NovelToon NovelToon
Cinta Sang Penguasa Hidden

Cinta Sang Penguasa Hidden

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:545
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

​Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dituduh melakukan kejahatan yang tidak pernah ia lakukan oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa menjadi menantu numpang di keluarga kelas menengah, Reno diperlakukan seperti pelayan, dihina oleh ibu mertuanya, dan dianggap suami "tidak berguna" oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, satu-satunya alasan Reno bertahan dan berpura-pura menjadi orang miskin adalah untuk melindungi istrinya, Alya, perempuan polos yang pernah menyelamatkan nyawanya.
​Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan Alya dengan seorang pria kaya raya yang sombong. Di hari yang sama ketika surat cerai disodorkan ke wajahnya, organisasi rahasia terbesar di dunia—Grup Naga Hitam—akhirnya menemukan keberadaan Reno.
​Ternyata, Reno bukanlah orang biasa. Dia adalah Tuan Muda Penguasa Tunggal dari keluarga terkaya di benua ini yang sengaja menghilang untuk menyelesaikan misi rahasia.
​Begitu batasan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Lamaran Di Puncak Dunia

Hening mencekam menyelimuti aula megah Istana Naga Hitam. Ribuan pasang mata yang terdiri dari para pemimpin dunia, duta besar, konglomerat global, hingga awak media internasional seolah berhenti bernapas. Pemandangan di atas panggung utama itu begitu surealis, mendobrak segala logika kekuasaan yang pernah ada.

Reno, pria yang baru saja dinobatkan sebagai Pemimpin Tertinggi Konsorsium Naga Hitam—sosok yang keputusannya sanggup mengguncang bursa saham dunia dan meruntuhkan klan-klan raksasa—kini sedang berlutut dengan satu kaki di hadapan Alya Pramudya.

Jubah hitam berbordir naga perak milik Reno menjuntai di lantai panggung, sementara mahkota perak simbol kekuasaan tertinggi masih bertengger di kepalanya. Namun, tatapan mata Reno saat ini tidak memancarkan intimidasi dingin yang biasa ia tunjukkan pada musuh-musuhnya. Sepasang mata cokelat gelap itu menatap Alya dengan pendar kelembutan, ketulusan, dan cinta yang begitu murni.

Alya berdiri terpaku, tangannya membekap mulut untuk menahan isak tangis yang mendesak keluar. Jantungnya berdegup kencang, seolah mau melompat dari dadanya. Ia mengenakan gaun putih gading yang anggun, berdiri di puncak kejayaan kariernya, namun di momen ini, semua pencapaian itu terasa menguap. Yang ia lihat hanyalah Reno, pria yang pernah hidup bersamanya dalam kesederhanaan.

Reno merogoh saku jas mewahnya, mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil berwarna biru tua. Tanpa mengalihkan pandangannya dari mata Alya, Reno membuka kotak tersebut.

Kilatan cahaya lampu kristal aula memantul di atas benda di dalam kotak itu. Namun, alih-alih berlian raksasa bernilai triliunan rupiah yang mungkin diharapkan oleh para tamu undangan, di dalam kotak itu tersimpan sebuah cincin emas putih dengan desain yang teramat sederhana. Tidak ada permata besar yang mencolok, hanya ada ukiran ukiran jalinan simpul tak berujung yang halus dan elegan.

Dada Alya berdesir hebat saat mengenali desain cincin itu. Air mata haru merekah deras menyusuri pipinya.

Cincin itu adalah cincin yang sama dengan yang pernah Alya impikan dan tunjukkan pada Reno di sebuah etalase toko perhiasan kecil di pinggiran kota, tak lama setelah mereka menikah dulu. Saat itu, mereka hidup dalam kesulitan finansial, dan Alya tahu Reno tidak akan sanggup membelinya. Ia menunjukkan cincin itu bukan untuk menuntut, melainkan hanya sebagai angan-angan kebahagiaan sederhana seorang istri. Alya bahkan sudah lama melupakan detail cincin itu, namun Reno... Reno mengingatnya selama tiga tahun penyamarannya.

