Bilawal Kenta Faaruq nama seorang anak lelaki tampan yang mempunyai arti lelaki yang selalu menjaga kehormatan, harga diri dan bijak dalam bertindak apapun nyatanya tidak sesuai dengan kenyataan.
Al biasa dia dipanggil oleh teman-temannya adalah seorang ketua Basis di sekolahannya. Tiada hari tanpa masalah yang menghiasi hari-harinya. Keluar masuk ruang BP dan kantor polisi selalu ia lakoni namun tak kunjung jua dikeluarkan dari sekolahnya karena keponakan dari kepala sekolah tempatnya belajar sekaligus papanya menjadi penyumbang utama di sana.
Suatu hari Al bertemu dengan Makaila yang tidak lain ketua OSIS yang terkenal galak.
Konflik terjadi antara mereka berdua sampai akhirnya Al menyukai Makaila dan menjadi cinta pertamanya. Segala cara Al lakukan agar Makalia menyukainya, sampai Makalia menjadi target musuh anak Basis Al.
Segala cara Al lakukan untuk melindunginya sampai nyawa menjadi taruhannya.
Hi jangan lupa follow akun IG snow_white97suga
Tik-tok. snowwhite19975
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flashback 3 Tahun Lalu Kebeneran Yang Menyakitkan
Kedekatan Aluna dan Bilawal membuat Nares sedikit cemburu karena perasannya kepada Aluna bertepuk sebelah tangan.
Selama ini semuanya tidak tahu kalau Bilawal ternyata masuk ke dalam Genk BASIS Ghio.
Rasa penasaran mulai muncul di hati Ethan karena setiap kali melihat Bilawal selalu ada bekas luka di wajah atau di sekujur tubuhnya.
Tidak sengaja Ethan melihat ada luka yang sepertinya masih baru ada di tangan Bilawal saat mereka selesai pelajaran olahraga dan mengganti pakaian di ruang ganti.
"Tangan lo kenapa luka kaya gitu?" tanya Ethan ketika sadar ada luka pukul beda tumpul di bagian tangannya.
Saat itu Bilawal mencoba menahan balok yang hendak menghantam wajahnya, tangannya terlihat memar dan sedikit membiru tapi ini sudah biasa baginya.
"Oh ini nabrak tembok gue waktu tadi pagi mau mandi," jawabnya berbohong mencari alasan.
Sontak ucapan Bilawal membuat Ethan terdiam sambil menatapnya penuh curiga, bagaimana bisa dirinya menabrak tembok sampai meninggalkan luka seperti itu.
"Lo abis berantem, ya?" tebak Ethan yang merasa jika Bilawal sedang berbohong kepadanya seraya menatapnya curiga.
Glek, tatapan Ethan membuat Bilawal sedikit ketakutan akan ketahuan sebisa mungkin ia harus menyembunyikannya dari Ethan.
Ethan adalah salah satu sahabatnya yang paling peka dan tahu jika ada perubahan sikap di antara semuanya, dia yang selalu mengingatkan harus selalu bersama-sama dan saling menyayangi karena mereka bukan sekedar sahabat tapi juga saudara.
"Berantem sama siapa?" Bilawal balik bertanya dengan sedikit terlihat sangat gugup mencoba berbohong kepada Ethan.
"Sama Ghio?" tebak Ethan menduga dan spontan wajah Bilawal terlihat gelisah dan gugup saat Ethan menyebut namanya.
Tatapan Ethan masih menaruh rasa curiga kepada Bilawal, dan sebisa mungkin ia harus terlihat biasa saja agar Ethan tidak curiga kepadanya.
"Ghio? Ngapain gue berantem sama dia?"
"Takutnya masalah Nares jadi berkepanjangan, lo tahu siapa dia, kan? Gue nggak mau sampai terlibat sama dia," ucap Ethan dengan tatapan sendu menatapnya membuat Bilawal merasa sangat bersalah.
Namun semua sudah terlambat nasi sudah menjadi bubur dan Bilawal sudah terlanjur masuk ke dalam lingkaran yang tidak akan bisa membuatnya kembali dengan mudah.
Entah sampai kapan ia akan terus menjadi kaki tangan Ghio, yang jelas sampai Ghio masih membutuhkannya dan selama itu juga Bilawal bisa melindungi semua sahabatnya.
"Lo tenang aja, gue juga tahu kok," balas Bilawal berbohong mencoba meyakinkan Ethan.
*
*
*
*
Senyumnya selalu merekah setiap kali Aluna berada di dekat Bilawal bahkan hanya mendengar namanya saja hatinya merasa berbunga-bunga.
Tiada satu hari pun selalu membicarakan tentang Bilawal, bahkan di hadapan Nares juga Aluna selalu menceritakan tentangnya.
"Lo suka sama dia?" tanya Nares saat mereka berdua berjalan di area mall karena Nares diminta untuk menemaninya membeli sesuatu.
