NovelToon NovelToon
TAI CHU : KITAB TAKDIR

TAI CHU : KITAB TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Spectree Je

Saat semua pendekar berkumpul untuk berebut kekuasaan, seorang anak gembala datang membawa akhir dari dunia mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Spectree Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: DARAH DI ATAS KELOPAK BUNGA

Dentang lonceng peringatan Lembah Bunga Persik tidak seperti lonceng kuil. Suaranya tidak nyaring, melainkan dalam dan bergetar, seperti kelopak yang jatuh di atas genderang kulit.

Itu adalah lonceng yang dibuat oleh Tao Yao Yao sendiri. Dua puluh tahun tidak berbunyi. Artinya, Formasi Batu Persik Delapan Penjuru telah ditembus oleh kekuatan luar.

Mu Tao Tao berdiri, pedang bunga persiknya yang bernama Angsa Merah sudah berada di tangannya tanpa ia sadari. Wajah manja tadi hilang, digantikan oleh sorot mata dingin seorang pemimpin.

"Kau di sini saja! Jangan keluar! Kalau kau mati di lembahku, rohmu akan gentayangan dan membuat persikku tidak manis!" bentaknya pada pemuda di atas ranjang.

Yang Lie, atau pemuda yang mengaku bernama Yang Lie itu, mencoba bangkit. Luka cakar di dadanya kembali merembes darah. Wajahnya pucat tapi matanya keras.

"Mereka... mereka datang karena aku. Jangan libatkan lembahmu. Berikan aku pada mereka."

Tao Tao menatapnya, lalu mendengus. Ia mengambil sebuah pil hijau zamrud dari kotak giok dan dijejalkan paksa ke mulut Yang Lie.

"Telan! Itu Pil Pengembali Sembilan Bunga! Satu pil bisa menukar seratus tahun tenaga dalam orang lain, kau tahu betapa mahalnya! Kalau kau mati sebelum aku tahu dari mana kau dapat Sembilan Yang, aku rugi besar! Lagipula..."

Ia berhenti, pipinya sedikit memerah.

"Lembah Bunga Persik tidak pernah menyerahkan pasiennya. Itu aturan Ibu! Mau Sekte Harimau Hitam atau Kaisar Langit sekalipun, kalau sudah masuk lembahku, maka dia tamuku!"

Setelah mengatakan itu, ia berbalik dan melesat keluar paviliun seperti kupu-kupu merah muda, meninggalkan aroma persik yang samar dan pemuda yang masih terpaku memegang pil di tenggorokannya.

Di luar lembah, pemandangan itu seperti neraka.

Formasi Batu Persik yang biasanya membuat orang tersesat, kini berasap hitam. Sekelompok orang berjubah hitam dengan lambang kepala harimau di dada sedang membakar pohon-pohon persik di tepi formasi dengan minyak api. Pemimpinnya adalah seorang pria bertubuh raksasa setinggi dua meter, kepalanya botak, dan di wajahnya ada tato harimau. Ia memegang dua kapak besar.

Di samping mereka, berdiri belasan pendekar berjubah biru langit dengan pedang panjang, bersih dan rapi. Mereka adalah murid-murid Sekte Pedang Qingcheng, salah satu sekte putih yang paling dihormati. Pemimpin mereka adalah seorang pemuda tampan berbaju biru, pedangnya masih di sarung, wajahnya angkuh.

Dua sekte yang seharusnya bermusuhan, kini berdiri bersama.

Itulah gila-nya Kitab Tai Chu.

"Mu Tao Tao!" Pria raksasa itu berteriak, suaranya menggelegar. "Aku adalah Sha Hu, Wakil Ketua Sekte Harimau Hitam! Serahkan pengemis kecil bernama Yang Lie dan setengah halaman Tai Chu yang ada padanya! Kalau tidak, hari ini aku akan jadikan Lembah Bunga Persik menjadi Lembah Bunga Api!"

Pemuda tampan dari Qingcheng melangkah maju, suaranya lebih halus tapi tidak kalah dingin.

"Pemimpin Mu, saya Li Qingfeng, murid utama Sekte Qingcheng. Kami mendapat kabar bahwa Lembah Bunga Persik menyembunyikan penjahat yang mencuri warisan Huashan. Untuk menjaga kedamaian Jianghu, mohon Pemimpin Mu bekerja sama. Kami dari sekte putih hanya ingin memastikan kitab itu tidak jatuh ke tangan sekte hitam dan disalahgunakan."

