Ini Karya Pertamaku. Hasil ide pemikiran aku. Bukan plagiat. jika ada kesamaan itu adalah ketidak sengajaan. mengandung unsur 21++ karna tokohnya bukan anak remaja.
Menceritakan kehidupan empat bersaudara yang kaya raya tetapi sulit menemukan pasangan karena saudara tertua yang belum menikah walau sudah hampir 40 tahun, sehingga perjodohan pun dilakukan agar adik adiknya mau menikah.
Cinta segitiga pun terjadi antara dia dan adiknya. begitu juga saudara saudara yang lainnya mengalami apa yang namanya cinta segitiga dalam mendapatkan pasangan
Mohon dukungannya 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kak rosesyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23
🌻🌻🌻🌻🌻
Wardah dan Jenni sarapan pagi berdua saja tanpa ibu Cahaya.Pagi pagi sekali ibu Cahaya pergi ke tempat saudaranya yang berada diluar kota.Ibu Cahaya akan membagikan undangan pernikahan Wardah pada saudara saudaranya disana.
'' Kakak hari ini masih kerja? '' tanya Jennie sambil mengunyah roti sandwich isi sayuran kesukaannya.
'' kan masih hari jumat de,tentu saja kakak kerja. kamu sendiri gak kuliah? jam segini masih aja pake piyama tidur.'' jawab wardah yang melihat Jennie masih dengan piyama tidur model ayam.
'' mumpung ga ada ibu...hehe,tar aku kuliah jam 10 kak'' balas jennie sambil cengengesan
'' Kakak mau berangkat dulu de, kamu hati hati tar kalau berangkat kuliah.kunci pintu jangan lupa. Assalamualaikum'' ucap Wardah sambil beranjak pergi meninggalkan Jennie
'' Waalaikumsalam kak, hati hati ''jawab jennie
Wardah membuka pintu pagarnya, lagi lagi ada mobil yang terparkir di jalan depan rumahnya.Arya menjemput Wardah lagi hari ini. Wardah yang tak mau ada masalah memilih diam dan menurut, masuk kedalam mobil Arya.
'' kamu sudah sarapan ?'' tanya Arya
'' sudah '' jawab Wardah singkat
'' Aku belum sarapan, kamu temani aku dulu'' ucap Arya datar , lalu Arya memarkirkan mobilnya di sebuah kedai Bubur Ayam. Arya turun dan Wardah mengikutinya. ekspresi keduanya sama sama dingin, mungkin kalau orang bisa berpendapat mereka seperti suami istri yang sedang berantem lalu diem dieman.
'' Kamu beneran sudah makan?'' tanya Arya yang kini duduk berhadapan di kedai bubur Ayam.
'' sudah om'' Wardah menjawab dengan wajah sedikit menunduk.
''ya sudah,aku pesankan kamu minuman aja'' ujar Arya.
Arya kemudian memesan bubur ayam juga minuman untuk dirinya dan juga Wardah. Tak lama pesanan pun datang. Arya dengan lahap memakan bubur ayam kesukaannya, Tak butuh waktu lama, bubur ayam telah habis berpindah ke dalam perut Arya. Wardah hanya diam memandang Arya. Sesekali Wardah meminum Teh manis di tadi Arya pesan untuk menghilangkan gugup. Arya yang sadar diperhatikan Wardah menyunggingkan senyum.
'' Sudah selesai, Ayo sekarang aku antar kamu ke kantor Kak Nisa '' ajak Arya.
'' Iya Om.'' balas Wardah
Arya kemudian menarik tangan Wardah, Wardah yang tangannya tiba tiba digenggam Arya tersentak kaget.di tuntunnya Wardah sampai mobil, Arya juga membukakan pintu mobil untuk Wardah.
'' Ada apa dengan dengan dia, hari ini bersikap manis sekali. biasanya ketus atau datar tampak ekspresi...sekarang malah senyum gitu. kalau di liat liat dia cukup tampan meski dah tua, mungkin masih mudanya sama tampannya dengan Kak Dean'' Batin Wardah.
Tak berapa lama mobil Arya pun tiba di Kantor Anisa, dengan sigap membukakan pintu mobilnya buat Wardah. Setelah itu ia menggengam tangan Wardah. semua karyawan menundukkan kepala karna mereka tau Arya Adik Anisa. Wardah merasa canggung dan malu dengan karyawan lain yang melihat dirinya bersama Arya. Arya dan Wardah langsung naik lift khusus.jadi hanya mereka berdua di dalam lift
'' Om kok ikut masuk ke kantor ini ? om gak pergi k kantor om? '' Wardah memberanikan bertanya
'' Apa salah ku mengantar calon istriku ke kantornya?'' Arya malah balik bertanya
'' ti-tidak om'' jawab Wardah gugup
'' Hari ini Anisa keluar kota, jadi aku akan menggantikan dia sementara. untuk urusan perusahaan aku, Aku bisa bekerja dari sini'' Arya menjekaskan
Pintu lift pun terbuka, Wardah dan Arya pun ke ruangan kerja masing masing. Saras yang melihat Wardah datang dengan Arya sedikit terkejut.ini pertama kalinya Wardah dan Arya jalan bersama di Kantor.
