Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23 KESEMPATAN BAGUS
"Jadi...! ada apa? ". Vendra bertanya pada Luna. Ia duduk bersandar dengan santai melihat Luna.
" Sebelumnya, aku minta maaf terlebih dulu. maaf lancang. apa kamu orang yang berasal berada atau seorang militer? ". Bertanya pada Vendra, sebenarnya Luna tidak enak hati harus menayangkan pribadi dia.
" Bukan! aku hanya orang biasa. Tinggal Di hotel sendirian. itu juga di bantu sama teman ku Denis. iya.... bisa di bilang hanya orang biasa. bukan berada orang kaya atau seorang militer. Iya itu dulu. tapi sekarang sudah berhenti ". Jujur Vendra pada Luna dengan bernada lantang.
" Jadi dulu kamu seorang militer. militer seperti apa? ". Tanya lagi Luna memastikan lebih dalam.
" Akademi. lebih tepat nya sekolah akademi militer. hanya militer biasa". Jawab Vendra
"Apa yang membuat kamu berhenti. di sekolah militer itu? maaf bukan bermaksud mencari tahu tentang pribadi kamu. hanya saja saya ingin memastikan sebelum, aku menawarkan sesuatu pada mu! ". Ujar Luna
Vendra duduk terdiam sejenak sambil berfikir apa yang di mau Luna harus menayangkan sedetail itu? Raut wajah Vendra berubah bingung
"Itu karena aku tidak betah. tidak cocok jadi seorang militer jadi, aku keluar memundurkan diri, bertahan cuman beberapa bulan saja". Jawab Vendra berbohong pada Luna. Sebenarnya Vendra keluar dari sekolah akademi militer adalah karena tujuan ingin mencari keadilan untuk kakak nya yang sudah tiada. ia terpaksa meninggalkan tanggung jawabnya untuk membalas kan dendam atas kematian sang kakak.
"ummm! ok! kalau gitu". Luna berkata
" Jadi menawarkan apa pada ku? ". Tanya Vendra penasaran
" Jadi gini. ayah ku ingin mencari seseorang yang bisa menjaga ku. jadi... mencari seorang asisten atau Boydigat untuk ku. kebetulan kamu pengalaman bertarung. yang aku tanyakan adalah. apa kamu mau jadi Asisten pribadi saya kemanapun saya pergi?? ". Luna bertanya menawarkan nya.
Vendra terdiam kaku mendengar Luna yang membutuhkan Asisten. ia tidak menyangka sesuai harapan, ini yang ia mau
" Iya... iya aku mau!! kebetulan aku sangat bosan di hotel terus, tidak ada kegiatan. setidaknya aku dapat uang dengan kerja keras ku sendiri! hemmm! ". Jawab Vendra senyum senang, akhirnya terjadi juga perasaan Vendra sedikit lebih lega
" ok! kalau gitu. besok kamu datang ke rumah ku. ok! datang pagi saja. ". Minta Luna senyum
" iya".
Tidak lama pelayan cafe datang membawakan makanan kemeja mereka, Meletakkan makanan di atas meja depan mereka berserta dengan minuman nya juga.
****
****
****
Di dalam kantor ayah nya Elisa yaitu William sedang melihat dan membaca status kehidupan Vendra ada sebuah foto menyepil di berkas yang ia pegang. Tampang Raut wajah William berubah terkejut.
"Jadi anak itu dari keluarga CINDY? ". William berkata meletakkan berkas di atas meja melihat anak buahnya di depan nya itu.
" Iya. Bos. dia Adik kandung dari Sofia yang pernah kami bunuh dua tahun lalu". Jawabnya berdiri menatap datar
William yang berdiri di hadapan anak buahnya hanya terdiam sejenak mendengar kebenaran fakta itu.