Tao Tao mendarat dengan ringan di atas batu tertinggi di gerbang lembah. Angin membuat rambut dan bajunya berkibar. Di belakangnya, dua puluh murid perempuan Lembah Bunga Persik sudah berbaris, pedang mereka terhunus.

Mendengar kata-kata Li Qingfeng, Tao Tao tertawa. Tawanya renyah tapi mengandung amarah.

"Li Qingfeng? Aku pernah dengar namamu. Pedang Tiga Belas Qingcheng yang katanya tidak terkalahkan di bawah usia tiga puluh tahun. Tapi telingamu sepertinya sudah rusak."

Wajah Li Qingfeng menegang.

"Apa maksudmu?"

"Formasi luar lembahku dibakar orang, bungaku dirusak, muridku dilukai, lalu kau datang bersama pembakarnya dan bilang kau ingin menjaga kedamaian? Sekte putih? Lebih mirip sekte penjilat pantat harimau!"

"Bangsat kecil!" Sha Hu meraung. "Kau mencari mati!"

Li Qingfeng mengangkat tangan menahan Sha Hu. Ia masih mencoba menjaga citra.

"Pemimpin Mu, jangan salah paham. Sekte Harimau Hitam hanya..."

"Jangan banyak omong!"

Tao Tao tidak memberi kesempatan. Tubuhnya melayang. Inilah pertama kalinya ia menggunakan Formasi Pedang Bunga Jatuh di luar latihan.

Pedangnya berputar. Seketika, angin di sekitar gerbang lembah berubah. Ribuan kelopak bunga persik yang jatuh di tanah terangkat ke udara, berputar-putar membentuk pusaran raksasa berwarna merah muda.

"Jurus Pertama: Hujan Bunga Menangis!"

Swoosh!

Pusaran kelopak itu berubah menjadi ribuan pisau kecil yang tajam, melesat ke arah dua sekte itu.

Murid-murid Harimau Hitam yang bodoh mencoba menebas kelopak itu dengan kapak, tapi kelopak itu menembus celah baju besi mereka, meninggalkan luka-luka sayatan halus di sekujur tubuh. Mereka menjerit.

Li Qingfeng mendengus. Pedangnya akhirnya keluar dari sarung.

"Pedang Qingcheng - Sapu Awan!"

Cahaya pedang biru menyapu, menghancurkan puluhan kelopak di depannya. Ia melompat, menembus pusaran kelopak, dan menusuk langsung ke arah Tao Tao.

Dentang!

Ujung pedang Angsa Merah dan pedang Qingcheng bertemu di udara. Keduanya terpental mundur.

Tao Tao merasakan pergelangan tangannya kesemutan. Tenaga dalam Li Qingfeng sangat murni dan kokoh, khas sekte putih besar. Umurnya mungkin baru dua puluh lima tapi tenaganya sudah setingkat tetua.

Li Qingfeng lebih terkejut lagi. Ia adalah murid utama Qingcheng. Ia sudah mencapai tingkat tujuh dari Tiga Belas Pedang Qingcheng. Tapi gadis di depannya yang terlihat manja itu, tenaga dalamnya aneh. Lembut seperti air, tapi di dalam kelembutan itu ada kekuatan mengerikan yang berputar-putar seperti pusaran, memantulkan setengah dari tenaganya kembali ke tubuhnya sendiri.

"Itu... Tenaga Dalam Bunga Persik Sembilan Putaran! Kau sudah mencapai tingkat enam!" seru Li Qingfeng kaget.

Tao Tao tidak menjawab. Ia berputar lagi.

"Jurus Kedua: Bunga Jatuh Tanpa Akar!"

Kali ini pedangnya tidak terlihat. Yang terlihat hanya bayangan merah muda. Li Qingfeng merasa pandangannya kabur. Di mana-mana ada bunga persik. Di mana-mana ada pedang.

Di saat ia lengah, sebuah tendangan ringan mendarat di dadanya. Tidak keras, tapi membuatnya terlempar sepuluh langkah dan jatuh terduduk. Di bajunya yang biru bersih, ada bekas tapak kaki kecil yang harum bunga persik.

Wajah Li Qingfeng merah padam karena malu. Ia baru saja dipermalukan di depan sekte hitam.

Sha Hu melihat sekte putih dipermalukan, ia tertawa keras.

"Hahaha! Sekte putih memang tidak berguna! Minggir! Biar aku yang tangani gadis kecil ini!"

Tubuh raksasanya melompat seperti harimau lapar. Dua kapaknya menebas dengan kekuatan yang bisa membelah batu besar.

