NovelToon NovelToon
Mengasuh Anak Dari Maduku

Mengasuh Anak Dari Maduku

Status: tamat
Genre:Single Mom / Pengkhianatan / Tamat
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Bagi Kirana, kesetiaan dalam pernikahan adalah impian mutlak. Namun, kebahagiaan yang ia bangun bertahun-tahun runtuh seketika saat sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawa suaminya, Rendra. Di saat yang sama, rahasia besar terungkap, Rendra meninggal bersama istri keduanya, meninggalkan seorang putri berusia dua tahun bernama Aura.
Melalui pesan terakhirnya, Rendra memohon agar Kirana sudi mengasuh Aura sebagai anak sendiri. Kirana hancur dan berada di persimpangan jalan yang menyiksa batin. Di satu sisi, ia sangat terluka oleh pengkhianatan suaminya. Di sisi lain, ia sudah memiliki seorang putri kandung berusia empat tahun yang harus ia jaga perasaannya dari kehadiran anak madunya tersebut.
Kini, di bawah satu atap, Kirana harus berjuang menekan rasa sakit hati demi membesarkan dua anak perempuan yang hanya terpaut usia dua tahun tersebut.
Mampukah Kirana berdamai dengan masa lalu dan bersikap adil, ataukah kehadiran Aura justru menjadi luka abadi yang terus mengingatkann

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 6- Antara hidup dan mati

Ep. 6- Antara hidup dan mati

TIT... TIT... TIT... TIT... BEEEEEEEP!

Suara monitor detak jantung dari dalam ruang Critical Care melengking nyaring, memotong keriuhan di sekitar UGD bagai alarm kematian.

Suara monitor itu mendadak berubah menjadi nada datar yang memanjang, sebuah pertanda mengerikan bahwa detak jantung seseorang telah terhenti.

"Pasien di Bed 1 mengalami cardiac arrest! Tekanan darah merosot tajam! Ambilkan alat defibrilator sekarang!" teriakan seorang dokter pria menggema dari balik pintu kaca yang tebal.

Seketika, suasana di lorong itu menjadi sangat kacau. Beberapa dokter dan perawat berlarian setengah melompat melintasi lorong tempat Kirana berdiri.

Derap langkah kaki yang terburu-buru, gemerincing alat-alat medis besi di atas troli, dan instruksi-instruksi bernada panik saling bersahutan membelah keheningan malam.

"Siapkan epinefrin satu miligram! Cepat!"

"Jalur infus tersumbat, cari akses intravena baru!"

"Irama jantung Ventricular Fibrillation! Isi daya defibrilator ke dua ratus joule!"

Kirana tersentak hebat dari posisinya. Darahnya serasa berhenti mengalir. Bed 1, itu adalah tempat Rendra ditangani sebelum dipindahkan ke ruang operasi.

"Mas Rendra...?" gumam Kirana dengan suara serak yang bergetar.

Ketakutan luar biasa yang amat sangat menyergap hati Kirana, menggantikan rasa sakit hatinya dalam sekejap.

Mengabaikan rasa lemas di lututnya, Kirana melangkah maju dengan tergesa-gesa. Ia berusaha mendekati pintu ruang perawatan yang kini terbuka lebar, tempat para medis berkerumun mengelilingi tubuh Rendra yang terbaring kaku.

"Suster! Suster, ada apa dengan suami saya?!" jerit Kirana panik saat seorang perawat keluar dengan tergesa-gesa membawa kantong cairan infus baru.

Kirana memegang pergelangan tangan perawat itu dengan erat, matanya membelalak dipenuhi ketakutan yang tak tertahankan. "Apa yang terjadi pada Mas Rendra, Suster?! Kenapa monitornya berbunyi seperti itu?!"

Perawat itu menghentikan langkahnya sejenak, lalu menatap Kirana dengan raut wajah yang amat prihatin namun berusaha tetap profesional.

"Ibu Kirana, mohon tenang dulu, ya," tutur perawat itu dengan nada tegas namun lembut, lalu berusaha melepaskan genggaman tangan Kirana secara perlahan. "Kondisi Pak Rendra tiba-tiba mengalami penurunan drastis sebelum kita sempat memindahkannya ke ruang operasi. Terjadi pendarahan hebat di dalam rongga dadanya yang menekan paru-paru dan jantung."

"Lalu... lalu bagaimana nasib suami saya, Suster?! Mas Rendra bisa selamat, 'kan?! 🥺🥺😣" tangis Kirana akhirnya pecah. "Tolong dia, Suster! Tolong selamatkan dia! 😫😫😭"

"Tim dokter kami sedang melakukan tindakan pemulihan detak jantung (CPR) dan kejut jantung secara maksimal, Bu. Saya mohon Ibu tunggu di luar dan tetap berdoa. Percayakan semuanya kepada kami," bisik perawat itu menenangkan, lalu bergegas kembali masuk ke dalam ruangan dan menutup rapat pintu kaca tersebut.

BAM!

