NovelToon NovelToon
Ekspektasi Dalam Cinta

Ekspektasi Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:136
Nilai: 5
Nama Author: Mega Harsa

Alina Putri Jayashree merupakan seorang anak perempuan yang berasal dari kota Bogor. Saat ini, ia berusia 23 tahun. Ia berhasil mencapai mimpinya untuk memiliki sebuah toko buku.

Bayu Rafardhan adalah seorang anak laki laki berusia 26 tahun ini sangat menyayangi keluarganya. Ayahnya bernama Lukman baru saja meninggal dan sekarang ia tinggal bersama Bunda yang bernama Indri di Jakarta. Sebelumnya, merantau di Bandung karena pekerjaan. Namun, ia memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan di Jakarta agar bisa menjaga dan merawat Bunda.

Siapa sangka, niat Bayu untuk bekerja di Jakarta membuatnya dekat dengan kembali dengan masa lalu tetapi dengan versi yang berbeda. Kisah cinta tak terduga pun terjadi tidak sesuai ekspektasi, inilah yang di alami Bayu dan Alina beserta para sahabatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Jam sudah menunjukkan pukul enam pagi, Alina sangat bersemangat untuk beres - beres kontrakan yang kini menjadi tempat tinggalnya. Selain itu, Alina juga berencana untuk membeli sayuran serta camilan untuk stok. Di tangannya, sudah ada buku catatan untuk mencatat apa saja yang akan dia beli. Alina memperhatikan dan memastikan apa yang dia catat tidak ada yang terlupa. Setelah selesai, ia lanjut untuk menyapu dan juga mengepel lantai. "Alhamdulillah, sudah selesai" kata Alina seraya memandangi setiap sudut ruangan. Selanjutnya, Alina bersiap - siap untuk mandi.

Beberapa menit kemudian...

Alina sudah berpakaian rapi dan cantik dengan polesan make up tipisnya. Ia bergegas mengambil tas selempang yang di dalamnya terdapat dompet dan juga handphone. Tidak lupa juga, Alina membawa selembar kertas yang berisi daftar sayuran serta makanan yang sudah ia buat.

Ting!

Bayu

Pagi, Bu Bos! Jangan lupa atur rencana buat ke Bogor ya.

Alina menghela nafas dengan panjang, ia khawatir akan terjadi kesalahpahaman lagi apabila Bayu datang ke kampung. "Selain itu, aku juga harus mengatur rencana agar semuanya berjalan dengan lancar tanpa salah paham" ucap Alina dalam batinnya seraya mengirimkan pesan itu kepada Bayu. Alina beralih membuka grup Team Vin Books, "sepi banget" gumam Alina. ia mulai mengetik pesan dengan tersenyum tipis dan mengirimnya.

...----------------...

"Huft, selamat kerja Kevin. Jangan sampai kejadian yang kemarin memudarkan semangat Lo yang membara itu" kata Bayu dengan tersenyum jahil.

"Tentu saja!" jawab Kevin dengan ketus. Bayu dan Kevin masih berada di dalam mobil menunggu kedatangan Fara dan Acha. "Tumben banget, biasanya mereka duluan yang datang lebih cepat" ucap Kevin dengan lirih. Bayu yang mendengar hal itu pun kembali mengambil kesempatan untuk iseng, "Maka dari itu, jaga komunikasi kalau mau kompak sama Acha." Kevin berdecak serta melemparkan tatapan tajam ke arah Bayu karena kesal.

