NovelToon NovelToon
Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Action / Mengubah Takdir
Popularitas:704
Nilai: 5
Nama Author: royco

menceritakan tentang seorang pemuda bernama royy yang tereinkarnasi menjadi entitas bayangan dan membangun peradaban serta menjadi raja iblis...
(Kage no Karada toshite Tensei Shita node, Saikyō no Danjon Ōkoku o Tsukurimashita!)
(reinkarnasi menjadi entitas bayangan, dan membangun kerajaan terkuat di dalam dungeon)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon royco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(perjalanan 2, politik Oscar) sekte baru dan pembebasan Oscar

Tak kala seberkas pendaran fajar faksi matahari pagi resmi terbit menyembul di balik ufuk timur benua, sekujur saraf tubuh manusiaku bener-bener dirundung rasa lelah yang teramat sangat pekat.

Semalaman suntuk sampai pagi hari tiba, aku bener-bener sama sekali tidak sanggup memejamkan kelopak mataku untuk tertidur bahkan hanya untuk satu detik saja.

Realitas fakta tersebut murni terjadi karena jutaan kepingan silsilah ingatan kuno milik Dewa Kegelapan Purba terus-menerus muncul membanjiri sirkulasi sel otak ku tanpa henti, pasca-kunjungan mistis dari sosok Sang Pencipta, entitas cahaya Zero yang sesungguhnya tadi malam.

"Ughh... Sialan, bener-bener udah pagi... Tapi batin dan tubuhku bener-bener sama sekali gak dapet pasokan tidur semalaman... Kurang ajar banget parah..." Gumamku lirih sembari memijat pelan pelipis kening kepalaku yang berdenyut pening.

Meskipun sirkulasi batin dan fisikku dirundung kantuk yang ekstrem, sasis waktu taktis perang makro tidak akan pernah sudi berjalan melambat menungguku. Tanpa membuang-buang waktu operasional lagi, aku langsung bangkit berdiri tegap dari kasur empuk, menanggalkan pakaian rumahanku, lalu bergegas mengganti setelan ragaku menggunakan pakaian dinas perang tertinggi. Aku mengenakan seragam resmi kebesaranku yang megah, lengkap dengan balutan jubah hitam pekat andalanku yang berkibar konstan melepaskan riak energi kegelapan yang pekat nan berwibawa.

Setelah seluruh atribut perang terkunci aman di raga androgini manusiaku, aku segera melangkah kaki dengan tegap, berjalan menyusuri koridor karpet merah menuju ke arah area Ruang Takhta Agung demi menemui seluruh jajaran petinggi militer dungeonku. Sesampainya aku di sana, siluet tajam Mataku langsung menangkap jajaran wajah siaga dari kelima jenderalku yang sudah berdiri tegap mematung menanti komandoku.

"Bagaimana situasi di lapangan...? Apakah seluruh barisan pasukan inti kita sudah berkumandang dan berkumpul aman semuanya...?" Tanyaku tegas dengan gema suara bariton yang berat nan penuh otoritas seorang penguasa absolut.

"SIAP, SUDAH BERKUMPUL SEMUANYA DENGAN TEPAT WAKTU, YANG MULIA TUAN MIKO!!!" Jawab mereka serentak dengan nada suara lantang yang bergemuruh memantul di dinding batu takhta.

"Bagus...!" Aku menyeringai licik sambil mengangguk puas. "Misi militer kali ini bener-bener bakal bertransformasi menjadi sebuah misi berskala yang teramat sangat besar parah. Segera instruksikan seluruh kepala peleton untuk mengumpulkan sisa-sisa pasukan kalian yang tidak kalian alokasikan untuk menjaga garis perbatasan Utara, Selatan, dan Barat! Kumpulkan seluruh barisan prajurit beserta warga sipil Aethelgard di area Alun-Alun Utama kota istana sekarang juga... Aku secara resmi akan mengadakan sebuah Pidato Umum makro di atas podium...!" Perintahku tegas memutus keheningan.

