NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Putri Raja Dan Anak Penempa Pedang

Cinta Terlarang Putri Raja Dan Anak Penempa Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cintapertama / Fantasi
Popularitas:713
Nilai: 5
Nama Author: Ayyasy Asy-Syaif

Di sebuah kerajaan yang megah dan disegani, hiduplah Celestia, putri bungsu Raja David. Sebagai anak ketiga sekaligus putri terakhir dari tiga bersaudara, Celestia selalu hidup dalam kemewahan dan aturan kerajaan yang ketat. Berbeda dengan kedua kakaknya yang telah terbiasa dengan kehidupan istana, Celestia diam-diam mendambakan kehidupan bebas tanpa harus selalu memikirkan statusnya sebagai seorang putri.

Di sisi lain kerajaan, hiduplah seorang pemuda yatim piatu bernama Zass. Sejak kecil ia hidup seorang diri dan bekerja sebagai anak penempa pedang. Walaupun berasal dari kalangan rakyat biasa dan hidup sederhana, Zass memiliki keahlian luar biasa dalam menempa pedang. Ia tidak memiliki keluarga ataupun gelar bangsawan, tetapi ia memiliki tekad untuk menjadi seorang penempa pedang terbaik.

Takdir memperte

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayang-Bayang Paksaan di Balairung Imperial

Suasana di dalam istana utama Kerajaan Imperial jauh dari kesan tenang. Kemegahan dinding marmer putih dan pilar-pilar bersepuh emas seolah kehilangan kilau hangatnya, tertelan oleh keheningan yang mencekam dan penuh ketegangan. Di ruang baca pribadi kerajaan, Raja David berdiri tegak di samping jendela besar yang menghadap langsung ke arah halaman luar. Wajahnya yang biasanya memancarkan wibawa mutlak kini tampak kusam, menyisakan garis-garis kelelahan dan gurat-gurat kekecewaan yang mendalam pasca-kegagalan politik dan serangan mendadak Kerajaan Caelum beberapa waktu lalu.

Pintu kayu berukir megah itu terbuka perlahan. Putri Celestia melangkah masuk dengan langkah anggun namun waspada. Gaun panjang berwarna biru safir yang ia kenakan tampak kontras dengan ekspresi wajahnya yang dingin. Sejak pertempuran di garis perbatasan di mana Zass menyelamatkannya dan memukul mundur pasukan musuh, hubungan antara sang raja dan putrinya merenggang bagai selembar benang tipis yang hampir putus.

"Ayahanda memanggilku?" suara Celestia memecah keheningan ruangan, terdengar datar tanpa ada sisa kehangatan kekeluargaan.

Raja David tidak langsung membalikkan badannya. Ia menarik napas panjang, lalu perlahan menoleh ke arah Celestia. Sorot mata sang raja memancarkan kilatan emosi yang rumit—campuran antara gengsi seorang penguasa absolut, ketakutan akan hilangnya pengaruh politik, dan rasa kesal yang dipendam terlalu lama.

"Celestia," panggil Raja David dengan suara berat bernada perintah. "Aku sudah mengamati gerak-gerikmu selama beberapa minggu terakhir. Terutama sejak pemuda rendahan dari gubuk itu—Zass—muncul kembali di perbatasan dan menarik perhatian seluruh rakyat."

Celestia merapatkan kedua tangannya di depan perut. Jantungnya berdegup kencang, namun ia menolak untuk menundukkan kepalanya. "Zass bukan pemuda rendahan, Ayah. Dia adalah pahlawan yang menyelamatkan benteng perbatasan, dan dialah yang mengusir pasukan sihir hitam Caelum ketika para ksatria istana kewalahan."

Mendengar pembelaan itu, rahang Raja David mengeras. Kemarahannya yang tadinya tertahan langsung tersulut. "Cukup, Celestia! Kau berani membangkang ayahmu sendiri demi seorang penempa besi tak berpendidikan?" Raja David melangkah mendekat dengan langkah berat. "Aku sudah cukup bersabar. Sifat penyesalanku kemarin bukan berarti aku memberikan restu padamu untuk berhubungan dengan pengkhianat istana! Mulai hari ini, aku melarangmu keras-keras untuk mendekati Zass atau berhubungan dengannya lagi!"

Celestia terkesiap kaget. Matanya membelalak lebar menatap sang ayah. "Apa?!" jeritnya tak percaya. "Ayah... bagaimana mungkin pikiranmu berubah begitu cepat? Beberapa hari lalu, di hadapan para petinggi dewan, Ayah sendiri mengakui kesalahan atas pengusiran Zass dan berandai-andai bisa memperbaiki keadaan! Di mana rasa penyesalan itu sekarang? Kenapa berubah menjadi kebencian dan kekangan semahal ini?!"

"Karena situasinya berbeda, Celestia!" bentak Raja David, suaranya menggema di dinding-dinding ruang baca. "Penyesalan seorang raja tidak berarti menyerahkan masa depan takhta kerajaan pada jalan yang salah! Zass mungkin memiliki kekuatan petir ungu itu sekarang, tapi dia tetaplah ancaman bagi stabilitas politik kita. Keberadaannya akan selalu mengingatkan para bangsawan lain atas kelemahan dan kesalahan keputusanku di masa lalu!"

