NovelToon NovelToon
Anomali Medis 2 : Sebuah Pembuktian

Anomali Medis 2 : Sebuah Pembuktian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Kenjiro Dominic

Berawal dari Kesialan Hidup, membuat Kevin Sanjaya Bangkit dengan bantuan Meteorit dan buku pemberian Kakeknya "Kitab Medis Surgawi"

Beberapa hal dari hidupnya seketika berubah, tiga wanita cantik, Asosiasi Super Power Nasional, bahkan mendapat Cacing Emas Gu Legendaris untuk memperkuat tubuhnya.

Namun, perjalanan Kevin Massi Panjang. Dan, kali ini dia menjadi target organisasi terkuat dunia 'Demonic' dalam memperebutkan 5 Artifak Medis Legendaris, yang di percaya bisa membuat pemiliknya hidup abadi.

Apa saja yang akan di lewati Kevin Sanjaya, di season 2 kali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 : Aku Sekarang Pelayan Tuan Kevin!!

Nona Amel berbicara dengan tenang, “Aku lega melihatmu baik-baik saja. Tapi mengapa tadi kamu membiarkan para polisi itu pergi? Apa yang sebenarnya kamu rencanakan?”

Kevin menyeringai dan mengangkat bahu.

“Aku hanya tidak ingin mereka melihat sisi emosional diriku. Nona Amel, Hendro Sukma adalah pejabat penting di Kota Jaya. Sekarang setelah aku menangkapnya, apakah aku akan mendapatkan hadiah?”

“Walikota Kota Jaya ternyata merupakan anggota organisasi Demonic. Kami sendiri tidak menyangka masalahnya akan sebesar ini. Keterlibatannya sangat penting. Aku harus melaporkannya kepada atasan terlebih dahulu, tetapi aku yakin mereka pasti akan memberimu penghargaan.”

Nona Amel kemudian mengalihkan pandangan kepada pria di belakang Kevin.

“Namun, pria di belakangmu itu juga anggota Organisasi Demonic, bukan?”

Tatapannya menjadi tajam.

“Dengan kekuatannya yang sudah mencapai tahap Kaisar Puncak, dia seharusnya merupakan salah satu pengawas Demonic di Kota Jaya. Kalau begitu, Walikota kota hanyalah salah satu bawahannya, bukan?”

Ucapan itu langsung membuat Heri tegang.

Saat merasakan tatapan tajam Amel, tubuhnya menegang. Keringat dingin bahkan mulai membasahi punggungnya.

Wanita di depannya benar-benar kuat.

Heri tidak meragukan hal itu sedikit pun.

Jika Amel benar-benar menyerangnya, bahkan ketika berada dalam kondisi terbaik sekalipun, ia tidak yakin mampu bertahan.

Tanpa sadar, Heri mendekat kepada Kevin. Kegelisahan terlihat jelas di wajahnya.

“Nona Amel, tidak perlu terlalu memedulikannya.”

Kevin tetap tersenyum santai.

“Memang benar dia pernah menjadi anggota Demonic, tetapi sekarang dia sudah bertobat dan mengikuti saya. Biro Super Nasional tidak perlu mengejarnya sampai mati, bukan?”

Mendengar Kevin membelanya, Heri langsung merasa tersentuh.

Air mata membanjiri wajahnya, dan Ia buru-buru mengangguk.

“Benar! Saya sekarang adalah pelayan Tuan Kevin. Saya sudah memutuskan seluruh hubungan dengan Organisasi Demonic!”

“Pelayan...?”

Amel mulai penasaran.....

Pria yang sebelumnya bahkan mampu memerintah Walikota Kota Jaya—seorang tokoh yang memiliki kedudukan tinggi—kini justru mengaku sebagai pelayan Kevin dan memperlakukannya dengan penuh hormat.

Pemandangan itu benar-benar mengejutkan semua orang.

Seberapa kuat sebenarnya Kevin?

............

Nona Amel seketika menggelengkan kepalanya.