Reno menarik napas panjang, suaranya mengalun rendah namun berwibawa, bergema jernih melalui sistem pengeras suara ke seluruh aula dan ke jutaan layar televisi di seluruh dunia.

"Alya Pramudya," panggil Reno dengan nada suara yang bergetar menahan emosi yang mendalam. "Dunia mengenalku sebagai Penguasa Naga Hitam malam ini. Mereka melihat mahkota, jubah, dan kekuasaan tak bertepi yang aku genggam. Tapi bagiku, semua itu hanyalah alat untuk memenuhi tugas dan tanggung jawabku."

Reno menjeda kalimatnya sejenak, menatap Alya dengan tatapan yang seolah menembus langsung ke dalam jiwanya.

"Selama tiga tahun masa penyamaranku, aku hidup dalam hinaan, caci maki, dan penolakan dunia," lanjut Reno dengan jujur dan terbuka di hadapan panggung internasional. "Satu-satunya lentera yang menyinari kegelapan masa-masa itu adalah kamu, Alya. Kamu adalah satu-satunya alasan mengapa aku sanggup menahan diri, satu-satunya alasan mengapa aku ingin kembali ke puncak kejayaan ini... demi melindungimu, demi membahagiakanmu."

Reno mengangkat kotak cincin sederhana itu lebih tinggi, menyodorkannya ke hadapan Alya.

"Cincin di dalam kotak ini bukanlah cincin termahal di dunia, bukan cincin yang penuh dengan pamer harta seperti yang mungkin diinginkan oleh klan-klan berdarah dingin di luar sana," ujar Reno dengan senyuman tulus yang memikat. "Cincin ini adalah simbol dari 'Reno si menantu benalu' yang dulu pernah hidup bersamamu. Pria yang mencintaimu dengan ketulusan mutlak, bukan karena takhta atau triliunan kekayaan yang aku miliki malam ini."

Reno menatap Alya dengan pandangan penuh harapan dan permohonan yang terdalam dari sanubarinya.

"Malam ini, di hadapan seluruh dunia sebagai saksi... aku tidak melamarmu sebagai Penguasa Naga Hitam yang menjanjikan kemewahan duniawi. Aku melamarmu sebagai pria yang ingin menghabiskan sisa hidupnya untuk menjagamu, melindungimu, dan mencintaimu apa adanya, dalam suka maupun duka, dalam kesederhanaan maupun kemegahan."

Reno menelan ludah, suaranya sedikit serak karena haru. "Alya... maukah kamu menjadi istriku kembali? Maukah kamu berjalan di sisiku, bukan di bawah bayang-bayang kekuasaanku, melainkan sebagai pasangan sejajar yang saling menguatkan selamanya? Alya... bersediakah kamu menikah denganku?"

Pertanyaan Reno bergema di dalam aula yang sunyi senyap. Tidak ada satu pun tamu undangan yang berani berbisik. Semua mata tertuju pada Alya, menantikan jawaban dari wanita yang berhasil merundukkan lutut sang raja tertinggi.

Alya menatap Reno melalui derai air matanya. Ia melihat ketulusan yang tak bertepi di mata pria itu. Ia melihat cincin sederhana yang melambangkan janji masa lalu mereka yang belum terpenuhi. Penyesalan atas tiga tahun masa lalu yang ia sia-siakan beradu dengan rasa syukur dan kebahagiaan yang amat mendalam malam ini.

Alya tahu, di detik ini, ia tidak sedang memilih kekayaan atau kekuasaan Naga Hitam. Ia sedang memilih pria yang mencintainya dengan begitu tulus, pria yang selalu memegangi tangannya saat dunia menghempaskannya, pria yang mengingat setiap mimpi kecilnya.