Pintu tertutup. Kirana ditinggalkan sendirian di luar, berdiri gemetar di atas lantai hospital yang dingin. Melalui kaca bening pintu yang buram, Kirana bisa melihat siluet dokter yang sedang menekan dada Rendra secara berulang-ulang dengan ritme yang cepat dan kuat.

"Satu... dua... tiga... tekan!"

"Isi daya! Kejutkan!"

Tubuh Rendra terlihat melompat kecil di atas tempat tidur saat sengatan listrik defibrilator dihantamkan ke dadanya. Namun, monitor di dalam sana masih memancarkan garis lurus yang mematikan.

Kirana menyandarkan dahinya pada dinding lorong. Kedua tangannya meremas rambutnya sendiri. Air matanya mengalir deras tanpa henti hingga membasahi wajahnya yang sudah sangat pucat.

Di dalam pikirannya yang liar, ingatan-ingatan masa lalu berputar bagai kaset rusak yang memutar memori paling membahagiakan sekaligus paling menyakitkan.

Kirana teringat hari di mana Rendra mengucap akad nikah di hadapan ayahnya tujuh tahun lalu, betapa tegas suara pria itu berjanji untuk menjaganya seumur hidup.

Kirana teringat malam-malam di mana Rendra terbangun hanya untuk menenangkan Keisya yang menangis sewaktu bayi, dan betapa hangatnya pelukan pria itu setiap kali Kirana merasa lelah.

"Kenapa harus berakhir seperti ini, Mas?," jerit Kirana dalam hatinya, dadanya pun sesak seperti dihantam batu besar. "Kenapa kamu harus mendua kalau kamu tau betapa besarnya cinta kami padamu? Kenapa kamu menyembunyikan wanita itu dan anak itu dari kami?! Tapi... Tuhan... tolong jangan ambil dia sekarang. Jangan hukum dia dengan cara seperti ini! Kasihanilah Keisya... Keisya sangat mencintai papanya..."

Bersambung...

1
Lisa
Wah udh ending y Kak Aurora..terimakasih y Kak utk karyanya yg sangat bermanfaat, byk pelajaran moral yg dpt kita ambil..semangat y Kak utk karya selanjutnya..sukses y Kak 🙏🤗
Lisa: Oke Kak..aku pasti mampir 👍🤗
total 3 replies
Lisa
Puji Tuhan rumah itu makin hangat karena lembaran baru sudah dibuka bahagia selalu y Kirana sekeluarga
Lisa
👍 Pak Hendra udh lulus ujian 100% nih..skrg raihlah kebahagiaanmu Kirana..
Lisa
👍 2 putri ini udh menyetujui niat baiknya Pak Hendra
Lisa
Wah ada tokoh baru nih..👍 banget Kak..apakah Hendra ini nantinya menjadi jodohnya Kirana 😊
Lisa: 😊 Oke Kak..terimakasih ya..
total 2 replies
Lisa
Puji Tuhan Kirana udh pulang ke rumah..salut deh sama Keisya & Aura..mereka dewasa banget 👍👍
Lisa: ya bener banget Kak tp Kirana mendidik Aura dgn sgt baik aplg setlh lulus dr pesantren dia jadi anak yg makin taat pd ortu.
total 2 replies
Lisa
Cpt pulih y Kirana..
Lisa
Congratz y utk Aura..maju terus y..cpt pulih y utk Kirana..
Lisa
Semangat Aura..jgn ragu kamu pasti bisa 💪👍
Lisa
👍👍 Wah Aura hebat bgt nih..semangat y Aura..sukses y di tingkat provinsi 💪
Aurora
serunya punya kakak lho...🤗🥰
Lisa
👍👍 nasihatnya Keisya bagus banget lo dan bijaksana..sekarang Aura jadi makin bijak juga dlm pergaulan di sekolahnya..
Lisa
Wah Aura sepertinya mulai merasakan jatuh cinta nih 😊
Lisa
Senengnya mereka sekarang rukun & kompak satu sama lain 👍
Lisa
Puji Tuhan Aura & Kirana saling menguatkan Keisya sehingga sekrg beban pikirannya berkurang..
Lisa
Skrg Keisya yg merasa jenuh..kasihan banget y..ya Tuhan berikan Keisya kekuatan spy ia dpt bangkit lg.
Lisa
Puji Tuhan Aura tetap sekolah di SMP Negeri 1..semangat y Aura kmu pasti bisa membawa dirimu di sekolah itu dgn bimbingan Kirana & Keisya..
Lisa
Kasihan juga y Aura..dia ingin kembali sekolah di pesantren tp dia jg g ingin mengecewakan Mamanya..
Lisa
Syukurlah Kirana dgn bijaksana membimbing kedua anaknya supaya saling membantu dan menyayangi.
Lisa: ya Kak..ibu tiri yg baik hati banget y
total 2 replies
Lisa
Aura msh blm terbiasa dgn lingkungan semacam itu
Lisa: ya juga y Kak..y mungkin karena terbiasa dgn lingkungan yg tenang Kak jdi begitu ke mall dia ngerasa aneh.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!