“Kalau dia benar-benar sudah bertobat, Biro Super Nasional tidak perlu menahannya. Namun, masalah ini tetap cukup serius. Setelah kembali nanti, aku akan melaporkannya kepada atasan.”

“Baik.”

Kevin mengangguk.

Kemudian ia berkata, “Sekarang Hendro Sukma sudah ditangkap, posisi Walikota Kota Jaya menjadi kosong. Menurutku, paman Albert cocok menduduki posisi tersebut. Bukankah begitu, Nona Amel?”

Jantung Albert Wijaya langsung berdegup kencang.

Napasnya bahkan menjadi sedikit lebih cepat.

Walikota adalah pemimpin sebenarnya dari sebuah kota.

Albert Wijaya masih memiliki kepentingan lain untuk bisnisnya kedepan. Dengan latar belakang dan pengalamannya saat ini, ia tidak pernah membayangkan bisa menduduki posisi tersebut dalam waktu lima tahun.

Namun, hanya karena satu kalimat dari Kevin, peluang yang sebelumnya mustahil kini tiba-tiba terbuka di hadapannya!

Perkataan Kevin memiliki bobot yang sangat besar, terlebih lagi Kota Jaya memang membutuhkan Walikota baru secepatnya.

Amel melirik Albert Wijaya, kemudian berkata kepada Kevin dengan hati-hati, “Masalah ini sebenarnya berada di luar kewenangan Biro Super Nasional. Namun, mengingat kontribusimu yang besar, rekomendasimu kemungkinan akan dipertimbangkan secara serius. Aku akan menyampaikan hal ini kepada atasanku.”

“Kalau begitu, aku berutang budi kepadamu, Nona Amel.”

Kevin tersenyum puas.

“Sekalian, tolong sampaikan juga masalah mengenai Kepala kepolisian kepada atasan.”

“Baik.”

Nona Amel mengangguk.

“Kalau tidak ada urusan lain, aku akan membawanya pergi sekarang. Divisi Langit akan segera memberikan misi baru. Saat waktunya tiba, aku akan menghubungimu. Bagaimanapun juga, sebelum Tahun Baru kamu harus menjalankan satu misi.”

“Terima kasih.”

Kevin merasa hangat di dalam hati.

“Kalau suatu saat kamu membutuhkan bantuanku, jangan ragu untuk menghubungiku.”

Kevin benar-benar berterima kasih kepada Amel.

Meskipun wanita itu selalu terlihat tenang dan dingin, kali ini ia bahkan pergi mencarinya ketika ponselnya tidak mendapatkan sinyal.

Perhatian kecil tersebut sangat menyentuh hati Kevin.

Amel memang seorang wanita yang sangat cantik.

Di balik sikapnya yang dingin dan tenang, tersembunyi kepribadian yang penuh keberanian dan ketegasan.

Setelah Amel dan Jesika pergi, Heri akhirnya bisa mengembuskan napas panjang.

Selama berada di depan Amel, ia bahkan tidak berani bernapas terlalu keras.

Kevin memandangnya dengan ekspresi geli.

“Kau benar-benar tidak berguna. Bukankah kau salah satu penanggung jawab informasi Demonic di Kota Jaya? Kenapa kau bisa ketakutan seperti itu hanya karena melihatnya?”

Heri tersenyum getir.

“Tuan Muda, Nona Amel mungkin tidak memiliki niat buruk terhadap Anda, tetapi saya bisa merasakan dengan jelas bahwa dia memusuhi saya.”

Hanya dengan merasakan aura dingin yang terpancar dari Nona Amel, Heri sudah merasa merinding.

Meskipun dirinya termasuk orang kuat di Demonic, ia masih jauh dari jajaran ahli puncak.

Kekuatannya baru berada di tahap pertengahan Kaisar Puncak.

Jika dibandingkan dengan ahli pembawa informasi lain, kekuatannya masih belum cukup.

Sebagai pengawas informasi Demonic di Kota Jaya, kekuasaannya tidak tertandingi.

Para bawahannya juga tidak ada yang lebih kuat darinya, sehingga selama ini ia bisa bertindak sesuka hati.

