NovelToon NovelToon
Aura Clarissa

Aura Clarissa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:675
Nilai: 5
Nama Author: Senjani jingga

Aura Clarissa adalah seorang penulis yang hidup dalam ketenangan. Namun, tanpa sadar dia juga menyukai kemewahan dan dunia malam yang gelap. Bahkan lebih parahnya menjadi wanita simpanan Daffa Gorge yang sudah beristri.

Konflik makin memanas ketika Darrel Gorge, adik kandung Daffa, hadir menuntut pertanggungjawaban atas malam yang tak pernah Aura ingat.

Di tengah intrik perselingkuhan, ancaman sang istri sah, dan daya tarik Darrel yang kian sulit ditolak, sanggupkah Aura bertahan saat kebenaran tentang dirinya membakar seluruh kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjani jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Dua Identitas

Brak!

Pintu kamar dibanting keras. Clara berlari menuju lemari, mengacak-acak isinya untuk mencari petunjuk. Rasa penasaran membakar benaknya. Nama-nama asing yang terus bermunculan malam ini membuatnya sangat bingung sekaligus terusik.

Setelah beberapa saat menggeledah, jemarinya menemukan sebuah map dokumen. Di dalamnya tertera jelas sebuah nama: Aura Clarissa, lengkap dengan pasfoto berwajah datar, pucat, dan muram.

Clara tersenyum tipis, mengangkat lembaran kertas itu ke udara. "Diriku yang lain... perempuan cupu tanpa masa depan," gumamnya lalu terkekeh pelan.

Ia beranjak menuju nakas di samping tempat tidur, meraih ponsel Aura, lalu memeriksa seluruh media sosial dan tumpukan pesan yang belum terbaca.

Matanya tertuju pada sebuah berita trending. "Calon istri Darrel Gorge, cucu Robert Gorge..." gumam Clara mengeja judul tersebut. Lalu melihat foto Aura yang bergandengan dengan Darrel di pesta.

"Jadi... pria semalam itu bernama Darrel?" serunya pelan seraya membuang pandangan, mengulas senyum licik.

Tanpa membuang waktu, ia kembali ke lemari dan memilih dress yang menurutnya pantas. Ia menjatuhkan pilihan pada sebuah gaun malam hitam dengan belahan paha tinggi yang sangat terbuka. Clara berdiri di depan cermin, mengagumi pantulan dirinya seraya memoleskan lipstik merah menyala di bibir.

"Kalau menikah dengan adiknya Daffa, apa aku bisa jadi wanita kaya raya yang cuma duduk manis tanpa perlu kerja?" gumam Clara manja pada bayangannya sendiri.

Ia meraih kembali ponselnya di atas nakas. Layar menunjukkan pukul 01.20 WIB. Clara tak peduli. Ia mencari nama Darrel di daftar kontak, lalu menekan tombol panggilan.

Cukup lama ia menunggu hingga panggilan itu akhirnya diangkat. Suara serak di seberang sana menandakan Darrel baru saja terbangun dari tidurnya.

"Bisa jemput aku?" ujar Clara, memelankan suaranya agar terdengar lebih halus.

"Sekarang? Ini sudah tengah malam, kamu mau ke mana?" sahut Darrel terkejut dari balik telepon.

"Aku takut... Di apartemen rasanya tidak aman. Aku... aku tidak tahu harus menelepon siapa lagi," rengek Clara dengan nada gemetar seolah-olah ketakutan setengah mati.

"Ada apa, Aura? Apa kamu baik-baik saja?!" Suara Darrel seketika berubah panik dan cemas.

Clara tersenyum penuh kemenangan saat mendengar Darrel menyebut nama "Aura". Ia baru sadar bahwa memanfaatkan identitas sisi dirinya yang lain ternyata cukup menguntungkan.

"Aura? Kenapa diam? Tunggu di sana, aku segera berangkat!"

Tut... Panggilan dimatikan sepihak oleh Darrel.

Clara menurunkan ponselnya dari telinga seraya tertawa sinis. Sambil menunggu, ia melangkah menyusuri sudut demi sudut apartemen yang selama ini tak pernah ia pedulikan.

Ia mendapati kacamata tipis, laptop yang terbuka, beberapa catatan kecil tentang adegan novel, dan sebuah botol botol kecil berisi tablet obat.

Clara memutar-mutar botol tersebut, membaca label tulisan di kemasannya. Begitu penutupnya dibuka, aroma kimia yang menyengat langsung menusuk hidungnya. Clara meringis jijik dan buru-buru menutupnya kembali.

"Obat bau begini buat apa sih, Aura?!" gumamnya kesal, lalu tanpa ragu melempar botol obat itu ke dalam tong sampah.

Tak butuh waktu lama, deru mesin mobil Darrel telah membelah pelataran apartemen. Pria itu melangkah terburu-buru memasuki lift sembari terus menatap ponselnya.

Rasa khawatir menggulung pikirannya. Begitu pintu lift terbuka di lantai tujuan, Darrel setengah berlari menuju unit Aura. Jemarinya menekan bel bertubi-tubi tanpa henti.

Pada dentingan bel ketiga, pintu akhirnya terdorong terbuka.

Seorang wanita berdiri di ambang pintu dalam balutan dress seksi memamerkan lekuk tubuh, lengkap dengan riasan wajah glamor yang sempurna. Sama sekali tidak mencerminkan sosok Aura yang polos dan berkacamata.

"Darrel... aku takut," gumam perempuan itu manja. Tanpa aba-aba, ia langsung menatapkan tubuhnya, memeluk erat Darrel yang masih berdiri kaku di depan pintu.

Dekapan hangat dan aroma parfum yang tajam itu seketika menyengat kesadaran Darrel. Sensasi ini... wanita di pelukannya saat ini adalah wanita yang sama yang menciumnya secara agresif beberapa malam lalu.

Pikirannya melayang ke kelab beberapa hari yang lalu saat dirinya bertemu sosok yang sama, wajah dan ucapan yang sama menggodanya. Satu nama tiba-tiba muncul didalam pikirannya.

"Clara...?"

Nama itu terucap begitu saja dari bibir Darrel, membuat perempuan di pelukannya seketika membelalakkan mata terkejut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!