Dia bukan siapa-siapa di keluarganya sendiri. Dihina, dipukul, dan dianggap sampah oleh adik kandungnya sendiri, Su Yu hanya punya satu harga diri tersisa: kepatuhan. Ketika ia diperintahkan masuk ke Hutan Kelabu yang mematikan untuk mencari Tanduk Rusa Malam, ia tidak punya pilihan selain menurut.
Namun di dalam hutan, ia menyaksikan pertarungan antara dua makhluk dahsyat yang seharusnya tidak pernah ia lihat. Ketika seorang peri cantik terjatuh tak berdaya di hadapannya, Su Yu dihadapkan pada pilihan sederhana: pergi menyelamatkan diri, atau mempertaruhkan nyawanya untuk orang asing.
Ia memilih yang kedua.
Tanpa disadarinya, satu tindakan kecil itu akan mengubah takdirnya selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8: Penjelasan Cangle
Peri Cangle pun mulai menjelaskan dasar-dasar kultivasi. Mulai dari mengatur pernapasan, menyerap energi spiritual, memurnikannya, hingga memadatkan energi tersebut ke dalam dantian. Setelah memastikan Su Yu memahami urutan dasarnya...
"Sekarang coba."
"Baik nona."
Su Yu menarik napas perlahan, lalu memejamkan mata. Ia menenangkan pikirannya, mengikuti irama yang telah diajarkan Cangle, kemudian membiarkan pori-pori tubuhnya terbuka untuk menyerap energi spiritual yang memenuhi goa kristal.
Energi biru segera bergerak mendekat.
Su Yu mengarahkannya mengikuti jalur yang telah dijelaskan Cangle, membiarkan energi itu masuk sedikit demi sedikit sebelum memurnikannya di dalam tubuh.
Pada percobaan pertamanya, aliran tersebut memang belum sepenuhnya teratur, tetapi energi yang telah dimurnikan tetap berhasil berkumpul di dalam dantiannya.
Peri Cangle mengangguk kecil. "Jangan terburu-buru... kendalikan napasmu lebih dahulu, karena energi akan mengikuti ketenangan pikiranmu."
Su Yu menyesuaikan pernapasannya dan mengulangi proses tersebut. Ketika merasa mantap, ia bertanya.
"Begini, Nona... saya sudah bisa merasakan alirannya, tetapi kendalinya masih belum sempurna."
"Untuk percobaan pertama, itu sudah cukup," jawab Cangle sambil menurunkan tangannya. "Namun jangan merasa puas terlalu cepat... semakin tinggi jalanmu nanti, semakin besar tuntutan terhadap kendalimu."
Su Yu membuka mata dan mengangguk. Ia kemudian mengangkat kedua tangannya, mengamati aliran energi biru yang berputar tipis di sekitar telapak tangannya, sebelum perlahan menurunkannya kembali.
Peri Cangle melanjutkan penjelasannya mengenai tingkat kekuatan yang dikenal di Benua Ming. Lima tingkatan utama tersusun dari Pendekar Besi, Pendekar Perak, Pendekar Emas, Pendekar Jiwa, hingga Pendekar Raja, sedangkan setiap tingkat terbagi menjadi tahap awal, menengah, akhir, dan puncak. Pendekar Perak telah mampu terbang dengan bantuan artefak, sementara Pendekar Emas sudah dapat terbang menggunakan kekuatannya sendiri.
Su Yu mengerutkan kening ketika mendengar susunan tersebut. "Jadi... Pendekar Besi yang sekarang saya capai masih berada di dasar jalan kultivasi?"
Cangle mengangguk. "Benar. Namun dasar yang kokoh jauh lebih penting daripada kemajuan yang terburu-buru. Jika fondasimu rapuh, kekuatan yang lebih tinggi hanya akan menjadi beban bagi tubuhmu."
Su Yu mengepalkan tangan kanannya. "Kalau begitu, saya akan memperkuat dasar terlebih dahulu."
"Bagus, karena itulah yang seharusnya kau lakukan."