"Hai, selamat pagi rekan kerja!" ujar Acha dari dalam mobil seraya melambaikan tangan ke arah Bayu dan Kevin. Ternyata, Fara juga berangkat bersama dengan Acha. Fara bergegas membuka rolling door dan Bayu menghampirinya berniat untuk membantu. Sedangkan Kevin menghampiri Acha dan bertanya, "tumben banget terlambat 10 menit, kenapa?" tanya Kevin dengan sedikit mengecilkan suaranya, ia tidak mau jadi bahan candaan Bayu lagi. "Iya, tadi ada kejadian kecelakaan beruntun, jadi jalanan macet deh. Alhamdulillah, tadi para korban juga sudah ditangani." Jawab Acha dengan raut wajah yang sedih, ia bersyukur masih selamat tanpa terluka sedikitpun. "Guys, ayo!" ujar Bayu, memberikan isyarat untuk segera masuk ke dalam toko.

Fara membuka handphone-nya, ada banyak notifikasi dari grup Team Vin Books.

Ting!

Ting!

Ting!

Kak Alina

Selamat Pagi

Hari ini aku tidak datang ke Vin Books. Bayu, jangan lupa update produk di marketplace. Kevin, untuk jadwal live sore aja ya.

Fara, cek stok di gudang penyimpanan buku, catat buku apa saja yang masih banyak dan hampir habis, kamu kerja sama dengan Bayu ya, Dek.

Acha, aku ada rencana buat bikin pojok baca. Dan menurut kalian, gimana kalau kita bikin baju seragam Vin Books?

Setelah membaca pesan yang di kirim oleh Alina, Fara mengklik tombol telepon di grup.

"Hai, semuanya! kalian udah buka grup Team Vin Books belum?"

"Kakak belum, Dek. Emang kenapa?" kata Bayu.

"Oke, kalian jangan lupa baca pesan dari Kak Alina, ya. Siang ini aku rasa kita harus membahasnya."

"Oke, Fara!" kata Bayu, sedangkan Kevin hanya menyimak.

"Aduh, Dek. Kamu sekarang jadi si paling praktis ya," kata Acha.

"Hehehe, betul. Biar lebih gercep kak. Oke, rekan kerja, semangat yaa...aku tutup teleponnya, Bye Bye!"

...----------------...

Alina baru saja sampai di depan kontrakannya, ia cukup kaget karena ternyata paket yang ia pesan datang lebih cepat. "Mbak Alina, ini betul kan paketnya Mbak? tadi kurirnya manggil - manggil, Mbaknya belum pulang, jadi saya bilang nggak apa - apa di titipkan saja. Kebetulan sudah di bayar juga katanya" ucap seorang wanita yang sedang duduk di kursi depan kontrakan Alina.

"Iya, betul kak. Terima kasih banyak ya, sudah ditungguin" ucap Alina seraya tersenyum ramah. "Sama - sama Mbak, kalau gitu saya pamit dulu ya, mau ke warung, Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh."

Alina mengambil gunting dan membuka semua paketnya, ia memesan tikar, jemuran pakaian dan juga kasur lipat. Sebetulnya, Alina membeli kasur lipat untuk berjaga - jaga apabila ada keluarga atau teman yang menginap. Karena memang pada saat pertama kali Alina datang, di kontrakan itu sudah tersedia kasur dan lain - lainnya. Alina menyimpan belanjaannya di dapur, lalu bersiap untuk sarapan. Kali ini, Alina tidak memasak tetapi membeli nasi kuning yang kebetulan saat ke pasar melewati penjual nasi kuning langganan Alina.

Ting!

Team Vin Books

Fara

Oke, aku sama mereka sudah briefing. Kak Acha lagi mendesain konsep kaos dan juga jaketnya. Aku sama kak Bayu sedang ngecek buku - buku yang ada di gudang penyimpanan. Sementara itu, Kak Kevin jaga di kasir dulu untuk menggantikan aku.

Alina sangat kagum dengan para rekan kerjanya, mereka semua sangat gercep. Termasuk Acha, Padahal Alina belum diskusi mengenai seragam seperti apa yang akan dibuat. "Masyaallah, oke. Mengenai konsep seragam Vin Books kalian sebelumnya sudah diskusi dengan Acha belum? mau seperti apa gitu," ucap Alina dalam batinnya seraya mengetik pesan itu.

