NovelToon NovelToon
Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Suara gemuruh dari dasar Jurang Kematian Naga terdengar seperti napas sesak dari raksasa purba yang sedang sekarat. Begitu tangga batu raksasa itu menampakkan diri dari balik kabut miasma, puluhan tetua pengawal dari lima sekte besar segera berteriak memberi komando.

​"Waktu kalian hanya satu bulan! Masuk dan bawa kembali kejayaan untuk sekte!"

​Ratusan jenius Pelataran Dalam melesat layaknya anak panah yang dilepaskan dari busurnya. Tim dari Sekte Darah Neraka yang dipimpin Xue Yin melompat lebih dulu, disusul oleh Sekte Teratai Es. Sebelum tubuhnya tertelan kabut hijau kehitaman, Lin Xue'er sempat menoleh ke belakang, memberikan tatapan mengancam yang seolah berkata, 'Kematianmu menunggumu di bawah'.

​Ye Xuan sama sekali tidak terburu-buru. Ia berdiri di bibir jurang, membiarkan kelompok-kelompok dari sekte lain masuk mendahului mereka. Angin beracun yang mengepul dari dasar jurang menerpa wajahnya, namun ia justru menarik napas panjang, menikmati aroma korosi dan darah purba tersebut.

​"Kapten," panggil Chu Feng dengan nada hormat yang kaku. Ia menelan sebutir Pil Anti Racun tingkat menengah, lalu mengalirkan Qi-nya untuk membentuk perisai cahaya. Lei Luo dan Mu Qing melakukan hal yang sama. "Miasma Naga di bawah sana sangat beracun. Jika kita menghirupnya terlalu banyak, meridian kita akan membusuk. Haruskah kita turun sekarang?"

​Ye Xuan menoleh sekilas melihat perisai Qi ketiga bawahannya. "Bagi kalian, ini adalah racun. Tapi bagi makhluk yang berada di puncak rantai makanan, ini hanyalah bumbu penyedap."

​Tanpa meminum pil atau membentuk perisai Qi, Ye Xuan melangkah santai menuruni tangga batu raksasa itu.

​Chu Feng dan yang lainnya saling pandang dengan ngeri. Miasma ini dikabarkan mampu melelehkan kulit ahli Pembentukan Fondasi dalam hitungan jam tanpa pelindung! Namun, karena tidak berani membantah, mereka segera mengikuti di belakang.

​Saat mereka semakin dalam menuruni tangga, kabut hijau kehitaman itu menjadi sangat pekat hingga jarak pandang menyusut menjadi kurang dari sepuluh meter. Suara jeritan tertahan terdengar dari kejauhan—kemungkinan murid sekte lain yang terjatuh atau terserang binatang buas penghuni jurang.

​Mu Qing memperhatikan punggung Ye Xuan dengan saksama. Hal yang membuat matanya terbelalak tak percaya adalah kabut racun itu. Begitu Miasma Naga menyentuh kulit perunggu Ye Xuan, kabut itu justru mendesis pelan dan... terserap masuk ke dalam pori-porinya, bukannya membakar kulit pemuda itu!

​Di dalam tubuh Ye Xuan, Miasma yang mengandung sisa-sisa aura naga korup itu langsung ditelan oleh Qi Naga Primordial. Racun fananya dibakar habis oleh Api Roh Teratai Merah yang bersembunyi di meridiannya, sementara esensi energi purbanya diekstrak untuk memberi makan fondasi fisiknya.

​Cangkir ini semakin kuat, batin Ye Xuan puas.

​Setelah berjalan turun selama setengah jam, kaki mereka akhirnya menyentuh dasar jurang.

​Pemandangan di dasar Jurang Kematian Naga sangat suram. Langit tidak terlihat, tertutup kabut tebal. Tanah di bawah mereka berwarna merah kecokelatan, seolah-olah seluruh daratan ini pernah direndam dalam lautan darah. Pohon-pohon hitam layu dengan cabang setajam tombak tumbuh tak beraturan, dihiasi oleh tulang belulang binatang raksasa yang berserakan.

​Chu Feng segera mengeluarkan gulungan peta gioknya. "Kapten, menurut peta yang dikumpulkan sekte selama ratusan tahun, Teratai Hati Bumi biasanya mekar di Pusat Cekungan Magma, sekitar tiga ratus mil ke arah utara dari titik pendaratan ini. Semua sekte pasti menuju ke sana sekarang."

​Ye Xuan menatap ke arah utara sejenak. Kesadaran spiritualnya memang menangkap fluktuasi energi api dan bumi yang sangat masif di sana, beserta ratusan aura kultivator yang sedang bergerak cepat.

​Namun, benih naga di dalam Dantiannya justru memberontak, menarik nalurinya ke arah yang sepenuhnya berlawanan: Timur. Di sana, di balik pegunungan tulang belulang yang diselimuti kabut paling pekat, terdapat resonansi aura yang membuat darah perunggu Ye Xuan mendidih karena lapar.

​"Kita tidak pergi ke utara," ucap Ye Xuan datar, memutar tubuhnya menghadap timur.