Cangle berhenti sejenak, kemudian tatapannya beralih kepada tubuh Su Yu. Ia mengangkat jarinya dan menunjuk dada pemuda itu tanpa menyentuhnya.
"Namun ada satu hal yang harus kau pahami lebih dahulu... kekuatan yang mengalir di tubuhmu bukanlah energi biasa."
Su Yu mengikuti arah jarinya. "Maksud Nona adalah Esensi Kunpeng?"
Peri Cangle mengangguk perlahan. "Benar, karena sejak Esensi Kunpeng menyatu dengan tubuhmu, jalanmu sudah berbeda dari kultivator biasa."
Cangle kemudian menjelaskan apa yang pernah ia baca mengenai makhluk kuno tersebut. Kunpeng merupakan makhluk mitos yang sangat tua, dan catatan tentang keberadaannya hampir selalu diselimuti misteri. Menurut catatan kuno dari Benua Langit, Kunpeng memiliki tiga wujud:
Kun sebagai penguasa lautan dalam bentuk ikan raksasa yang ukurannya tidak dapat ditentukan. Peng sebagai burung kolosal yang menguasai langit, serta wujud ketiga yang menggabungkan karakteristik Kun dan Peng.
Su Yu menatap Cangle tanpa berkedip. "Tiga wujud... tetapi tidak ada penjelasan mengenai kekuatannya?"
"Catatan yang tersisa terlalu sedikit," jawab Cangle. "Bahkan sebagian besar catatan hanya mencatat keberadaan mereka di masa lalu... bukan batas kekuatan mereka."
Su Yu terdiam sesaat, lalu menundukkan pandangannya kepada dantiannya sendiri. "Kalau begitu, saya harus mencari tahu sendiri."
"Itulah jalanmu," ujar Cangle. "Aku hanya dapat memberi tahu dari apa yang pernah kubaca... selebihnya, kau harus menemukannya sendiri."
"Saya mengerti." Su Yu mengangguk. "Lalu bagaimana dengan Nona?"
Cangle terdiam sebentar sebelum menjawab. "Naga Phoenix juga termasuk makhluk yang sangat kuno dan agung. Jadi aku tidak sepenuhnya tahu seluruh rahasia kekuatannya."
Su Yu mengamati wanita itu beberapa saat, kemudian menarik napas perlahan. "Berarti kita berdua sama-sama memiliki kekuatan yang belum sepenuhnya kita pahami."
Peri Cangle mengangkat alisnya. "Jangan menyamakan dirimu denganku terlalu cepat... kekuatanmu masih jauh dari cukup."
Su Yu tersenyum tipis. "Baiklah, saya akan mengingat perkataan Nona."
Cangle mengangguk, lalu menarik kembali tangannya. "Hanya itu yang bisa kujelaskan kepadamu. Aku juga tidak punya waktu lebih lama lagi."
Su Yu memandang wanita di hadapannya beberapa saat, lalu menundukkan tubuhnya dengan sungguh-sungguh.
"Terima kasih nona... saya akan mengingat kebaikan nona ini sampai kapan pun."
"Sebaiknya begitu."
Su Yu perlahan kembali meluruskan tubuhnya, tetapi ketika mendengar perkataan Cangle tentang waktu yang semakin sedikit, pandangannya berubah.
"Tentang tidak punya waktu itu... apakah Nona akan kembali ke Benua Langit?"
Peri Cangle mengangguk. "Benar. Jika aku tidak kembali sekarang... akan ada banyak masalah nantinya."
Su Yu tidak bertanya lebih jauh. Ia telah memahami bahwa wanita seperti Cangle tidak mungkin terus bertahan di Benua Ming, terlebih setelah mendengar sendiri bagaimana rendahnya pandangan Cangle terhadap tempat ini.
"Baiklah... kalau begitu, mari saya antarkan."
"Tunggu! Sebelum itu... kau perlu mendengar ceritaku terlebih dahulu."
Su Yu mengangguk. "Silakan nona... saya akan mendengarkan."
biasanya novel karyamu selalu mendapatkan atensi yang banyak🤔🤔🤔
di tambah up nya thoorrr.