"Anak itu. dia sekolah akademi militer! kenapa memundurkan diri dan ayah nya tidak mengetahui kalau anak nya masuk militer. maksudnya apa ini!? aku tidak mengerti. bagaimana bisa anak itu masuk akademi tanpa pengetahuan orang tuanya? ". William bertanya-tanya berfikir heran
" Sepertinya Vendra memiliki Seorang Pamannya. Kalau tidak salah namanya Andreas CINDY berpangkat Tinggi ". Jawabnya lantang
(suara hati) "Andreas Cindy, sudah lama tidak mendengar nama itu. jadi... perempuan itu seorang militer. jangan-jangan...??? ". Tampaknya William mulai curiga terhadap VENDRA
"sepertinya Wanita itu, mencoba mencari penyelidikan, atas kematian kakak kandung nya. bisa di bilang membalas kan dendam yang sudah bikin kakaknya mati". Anak buahnya berkata
" Iya... kamu benar. sepertinya memang itu tujuan anak itu. pantas saja dia ada di acara pesta ulang tahun Luna. artinya menyelidiki dengan caranya sendiri pada keluarga Ambarawa. tapi.... yang aku tidak mengerti kenapa kedua orang tua wanita itu tidak mengetahui tentang anaknya. ini aneh. cari tahu lagi lebih dalam! ". Perintah William pada anak buahnya
" Baik! ". Dia pun melangkah pergi meninggalkan ruang kantor bosnya itu.
Tampangnya William memikirkan sesuatu terhadap Vendra berdiri terdiam memandangi sebuah kaca jendela.
****
****
****
Suara detak jam terdengar seluruh kamar, riuhnya suara bermacam jenis terdengar jelas di telinganya. gening air menetes pelan seakan-akan menaruh harapan agar bertahan lebih lama lagi. waktu terus berjalan tanpa henti dari hening nya malam yang sepi ini.
Rajab yang terbaring telentang di atas ranjang kasur yang hanya mata yang masih terjaga terbuka memandangi ke atas langit-langit lampu dengan kedua tangan di bawah kepala sebagai bantal. Rajab terdiam melamun memikirkan sesuatu berat yang harus terus berjalan. Berlahan pejamkan mata. Rajab teringat dengan Sofia.
"Hal apa yang kamu inginkan nanti? ". Tanya Sofia
" aku mau hidup lama dengan mu! ". jawabnya
Suara-suara sangat jelas terngiang mendengar nada suara Sofia yang ia cintai. berlahan air mata menetes kebawah di wajah Rajab. Rasa kehilangan di hatinya masih terasa sakit yang masih belum bisa melupakan Sofia yang ia cintai. Menikah dengan orang yang tidak ia cintai, harus ambil tindakan yaitu melupakan masalalu jalan terbaik untuk jalan kedepan. bukan soal cinta yang menang atau kalah tapi soal siapa yang akan bertahan dan menetap. Luna dan Sofia dua wanita berbeda perasaan dan beda pandangan untuk Rajab. sesuatu yang harus memilih menentukan jalan yang terbaik.
Pagi pun tiba, Rajab yang sudah rapi dengan mengenakan pakaian baju jas hitam bersiap untuk berangkat kerja ke kantor nya. Rajab melangkah menghampiri meja makan. Terlihat Oma, ibu dan Kasih sudah berada di meja makan di sana, duduk di kursi depan meja.
"Pagi! ". Sahut Rajab senyum
" Pagi, Rajab! ". Balas Wilda pada anak laki-laki nya yang baru datang.
Rajab duduk samping Oma depan Kasih.
"Rajab! secepatnya kamu nikahi Luna. kamu harus memiliki anak laki-laki untuk keluarga kita, meneruskan perusahaan kamu nanti nya. jangan lama-lama menunda". Minta Oma pada Rajab.
Rajab terdiam melihat Oma,
" Iya. Oma. nanti aku bicara sama Luna". Jawab Rajab merenung
"iya! jangan lupa tanyakan lagi padanya. kalau Luna tetap tidak mau. Oma akan menjodohkan dengan keluarga lain yang Oma kenal untuk kamu. paham?! ". Ujar Oma pada Rajab sentil dengan nada lembut tapi pahit mendengar ucapan Oma nya.
Rajab pun terdiam berfikir sejenak, yang merasa keberatan keinginan Oma nya
Wilda yang melihat reaksi wajah anak laki-laki nya hanya merenung sedih, anaknya tidak memberi ruang untuk memilih pasangan nya sendiri. Wilda hanya merasa tidak bisa berbuat apa-apa dari keputusan ibunya untuk Rajab.
"Oma tua... jangan menekan kak Rajab. biar saja.. maunya apa! kenapa ngatur-ngatur hidup nya! ". Ucap Kasih sinis
" kamu lebih baik makan saja. jangan ikut campur! ". tegas Oma pada Kasih.
Ekpresi Kasih langsung tengil pada Oma nya.