NovelToon NovelToon
MENIKAHI PRIA ASING BERKURSI RODA

MENIKAHI PRIA ASING BERKURSI RODA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Komedi
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Di usianya yang baru 25 tahun, Inayah Putri adalah gabungan sempurna antara kecerobohan, ketomboyan, dan kejeniusan. Ide-ide cemerlangnya sukses mengguncang perusahaan papan atas, melejitkan karier dan gajinya secara instan.

Sayang, sukses di dunia kerja tak sebanding dengan percintaannya. Bertahun-tahun berkorban demi Pasya, Inayah justru menerima kenyataan pahit saat tak sengaja mendengar percakapan Pasya dan ibunya, yang menganggapnya "ATM berjalan". Janji pertunangan dan pernikahan yang diimpikan hanyalah kebohongan belaka.

Dalam keputusasaan di tepi pantai, matanya tertuju pada Abiyan Zimraan, pria misterius berkursi roda yang dikiranya hendak bunuh diri. Tepat ketika ibunya mendesak untuk segera menikah dan Inayah menolak untuk kembali pada Pasya, ia membuat keputusan ternekat dalam hidupnya.

Menatap Abiyan, meski lumpuh tapi memiliki ketampanan memikat, Inayah berpikir: "pria ini seribu kali lebih berharga dibanding pengkhianat seperti Pasya." Tanpa ragu, Inayah melamarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JEBAKAN YANG TAK TERDUGA.

Matahari makin meninggi saat mobil mewah yang dikendarai Bara membelah jalanan utama kota. Inayah yang sejak tadi pasrah hanya bisa terdiam menatap keluar jendela. Namun, begitu bayangan gedung jangkung tempatnya bekerja mulai terlihat di perempatan jalan, kepanikan seketika menyergapnya.

Inayah paling anti menjadi pusat perhatian seluruh staf kantor. "Mas Bara! Berhenti di depan sana aja ya, dekat perempatan! Jangan sampai ke depan lobby!" perintah Inayah panik.

Bara tidak menjawab. Lewat kaca spion tengah, ia melihat Abiyan yang duduk di samping Inayah memberikan kode halus, hanya dengan sekali sekilas tatapan mata yang penuh dominasi. Bara paham betul perintah sang majikan. Bukannya menepi, mobil mewah berlogo eksklusif itu justru tetap melaju mulus, menerobos area drop-off, dan berhenti tepat di depan pintu utama lobby kantor.

Modus galak Inayah yang sempat mereda akibat cincin 10 miliar seketika aktif kembali. "Bara! Kan udah gua bilang berhenti di depan perempatan, kenapa jadi berhenti di sini sih?! Bikin orang-orang pada kepo aja!" dumel Inayah berapi-api.

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Mau tidak mau Inayah harus turun. Dengan cepat ia menarik tasnya, menutupi seluruh wajahnya dengan tas kulit itu, lalu berlari terbirit-birit menembus pintu kaca lobby layaknya seorang pencuri yang takut tertangkap kamera.

Sepanjang koridor menuju lift, bibir Inayah tak henti-hentinya mengutuk pria yang masih duduk tenang di dalam mobil tersebut. Ia paham betul Bara hanya menjalankan perintah. Dalang utama dari semua kesialannya tentu saja pria kaku berdarah dingin itu.

"Dasar es batu enggak ada akhlak! Selalu aja bikin gua kesal!" gerutu Inayah setengah berbisik sambil menghentakkan kakinya. "Sok banget mentang-mentang bos besar, jadi apa pun harus dituruti! Awas aja ya!"

Saat ia baru dari lift biasa dengan napas terengah-engah, tiba-tiba pintu lift eksklusif di sebelahnya terbuka. Pak Budi, direktur sekaligus bos utamanya, melangkah keluar. Pria paruh baya itu melambaikan tangan saat melihat sosok Inayah.

"Inayah!" panggil Pak Budi.

Inayah seketika menghentikan omelannya dan menoleh kaget. "Eh, Pak Budi? Ada apa, Pak?" tanyanya penasaran.

Pak Budi mendekat sambil tersenyum misterius. Ia merogoh saku jasnya dan menyerahkan selembar kertas putih yang terlipat rapi. "Ini... ada pesan dari suami kamu."