"Jadi ini semua tentang harga diri Ayah?!" Celestia memotong dengan suara bergetar menahan amarah dan kekecewaan yang meluap-luap. "Ayah lebih mengutamakan gengsi mahkota dan tahta yang rapuh ketimbang kebahagiaan putrimu sendiri? Zass tidak pernah berniat merebut tahta! Dia hanya ingin membuktikan jalan hidupnya, sementara Ayah terus mengurungnya dalam sangkar aturan busuk istana ini!"

Plak!

Suara tamparan keras bergemuruh di dalam ruangan yang sunyi itu. Kepala Celestia terlempar ke samping akibat hantaman tangan Raja David. Pipi mulusnya seketika memerah, menyisakan rasa perih yang teramat sangat, bukan hanya di fisik, melainkan di lubuk hatinya yang paling dalam.

Celestia terdiam kaku. Ia perlahan menegakkan kembali kepalanya, menatap sang ayah dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya, namun tidak sedikit pun rasa takut terpancar dari iris matanya.

Raja David sendiri tampak tertegun sejenak melihat tangannya sendiri. Ada secercah rasa bersalah yang melintas di matanya, namun egonya yang terlampau tinggi segera menepis rasa itu rapat-rapat. Ia kembali memasang wajah dingin dan otoriter.

"Jangan pernah membentak ayahmu, Celestia," ucap Raja David dengan suara dingin tanpa ampun. "Air mata dan perlawananmu tidak akan mengubah apa pun. Keputusan sudah diambil."

Raja David membalikkan badannya, menatap keluar jendela sebelum melanjutkan kalimat penutup yang membuat darah Celestia seolah berhenti mengalir.

"Minggu depan, utusan khusus dari Kerajaan Aiteria akan tiba di istana ini. Pangeran Mahkota Aiteria telah meminangmu secara resmi, dan aku sudah menerima pinangan tersebut. Pernikahan politik ini akan menyatukan kekuatan militer kita untuk menghadapi ancaman utara."

Celestia mundur dua langkah, tubuhnya bergetar hebat. "Pernikahan politik...? Ayah tidak bisa melakukan ini padaku! Aku bukan barang dagangan yang bisa diserahkan begitu saja demi kekuasaan!"

"Kau adalah seorang putri Kerajaan Imperial, dan sudah kewajibanmu berkorban demi kejayaan negeri ini!" sahut Raja David tanpa menoleh sedikit pun. Ia mengangkat tangannya, memanggil para pengawal kerajaan yang berjaga di luar pintu.

Dua orang ksatria berzirah perak masuk dengan cepat, membungkuk hormat di hadapan raja.

"Kawal Putri Celestia kembali ke kamar pengasingannya di menara barat," perintah Raja David tegas. "Tutup dan kunci semua akses keluar. Tidak seorang pun diizinkan menemuinya, dan pastikan tidak ada burung merpati sihir atau pesan apa pun yang keluar dari menara itu sampai hari pernikahan tiba."

"Baik, Yang Mulia!" sahut ksatria tersebut serempak.

Celestia meronta saat kedua ksatria itu memegang kedua lengannya untuk membawanya pergi. Ia menatap punggung ayahnya dengan kebencian dan kepedihan yang teramat dalam.

"Ayah akan menyesali keputusan ini!" seru Celestia dengan suara parau di ambang tangis sebelum pintu berat ruang baca itu ditutup rapat dan dikunci dari luar.

Di balik dinding kamar menara barat yang sunyi dan dingin, Celestia jatuh berlutut di lantai marmer. Ia membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya, membiarkan air matanya tumpah membasahi gaun indahnya. Di tengah isolasi dan keputusasaan yang mencekam, satu-satunya hal yang ia pegang teguh adalah bayangan seorang pemuda berambut acak-acakan dengan jubah goni usang yang memegang janji untuk kembali.

Zass... cepatlah kembali... batin Celestia lirih di dalam gelapnya malam istana Imperial.

1
Guzzie
next
Guzzie
lanjut
Guzzie
💪💪💪
Guzzie
keren
Ayyasying
TIDAKKKKK CELESTIAAA!!!
Ayyasying
lah! tiba-tiba berubah pikiran nih orang?
Ayyasying
ga ekspet ternyata temen bapaknya
Ayyasying
bau bau adventure nih
Ayyasying
celestia mimpin perang? terkejut aku wak
Ayyasying
kapan romance nya bg
Ayyasying
akhirnya ketemu arwah bapaknya
Ayyasying
segala di puyengin Ama labirin
Ayyasying
🔥🔥🔥🔥
Ayyasying
update terus bang. resep bet ceritanya
Ayyasying
rasain lu David! malu malu sonoh
Ayyasying
apakah zass bakalan sama celestia lagi?
Ayyasying
si bro pake nama samaran euy
Ayyasying
woy lah! hampir aja itu!
Ayyasying
semangat zass!!!🔥🔥🔥
Ayyasying
zass kuat kuat ya😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!