"Kapak Harimau Membelah Gunung!"

Tao Tao tahu ia tidak bisa menahan serangan sekuat itu dengan pedang tipisnya. Ia menggunakan langkah kaki warisan ibunya, Langkah Jejak Bunga Persik, tubuhnya meliuk-liuk seperti asap, menghindari dua kapak itu dengan jarak sehelai rambut.

Setiap kapak yang meleset menghantam tanah, meninggalkan lubang besar. Pohon-pohon persik yang indah hancur.

Melihat pohonnya hancur, mata Tao Tao memerah. Bagi orang Lembah Bunga Persik, pohon persik adalah saudara.

"Kau... kau merusak pohon persik Ibu!"

Amarahnya meledak. Ia tidak lagi menghindar. Ia menempelkan telapak tangan kirinya yang kosong ke dada.

Untuk pertama kalinya dalam pertarungan ini, ia menggunakan jurus warisan ayahnya.

Meski baru tingkat sembilan, tapi itu tetap...

"Naga... Keluar dari Gua!"

RAUNGGHH!

Suara auman naga terdengar samar dari telapak tangan mungilnya. Sebuah bayangan naga emas kecil muncul, menghantam langsung ke dada Sha Hu yang sedang mengayunkan kapak.

BAM!

Sha Hu, pria raksasa seberat dua ratus jin itu, terlempar seperti karung beras. Ia menabrak tiga pohon sebelum berhenti. Darah muncrat dari mulutnya. Tulang rusuknya patah tiga. Ia menatap Tao Tao dengan tidak percaya.

"18... 18 Tapak Penakluk Naga! Kau... kau putri Mu Chen!"

Nama Mu Chen masih memiliki kekuatan magis. Semua orang yang hadir, baik dari Harimau Hitam maupun Qingcheng, mundur selangkah.

Tapi Tao Tao juga tidak dalam keadaan baik. Menggunakan Tapak Naga dengan tenaga Bunga Persik yang berlawanan sifat membuat darahnya bergejolak. Wajahnya pucat. Ia menggunakan terlalu banyak tenaga. Ia baru sembuh dari membantu Yang Lie mengusir racun.

Melihat Tao Tao terhuyung, Li Qingfeng melihat kesempatan. Rasa malu tadi berubah menjadi niat membunuh. Jika ia bisa menangkap putri Mu Chen, mungkin ia bisa memancing Mu Chen keluar dan mendapatkan Kitab Tai Chu yang lengkap!

"Maafkan aku, Pemimpin Mu! Ini demi Jianghu!"

Ia menusuk dari belakang, saat Tao Tao masih mengatur napas. Pedangnya mengarah ke bahu, bukan jantung - ia ingin menangkap hidup-hidup.

Tao Tao menyadari serangan itu, tapi tubuhnya sudah tidak sempat menghindar. Ia hanya bisa memejamkan mata.

Tapi pedang itu tidak pernah sampai.

Tiba-tiba, sebuah bayangan hitam melintas lebih cepat dari pedang Qingcheng.

Sebuah tongkat bambu hitam yang patah ujungnya, menghantam pedang Li Qingfeng dengan keras.

TRANG!

Pedang Qingcheng yang terbuat dari baja dingin terbaik patah menjadi dua!

Li Qingfeng terpental, tangannya mati rasa.

Di depan Tao Tao, berdiri seorang pemuda berjubah pengemis compang-camping. Dadanya masih diperban, darah masih merembes, tapi punggungnya tegak. Di tubuhnya, hawa panas yang tadi samar, kini meledak seperti matahari terbit.

Uap panas membakar kelopak bunga di sekitarnya menjadi abu.

Mata pemuda itu bukan lagi mata bingung tadi. Matanya kini merah, dipenuhi amarah.

"Siapa yang memberimu hak menyentuh penyelamatku?"

Yang Lie berdiri. Sembilan Yang di dalam tubuhnya yang selama ini tertidur karena racun, kini bangkit sepenuhnya karena Pil Pengembali Sembilan Bunga dan amarah.

Li Qingfeng yang pedangnya patah berteriak histeris, "Sembilan Yang! Itu Sembilan Yang! Dia benar-benar penerus Yang Lie! Bunuh dia! Siapa yang membunuhnya akan mendapatkan Tai Chu!"

Semua murid Harimau Hitam dan Qingcheng yang tersisa, lebih dari tiga puluh orang, menerjang bersamaan ke arah Yang Lie.