"SIAP, TITAH DILAKSANAKAN, YANG MULIA!!!" Jawab mereka kompak, lalu segera melesat keluar dari Ruang Takhta guna mengeksekusi mobilisasi massa.

Tak butuh waktu lama, kompleks area Alun-Alun Utama istana dungeonku seketika berubah drastis menjadi teramat padat, ramai, dan bergemuruh riuh oleh lautan manusia sipil bersanding dengan ribuan barisan tentara infanteri baja yang berdiri siaga membentuk formasi perimeter taktis. Aku berjalan melangkah tegap, menaiki anak tangga panggung dan berdiri tegak lurus di atas mimbar podium tempat pidatoku. Dari posisi ketinggian ini, sepasang mata ungu menyalaku berkilat dingin memandang lautan rakyatku.

Tepat di posisi belakang tubuhku, telah berdiri berbaris rapi faksi lingkaran pelindungku: Alpha, Delta, Zeta, Theta, Elizabeth, Pendeta Upsilon, bersanding dengan sosok Raja Oscar beserta sisa jajaran personel pahlawan buminya yang selamat.

"PERHATIAN UNTUK SEMUANYA, HARAP TENANG DAN PASANG ATENSI FOKUS KALIAN SEKARANG JUGA...!!!" Seruku lantang menggunakan pengeras suara kompresi energi mana, membuat gema suaraku bergaung mutlak menyapu bersih seisi Alun-Alun kota dalam sekejap mata.

Begitu atmosfer daratan kembali sunyi mencekam, aku memajukan tubuh manusiaku menumpu di atas pagar podium, mengunci pandangan makro.

"AKU! Selaku Raja Diraja sekaligus Pemimpin Tertinggi dari peradaban Kerajaan Shadow Aethelgard ini, menegaskan secara mutlak kepada kalian semua... Bagi siapa saja di antara kalian yang detik ini masih memeluk, menganut, dan menyembah dogma kepercayaan Altar Kerajaan Zero... HARAP TINGGALKAN DAN BUANG JAUH-JAUH KEPERCAYAAN SESAT ITU SEKARANG JUGA DARI DALAM LUBUK JIWAMU...!!!" Ucapku tegas penuh penekanan tirani kegelapan yang menekan batin.

Mendengar bait kalimat perintahku yang teramat radikal tersebut, sekujur lautan warga sipil beserta prajurit bawah seketika melongo bodoh, kebingungan tujuh keliling, dan saling berbisik canggung satu sama lain karena tidak menangkap orbit maksud dari takhta sesembahan mereka.

"KALI INI—ENGGA...! Tepat pada saat malam tadi, aku secara personal bener-bener telah ditemui langsung oleh sesosok Entitas Tunggal Maha Agung yang sesungguhnya...!" Teriakku lantang, membiarkan jubah hitamku berkibar gagah dihantam riak tekanan udara. "Dia bukanlah sosok dewa palsu lemah yang bersembunyi di balik nama kaku Kerajaan Zero atas langit benua! Melainkan, Dia adalah sosok Entitas Kerajaan Asli yang letak koordinat takhtanya berada jauh di atas sana... Sosok Maha Pencipta dari seluruh gugusan galaksi ini... Sosok Pencipta absolut dari planet tempat kaki kalian berpijak saat ini, yaitu Planet Fusioner, Sang Planet Seribu Sihir...!!!"

Aku menarik napas panjang, menatap tajam lautan massa.

"Oleh karena itu, aku selaku pemimpin mutlak kalian menegaskan kembali... Mulai dari detik ini juga, peradaban faksi kita akan resmi menganut dogma Kepercayaan Zero yang Sesungguhnya, bukan sekadar menyembah faksi Zero palsu buatan institusi langit luar tersebut...! Kita semua wajib merubah sirkulasi batin kita untuk meminta bantuan, berdoa, dan memohon ampunan suci hanya kepada sosok Zero yang Asli...! Karena Dialah sosok Tunggal yang telah menciptakan jalinan hidup kita semua di Planet Fusioner ini! ialah Sang Bapa Surgawi... Dialah satu-satunya entitas yang teramat sangat pantas untuk kita sembah, kita agungkan, dan kita mintai pertolongan di saat badai krisis melanda jiwa kita...!!!" Seruku tegas meluncurkan proklamasi agama baru.