'' Hai Wardah, tumben bareng.mentang mentang seminggu lagi menuju halal'' goda Saras
'' Apaan sih kamu Ras'' ucap Wardah sedikit tersipu, jujur Wardah hari ini merasa senang karna Arya tak memperlakukan kasar padanya seperti kemarin.
'' cieehh..malu ni yeh, pipinya merah'' Saras terus menggoda Wardah
'' Udah sana kembali ke meja kerja kamu, ni udah bel masuk '' Wardah mengalihkan pembicaraan mengusir Saras, Wardah mulai menyalakan laptopnya dan mengerjakan tugas tugas yang telah menumpuk di mejanya.
'' Siap bu Bos, Saya kembali ke meja kerja saya '' Saras memberikan hormat kepada Wardah dengan meletakan telapak tangan kanannya di dahi sambil cengengesan, lalu dia pun pergi ke meja kerjanya. Wardah yang melihat tingkah Saras hanya menggelengkan kepala.
🌿🌿🌿🌿🌿
Di tempat lain diluar kota,Di pemakaman umum nampak Anisa berdiri duduk disamping pusara kedua orang tuanya. Raut kesedihan terlihat jelas di wajahnya. Siang itu Anisa sengaja mengunjungi makam orang tuanya untuk berziarah.
'' Bunda, Ayah...Maafkan Nisa, selama ini jarang berkunjung ke makam kalian. Nisa terlalu sibuk mengurus Perusahaan juga Adik adik. Bunda, Ayah...Nisa mohon restu kalian, Arya minggu depan akan menikah. meski Bunda dan ayah tak bisa bersama kami, tapi Nisa yakin Bunda dan Ayah melihat kami. Sekarang pasti Bunda dan Ayah bahagia, Karna Arya anak kesayangan kalian akan menikah.'' Anisa berbicara seolah olah bersama kedua orang tuanya.
" Bunda Ayah...Nisa doakan semoga kalian dilapangkan kuburnya, diampuni segala dosanya dan selalu dalam nikmat kubur. aamiin" kemudian Anisa pun membacakan doa untuk kedua orang tuanya dengan khusu.
Selesai berziarah ke makam orang tuanya, Anisa lalu ke rumah besar peninggalan orang tuanya yang tak jauh dari pemakaman umum, setelah berjalan kaki sekitar 10 menit Anisa sampai Rumah besar. Tampak begitu Asri dan bersih,meski jarang ditempati tapi selalu dibersihkan oleh pelayan pelayan yang ada dirumah itu.
Anisa masuk ke dalam rumah, semua terlihat sama dan tak ada perubahan. Air mata Anisa tiba tiba menetes, teringat kenangan masa lalu disana dimana ia dan adik adiknya pernah tinggal.
Anisa duduk di sofa yang berada diruang keluarga, dipandangnnya foto keluarganya. Tampak dalam foto tersebut kedua orang tuanya duduk bersama sambil memangku Dean yang masih balita.di barisan belakang ada Anisa yang menggendong putranya Bisma lalu suaminya Anisa.lalu Arya yang saat itu masih SMP ,kemudian Bara dan Chandra yang masih SD.
'' Tak terasa semua kebahagian bersama itu harus berakhir seiring berjalannya waktu. Maafkan Anisa Bunda Ayah''
bathin wardah lirih
Saat Wardah sedang dalam lamunannya. Seseorang datang menghampirinya dan seketika Anisa geram.
" Selamat Siang Nyonya, Saya membawakan laporan yang nyonya minta, ini nyonya'' Orang itu membungkuk hormat lalu menyerahkan map berisi laporan yang Anisa minta.
'' Bagus, terimakasih laporannya. Terus Awasi mereka jangan sampai mereka lolos, kamu kerahkan orang orang kita, perketat penjagaan'' Anisa memerintah dengan tegas
'' Baik Nyonya, kalau begitu saya permisi Nyonya '' Ucap orang itu kembali membungkuk hormat lalu pergi
Anisa membuka Map coklat itu dan melihatnya dengan serius.Raut wajah Anisa begitu geram
'' hmm..mengajak bermain main rupanya anak ini, kita liat saja siapa yang akan menang. Tak akan ku biarkan ada yang mengusik keluargaku. Dia belum tau kalau Aku pemimpin mafia rahasia.'' Anisa berbicara sendiri kemudian tersenyum smirk.
Selama ini tak ada yang tau kalau Anisa ternyata memimpin geng mafia rahasia. geng yang tak pernah muncul ke publik tapi selalu namun selalu bisa menaklukan musuh musuhnya. Adik adik Anisa pun tak tahu dengan Geng yang dipimpin Kakaknya. yang mereka hanya Anisa yang lembut dan perhatian.
Bersambung
.
.
.
Mohon dukungannya dengan beri Vote,Like,Love,Gift dan Coment
Terima Kasih buat yang Telah membaca karya aku.😊😊😊
Semangat