"Eh? Dari... suami saya?" Inayah menatap lembaran kertas itu dengan kening berkerut.

Pak Budi tidak menjawab dengan kata-kata, melainkan menaik-turunkan alisnya dengan raut wajah menggoda. Sebagai salah satu orang kepercayaan yang memegang rahasia besar perusahaan, Pak Budi tentu tahu betul siapa sosok 'suami' yang dimaksud.

Melihat tingkah bosnya yang mendadak aneh dan bikin merinding, Inayah cepat-cepat mengambil kertas itu, berpamitan singkat, lalu melangkah lebar-lebar menuju ruang kerjanya.

Begitu pintu ruangannya tertutup rapat, Inayah bergegas membuka lipatan kertas putih tersebut. Di sana, tertulis satu kalimat pendek dengan tulisan tangan yang sangat rapi dan tegas:

Jangan ngedumel terus, Inayah. Aku bisa dengar, dan mata batinku bisa melihat.

Darah Inayah seketika naik ke ubun-ubun. Wajahnya memerah padam karena gemas. Tanpa ampun, ia meremas kertas itu sampai menggumpal, lalu merobek-robeknya menjadi serpihan kecil dengan penuh emosi, seolah-olah yang sedang ia remas dan robek adalah wajah dingin Abiyan.

"Dasar es batu gila! Gua ngedumel juga gara-gara dia!" kata Inayah geram, giginya sampai bergemertak saking jengkelnya. "Awas aja nanti malam! Kagak bakal gua kasih makan! Biar dia kelaparan dan balik ke rumah besarnya yang bikin capek kalau jalan kaki!"

Inayah mengelus dadanya yang naik turun. "Haaah... bisa-bisa gua dianggap gila kalau ngomong sendiri begini terus."

Cepat-cepat ia menarik napas dalam-dalam. Dengan gaya dramatis mirip pendekar yang selesai latihan silat, ia merentangkan kedua tangannya ke atas, menarik napas dalam, lalu membuangnya perlahan seraya menurunkan telapak tangannya ke dada. Setelah emosinya agak mereda, ia merapikan posisi hijabnya, menarik kursi kerja kebesarannya, dan mulai fokus menatap layar komputer untuk bekerja.

Sementara itu, di dalam mobil yang mulai bergerak meninggalkan area perkantoran, Abiyan sedang bertopang dagu sambil menatap layar tablet khusus di pangkuannya. Layar itu menampilkan tayangan CCTV lorong kantor yang kodenya baru saja diberikan oleh Pak Budi.

Di layar tablet, terlihat jelas bagaimana Inayah meremas, merobek, dan mengomel pada kertas pesannya dengan wajah sangat menggemaskan.

"Gadis aneh... Tapi selalu berhasil bikin aku gemas," gumam Abiyan amat pelan, hampir berupa bisikan.

Namun, pendengaran tajam Bara tetap mampu menangkapnya. "Bukankah dari pertama kali bertemu dia memang sudah aneh, Pak?" sahut Bara polos dari balik kemudi.

Abiyan langsung memberikan pelototan maut lewat kaca spion tengah. Seketika Bara merinding, cepat-cepat memperagakan gerakan mengunci mulutnya rapat-rapat dan fokus kembali pada jalanan.

Namun, suasana santai di dalam mobil itu tak bertahan lama. Tiba-tiba dari arah persimpangan yang tidak disangka-sangka, dua mobil SUV hitam berkaca gelap melaju kencang dan langsung mengapit mobil Abiyan dari sisi kiri dan kanan secara berbahaya!

CIIIIITT!

Bunyi gesekan ban dan bodi mobil bergema keras. Sisi mobil Abiyan terguncang hebat akibat himpitan sengaja dari kedua kendaraan misterius tersebut.

"Tuan! Pakai sabuk pengaman Anda sekarang!" teriak Bara tegas, kewaspadaannya melesat ke tingkat tertinggi.

Mata Abiyan berkilat tajam. Tanpa panik sedikit pun, ia segera mengklik sabuk pengamannya.

Begitu memastikan bosnya terikat aman di kursi belakang, Bara menginjak rem dalam-dalam secara mendadak!

SRAAAKKKK!