Di tengah keheningan massal pasca-pidato suci yang membakar atmosfer tersebut, mendadak terjadi sebilah pergerakan di barisan tengah Alun-Alun sipil. Sesosok pemuda petualang asing pendatang yang berasal dari wilayah Kerajaan Petra tampak melangkah maju. Ia mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi ke udara, lalu berteriak lantang menantang takhtaku.

"Yang Mulia Tuan Miko...! Izinkan hamba meluncurkan satu pertanyaan kepada Anda...!" Ucap petualang muda dari Petra tersebut dengan lantang.

"Silakan... Anak muda, katakan dan tanyakan saja apa pun hal yang bener-bener ingin kau tanyakan di hadapan mukaku secara gamblang...!" Jawabku tegas menatap lurus ke arah matanya.

"Jika memang realitas fakta di lapangan membuktikan kalau sosok Bapa Surgawi itu adalah benar-benar Tuhan Maha Tunggal yang wajib kita sembah dan kita mintai pertolongan selain sosok Dewi Sharveshari dari Kerajaan Zero asli... Maka bagaimana cara Anda untuk membuktikan keagungan esensinya di depan mata kepala kami saat ini, Yang Mulia...?" Tanya pemuda Petra tersebut dengan nada suara menantang penuh keraguan.

"Hoo... Sebuah todongan pertanyaan yang teramat sangat bagus nan menarik, Anak Muda..." Aku menarik sudut bibirku mengulas senyuman tipis yang teramat lembut. "Katakan padaku... Apakah saat ini kau memiliki seseorang terdekat atau sebilah masalah kritis yang bener-bener ingin segera kau mintai pertolongan langsung kepada Bapa Surgawi...?"

"Tentu saja ada, Yang Mulia...! Lihatlah temanku yang sedang berdiri meratap di belakang sana..." Ucap pemuda petualang itu sembari menunjuk ke arah rekannya. "Lengan tangan kanannya bener-bener telah putus total akibat terkena sabetan monster buas pasca-agenda petualangan maut kami kemarin luar wilayah... Pertanyaan hamba, apakah sosok Bapa Surgawi yang kau agungkan itu benar-benar mampu menumbuhkan kembali helai demi helai organ tangan temanku yang sudah lenyap terpotong itu, hah?!" Tanya pemuda itu mendesak pembuktian.

"Hehemm... Berdoalah dengan sungguh-sungguh... Memohonlah dari lubuk batinmu yang terdalam kepada-Nya... Maka aku bersumpah demi nama dungeonku, permintaanmu pasti akan langsung dikabulkan dengan sangat lapang dada oleh-Nya..." Jawabku dengan nada suara penuh dengan kapasitas rasa percaya diri yang luar biasa mutlak. Aku menjeda kalimatku sejenak, memicingkan mata. "Berdasarkan pengamatanku, kau... Kamu bukan tipe ras penyihir fana, kan...?"

"Bukan, Yang Mulia...! Hamba murni hanyalah seorang petarung kelas penyerang fisik (Vanguard) biasa yang sama sekali tidak diberkahi sebilah pun bakat alami sihir murni bawaan lahir... Kekuatan hamba murni bertumpu pada otot fisik fisik belaka," jawab pemuda itu tegap.

"Bagus...! Kalau begitu, segera bawa langkah kaki temanmu yang cacat itu melangkah maju maju kemari ke atas panggung mimbar, berdiri tepat di samping posisi tempatku berdiri. Aku akan memberikan selembar draf bacaan Doa Kudus orisinil agar kau sendiri yang merapalkan dan membacakannya secara bersungguh-sungguh kepada-Nya...!" Ucapku tersenyum hangat memancing momentum.

