Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 : Teknik Mata Pemutar Waktu
Bab 23 : Teknik Mata Pemutar Waktu
________
Waktu di Sekte tidak di hitung dengan hari , tapi dengan berapa banyak pedang yang patah , tungku alkemis yang meledak dan juga musim yang datang silih berganti. Anak anak yang dulu bersaing di dalam Arena Naga kini sudah bukan anak kecil lagi.
________
Tahun kedua setelah Pertemuan Naga Muda , Puncak Pengetahuan.
Duduk di sudut ruangan perpustakaan , pemuda tampan dengan ikat penutup mata berwarna hitam dan jubah merah dengan bordiran benang emas membuatnya cukup mencolok meskipun dalam keramaian.
Shen Yan sekarang sudah bukan anak kecil lagi , wajahnya makin tajam , pundaknya semakin lebar dan setiap kepergiannya semua orang merasa sedang di tatap dari balik ikat penutup matanya.
"Kau! Apa yang kau lakukan disini? Untuk apa kitab di atas mejamu? Bukankah kau tidak bisa membaca?"
Suara familiar gadis yang sekarang di kagumi banyak orang. Mengenakan jubah putih dengan bordiran emas bergambar daun obat menjelaskan bahwa ia berasal dari Puncak Alkimia. Di pinggangnya menggantung 2 botol pil , pedang giok putih dan hiasan berbentuk tungku obat yang unik.
"Gadis bau obat! Apa masalahmu?" ucap Shen Yan.
"Apa kau bilang? Gadis bau obat?" Gu Xiyao meradang.
"Iya! Selain itu kau bau tungku meledak 9 kali!" Shen Yan meledek.
Semua orang di Sekte Puncak Terang tahu , dua orang ini ibarat minyak dan air. Setiap mereka bertemu pasti menimbulkan keributan , bahkan Gu Wen Tian yang biasanya tenang hanya menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan adiknya.
Gu Wen Tian merupakan kakak kandung Gu Xiyao , meskipun sama sama dari keluarga Gu , kepribadian mereka sangat berbeda jauh. Gu Xiyao lebih liar dan sering membuat masalah di bandingkan Gu Wen Tian yang lebih memperdulikan nama baik keluarga.
"Yao'er! Jaga sikapmu! Kau ini perempuan!" ucap Gu Wen Tian berusaha melerai mereka.
"Tapi dia sangat menyebalkan , Kak! Ingin sekali aku merebusnya ke dalam Tungku pil!" Gu Xiyao cemberut.
"Hei gadis bau obat! kau sendiri yang datang mencari masalah denganku! Kenapa aku yang di salahkan?" terang Shen Yan.
Shen Yan memang sering secara sengaja mengejek Gu Xiyao saat berdebat , ia senang dengan ekspresi gadis Keluarga Gu saat sedang marah besar. Baginya itu seperti hiburan tersendiri.
"Tuh liat , Kak! Dia terus terusan memanggilku gadis bau obat! Menyebalkan sekali! Kakak harus menghukum dia!" Gu Xiyao merajuk di depan kakaknya.
Gu Wen Tian menghela nafas panjang , lalu berjalan menghampiri Shen Yan dan duduk di depannya dengan tenang. Ekspresi Gu Xiyao sudah sangat senang namun itu tak berlangsung lama karena harapannya tidak seperti yang akan terjadi.
"Yan , apa kabarmu? Lama tidak melihatmu!" sapa Gu Wen Tian dengan tenang.
Gu Xiyao terkejut saat melihat kakaknya justru bersikap baik kepada Shen Yan yang jadi musuh besarnya. Ia menendang nendang lantai , lalu berbalik dan berkata "Kalian sama saja , dasar menyebalkan!". Gu Xiyao lalu pergi dengan kekalahannya sekali lagi.
"Kabar ku sangat baik , bagaimana dengan kakak Wen?" ujar Shen Yan.
"Aku juga baik! Sudah lama tak melihatmu datang , apa yang membuatmu datang kesini?" ujar Gu Wen Tian penasaran.
"Tidak ada yang penting , aku hanya sedang menunggu temanku datang" jawab Shen Yan.
Gu Wen Tian berpikir lain , ia berpikir Shen Yan sedang menunggu kekasihnya. Ia lalu pamit meninggalkan Shen Yan sendirian karena tak ingin mengganggunya.
"Kemana Tian Nu! Aku sudah menunggunya lama , apa dia tak ingin menemui ku lagi?" batin Shen Yan.
"Dung Dung Dung Dung Dung"
"Ada apa ini?"