Mobil mereka melambat drastis dalam hitungan detik. Karena inersia, dua SUV yang tadi mengapit erat justru meluncur kencang melampaui posisi mobil Abiyan. Dan di sanalah celah emas yang dimanfaatkan Bara! Dengan keterampilannya yang di atas rata-rata, Bara membanting setir secara ekstrem, memutar arah mobil 180 derajat dalam gerakan j-turn yang sempurna!

VROOOOOOM!

Bara menginjak pedal gas hingga dasar. Mobil melesat bagai anak panah dengan kecepatan luar biasa, menentang arus lalu lintas jalanan satu arah! Klakson kendaraan lain bersahutan riuh, namun Bara dengan lihai dan presisi meliuk-liuk menghindari setiap kendaraan yang datang dari arah depan.

Sambil satu tangannya mengendalikan setir dengan beringas, tangan lainnya menekan tombol panggilan darurat di dasbor untuk terhubung langsung dengan tim pengawal elit Abiyan.

"Skenario C-4! Siapkan jebakan di sektor lima sekarang juga!" perintah Bara dingin dan singkat.

"Diterima. Tim elit sudah bersiap di titik eksekusi," sahut suara di seberang telepon.

Begitu melihat celah di persimpangan depan, Bara memotong jalur dengan manuver berbahaya, mengarahkan kendaraan menuju jalanan sepi yang dikelilingi bangunan tua. Dua SUV penyerang yang berhasil memutar balik kini melaju kencang di belakang mereka, terus menempel ketat.

"Mereka masuk perangkap," gumam Bara tipis.

Mobil Abiyan meluncur memasuki sebuah kawasan alley sempit yang agak memanjang. Di sana, sudah menanti barisan mobil-mobil hitam milik tim elit Abiyan yang terparkir rapi di tepi. Tanpa membuang waktu, Bara memarkirkan mobil Abiyan di posisi paling aman.

Begitu dua SUV pengejar itu menerobos masuk ke dalam kawasan tersebut, dalam hitungan detik, barisan mobil hitam tim elit langsung bergerak maju dan silang memotong, menutup rapat akses jalan keluar maupun masuk!

BAM! BAM!

Puluhan pria bersetelan hitam dengan senapan dan persenjataan lengkap keluar dari mobil-mobil pengawal. Dalam sekejap mata, dua SUV penyerang itu telah dikepung rapat dari segala penjuru. Para pengintai yang niat celaka itu kini terjebak sepenuhnya dalam sangkar yang diciptakan oleh tim elit milik Abiyan.

1
Baek chanhun
nenek sm kakek tempat inayah sj,.agar awet muda
Sribundanya Gifran
lanjut
falea sezi
lanjuttt🤭 q kirim hadiah
Naftali Hanania
keren nayah...🤩 biarpun tetep aja ada kejadian lucu nya 🤭✌️
Baek chanhun
next thourt💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
mama
top mar kotop abiyan gk ad duany pokok ny,sat set gk bakal ngasih celah buat musuh 😄
Teh Fufah
keren nayah nih... udah punya pengawal
Sribundanya Gifran
thor up yg bnyak thor💪💪💪💪💪
Mutiara Nisak
mimpi apa dirimu nay semalam,dpt cincin seharga milyaran,klo hilang belinya kyk beli kerupuk pasir....😄😄😄
Naftali Hanania
wadaw...ini sultan di atas sultan ya...10m klk ilqng tinggal beli lg.....mantabbbb👍👍👍👍
Naftali Hanania
gak dpt mangsa baru..mangsa lama diudak - udak 😎
Naftali Hanania
begitu kalok jodoh kali ya....saling ngelengkapin 😍👍
Naftali Hanania
🤣🤣🤣 kaget kali sm.interaksinya nayah sm nrnek nya....gak pernah gitu ya byan sm nenek nya 😁✌️
Naftali Hanania
kasihtau gak ya....😁✌️🤭
Naftali Hanania
👍👍👍👍
Naftali Hanania
no jaim2 ya inna 🤭
Naftali Hanania
🤣🤣🤣 inna tidurnya sorah...parah 🤣🤣🤣🤣
Naftali Hanania
mendadak jd orang ssuper duper have ya In 🤭👍
Naftali Hanania
inayah.....👏👏👏👏👏👏😁👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!