NovelToon NovelToon
Perjodohan Karena Hutang 2

Perjodohan Karena Hutang 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cinta beda status / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 5
Nama Author: Maisy Asty

Mohon diharapkan sopan dalam berkomentar.

Sebelum membaca novel ini disarankan membaca perjodohan karena hutang yang pertama dulu ya, karena ini adalah cerita lanjutan perjodohan karena hutang pertama.

Disini saya akan menceritakan tentang kehidupan anak-anak mereka, yang tentunya tidak kalah seru dengan para orang tua mereka.

Danis adalah anak dari Risa dan Denis, Danis yang terbiasa hidup mewah dan tidak pernah kekurangan tapi tiba-tiba Denis mengambil semua fasilitas yang Denis berikan pada Danis.

Dan tentunya kenapa Denis mengambil semuanya, Denis punya alasan tertentu dan ingin membuat anaknya bisa menghargai apa yang dia punya bukan menghambur-hamburkannya tidak jelas.

Sampai akhirnya Danis hidup menjadi laki-laki biasa karena hukuman dari sang papa dan bertemu dengan seorang gadis yang sangat membenci laki-laki kaya.

Dan pertemuan itu membuat Danis jatuh hati pada gadis itu. Tapi bagaimana cara Danis jujur pada gadis itu kalau dirinya adalah anak orang kaya? Sedangkan gadis itu sangat membenci laki-laki kaya. Ya tentunya sang gadis juga punya alasan kenapa dia bisa membenci laki-laki kaya.

Penasaran dengan cerita cinta mereka? Dan bagaimana nanti Danis akan mengatakan kejujuran pada sang gadis.

Baca yuk karya Author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23.Disidang calon mertua.

"Iya tante, Dafa juga bisa jelaskan!" Kata Dafa pada Alya dengan begitu sopan.

"Baru jadian kemarin, ini mau di sidang sama calon mertua." Hati Dafaberbicara.

"Masuklah! Jelaskan semuanya!" Panji dan Alya sama-sama menatap Alya dan Dafa dengan sorot mata penuh tanda tanya?

.

.

Sesampainya di dalam rumah Aqila, Dafa sebenarnya merasa deg-deggan apalagi ia sudah lama tidak bertemu dengan Alya dan Panji, karena selama ini keluarga Aqila tinggal diluar negeri.

Aqila hanya bisa menyimpan tawanya melihat wajah tegang Dafa dihadapan kedua orang tuanya.

"Dafa, dulu kamu ngadepin mama dan papa aku sebagai tante dan om. Dan hari ini kamu harus menghadapi mereka sebagai calon mertuamu." Aqila tertawa dalam hatinya.

"Ehem...." Panji berdehem untuk memecahkan keheningan yang ada.

"Dafa, jelaskan kenapa Aqila bisa bersamamu? Apa semalam kalian menginap diluar bersama?" Tanya Alya dengan tatapan serius, membuat Dafa semakin deg-deggan.

"Tante Alya, aku tidak seburuk apa yang kamu kira." Batin Dalam dalam hatinya.

"Mama...." Kata-kata Aqila terpotong.

"Kamu diamlah! Mama sedang bertanya pada Dafa." Sambung Alya dengan sorot mata tajam, membuat Aqila tidak jadi melanjutkan perkataannya.

Panji terus menatap Dafa dengan tatapan garang, ia duduk sambil melipat kedua tangannya ke dada.

"Kak Alan, anakmu sudah berani membawa anak gadisku tidak pulang semalaman." Batin Panji dalam hatinya.

Dalam hati Dafa, aish aku seperti dalam sidang pengadilan. Seolah-olah aku itu habis di grebek dan di tangkap basah oleh para warga.

"Dafa...." Alya melirik Dafa dengan lirikan penuh tanda tanya?

"Iya tante, aku jelaskan." Jawab Dafa dengan gugup.

Alya menganggukkan kepalanya, Dafa mulai menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada kedua orang tuanya Aqila.

"Tante, semalam aku dan Aqila memang menginap dirumah Danis tapi Aqila tidur dirumah temannya Danis namanya Anin dan Aku tidur dirumah Danis, jadi kenapa kita bisa pulang bareng karena semalam kita menginap disana." Dafa menjelaskan pada Alya dengan jujur.

"Aqila, telpon teman kamu yang namanya Anin itu!" Kata Alya dengan nada tegas.

Aqila terdiam ia berpikir bagaimana caranya ia menghubungi Anin? Ia kan tidak punya no ponsel Anin.