Namun ketika berhadapan dengan ahli sejati, kekuatannya jelas tidak cukup.

“Mulai sekarang, tetaplah bersamaku.”

Kevin menepuk pundaknya.

“Selama kau mengikutiku, dia tidak akan berani menyentuhmu. Jadi, tidak perlu khawatir.”

Kevin kemudian menoleh kepada Albert Wijaya.

“Paman, bagaimana kalau kita pergi ke kantormu? Ada beberapa hal penting yang ingin kubicarakan.”

“Tentu, Sahabat mudah Kevin.”

Albert Wijaya langsung mengangguk.

“Saya akan menyiapkan makanan. Kita bisa membicarakannya sambil makan siang di kantor saya.”

Tatapan Albert Wijaya kepada Kevin dipenuhi rasa terima kasih.

Kevin tentu bisa melihatnya.

Namun ia hanya tersenyum tipis dan tidak terlalu memedulikannya.

Ketika Kevin terjebak dalam perangkap Walikota, Albert Wijaya berani mengambil risiko berselisih dengan Walikota demi mencarinya.

Begitu pula ketika seluruh pasukan kepolisian mengarahkan senjata kepada Kevin, Albert Wijaya tetap berdiri di pihaknya dan berani membelanya.

Kevin memang tidak pernah mengatakannya secara langsung, tetapi ia selalu mengingat siapa saja yang telah menunjukkan kesetiaan kepadanya.

Dan sekarang, sudah sewajarnya ia membalas kebaikan mereka.

“Baik. Kita bisa mengobrol sambil makan.”

Kevin tersenyum.

“Tentu!”

Albert Wijaya tampak sangat gembira.

Ia segera menoleh kepada sekretarisnya.

“Elsa, keluar dan pesan makanan untuk Tuan Kevin dan TemanNya. Pilih makanan terbaik yang ada. Cepat!”

“Baik!”

Elsa langsung bergegas pergi.

Setelah menyaksikan sendiri kemampuan Kevin yang luar biasa, Elsa tahu betapa pentingnya menjaga sikap di hadapan pria tersebut.

Ia tidak berani lalai sedikit pun.

Kali ini, ia harus memastikan hidangan terbaik segera tersaji di hadapan Tuan Kevin.

1
Naga Hitam
jir
K4k3k 8¤d¤
👍👍
Hardware Solution
kereeeen abissss
Divka
lama " x update ..pdhal novel ne ckup bgus
Divka
la jut thorr..smg makin smngt menulis😍
Divka
bagus
GEMBONG SAKTI
lanjuuuut
Was pray
gak kelar. kelar kayak gangsing muter2
GEMBONG SAKTI
🤣🤣🤣🤣ni mo berantem apa curhat curhatan 🤣🤣🤣🤣🤣
GEMBONG SAKTI
apakah dagumu berkumis?
bibirmu berjenggot?
VirgoRaurus 31Smile
kenapa baru sekarang tingkat kultivasi dijelaskan... pada jilid satu kayaknya belum deh...
VirgoRaurus 31Smile
dengan musuh kok ber"anda"... sopan sekali... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
batu tahu kumis di dagu... 🤣🤣🤣
VirgoRaurus 31Smile
massi terussssss... paham bahasa gak sih... buka tuh kamus....
Was pray
preeeeeet, kalau gak ada sangkut pautnya dengan ramalan dari Jonathan kamu mungkin gak penting buat Amel vin
Was pray
seharus identitas sebagai anggota biro suoer nasional menjadi rahasia tidak diobral ke mana2...
Was pray
seperti di negeri Konoha polisi membela yg mbayar, beda banget kinerja polisi di negeri komodo.... 🤣🤣
VirgoRaurus 31Smile
hitung hitungannya gimana Thor...?
VirgoRaurus 31Smile
Nah... ini baru benar Ridel Sanjaya...
VirgoRaurus 31Smile
harusnya keping giok yg pernah diperlihatkan Ridel Sanjaya, bukan Ardi Sanjaya.... INGAT... pernah di perlihatkan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!