Kebahagian terlihat jelas terpancar di wajah dua sejoli yang hendak melangsungkan hari pernikahan mereka.
Alya sah menjadi istri Arya setelahijab kabul yang di ucapkan Arya dengan tegas dan lantang.
Senyum bahagia menghiasi wajah kedua mempelai. Alya menyalami suaminya dan mengecup punggung tangannya. Arya pun mencium puncak kepala Alya di depan para tamu undangan membuat para hadirin bertepuk tangan dengan meriah.
Seluruh keluarga diselimuti perasaan suka cita.
Kebahagiaan yang Alya rasakan hanya sekejap. Cinta Arya berubah semenjak pertemuannya dengan seorang wanita yakninya cinta masa lalu Arya.
Sanggupkah Alya bertahan, bagaimanakah Alya mempertahankan rumah tangganya yang retak ???
yuk simak di karyaku ini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
Terima kasih buat teman teman yang udah mampir di karya ku...❤
\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>
"Dasar....muka tembok..." gumam Tasya dalam hati dan menutup pintu mobil sedikit keras. Dan berlalu masuk rumah. Leo menatap wanita itu sambil menggeleng-gelengkan lalu melajukan mobilnya menuju apartemennya.
*****
Hari ini Arya dan Alya akan pindah ke rumah baru mereka, setelah sarapan mereka bergegas bersiap-siap membawa barang-barang yang akan mereka bawa ke rumah baru.
Mereka tak banyak membawa barang, hanya pakaian dan benda-benda lain yang dirasa penting, karena mereka akan sering berkunjung ke rumah pak Pramuja dan nyonya Rosi agar mereka tidak merasa kesepian.
Di kamar sebagian pakaian telah disimpan Alya di koper. Alya sengaja menyisakan pakaiannya agar saat menginap di rumah mertuanya dia tidak perlu membawa pakaian lagi.
Saat Alya masih menyusun barang-barang yang akan di bawa, tiba-tiba Arya datang menghampirinya. Lalu melingkarkan tangannya di pinggang Alya.
"Sayang..." bisiknya pelan sambil meletakkan dagunya di bahu Alya.
"Heeem..." lirih Alya masih sibuk mengemas barang-barang.
"Aku sayang banget sama kamu...aku harap cinta kita hingga maut memisahkan..." ucap Arya mengutarakan isi hati. Arya tipe lelaki yang sangat romantis dengan orang yang di cintainya dan sangat dingin dengan wanita lain.
Alya membalikkan tubuhnya hingga saat ini ia dapat menatap wajah tampan milik suaminya.
Selama ini Alya tak pernah tertarik pada siapapun dan hanya perkenalan singkat dengan Arya membuatnya luluh dan begitu menyayangi lelaki yang kini tepat berada di hadapannya.
"Aamiin...Aku akan selalu setia padamu...lelaki yang dengan mudahnya masuk ke hatiku..." balas Alya sambil mencium pipi suaminya.
Arya langsung memeluk erat tubuh Alya. Seakan dia tak ingin melepaskan istrinya. Saat ini dia sangat mencintai istrinya karena baginya istrinya adalah wanita yang mengubah luka menjadi bahagia.
"Sayang....yuk...nanti mama papa nungguin kita..." Alya melepaskan pelukan Arya yang merasa nyaman berada dalam pelukan istrinya.
"Hem...yuk..." Ajak Arya membantu Alya mengangkat beberapa barang menuju luar rumah.
Mereka memang seorang pengusaha yang kaya raya, namun mereka terbiasa melakukan berbagai hal sendiri selagi mereka bisa. Walaupun mereka memiliki pembantu untuk membantu mereka. Sifat Arya yang mandiri begitu juga Alya membuat mereka sangat cocok.
Bagi mereka kekayaan itu hanyalah titipan yang harus di kelola, mereka tidak pernah membeda-bedakan seseorang dari kasta maupun harta semua sama di mata mereka.
"Sini saya bantu..." ucap pak Budi tukang kebun keluarga Sentosa yang melihat majikannya sedang kerepotan membawa barang-barang.
"Gak usah pak...tolong bawakan sisa barang-barang yang di atas aja..." pinta Arya pada pak Budi.
"Baik den..." ucapnya lalu berjalan menuju lantai atas.
Di depan rumah pak Pramuja dan nyonya Rosi telah menunggu mereka. Mereka akan berangkat bersama Papa dan mama Arya. Sedangkan Leo menghandle berbagai pekerjaan yang ada di kantor.
"Masih ada sayang?" tanya nyonya Rosi pada anaknya memastikan barang-barang yang mereka butuhkan telah siap.
"Udah ma...." jawab Arya.
"Kalau gitu kita bisa berangkat sekarang?" Tanya pak Pramuja. Arya mengangguk dan berlalu menuju mobil yang telah terparkir di depan rumah.
Arya membukakan pintu mobil untuk Alya sedangkan pak Pramuja membukakan pintu mobilnya untuk nyonya Rosi. Hal ini selalu dilakukannya untuk wanita terkasihnya walaupun umur mereka sudah terbilang bukan muda lagi.
Mereka berangkat menggunakan mobil masing-masing. Arya bersama Alya dan pak Pramuja bersama nyonya Rosi.
***bersambung.....
.
.
.
.
.
Hai readers yang baik hati...💓💓💓
Terima kasih udah mampir di karyaku...
Aku harap kalian suka dengan ceritaku, walaupun masih banyak kesalahan dalam penulisannya...
jangan lupa ya...
like 👍👍👍
koment ....
dan masukannya....
biar semakin semangat nulis ceritanya*....