Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 : Kedatangan Para Pemburu Langit
Bab 21 : Kedatangan Para Pemburu Langit
_______
"Baru saja aku merasakan ada orang yang menerobos penghalang! Apakah dia menghilang?"
Leluhur Wu Chen menyipitkan matanya , ia mengedarkan kesadaran spiritualnya mencari orang yang menerobos lantai puncak perpustakaan miliknya. Ia lalu masuk ke dalam lantai puncak perpustakaan , memeriksa semua barang berharga dengan teliti. Baginya harta harta ini merupakan warisan pengetahuan yang tak ternilai harganya.
"Tidak ada yang hilang! Tunggu! Ini terbuka!"
Leluhur Wu Chen mendapati sebuah kotak kayu panjang yang segelnya telah terlepas. Ia berpikir sejenak , lalu pandangannya menyapu ke sekitar dengan waspada.
"Kemampuan orang ini sangat tinggi! Dia mampu datang dan pergi seperti hantu!" gumam Leluhur Wu Chen.
Karena merasa tidak bisa mendapatkan petunjuk apapun , akhirnya ia hanya bisa merapikan dan membuat segel ulang pada kotak kayu tersebut. Ia sama sekali tak tahu bahwa Shen Yan lah yang sebenarnya telah membuka segel kotak kayu itu. Mata dewanya yang telah terbangun 3 kali sudah mampu menerobos penghalang rumit.
______
Pukul 7 pagi , Gerbang Besar Puncak Terang.
"Kreek"
Retakan spasial muncul di atas langit gerbang besar Puncak Terang. Sebuah kapal perang besar keluar dari dalam kekosongan , itu menyebabkan penjaga gerbang sekte menjadi waspada.
Tiga orang turun ke gerbang , semuanya memakai jubah hitam dan pelindung kepala. Saat mereka turun , udara sedingin es ikut menyapu seluruh area itu. Penjaga gerbang baru menyadari siapa mereka setelah melihat matanya.
"Pemburu Langit!" gumam salah satu pemuda yang bertugas menjaga gerbang.
Semua orang tahu , ciri khas pemburu langit adalah mempunyai penampilan yang aneh. Mata mereka juga hanya rongga hitam yang di isi oleh kristal merah menyala sebagai pupilnya.
"Kami ingin bertemu Wu Chen!" ucap salah satu pemburu langit itu. Suaranya aneh , terasa dalam dan mulutnya tidak bergerak.
Penjaga menahannya sebentar di depan gerbang sekte , ia lalu melaporkannya ke para Tetua.
"Pemburu Langit? Apa yang mereka lakukan disini!" ucap Tetua Jian Wu.
Tetua Jian Wu memanggil beberapa Tetua termasuk Jin Wanshang untuk menemui para Pemburu Langit yang datang tanpa di undang di depan gerbang sekte. Mereka pun tiba dengan cepat karena merasa sedikit khawatir.
"Apa yang kalian inginkan?"
Ucapan Jian Wu tidak membuat para Pemburu Langit itu terkejut , mereka tahu hubungan mereka dengan Sekte Puncak Terang tidak terlalu baik.
"Dimana aku bisa menemui Wu Chen?" ujarnya.
Mendengar kalimat itu telinga Jin Wanshang memerah , ia mengoperasikan Abakus miliknya lalu memaksa mereka mundur dengan tekniknya. Para Pemburu Langit tidak bergeming satu langkah pun , mereka malah terdengar mendengus dingin.
"Kau jangan tak tahu diri!" ucap salah satu Pemburu Langit.
Ketiga Tetua Puncak yang berada di lokasi itu sangat terkejut dengan tekanan yang di keluarkan oleh para Pemburu Langit. Mereka menahannya dengan pura pura tak terjadi apa apa.
"Transformasi Jiwa puncak?!" batin Jin Wanshang.
Tepat sebelum Jian Wu akan mengeluarkan pedangnya , suara tua muncul entah dari mana asalnya.
"Biarkan mereka masuk!"
Itu adalah suara Leluhur Wu Chen. Mereka lalu mempersilahkan dan mengantar ketiga Pemburu Langit itu ke Puncak Terlarang untuk menemui Leluhur Wu Chen. Sepanjang perjalanan , ketiga orang tersebut menjadi pusat perhatian semua orang. Banyak yang tak menyangka para Tetua Puncak membawa mereka masuk ke Sekte Puncak Terang.
"Pemburu Langit?" gumam Shen Yan.