"Sebentar ma." Jawab Aqila dengan nada agak lemas, ia mengambil ponselnya dari dalam tasnya lalu menekan no ponsel Danis untuk menelponnya.

.

.

Danis yang sedang tidur, ia kaget mendengar ponselnya berbunyi. Ia membuka matanya lalu menggeser tombol ijo yang ada di layar ponselnya, terus menaruh ponselnya tepat di telinganya.

"Hallo..." Kata Danis dengan suara yang masih mengantuk.

"Kak Danis, tolong kerumah Kak Anin sekarang! Mama mau bicara dengan Kak Anin." Kata Aqila.

Danis yang merasa terkejut, langsung bangun dari tidurnya "Anin?" Gumamnya.

"Untuk apa kerumah Anin?" Tanya Danis.

"Cepatlah kak!" Suruh Aqila.

"Baiklah, tunggu sebentar!" Danis berjalan menuju rumah Anin.

Sesampainya di depan rumah Anin, ia mengetuk pintu rumah Anin.

"Tok...tok... gadis mesum keluarlah!" Danis mengentuk pintu rumah Anin.

Anin yang merasa terusik dengan suara pintu, langsung membuka matanya ia berjalan menuju ke depan untuk membukakan pintu rumahnya.

"Siapa sih, menganggu saja?" Gumam Anin.

.

.

"Ceklek..." Suara gagang pintu, melihat Danis yang datang ia bingung.

"Ini jam berapa? Bukannya dia mengajak makannya nanti malam. Tapi jam segini sudah mengganggu orang tidur." Gerutu Anin dalam hatinya.

"Ada apa?" Tanya Anin dengan jutek.

"Ini Aqila, mau bicara padamu!" Kata Danis, sambil memberikan ponsel yang ada di genggaman tangannya pada Anin, Anin menerima ponsel tersebut lalu menaruhnya tepat di telinganya.

"Hallo Aqila." Sapa Anin dengan nada lembut.

"Kak Anin, maaf menganggu ini mama aku mau bicara sama kakak." Kata Aqila.

"Iya Qila." Jawab Anin dengan nada lembut.

Aqila memberikan ponsel miliknya pada mamanya.

"Hallo Nak Anin, ini mamanya Aqila." Kata Alya dengan nada lembut.

"Iya tante, maaf ada apa ya tan?" Tanya Anin dengan sopan.

"Tante mau tanya, apa benar semalam Aqila menginap dirumah kamu nak?" Tanya Alya.

"Iya tan, semalam Qila menginap di rumahku. Soalnya dirumah Danis ada Dafa jadi dia tidur dirumah aku tan." Jawab Anin.

"Baiklah nak, terimakasih!" Kata Alya.

"Sama-sama tan." Jawab Anin.

Alya mematikan saluran teleponnya, lalu ia kembali melihat Dafa dan Aqila.

Anin memberikan kembali ponselnya pada Danis, lalu ia kembali masuk ke dalam rumahnya. Danis juga kembali masuk ke dalam rumahnya.

"Baiklah mama percaya dengan kalian." Kata Alya, yang membuat Dafa dan Aqila saling melempar senyum bahagia mereka.

Dalam hati Dafa, akhirnya berakhir juga menghadapi sidang dari calon mertuanya. Setelah selesai sidang Dafa berpamitan pulang pada kedua orang tua Aqila.

Dafa melajukan mobilnya menuju kerumahnya dan melihat ada paper bag di jok belakang.

"Punya Anin ketinggalan." Gumam Dafa.

.

.

.

Malam menunjukkan pukul 7 malam. Danis sudah berdandan rapi, kini ia merapikan rambutnya serapi mungkin.

"Anin, aku akan mulai mendekatimu dan aku juga tidak akan membiarkan bos Rifki mendekatimu." Kata Danis sambil menyisir rambutnya, ia bercermin sambil menyanyi tidak jelas.

Setelah selesai, ia langsung pergi menuju ke rumah Anin. Untuk jarak rumah mereka sangat dekat tidak ada satu langkah karena berdempetan.

"Anin gadis mesum, tok....tok.." Danis memanggil Anin sambil mengetuk pintu rumah Anin.

"Iya sebentar!" Anin berjalan menuju ke depan, ia juga sudah rapi dengan dress warna biru dongker yang begitu anggun. Malam ini Anindiya terlihat begitu cantik.

"Ceklek..." Anin membuka pintu rumahnya, ia melihat Danis sudah rapi dan menunggunya sambil menyandarkan tubuhnya ditembok.

Mata Danis langsung tertujuh pada Anin, ia menatap Anin tanpa berkedip sedikitpun.