​"T-tapi Kapten," Lei Luo memberanikan diri berbicara. "Sekte Darah Neraka dan Teratai Es pasti menargetkan Teratai Hati Bumi. Jika kita membiarkan mereka mengambilnya lebih dulu, misi Patriark—"

​WUSSH!

​Bilah raksasa Naga Bintang Pemakan Darah tiba-tiba berhenti tepat setengah sentimeter dari leher Lei Luo. Angin dari ayunan itu memotong beberapa helai rambut pemuda berbadan besar itu. Lei Luo menelan ludah, seluruh tubuhnya kaku seketika.

​"Apa aku pernah mengizinkanmu mempertanyakan arahanku?" suara Ye Xuan sangat dingin, tanpa nada emosi. "Teratai itu hanyalah bunga liar fana. Aku akan mengambilnya saat aku ingin mengambilnya. Jika Xue Yin atau Lin Xue'er menemukannya lebih dulu, bagus. Biarkan mereka menjadi kuli panggul sementaraku. Sekarang, ikuti aku, atau jadilah pupuk di tanah ini."

​Ye Xuan menurunkan pedangnya dan mulai berjalan ke arah timur.

​Ketiga jenius Pelataran Dalam itu segera menutup mulut mereka rapat-rapat. Siksaan di Puncak Makam Pedang selama dua bulan kembali terngiang di benak mereka. Ye Xuan bukanlah kapten, dia adalah tiran. Dan satu-satunya cara bertahan hidup di dekat seorang tiran adalah dengan kepatuhan mutlak.

​Perjalanan ke arah timur jauh lebih sunyi dari perkiraan. Tidak ada jejak murid sekte lain di sini. Namun, insting bertahan hidup Chu Feng terus berteriak memperingatkan adanya bahaya yang bersembunyi di balik tanah merah tersebut.

​Kretek... Srek...

​Tiba-tiba, tanah di sekitar mereka bergetar.

​"Formasi melingkar! Ada yang datang dari bawah tanah!" teriak Chu Feng, refleks mengambil komando pertahanan. Lei Luo dan Mu Qing segera mencabut senjata mereka, berdiri saling memunggungi.

​BOOM! BOOM! BOOM!

​Enam gundukan tanah meledak. Dari dalam tanah merah itu, merayap keluar enam ekor monster menyerupai kadal raksasa berukuran sebesar kereta kuda. Tubuh mereka ditutupi sisik setebal pelat baja berwarna merah karat, dan tanduk tajam menonjol dari moncong mereka yang meneteskan liur beracun.

​"Kadal Darah Sisik Besi!" Mu Qing berseru pucat. "Ini monster mutasi tingkat empat puncak! Setara dengan kultivator Pembentukan Fondasi Bintang Tiga atau Empat!"

​Ye Xuan yang berdiri beberapa meter dari mereka bahkan tidak mencabut pedangnya dari bahu. Ia melirik keenam kadal itu dengan bosan.

​"Bereskan mereka. Jika kalian butuh lebih dari waktu setengah batang dupa, aku akan mematahkan lengan kalian," perintah Ye Xuan santai, lalu bersandar pada sebatang pohon mati di dekatnya.

​Mendapat ultimatum maut itu, mata Chu Feng memerah. "Maju!"

​Pertempuran pecah. Hasil latihan neraka di Puncak Makam Pedang akhirnya terlihat. Chu Feng (Bintang Tiga), Lei Luo, dan Mu Qing (Bintang Dua Puncak) tidak lagi bertarung dengan gaya mewah dan boros Qi layaknya jenius manja.

​Gerakan mereka efektif dan mematikan. Lei Luo menggunakan palu besarnya untuk menghancurkan pijakan monster, Mu Qing menggunakan pedang kembarnya untuk memotong titik buta di balik persendian sisik, sementara Chu Feng mengeksekusi serangan fatal dengan tombak peraknya yang diselimuti Qi padat.

​Meski kadal-kadal itu memiliki sisik sekeras besi dan jumlahnya lebih banyak, koordinasi maut ketiga murid itu berhasil menumbangkan mereka satu per satu. Darah amis membasahi tanah merah.

​Hanya dalam waktu sepertiga dupa, lima ekor kadal telah terpenggal. Chu Feng menombak jantung kadal terakhir, napasnya memburu, namun matanya memancarkan kepuasan. Ia tidak menyangka dirinya bisa sekuat ini!

​"Kami menyelesaikannya, Kapten—"

​ROAAARRR!

​Sebelum Chu Feng sempat menyelesaikan laporannya, sebuah ledakan tanah yang jauh lebih masif terjadi hanya sepuluh meter dari tempat mereka berdiri.

​Sesosok monster yang ukurannya tiga kali lipat lebih besar dari kadal sebelumnya melompat keluar. Sisiknya bukan lagi berwarna merah karat, melainkan hitam kelam dengan garis-garis darah yang menyala. Mata kuning reptilnya menatap tajam ke arah ketiga murid itu, memancarkan fluktuasi Qi yang mengerikan.