Tanpa membuang waktu lagi, pemuda itu segera memapah rekannya yang berlengan buntung untuk berjalan melangkah naik ke atas panggung mimbar, berdiri siaga tepat di samping kanan tubuh dua meter milikku. LAutan pasukannya dan warga sipil seketika menahan ritme napas mereka menyaksikan draf eksperimen ini.

"BAIKLAH UNTUK SEMUANYA... SAKSIKAN LAH OLEH MATA KEPALA KALIAN SENDIRI SECARA NYATA... SEBUAH PERTUNJUKAN MUKJIZAT MAHA DAHSYAT YANG MELUNCUR DARI TANGAN BAPA SURGAWI, SANG DEWA GALAXY YANG SESUNGGUHNYA, ENTITAS AGUNG YANG MENYANDANG GELAR ZERO YANG SEBENARNYA MAHA TUNGGAL...!!!" Seru ku tegas membakar emosi massa.

Aku mengulurkan tangan manusiaku, membuka slot inventory bayangan, lalu menarik keluar sebuah kitab buku suci kuno ber-body misterius yang sengaja dititipkan langsung oleh Makhluk Cahaya purba di kamarku tadi malam. Aku membuka lembar demi lembar halaman kertasnya secara jeli, lalu mengarahkan telunjuk tanganku ke arah satu bait tulisan Doa Kudus, membiarkan sepasang mata pemuda petualang Petra tanpa sihir itu membacanya secara langsung.

"Ayo... Mulai rapal dan bacakan kalimat ini dari dalam batin setiamu, Anak Muda...!" Bisikku dingin.

Pemuda Petra itu menelan ludahnya yang terasa kering, menggenggam jemarinya, lalu mulai merapalkan bait kalimat doa tersebut dengan nada suara yang teramat bergetar hebat penuh kepasrahan mutlak.

"Bapa kami yang berada di dalam surga tertinggi... Sosok Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang bagi seluruh ciptaan fana... Berikanlah dan suntikkanlah ke atas tubuh kami yang lemah tidak berdaya ini sebilah kekuatan suci... Berikanlah ke atas raga kami yang sedang terpuruk krisis ini sebilah kemudahan takdir... Kami berseru mengagungkan nama-Mu... Memohon intervensi bantuan-Mu... Wahai Zero yang Maha Agung... Pulihkan dan sembuhkanlah seluruh silsilah luka berdarah, wabah penyakit, kecacatan fisik, dan apapun penderitaan itu pada diri kami saat ini... Heal...!!!"

BOOOOOOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMMMMMMMMM...!!!!!!!

Tepat di detik saat sebilah kata mantra sakral "Heal" selesai terucap dari bibir pemuda tanpa sihir tersebut, sebuah keajaiban magis berskala kosmik mendadak meledak bermanifestasi nyata di atas panggung mimbar! Bukan Miko yang merilis sihir, melainkan seberkas pilar pendaran cahaya putih suci yang luar biasa terang benderang mendadak meluncur turun tembus dari langit luar, membungkus mutlak sekujur sisa potongan pangkal lengan buntung temannya!

SREEKKK... KRETEKKK... KREEEEKKK...

Suara desingan ngeri bergaung tatkala jutaan mata saksi menyaksikan sebuah keajaiban biologis yang gak masuk akal sehat: helai demi helai jaringan struktur tulang tangan baru mendadak tumbuh memanjang secepat kilat dari dalam luka potongan, yang sedetik kemudian langsung dibalut rapi oleh sirkulasi rajutan sel otot baru, aliran pembuluh darah baru, hingga bertransformasi membentuk balutan daging utuh yang sempurna! Hanya dalam hitungan lima milidetik saja, sebilah lengan tangan kanan yang baru bener-bener telah terbentuk kembali secara sempurna, kokoh, mulus, dan normal seperti sedia kala tanpa menyisakan sebilah pun bekas luka cacat perang!

"Bagaimana...? Apakah detik ini juga, sepasang matamu sudah bener-bener percaya terhadap keagungan-Nya, Anak Muda...?" Tanyaku sembari melipat kedua tanganku di dada, menatap wajahnya.

