- sinopsis -
Luo Bing He berpindah dunia ke dunia novel yang telah ia baca sebelum ia meninggal. Ia pun menjadi tokoh pendukung pada komik itu dengan tambahan System overpower body dari dewa kematian.
"Aku Luo Bing He pasti bisa menjadi nomer 1 di alam semesta ini"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raisa Chandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebenarnya Apa Yang Terjadi Ya?!
SEBENARNYA APA YANG TERJADI YA?!
Di suatu tempat yang berada di pinggir hutan kematian, nampak ada bangunan besar dengan nuansa mencekam dan sangat mengerikan jika di lihat dari luar.
Itu adalah bangunan sekte aliran hitam tingkat besar yang merupakan sekte bulan merah yang berada di posisi dua di antara sekte aliran hitam, sekte ini telah berdiri sendiri selama dua ratus tahun lebih di dunia ini.
Nampak di ruangan bawah tanah, terjadi rapat antara para tetua dan patriack sekte bulan merah tua yang terjadi secara rahasia untuk membahas sebuah hal yang sangat penting.
Brakkk (suara gebrekan meja)
"Sialan putri cening ayu itu!! beraninya dia membunuh putri ku" ucap salah seorang tetua yang marah karena putri kesayangannya mati di tangan putri cening ayu yang merupakan anak dari salah seorang tetua sekte bulan putih yang telah meninggal.
"Kita harus bertindak dengan segera!! kita tak boleh biarkan sekte bulan putih itu berani membunuh para jenius sekte kita ini" ucap salah seorang tetua sekte bulan putih menambahkan. Ia sangat geram akan kelakuan putri cening ayu.
Lalu para tetua yang lain pun menyeruakan yang sama yakni balas dendam kepada putri cening ayu, dia terbukti membunuh salah seorang jenius sekte bulan merah yakni putri canang ayu.
Yah, memang dulunya putri cening ayu dan putri canang ayu adalah dua saudara kakak beradik dulunya, mereka terpisah karena konflik antara para tetua setelah patriack sekte bulan meninggal dan terjadinya konflik perebutan posisi patriack sekte.
Akhirnya sekte bulan pun terbagi menjadi 2 sekte yang berbeda yakni sekte bulan merah dan sekte bulan putih dan ke-2 orang tua putri cening ayu dan putri canang ayu berpisah dan membawa masing-masing dari mereka pergi.
"Tenang semuanya!!" ucap patriack sekte bulan merah, ia pun merasa geram akan perbuatan dari putri cening ayu yang terbukti membunuh putri canang ayu.
"Baiklah, sekarang kita akan membalas dendam kepadanya di hari kompetisi murid jenius setiap sekte. Aku akan meminta bantuan dari setiap sekte aliran hitam untuk membantu kita" jelas patriack sekte bulan merah itu kepada para tetua sekte.
Hal itu di setujui oleh para tetua, posisi dari sekte bulan merah ini adalah urutan ke-2 dari urutan sekte aliran hitam jadi dengan itu mereka bisa menggertak para sekte di bawah mereka.
Dan lagi sekte bulan merah akan memberikan hadiah berupa ribuan pil dan juga ratusan senjata kepada para sekte aliran hitam yang akan membantu mereka.
"Terus dari pihak kita siapa yang akan di kirim untuk ke pergi ke kompetisi murid jenius antar sekte?? kita sudah kehilangan satu murid jenius dan itu hanya tersisa 2 saja murid yang dapat ikut dan itu kurang satu" ucap salah seorang tetua sekte kepada patriack sekte.
"Bukankah masih ada Sri Jenang, ia tak kalah jeniuskan dari putri canang ayu, Putra Banggala serta Putra Banggali" ucap salah seorang tetua mengusulkan.
"Baiklah, sri jenang akan mengikuti kompetisi murid jenius antar sekte dan mulailah tetua Sani untuk melatih mereka yang ikut kompetisi dan juga pastikan mereka sudah siap 3 bulan lagi" ucap patriack sekte.
Hal ini karena dendam antar sekte antara sekte bulan merah dan sekte bulan putih yang terjadi dalam 200 tahum terakhir ini karena konflik perebutan jabatan patriack sekte oleh para tetua sehingga membuat mereka memisahkan diri dan juga saling musuhan.
Dari segi kekuatan maupun banyaknya murid jenius ke-2 sekte itu adalah sama karena mereka dulunya adalah satu, piring kaca yang pecah memang tak dapat di satukan lagi tapi piring kaca itu dapat di jadikan karya yang lebih baik hal itu bisa terjadi pada ke-2 sekte itu kalau mau berdamai satu sama lain.
Sedangkan di sekte bulan putih.
Nampak seorang gadis tengah tersedu-sedu tengah menangis, ia adalah Putri Cening Ayu yang menangisi kematian adiknya yakni Putri Canang Ayu yang ia sayangi.
Awalnya mereka ingin bertemu untuk melepas rindu dan juga menghilangkan ketegangan hubungan persaudaraan mereka, namun hal itu tak berjalan mulus.
"Huhuhuhuhu..." begitulah suara tangisan Putri Cening Ayu, ia sangat menyayangi adiknya tersebut karena seburuk apapun seorang adik seorang kakak harus tetap menjaga dan melindunginya.
"Aku sangat rindu dan menyayangi mu adik ku, Putri Canang Ayu" ucap Putri Cening Ayu, ia meratapi kematian adiknya tersebut yang terjadi secara tiba-tiba.
Sebenarnya apa yang terjadi ya?!
*-----*-----*-----*
*Dari Author
Hello semua pembaca yang telah membaca karya ku ini, mohon ya untuk dukung author dengan like setiap bab yang kalian baca kalau kalian suka, komentar, tambah ke favorite biar gak ketinggalan baca bab baru ku dan vote ya.
harap d pertimbangkan komen dari reader.