Alya menyapu sisa air matanya dengan jemari yang gemetar. Ia mengulas senyum manis yang paling memikat yang pernah ia tunjukkan dalam hidupnya—sebuah senyuman yang memancarkan kejujuran dan cinta murni.

"Reno..." suara Alya terdengar serak namun penuh dengan kepastian tak tergoyahkan. Ia melangkah satu pukulan maju, mendekati Reno yang masih berlutut.

Alya mengulurkan tangan kanannya yang lembut, meletakkannya di atas telapak tangan Reno yang hangat dan tegap.

"Tiga tahun lalu, aku bodoh karena tidak melihat ketulusanmu," bisik Alya penuh penyesalan, namun segera berganti menjadi nada kebahagiaan yang membuncah. "Tapi malam ini, di hadapan dunia ini... aku memilihmu. Bukan karena mahkota atau takhta yang kamu sandang, Reno. Aku memilihmu karena kamu adalah Reno... pria yang selalu melindungiku, pria yang cintanya telah menyelamatkanku."

Alya menatap lurus ke dalam mata Reno, mengangguk mantap dengan derai air mata kebahagiaan.

"Ya, Reno! Aku bersedia! Aku mau menjadi istrimu kembali! Aku mencintaimu, dulu, sekarang, dan selamanya!" jerit Alya bahagia di tengah isak tangisnya.

Mendengar jawaban Alya, pendar kebahagiaan yang amat luar biasa meledak di wajah Reno. Senyuman lebar yang amat lega terbit di bibirnya.

Dengan jemari yang sedikit gemetar karena rasa bahagia yang meluap, Reno mengambil cincin sederhana itu dari kotak beludru. Ia memegang jari manis kanan Alya secara perlahan, lalu menyematkan cincin emas putih berukir simpul tak berujung itu di jari manis Alya dengan sangat presisi.

Cincin itu terpasang sempurna di jari manis Alya, berkilau menawan di bawah pendar lampu kristal, menjadi saksi bisu ikatan janji suci baru yang berlandaskan cinta tulus, bukan paksaan atau materi semata.

Reno berdiri dari posisi berlututnya. Ia menatap Alya dengan pandangan penuh cinta, lalu tanpa ragu merangkulkan lengan tegapnya ke pinggang Alya, menarik wanita itu ke dalam dekapannya yang hangat dan protektif.

Alya menghambur ke dalam pelukan Reno, membenamkan wajahnya di dada bidang pria itu sambil menangis bahagia. Reno memeluk Alya erat-erat, mencium kening wanita itu dengan lembut di hadapan ribuan tamu dunia.

*BAM! BAM! BAM! BAM!*

Seketika itu juga, gemuruh tepuk tangan yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya pecah memenuhi seluruh aula! Ratusan tamu VIP, duta besar, dan pemimpin dunia berdiri memberikan *standing ovation* yang meriah. Lampu kilat kamera wartawan media internasional menyala bagaikan kembang api yang meledak serentak di malam hari.

Para duta besar wanita meneteskan air mata haru menyaksikan momen lamaran paling romantis dan tulus di puncak dunia itu. Musik simfoni megah kembali mengalun, mengiringi pelukan hangat Reno dan Alya di atas panggung penobatan.

Kekuasaan Naga Hitam malam ini tidak lagi dirasakan sebagai kekuatan yang menakutkan, melainkan sebagai kekuatan cinta yang berhasil menyatukan dua hati yang sempat terpisah oleh kebodohan dan keserakahan.

Bagas yang berdiri di kejauhan mengusap air mata di sudut matanya, tersenyum bangga menyaksikan Tuan Mudanya akhirnya meraih kebahagiaan hakiki.

"Hormat kepada Tuan Muda Reno dan Nona Alya!" seruan Bagas bergema riuh melalui pengeras suara, memicu gemuruh sorakan selamat dari seluruh penjuru aula yang merayakan bersatunya sang Penguasa dan kekasih sejatinya di puncak dunia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!