Di ulang tahun pernikahan nya yang ke sepuluh, Sarah di minta oleh ibu mertua nya menyusul Gibran yang tinggal di tanah perantauan.
Tapi alangkah terkejut nya Sarah, dia menemukan suami nya sudah menjadi suami dari wanita lain. Bahkan mereka sudah memiliki anak berusia 7 tahun. Hal yang lebih mengejutkan, setiap tahun mertua nya datang ke sana mengunjungi mereka serta memberikan banyak hadiah.
Merasa di khianati, Sarah memutuskan kembali ke kota dan memilih untuk berpisah. Tapi setiba nya di rumah, sebuah fakta baru terungkap. Selama ini suami nya membohongi ibu nya sendiri dan menjual nama Sarah demi wanita itu.
Gibran, suami nya Sarah di dukung oleh ayah nya dan juga wanita yang menjadi selingkuhan dari Ayah nya. Ibu mertua nya mendukung Sarah dan membalas perbuatan anak dan suami nya, 2 orang yang berusaha merampas semua harta nya. Tepat di hari Gibran melakukan resepsi mewah, Ibu nya dan Sarah datang memberikan kejutan yang tak terduga untuk Gibran dan juga ayah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Mobil yang membawa bu Meri dan Sarah sudah tiba di kota, kedua nya Tiba di rumah saat malam tiba.
"Akhir nya, kita tiba juga di rumah. Badan ku capek banget bu, bolak - balik perjalanan ke kampung itu!" Sarah berkata sambil menjatuhkan badan nya di sofa.
"Iya nak, ibu juga capek banget. Tapi setidaknya ibu puas, bisa mempermalukan mereka semua di hadapan semua orang!" Ucap Bu Meri sambil tersenyum.
"Aku jadi penasaran, seperti apa drama mereka di sana. Mungkin menyenangkan, bu!" Ujar Sarah lagi.
"Ibu tidak perduli sama mereka semua, mau mereka saling menyalahkan dan saling menghancurkan juga terserah. Ibu yakin, saat ini pasti terjadi keributan besar antara Gibran dan Santi!" Bu Meri kembali berkata.
"Iya bu, sayang benget kita tidak bisa melihat nya secara langsung!" Ucap Sarah.
"Ibu yakin, setelah kejadian ini Gibran pasti akan datang ke sini!" Ujar Bu Meri.
"Aku juga menduga seperti itu, bu. Dia pasti akan datang menemui kita!" Sarah berkata sambil mengangguk kan kepala nya.
"Apa yang akan kau lakukan selanjutnya terhadap Gibran?" Tanya Bu Meri dengan tatapan yang serius ke arah Sarah.
"Bu, aku dan mas Gibran sudah dalam proses perceraian. Aku tidak mungkin tinggal di rumah ibu seterusnya, jadi aku akan kembali tinggal di rumah orang tua ku!" Jawab Sarah.
"Apakah kau akan meninggalkan ibu mu sendirian di sini?" Tanya Bu Meri lagi.
"Ibu, biar bagai mana pun mas Gibran adalah putra ibu satu - satu nya. Jadi dia akan kembali ke rumah ini, tidak mungkin aku tinggal di sini seterusnya. Aku dan mas Gibran sudah bukan lagi mahram!" Sarah menjelaskan semua nya pada bu Meri.
"Sarah, ibu tidak akan membiarkan Gibran dan ayah nya kembali lagi ke rumah ini. Hati ibu sudah terlalu sakit dengan penghianatan mereka, Gibran mendukung ayah nya berselingkuh dengan wanita lain di belakang ibu. Tidak hanya itu, bahkan mereka merencanakan sesuatu untuk merebut semua harta ibu. Sampai kapan pun, ibu tidak akan menerima mereka kembali. Bagi ibu, kau lah satu - satu nya putri ibu, Sarah!" Bu Meri berkata sambil menggenggam tangan Sarah.
Sarah terharu mendengar kata- kata bu Meri, dia sangat bersyukur memiliki seorang ibu seperti bu Meri.
"Sarah, tetap lah bersama ibu nak. Jangan tinggalkan ibu, ibu tidak memiliki siapa pun dii dunia ini selain kamu!" Bu Meri berkata dengan tatapan memohon pada Sarah.
Melihat ke dalam mata bu Meri, Sarah menjadi tidak tega meninggalkan bu Meri sendirian di rumah ini. Lagi pula, Sarah sendiri tidak memiliki siapa- siapa lagi di dunia ini.
"Baik lah bu, aku akan tetap bersama ibu. Aku tidak akan pernah meninggalkan ibu sendirian!" Sarah berkata sambil memeluk tubuh bu Meri.
"Terima kasih nak!" Jawab Bu Meri yang langsung membalas pelukan dari Sarah.