Pertanyaan Nares membuat Aluna malu-malu dan gundah, karena tidak bernai untuk mengungkapkan perasaannya kepada Bilawal. Ia takut jika nanti hubungannya akan menjauh jika Bilawal tahu jika Aluna menyukainya.
"Emmm.......Gimana, ya," gumam Aluna terlihat sangat kebingungan dan membuat Nares sedikit kecewa.
"Dia cuma anggap gue adiknya aja," tambah Aluna merasa kecewa karena selama ini Bilawal hanya menganggap dirinya sebagai adiknya tidak lebih dari itu.
"Terus kenapa masih berharap sama dia? Kenapa nggak cari cowok lain pasti banyak yang suka sama lo."
Mendengar ucapan Nares membuat Aluna tersipu malu dan wajahnya sedikit memerah merona. Aluna adalah adik Kelvin satu-satunya yang begitu sangat disayang.
"Masa sih? Mana ada yang mau sama gue?" Aluna merasa tidak percaya.
"Ada kok," balas Nares mencoba meyakinkan Aluna dengan tatapan penuh arti menatapnya.
Suasana mendadak beku dan kaku saat Nares mulai menggodanya, apakah Aluna salah mengartikan jika Nares menyukainya.
"Siapa?" tanya Aluna penasaran menatap Nares yang berjalan bersisian dengannya.
"Gue," jawab Nares singkat membuat Aluna terdiam membisu tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Gue suka sama lo udah lama dan makin lama perasaan ini makin besar nggak bisa ditahan," jelasnya membuat Aluna semakin terpojok dengan suasana yang sama sekali tidak diinginkan olehnya.
Aluna membayangkan jika yang berbicara seperti itu adalah Bilawal pasti Aluna sudah menerimanya dan menjadi kekasihnya.
Rasanya Aluna ingin sekali cepat pergi dari sisi Nares karena ia tidak tahu harus bicara apa dan bagaimana cara menolaknya.
"Apaan sih garing banget," tandas Aluna mencoba menampik semua ucapan Nares.
"Gue serius. Gue suka sama lo," tambah Nares lagi kembali membuat Aluna terdiam membeku.
Aluna hanya bisa menelan ludah sambil mencoba mencari alasan kata-kata apa yang harus diucapkan kepadanya. Sesaat Aluna terdiam sedikit kebingungan.
Nares tahu jika waktunya terlalu mendadak untuk mengungkapkan perasaan, tapi Nares juga tidak mau perasaannya sia-sia untuk Aluna.
"Tapi gue nggak bisa jawab sekarang," balas Aluna dengan begitu gugup tidak berani menatap mata Nares.
"Nggak apa-apa kok, gue nggak maksa buat jawab sekarang."
Detak jantung Aluna masih berdegup sangat cepat dan mulai merasa kebingungan mencari cara untuk bisa menolak Nares. Ia tidak tahu jika selama ini Nares menyukainya.
*
*
*
*
Ethan mendadak ingin menginap di rumah Kelvin karena kedua orang tanya sedang tugas di luar kota. Merasa takut di ruma sendirian akhirnya ia meminta untuk bisa menginap di rumah Kelvin.
Sebelum pergi ke rumah Kelvin dalam perjalanan Ethan memutuskan membeli makanan kesukaannya yang bisa dimakan bersama dengan Kelvin.
Selesai membeli ketika baru keluar dari toko dan hendak pergi menggunakan motornya, samar-samar dari kejauhan terdengar suara yang sangat gaduh sekali.
Suara gerombolan orang yang sepertinya terdengar berteriak begitu kencang, semua orang yang ada di sana penasaran apa yang sedang terjadi. Ternyata tejadi tawuran antar dua kelompok.
Beberapa gerombolan orang datang dari arah berlawanan menyerang musuhnya yang berada di depan sana, dan tawuran pecah di tepat di depan toko kue yang sering dibeli oleh Ethan.
Melihat kekacauan dan begitu banyak orang yang berkelahi membuat semua yang ada di sana mencoba bersembunyi untuk menyelamatkan diri, tapi tidak dengan Ethan yang sangat penasaran.
Keadaan di tengah jalan begitu kacau dua kelompok saling bertabrakan memukul satu sama lain ada yang hanya menggunakan tangan, ada yang menggunakan kayu balok panjangnya, gir motor yang diikat oleh sabuk dan batu bata yang siap untuk dilempar.
Dari atas Ethan bisa melihat banyak batu yang berterbangan berlalu lalang yang dilemparkan oleh kedua kelompok untuk menyerang melukai lawan.
Begitu brutal mereka membabi buta saling memukul satu sama lain tanpa ampun sampai ada yang terluka parah sampai ditusuk dan berdarah.
Ethan merasa gemetaran dan ketakutan saat melihatnya membuat tubuhnya mendadak lemas, sampai akhirnya ia melihat seseorang yang menarik perhatiannya.
Seseorang yang dikenal olehnya sedang berkelahi begitu sadis melawan beberapa orang dan hanya sendirian, dia adalah Bilawal sahabatnya sendiri.