Tao Tao panik. "Pengemis bodoh! Kau masih luka! Kembali!"

Tapi Yang Lie tidak mendengarnya. Ia menancapkan tongkat bambunya ke tanah.

Ia menatap kedua telapak tangannya yang mengepulkan asap panas. Di dalam benaknya, sebuah ingatan yang bukan miliknya, atau mungkin ingatan yang selama ini terkunci, muncul.

Sebuah suara tua yang hangat: "Lie Kecil, ingat. Sembilan Yang tidak untuk membunuh. Sembilan Yang adalah untuk melindungi. Panasnya bukan untuk membakar, tapi untuk menghangatkan."

Yang Lie mengangkat kepalanya. Ia melihat Tao Tao yang pucat, ia melihat pohon persik yang terbakar, ia melihat keserakahan di mata orang-orang itu.

Ia tersenyum. Senyum yang sangat mirip dengan legenda Yang Lie lima puluh tahun yang lalu.

"Kalau begitu... hangatkan mereka."

Ia merentangkan kedua tangannya.

"Jurus Kesatu Sembilan Yang - Matahari Terbit di Timur!"

BOOM!!!

Gelombang panas yang tak terlihat meledak dari tubuhnya. Tanah di bawah kakinya meleleh. Tiga puluh pendekar yang menerjangnya merasa seperti menabrak dinding matahari. Mereka semua terlempar, baju mereka terbakar, senjata mereka meleleh.

Tidak ada yang mati, tapi semua tidak bisa bangun.

Keheningan.

Tao Tao menatap punggung itu dengan mulut terbuka. Punggung compang-camping itu, di tengah hujan kelopak yang kini bercampur abu, terlihat... sangat bisa diandalkan.

Yang Lie terhuyung. Jurus itu menghabiskan semua tenaga yang baru saja pulih. Ia jatuh berlutut.

Tao Tao berlari dan menangkapnya sebelum ia jatuh ke tanah. Tubuh pemuda itu sangat panas, seperti memeluk bara api, tapi Tao Tao tidak melepaskannya.

"Kau... kau bodoh! Sudah kubilang jangan keluar! Lihat! Lukamu terbuka lagi!"

Yang Lie membuka mata. Wajahnya sangat dekat dengan wajah Tao Tao. Ia bisa melihat keringat di hidung gadis itu, dan mata gadis itu yang berkaca-kaca menahan tangis karena khawatir.

Ia ingin mengangkat tangan untuk menghapus air mata itu, tapi tenaganya habis.

"Maaf... mengotori... bunga persikmu dengan darah... lagi..."

Setelah itu, ia pingsan di dalam pelukan Tao Tao.

Tao Tao memeluknya erat. Untuk pertama kalinya dalam sembilan belas tahun hidupnya yang manis dan membosankan, jantungnya berdegup begitu kencang, bukan karena marah, tapi karena sesuatu yang lain.

Di kejauhan, di atas pohon persik tertinggi yang tidak terbakar, dua sosok tua sedang mengamati.

Seorang pria paruh baya berjubah pengemis dengan uban di pelipis, memegang tongkat bambu hijau dan labu arak. Dan seorang wanita cantik anggun berjubah persik, meski usianya sudah tidak muda, kecantikannya masih membuat bunga malu.

Mu Chen dan Tao Yao Yao.

Tao Yao Yao tersenyum geli melihat putrinya. "Lihat suamiku, putrimu sudah pintar mencari menantu. Matanya mirip sekali denganmu waktu muda, keras kepala dan bodoh."

Mu Chen menyeruput araknya, matanya menatap pemuda pingsan di pelukan putrinya dengan sorot yang sangat dalam dan rumit.

"Bodoh memang. Sembilan Yang murni begitu... Yang Lie... akhirnya kau menepati janjimu. Lima puluh tahun... kau benar-benar mengirimnya ke sini."

Ia menghela napas panjang.

"Yao Yao, sepertinya masa pensiun kita sudah selesai. Jianghu... akan berdarah lagi. Dan kali ini, yang menjadi pusat pusarannya adalah anak kita."

1
Dhewa Iblis
Next....
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuuutt...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuuttt...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjjuuuttt....
Dhewa Iblis
Nice...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjjuuuttt....
Dhewa Iblis
Nice...
Dhewa Iblis
Laaaaannnjjuuttt..
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
Dhewa Iblis
Nice....
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Next....
Dhewa Iblis
Nice....
Dhewa Iblis
Maaaannnttaapp..
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!