"Tapi bu, bagai mana jika mas Gibran datang kemari dan mengusir aku dari rumah ibu?" Tanya Sarah sambil mengurai pelukan nya.
"Sarah, jika Gibran dan Ayah nya datang ke rumah ini. Biarkan semua nya menjadi urusan ibu, kamu jangan cemas. Ibu yang akan menghadapi mereka berdua!" Jawab Bu Meri.
"Terima kasih banyak bu!" Ucap Sarah dengan mata berkaca - kaca.
"Istirahat lah nak, ini sudah lewat tengah malam. Kamu pasti lelah seharian ini, ibu juga akan beristirahat!" Bu Meri kembali berkata.
"Baik lah bu, Sarah ke kamar dulu!" Sarah pamit pada bu Meri.
Setelah Sarah masuk ke dalam kamar nya, bu Meri juga melangkahkan kaki nya menuju ke kamar nya. Malam ini dia harus beristirahat, untuk mengumpulkan kembali energi nya yang terkuras habis.
Bu Meri yakin, besok pagi atau pun lusa Pak Burhan dan Gibran pasti akan datang ke rumah ini lagi. Bu Meri harus bersiap menghadapi mereka berdua, menghadapi orang - orang tidak tahu diri itu pasti akan sangat banyak membutuhkan tenaga.
Sementara itu saat ini Gibran, pak Burhan dan bu Siti sedang berada di dalam perjalanan pulang ke kota. Gibran mengemudikan mobil nya sendiri, mereka tidak bisa tinggal lebih lama di rumah Santi.
"Ayah, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Gibran pada pak Burhan.
"Apa lagi, kita harus bisa mendapatkan harta ibu mu!" Jawab Pak Burhan.
"Tapi, bagai mana cara nya, Yah? Selama ini aku bisa mendapatkan uang banyak dari ibu dengan menjual nama Sarah, tapi kini aku dan Sarah sudah berpisah. Ibu pasti tidak mau mengeluarkan uang nya lagi untuk ku!" Gibran merasa bingung saat ini.
"Aduh Gibran, kenapa kau begitu bodoh nya. Ibu mu tidak akan mungkin membiarkan kamu begitu saja, kau adalah putra satu - satu nya. Jadi, mana mungkin ibu mu akan membenci mu terlalu lama!" Ujar pak Burhan.
"Ayah benar juga, lagi pula aku bisa minta maaf pasa Sarah. Semua nya pasti akan beres, karena ibu kan sangat menyayangi Sarah. Jika aku dan Sarah masih bersama, maka sudah pasti ibu akan memberikan apa saja pada ku! Aku akan memanfaatkan Sarah untuk bisa menguasai harta ibu!" Ujar Gibran lagi sambil tersenyum licik.
"Gibran, jangan lupa saat kau berhasil mendapatkan harta ibu mu. Separuh nya kau harus berikan pada bapak!" Pak Burhan mengingatkan Gibran.
"Bapak tenang saja, lagi pula aku tidak akan hidup selamanya bersama ibu dan Sarah. Setelah aku berhasil mendapatkan semua harta nya ibu, aku akan hidup dan tinggal bersama bapak dan bu Siti. Kita akan hidup bersama, aku yang akan merawat kalian berdua!" Gibran berkata sambil tersenyum.
"Terima kasih Gibran, ibu bahagia sekali mendengar nya!" Ujar Bu Siti yang duduk di kursi bagian tengah.
"Ibu, selama ini ibu sudah banyak mendukung ku. Jadu aku juga akan membalas jasa ibu, aku tidak mau hidup bersama ibu ku yang lebih memilih mendukung Sarah dari pada aku!" Ucap Gibran lagi.
Bu Siti senang sekali mendengar nya, janda tua itu merasa mendapatkan keberuntungan besar. Dia tidak hanya berhasil menguasai bapak nya, tapi dia juga berhasil menguasai anak nya.
"Malam ini sebaik nya kita pulang ke rumah ibu saja, kita susun rencaan yang matang untuk langkah kita selanjutnya. Karena aku yakin, jika kalian langsung pulang ke rumah maka bu Meri tidak akan menerima diri kalian begitu saja!" Bu Siti memberikan usulan nya.
"Benar sekali saran mu itu, kita akan pulang ke rumah mu malam ini. Besok kita akan fikirkan langkah selanjutnya!" Jawab Pak Burhan.
Gibran juga setuju dengan usul dari bu Siti, sebelum menemui ibu nya dia harus menyusun rencana yang matang untuk bisa menguasai semua harta nya.
gugat cerai saja Pak Burhan. Depan tanpa sepeserpun di kasih harta. Hidup numpang kok ya banyak tingkah