​"R-Raja Kadal Darah... Tingkat Lima Awal?!" Lei Luo merosot mundur, palunya terasa sangat berat. Tingkat Lima Awal setara dengan ahli Pembentukan Fondasi Bintang Enam! Perbedaan kekuatan ini tidak bisa dijembatani oleh koordinasi taktik apa pun.

​Raja Kadal itu membuka rahangnya, bersiap menembakkan semburan miasma darah yang akan melelehkan Chu Feng dan yang lainnya menjadi genangan darah dalam sedetik.

​Namun, di detik yang sama, sebuah siluet hitam melesat dari arah pohon mati.

​Kecepatannya memecahkan penghalang suara. Ye Xuan tidak menggunakan teknik pergerakan, murni kekuatan ledakan otot Tulang Besi Kulit Perunggu miliknya.

​Tepat sebelum semburan miasma darah itu keluar dari mulut Raja Kadal, Ye Xuan sudah berada di udara, tepat di atas kepala monster raksasa tersebut.

​Ia tidak mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Ia hanya memegang gagang Naga Bintang Pemakan Darah dengan satu tangan, dan membiarkan berat sepuluh ribu kati pedang itu jatuh bebas, ditambah sedikit dorongan dari otot lengannya.

​CRAAASH!

​Tidak ada benturan keras, hanya suara robekan daging dan hancurnya tulang yang sangat brutal.

​Pedang raksasa itu membelah kepala Raja Kadal Tingkat Lima yang konon bisa menahan serangan ahli Inti Emas tahap awal. Dari ujung tengkorak, membelah rahang, terus membelah leher dan tulang belakangnya hingga ke tanah.

​Satu tebasan, dan monster raksasa itu terbelah menjadi dua bagian simetris. Darah hitam menyembur deras layaknya hujan.

​Di bawah guyuran darah monster itu, pedang di tangan Ye Xuan mulai bereaksi. Urat-urat merah di sepanjang bilah pedang yang terbuat dari Baja Darah Naga itu berpendar terang. Alih-alih membiarkan darah itu membasahi tanah, pedang itu... meminumnya.

​Darah Raja Kadal tersedot masuk ke dalam bilah pedang dengan kecepatan hisap yang menakutkan, meninggalkan mayat raksasa itu layu dan kering layaknya mumi dalam hitungan detik.

​Esensi kemurnian darah monster yang disaring oleh pedang itu kemudian disalurkan ke telapak tangan Ye Xuan, masuk lurus ke dalam Dantiannya. Benih Naga Primordial mengaum puas, menyerap sekelumit aura naga korup dari monster itu.

​Ye Xuan mendarat di tanah dengan mulus, mengibaskan pedangnya yang kini memancarkan aura membunuh yang jauh lebih pekat. Ia menatap mayat kering Raja Kadal itu dengan senyum tipis.

​"Senjata yang bagus," gumam Ye Xuan puas.

​Ia lalu menoleh ke arah Chu Feng, Lei Luo, dan Mu Qing yang kini duduk mematung di tanah, jiwa mereka seolah baru saja dicabut melihat kekejaman dan kekuatan absolut tersebut.

​"Jangan hanya diam seperti patung batu," tegur Ye Xuan dingin. "Kita baru saja mencapai gerbang depan.

1
Nanik S
Ye Xuan benar benar marah dengan Panatua Zhao Ying
Fajar Fathur rizky
bikin yexuan kejam hancurkan sekte darah itu dan untuk sekte es itu hancurkan aja kultivasi mereka bikin yexuan membuat wanita sekte es itu di sentuh musuh mereka
Nanik S
Ye Xuan menjadi Kebanggaan Tetua Wuji karena kekuatan absolutnya
Nanik S
Ye Xuan... bantai saja Panatua Zhao dan anteknya
Nanik S
Zhao Li ... hilang SDH kesombonganmi
Nanik S
Empat lalat yang cari mati
Nanik S
Fosil batu bintang untuk menambal Meridian yang retak
Nanik S
Ye Xuan ...ucapan benar benar Absolut
Nanik S
Sudah bilang ke Cucunya gak usah pakai Trik murahan
Nanik S
Boommmm hancur sudah Boneka Perunggunya
Nanik S
Gravitasi hanya memijat punggungku, dan cepat ijian ke dua aku mau tidur🤣🤣🤣
Nanik S
Dapat kantong penyimpanan🤣🤣🤣
Nanik S
Tiga tikus yang arogan melempari batu Ye Xuan... cari mati saja
Dan Kawan-Kawan
pelan tapi pasti lanjut ye xuan........
Nanik S
Ye Xuan menempati puncak makam pedang....sanggupkah
Dan Kawan-Kawan
up lagi thor
Nanik S
Ye Qian ... sekarang ada Ye Kuang
Nanik S
Berangkat ke Sekte Azurre...
Nanik S
Keluarga Lin.... dimana Arogansimu🤣🤣
Nanik S
Ye Xuan ucapannya adalah Final
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!