Ting!

Kevin

Aman, Bu Bos.

Udah kok.

Alina tersenyum, lalu masuk ke dalam kontrakan dan menggelar tikarnya, Alina tampak asyik menikmati nasi kuning itu. Tiba - tiba suasana berubah menjadi penuh haru, karena Alina teringat dengan momen - momen kebersamaan antara ia dengan orang tuanya di kebun. Menanam cabai, menanam aneka sayuran untuk di jual dan memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari. Bahkan, bayang - bayang masa lalu ketika masih sekolah dan membutuhkan biaya untuk membeli buku pun terus saja menghampiri pikiran Alina. Saat itu, orang tua Alina tidak memiliki uang sehingga mereka harus memetik cabai dan menjualnya. Alina sangat tidak menyangka sekarang hidupnya berubah jauh lebih baik. Bahkan, sekarang Alina punya rekan kerja dari Toko Vin Books yang ia dirikan. Alina menghapus air mata di pipinya dengan berkata, "Huft, tenang Alina, kamu nggak boleh nangis."

Ting!

Suara notifikasi dari handphone membuat Alina sedikit kebingungan, karena tangan kanannya sedang dipenuhi oleh minyak dari bakwan. "Kalau cuci tangan nanggung banget, makan juga belum beres" kata Alina. Akhirnya, ia menggunakan tangan kirinya untuk memegang handphone.

Bayu

Malam ini, kalau sudah toko tutup, team Vin Books main ke kontrakan boleh nggak? Sekalian kita bahas yang kamu tugaskan ke Acha dan juga mengenai seragam team Vin Books.

Alina berpikir dan akhirnya setuju, dengan syarat dilarang berisik agar tidak menggangu orang lain serta jangan terlalu malam. Alina juga meminta Bayu untuk menutup toko Vin Books khusus malam ini yaitu pada jam delapan malam. Alina menyampaikan hal itu melalui pesan voice note agar lebih mudah. Bayu yang mendengarkan pesan Voice note itu pun tampak terheran - heran. Karena suara Alina terdengar tampak berbeda, "apa mungkin dia nangis atau karena lagi pilek," ucap Bayu dalam batinnya. Ingin rasanya ia bertanya, tetapi Bayu rasa itu akan membuat Alina semakin tidak nyaman. Ia pun kembali menyampaikan pesan dengan Voice note juga, Bayu meminta Alina untuk menjaga kesehatan dan akan mengabarinya kembali jika sudah berangkat menuju kontrakan. Setelah membuka Voice note dari Bayu, Alina menatap layar handphone-nya yang sudah tidak ada lagi pesan masuk, ia pun meletakkan handphone itu, lalu lanjut makan kembali. Sedangkan Bayu ia sedang di selimuti oleh rasa penasaran membuatnya tidak fokus bekerja. Saat ini, ia sedang bersama Fara untuk mengecek dan mendata buku yang ada di gudang penyimpanan.

"Kak Bayu" ucap Fara dengan nada imutnya, karena sudah menganggap Bayu seperti kakaknya sendiri, begitu pun dengan Bayu.

"Apa, Dek?"

"Tersenyum tipis aja sudah lumayan, kenapa sekarang tidak ada sama sekali?"

"Heh, anak kecil, di ajarin merayu sama siapa kamu" ucap Bayu dengan ketus tetapi kembali tersenyum.

"Pokoknya ya, aku senang banget kalau kakak jadi calon suami Bu Bos kita," ucap Fara dengan berlari meninggalkan Bayu. "Fara, tugas kamu!" ujar Bayu mengingatkan. "Selesai kak, makasih udah bantu!" jawab Fara menoleh ke arah Bayu, lalu berlari kembali untuk segera ke meja kasir. Bayu yang melihat itu, hanya menggeleng - gelengkan kepalanya tidak percaya bahwa Fara akan berkata seperti itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!