Ia mengepalkan tinjunya saat melihat iring iringan para Tetua memimpin para Pemburu Langit ke Puncak Terlarang. Ia teringat dendam yang harus ia balas atas kematian kakek Bao.
Para Pemburu Langit di benua selatan memang cukup di takuti karena mereka sangat kejam dan kuat. Meskipun begitu , tidak ada orang yang tahu dari mana asal usulnya. Sebagian rumor mengatakan bahwa mereka dulunya adalah 10 dewa yang di kutuk oleh Kaisar Giok. Mereka membenci semua ras , dan tinggal di dalam kegelapan Jurang Tanpa Langit. Mereka memiliki 1 pemimpin utama , 9 Raja dan lebih dari 3000 anggota yang tersebar di tiga dunia.
Puncak Terlarang , pertemuan para Pemburu Langit.
"Kami tidak bisa mendukung kalian!" tegas Leluhur Wu Chen.
"Jadi kalian akan melawan kami?!" ucap Bai Gu yang merupakan Raja Ketiga Pemburu Langit .
"Kami tidak akan melawan kalian , tapi kami juga tidak bisa membantu kalian!"
Mendengar keteguhan Leluhur Wu Chen yang tak mau bekerja sama , Bai Gu menggertak dengan menghancurkan meja giok di hadapannya.
"Brakkk"
Beberapa Tetua Puncak langsung melangkah maju , namun Leluhur Wu Chen menahan mereka. Ia lalu mempersilahkan Para Pemburu Langit agar segera meninggalkan Sekte Puncak Terang.
"Kalian! Memilih jalan yang salah!" ucap Bai Gu sambil melangkah pergi meninggalkan Puncak Terlarang.
Mereka pergi di iringi oleh para Tetua hingga ke pintu gerbang sekte. Namun saat mereka terbang , salah satu dari mereka melemparkan benda hitam ke bawah tanpa sepengetahuan para Tetua Puncak.
"Cara kotor!" gumam Shen Yan yang ternyata memperhatikan mereka dari awal sampai mereka keluar dari Sekte Puncak Terang.
Dengan kultivasinya sekarang , Shen Yan telah mampu terbang sendiri tanpa bantuan kendaraan terbang. Ia melesat menuju ke lokasi benda hitam di jatuhkan sebelumnya.
"Apa ini?"
Shen Yan memeriksanya dengan mata dewanya , ia lalu mengetahui jika benda tersebut merupakan artefak tingkat tinggi.
"Penusuk Tinta Langit? Bagaimana mereka bisa memiliki barang barang milik Tian Nu!!"
Shen Yan dengan cepat menyegelnya menggunakan teknik formasi segel dewa kuno. Penusuk Tinta Langit merupakan artefak tingkat tinggi untuk membuat lubang cacing. Dugaan Shen Yan , para Pemburu Langit itu berniat menyerang Sekte Puncak Terang dengan menyusupkan pasukannya terlebih dahulu melewati lubang cacing yang terbentuk dari artefak ini. Namun mereka sepertinya harus menelan kekecewaan karena artefak ini telah di segel oleh Shen Yan.
______
Kapal perang , di luar Sekte Puncak Terang.
"Mereka orang tua keras kepala! Lebih baik kita binasakan mereka!" ucap Bai Gu.
Ia lalu mengumpulkan ratusan anggotanya yang memiliki kultivasi di ranah Formasi Jiwa. Ia membuat segel tangan dengan cepat , kemudian menghantamnya ke udara kosong. Setelah menunggu beberapa saat , ia tak bisa membuka lubang cacing padahal ia merasa segel tangannya telah sempurna.
"Apa yang terjadi?" gumamnya.
Ia mencobanya berulang kali namun hasilnya tetap sama , lubang cacing yang di harapkan tidak pernah muncul di hadapannya. Ia sangat marah karena satu satunya kesempatan telah hilang.
"Kau! Kau benar tadi sudah menandainya?!" teriak Bai Gu marah.
"Sudah , Raja Tiga Mahkota!" ucap salah satu pengikutnya.
Bai Gu menggeram , ia tahu seseorang telah menggagalkan rencananya. Ia menendang meja di ruangannya hingga terbalik. Mereka tidak bisa melanjutkan niat mereka , tanpa lubang cacing mereka tidak bisa mendobrak penghalang Sekte Puncak Terang yang terbuat dari Artefak Dewa.
"Bajingan!"
Bai Gu akhirnya pergi meninggalkan Sekte Puncak Terang tanpa hasil. Namun satu hal yang pasti , kini Sekte Puncak Terang merupakan musuh Pemburu Langit karena tidak mau tunduk dan bekerja sama.
_______