"Sungguh dia cantik sekali." Batin Danis dalam hatinya.

Anin melihat Danis dengan tatapan kesal, Siapa yang tidak kesal tadi ia terus mengetuk pintu rumahnya. Nah sekarang dia malah terus melihatnya tanpa berkedip sama sekali.

"Sudahlah, ayo berangkat!" Anin tiba-tiba menarik tangan Danis, membuat Danis tidak percaya.

"Dia menarik tanganku, sekarang tangan dia memegang tanganku." Hati Danis mulai meronta-ronta.

.

.

Mereka berjalan menuju ke taman untuk makan malam bersama.

"Kita mau makan apa?" Tanya Danis, yang masih terpaku dengan kecantikan Anin.

"Bubur ayam, ditempat Fandi." Jawab Anin penuh semangat.

Danis merasa kesal, dalam hatinya apa di otak gadis mesum itu hanya sih tukang bubur itu. Anin lihatlah aku, aku juga tampan jauh lebih tampan dari tukang bubur itu.

"Aku, tidak mau!" Tolak Danis dengan tegas.

"Lalu, kita mau makan apa?" Tanya Anin.

"Kita makan sate ayam saja!" Jawab Danis.

"Daripada makan bubur, bukannya kenyang malah kesal." Danis merasa kesal dalam hatinya.

Anin menganggukan kepalanya, ia menuruti apa mau Danis untuk memakan sate ayam.

.

.

Sesampainya ditukang sate, Anin dan Danis sudah duduk disebuah tikar mereka makan dengan tempat duduk lesehan.

Danis memesan dua porsi sate untuk dirinya dan juga Anin, ia juga memesan dua jus jeruk untuk mereka.

Kini mereka sedang menunggu pesanan mereka datang.

"Anin, kenapa kamu tadi doyan diajak makan di restauran?" Tanya Danis pada Anin.

"Lidahku, lebih cocok dengan makanan pinggir jalan." Jawab Anin dengan santai.

Mereka asik mengobrol, tiba-tiba ada suara yang tidak asing memanggil Anin.

"Aninnn...." Panggilnya.

Anin dan Danis sama-sama menoleh ke sumber suara.

"Aish sial, mau apa dia kesini?" Danis berdecak kesal.

Ntah siapa yang datang?

BERSAMBUNG 🙏

Terimakasih para pembaca setia 😊

1
Elis Mulyawati
pertama baca bingung
Borahe 🍉🧡
namanya beda satu huruf doang dgn bapaknya 😁
Borahe 🍉🧡
Hy salam kenal smuanya sy pembaca bru dilapak ini. smoga bagus yah ceritanya
ok
Arief Juniardi
klo udah smbuh ,buang aja tu bini nya si Riska itu ,saat nya bersm anakmu anin mungkin dikit mnbus salah mu Levin,
eni chenny
karyanya bagus
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Wrin Budayani
author ..aku gal terima, kenapa danis kalah calep dari rifki dan dafa ? harusnya dia yg paling cakep ...😭😭 dan koreksi ..maaf ..bukan mitting tapi meeting.
Marlida Yusuf
trims
ajang
sempit banget dunia ini ya Thor
Aprilia Herawati
ngapel tukang bubur tiap hariii😂😂😂😂😂😂
Reva Novianti Pasaribu
Thor emang suara anak bayi yg baru lahir suaranya eya.....eya......
bukannya suara bayi oek.....oek...oek
Reva Novianti Pasaribu
salut banget sama Selly dia rela di madu
Reva Novianti Pasaribu
makanya kalo jadi wanita jangan murahan
dasar fani
Reva Novianti Pasaribu
hahahhah ternyata tiga detik masih berlaku😂😂
Reva Novianti Pasaribu
tapi sayang nya Danis sama Anin sebentar lagi akan menikah 😂😂
kasian si rifki
Dewa Putu Subagia
di sini Danis sangat salah !!! knp meladeni ngobrol ? buka peluang utk Fani mendekat, kalau emang merasa sdh menikah seharusnya Danis menjaga jarak dan tidak membuka peluang Fani mendekatinya.😡😡😡
Dewa Putu Subagia
Anin pasti mil hamil
Asim Bae
thor gimana si ini kn judulna hutang
Maisy Asty: Baca Perjodohan Karena Hutang 1 dulu kak, nanti akan paham kak 🙏
total 1 replies
Sri Sudarmini
yang denis ini anaknya risa apa suaminya risa sih....
kok sama denisnya namanya...
Andika Alvi alvi
Tarek sis mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!