Beberapa orang terlihat bingung saat mendengar genderang di bunyikan , karena itu memang sangat tidak biasa. Lalu seorang pemuda berlari dari arah gerbang Puncak Pengetahuan melaporkan berita tentang pembunuhan di bawah kaki gunung , seseorang tak dikenal telah menyerang murid murid Sekte Puncak Terang dan menyebabkan sebanyak 8 murid Inti Emas tewas termasuk Ye Chen dari Puncak Pedang.
Shen Yan mendengarkan dengan tenang , tak berselang lama ia berdiri dan meninggalkan Puncak Pengetahuan dan kembali ke puncaknya.
"Adik Yan! Kau sudah dengar? Murid murid sekte kita di serang di kaki gunung! Para Tetua sedang mengadakan pertemuan darurat di Puncak Terlarang!" ucap Cheng Yuan.
"Iya aku sudah mendengarnya! Kakak harus hati hati jika turun gunung!" ucap Shen Yan.
"Orang itu mampu membunuh 8 inti emas , termasuk orang orang dari Puncak Pedang! Pasti kultivasi orang ini tidak rendah!" ucapnya.
"Yan'er , Leluhur ingin bertemu denganmu!"
Tiba tiba suara wanita datang dari belakang tubuh Shen Yan. Tetua Ming Yue datang , ia mengajak Shen Yan bertemu dengan Leluhurnya. Shen Yan memutar tubuhnya dan menangkupkan kedua tangannya lalu mengikuti Tetua Ming Yue pergi. Mereka terbang dengan cepat menuju ke Puncak Terlarang.
"Guru , ini jalan menuju ke Puncak Terlarang! Aku tidak bolen masuk!" ucap Shen Yan.
"Leluhur yang memintamu datang! Sepertinya ada sesuatu yang sangat penting! Ingat bersikap yang sopan!" terang Ming Yue.
Tak berselang lama , mereka pun tiba di sebuah Puncak yang semuanya ternyata terbuat dari giok. Shen Yan berjalan mengikuti Tetua Ming Yue ke sebuah bangunan yang cukup besar.
"Leluhur! Mengapa dia ada disini?"
Beberapa Tetua yang telah berada di ruangan itu terkejut karena Shen Yan datang bersama Tetua Ming Yue. Semua orang tahu , Puncak Terlarang memiliki peraturan yang sangat jelas. Tak ada seorang murid pun yang boleh datang ke atas Puncak.
"Aku yang memintanya! Karena kita membutuhkan bantuannya!" jawab Leluhur Wu Chen tenang.
Shen Yan lalu menangkupkan kedua tangannya ke semua orang yang berada di ruangan besar itu dengan sopan.
"Kau sudah mendengarnya , bukan? Aku secara pribadi menunjuk mu untuk menyelesaikan masalah ini! 2 hari! aku memberimu waktu 2 hari , Yan'er!"
Mendengar perintah dari Leluhurnya , Shen Yan lalu mengangguk dan setuju. Beberapa Tetua yang berada di lokasi merasa penasaran mengapa Leluhur mereka menunjuk Shen Yan untuk misi ini. Namun rasa penasaran mereka pun hilang setelah melihat sendiri cara Shen Yan pergi dari dalam ruangan itu.
"Baik , Leluhur!"
Shen Yan memutar tubuhnya , lalu setelah berpamitan dengan semua Tetua yang hadir ia merobek retakan spasial dengan santai , itu mengejutkan semua orang. Ia memasukinya lalu tubuhnya lenyap seketika di hadapan semua orang.
"Kalian lihat? Dia orang yang paling tepat untuk misi ini!" Tutur Leluhur Wu Chen.
Semua Tetua yang hadir pun mengangguk dan menyadari jika kemampuan Murid Puncak Meditasi itu memang di luar perkiraan mereka.
"Aku tak menyangka , dia sudah melangkah sejauh ini!" ujar Tetua Chang Sheng melihat kepergian Shen Yan.
[Di Luar Sekte Puncak Terang]
Retakan spasial muncul di atas sebuah batu besar. Shen Yan keluar dari dalam ruang kosong dengan hati hati , ia lalu mengedarkan pandangannya dengan cepat. Ada satu tempat yang menarik perhatiannya , dengan cepat segera melesat ke lokasi tersebut. Ia menapak ke ranting pohon yang cukup besar.
"Mata Dewa Kuno : Pemutar Waktu!"
Dengan kekuatan matanya , semua yang ada di sekitarnya berubah. Waktu berhenti dan mundur dengan cepat menampilkan pertarungan antara 8 murid Inti Emas melawan seorang pria menggunakan jubah hitam. Pertarungan hingga akhir nampak jelas di mata Shen Yan saat ini.
"Dia orangnya!" gumam Shen Yan.
_________