Pemuda petualang dari Petra itu seketika jatuh berlutut di atas lantai panggung, air mata kebahagiaan dan sukacita histeris mengucur deras dari wajahnya sembari memeluk erat tangan kanan rekannya yang telah sembuh total.

Melihat visual mukjizat kosmik nyata di depan mata kepala mereka sendiri, lautan ribuan prajurit militer beserta seluruh warga sipil Aethelgard di Alun-Alun seketika langsung bersorak gembira, berteriak riuh penuh sukacita massal yang luar biasa gila mengguncang seisi dungeon! Pasca-agenda pidato umum yang monumental tersebut, seluruh tatanan populasi Kerajaan Shadow Aethelgard secara legal dan mutlak resmi berpindah keyakinan, menganut Agama Baru seutuhnya yang diberi label identitas: Sekte Bapa Surgawi!

Setelah urusan iman Agama Baru tersebut dikunci aman tanpa celah, roda pergerakan faksi militer kami pun akhirnya resmi diluncurkan secara ekstrem.

Seluruh barisan Jenderal divisi utama—Theta, Delta, Zeta, beserta Pendeta Upsilon—langsung bergerak cepat membubarkan diri menuju ke titik pos koordinat pertahanan mereka masing-masing di perbatasan Utara, Selatan, dan Barat sesuai dengan draf rencana HT kemarin sore.

Sementara itu, di bawah keheningan perimeter malam yang mulai merayap sunyi, aku sendiri, didampingi oleh Alpha, Raja Oscar, bersanding dengan barisan sisa regu pahlawan buminya yang selamat, mulai bergerak taktis meluncurkan operasi pengintaian khusus. Kami berjalan melangkah senyap di bawah bayangan kegelapan malam, menyusup masuk melewati garis perbatasan menuju ke arah jantung ibu kota Kerajaan Oscar demi menjatuhkan, mengeksekusi mati sang raja palsu boneka bentukan Felix Eldiana, sekaligus memulihkan kembali takhta kekuasaan sekutu kami di ambang faksi krisis politik yang sesungguhnya...!!!

1
Quinnela Estesa
belum baca LN Tenshura sih. berharap ada risiko aja untuk tokoh utama. risikonya belum ada sama sekali
royco: ouhh ini genre berat aslinya kak.. ikutin teruss yaa.. ini udah sampai skala war antar kerajaan kok..🙏😍
total 3 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Blue Lock München Gaiden
royco: siapp
total 1 replies
Crimson
Semoga nggak putus di jalan ya, min. Sayang banget kalau putus di tengah jalan./Grin//Grin//Grin/
royco: amann lanjut terus sampe tamat bahkan bakal ada volume lainnya😄
total 1 replies
Crimson
tuh kan, sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣
royco: 🤭 iyya
total 1 replies
Crimson
Gini, nih, kalau karakter sok keras. Sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣🤣
royco: wkwkwkwkwkk
total 1 replies
Crimson
Gas, jangan sampai putus di jalan min. Kyk hubungan ku sama dia, anjay klas king. Wkwkwk 😅😅😅
royco: waduu
total 1 replies
Crimson
Rada" plenger jugak nih, orang.🤣🤣🤣
royco: wkwkkwkwk
total 1 replies
Crimson
Udah kyk Rimuru Jir, War di awal pakai wujud aslinya. wkwkwk 🤣🤣😁
royco: hehehee
total 1 replies
Crimson
Saran gw sih Thor, biar seru. beri MC nya bawahan thor, hehehe 😁
royco: ikuti terus kak alur cerita nya makin ke sini makin rame kok
total 1 replies
Crimson
adegan ini lagi, mirip Rimuru Jir, yang mau masuk ke kota para dwaf. /Facepalm/
royco: reall wkwkkwkwk
total 8 replies
Crimson
Good job, Thor. Nanti aku mampir lagi. /Grin/
Crimson
Wah, gw udah kyk baca novel tensura, ya, baca nih novel. /Grin/
royco: siapp
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!