa!. Papa tahukan dia itu sahabat Morena tapi Papa tega! menghiyanatinya Mama sama sahabat Morena Pah!" teriak Morena sambil menunjuk wajah Papanya.
Dan Lu Elsa! sahabat gue kita selalu sama-sama! Gue benci sama Lu Elsa! ini yang di artikan sahabat?. Sahabat macam apa yang sudah tega menghancurkan keluarga Sahabatnya Cih! Silahkan kamu ambil Papaku!, sekarang pergi dari hadapan gue!. Kamu tidak malu datang rumah gue?, bersama pria yang seharusnya menjadi Papa Lu!" Ucap Morena menunjuk wajah Elsa. sudah memiliki istri, dan dia itu papa ku.!,"
Plak! sebuah tamparan melayang ke wajah cantik Morena hingga memerah bekas tamparan
"Cukup Morena! kamu sudah melampaui batas! bagaimana pun juga dia itu mama sambungan kamu.!"
"Aku tidak sudi! mengakui dia Mamaku, sahabatku istrimu muda Papaku!, tidak akan pernah Pap!"
Semua para undangan keluar semua yang ada di dalam mendengar ke gaduhan.
"Hendrik...!, hentikan." teriak Susi sambil berlari-lari dan juga Sandi langsung mendekap tubuh Morena yang bergetar merasakan sakit bukan kasih sayang yang Morena dapatkan dari Hendrik melainkan tamparan dari seorang bapak yang tak pernah memberikan kasih sayangnya Bahakan Hendrik tidak pernah ikut andil membesar kannya.
"Kamu memang bapak dari putriku tapi kamu tak berhak! mengotori tangan mu di wajah putriku. Oh...!, ini rupanya wanita idaman kamu.
Susi tepuk tangan di depan wajah Hendrik dan di depan semua para undangan. Pergi kalian dari rumah ku jangan pernah lagi kamu injakan laki di rumah lagi, satu lagi buat kamu Elsa. kamu bukan sahabat tapi musuh dalam selimut putriku, wajah cantikmu kau tukar dengan harta untuk memenuhi kebutuhanmu. Tapi sayang sampah tidak sebanding dengan barang Antik yang sudah tua seperti yang pernah kamu kirimkan pesan untuk ku." Susi berkata dengan penekanan.
Akhirnya Elsa angkatan bicara.
"Nyonya Susi yang terhormat" Elsa membalas Susi menyebut nya dengan penekanan.
"Saya tidak pernah merayu suami kamu tante suami kamu yang mau sama ku, lagi pula saya sama suami kamu sejak Tante dan Mas Hendrik ibaratkan gelas kaca sudah retak!."
Serangan dari Morena kembali mencabik-cabik pakaian Elsa, menjambak rambutnya.
"Jangan perah sebut nama mama ku dengan Mulut kotor kamu! ******, kalau mau ambil sana Lu ingin kaya kan? tanpa kerja. Jadi bisanya hanya merebut milik orang lain tanpa memikirkan perusahaan istrinya, tidak apa-apa sih Mama ku sekarang menikah sama pria yang jauh lebih baik."
Deg!! sontak Hendrik oleh kata Susi menikah
Hendrik menarik paksa Elsa keluar dari halaman rumah mewah Susi.
"Kurang ajar tuh nenek Peot awas aja!." ancam Elsa.
"Pak kunci mobil nya" Perintah Hendrik.
Kemudian Hendrik kembali ke kediaman Susi.
"Tunggu..!" Kata Hendrik,
Morena yang masih dalam genggaman Sandi Susi menengok ke arah sumber suara.
"Ada apa lagi.?." kata Susi.
"Ingat Morena itu anak saya jadi kalau suatu saat dia menikah tanpa ijinku aku anggap pernikahan itu tidak Sah!" ujar Hendrik.
"Anak!?.sejak kapan kau mengakui dia anak? Sejak kecil aku yang merawatnya, saat morena menangis kamu dimana saat tengah sakit kamu dimana dan satu tahun dan sekian tahun, dia jatuh apa kau ada?. saat dia menangis saat haus meninta susu apa kau ada?. saat Morena di culik dua bulan yang lalu apa kau ada?, tidak ada Hendrik!. dia darah daging mu tapi dia bukan anak mu!. karena kamu tak pernah menyentuh seujung kulit ari pun untuk membesarkan.
Hendrik membungkam seribu bahasa tak ada jawaban semua yang katakan Susi benar adanya keganjalan yang ada di hati susi selama bertahun-tahun hari ini ibarat balon pecah Meledak di saat yang tepat Susi sekarang merasa lega selama bertahun-tahun dia simpan sekarang meledak di hadapan semua para undangan.
"Sekarang pergi, jangan tunjukan lagi batang hidung mu di hadapan saya dan putri mu" jari Susi menunjuk ke arah pintu keluar."
Hendrik berbalik badan lalu keluar berjalan Menunduk. wajah nya seperti kepiting rebus merah. karena malu di saksikan para investor tidak mungkin tidak ada yang mengenal Hendrik dari salah satu undangan yang datang.
...----------------...
Terima kasih. sudah like dan Rate di karya kecil ku.
Khusus episode paska penculikan.
Apakah tidak ada polisi dilibatkan?
Apakah tidak ada telpon? Kalau tidak ada, bisa kan Moren kirim surat untuk ibunya. Mengabarkan keadaannya dan dimana dan dengan siapa dia tinggal. Kasus penculikan harus diusut. Jangan pasrah
apik ceritane..
lanjuut thoor
pelakor mulai muncul
bakal ad yg jadian nih