NovelToon NovelToon
Sistem Mancing Mania Mantap

Sistem Mancing Mania Mantap

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Arga, seorang pemuda yatim piatu miskin yang berjuang hidup sebagai nelayan sampan, harus menelan pil pahit saat dihina habis-habisan oleh mantan teman-teman sekolahnya di sebuah acara reuni.

Merasa putus asa dan tidak terima dengan ketidakadilan takdir, ia melampiaskan emosinya dengan memancing di tengah malam, namun kailnya justru menarik sebuah umpan logam berkarat misterius yang menyerap darahnya dan membangkitkan Sistem Mancing Mania Mantap.

Berbekal sistem aneh yang menggunakan emosi sebagai umpan dan menunjukkan lokasi pancing yang tidak masuk akal, Arga tidak lagi sekadar memancing ikan biasa, melainkan menarik harta karun dimensi lain, pusaka kuno, hingga kekuatan gaib yang akan memutarbalikkan nasibnya dari pemuda rendahan menjadi sosok kaya raya yang ditakuti semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Arga mengertakkan giginya sampai rahangnya terasa kaku.

Urat-urat halus menonjol jelas di punggung tangan dan lehernya saat dia memutar tuas penggulung tersebut.

Setiap putaran benang terasa seperti dia sedang menarik sebuah truk bermuatan penuh dari dasar jurang.

Krak.

Suara pagar pembatas kapal berderit keras menahan tekanan dari tubuh Arga yang bersandar padanya.

"Gue gak bakal nyerah cuma gara-gara ikan jadi-jadian di bawah sana," teriak Arga memotivasi dirinya sendiri.

Arga menarik jorannya ke atas dengan satu hentakan napas yang luar biasa kuat.

Sebuah benda panjang melesat keluar dari tengah pusaran air laut tersebut.

Benda itu memancarkan cahaya hijau kebiruan yang sangat menyilaukan mata Arga.

Benda tersebut mendarat dengan suara logam beradu menghantam lantai kayu geladak kapal.

Brak.

Arga terengah-engah dan melepaskan jorannya ke lantai untuk mengambil napas panjang.

Dia menatap benda yang berhasil ditariknya itu dengan pandangan tidak percaya.

Itu adalah sebuah tombak kuno bermata tiga yang seluruh gagangnya diselimuti oleh terumbu karang tajam.

Arga baru saja melangkah maju untuk menyentuh tombak tersebut saat air laut di pinggir kapal meledak ke atas.

Byur.

Sesosok bayangan hitam besar melompat dari dalam air dan mendarat di atas geladak tepat di depan Arga.

Bayangan itu memiliki bentuk seperti manusia namun seluruh tubuhnya tertutup oleh sisik ikan hitam yang berlendir.

Dua mata merah menyala menatap Arga dengan tatapan penuh kebencian dan kehausan akan darah.

Makhluk itu mengeluarkan suara desisan mengerikan yang membuat telinga Arga terasa sakit.

Grrr.

"Apa-apaan makhluk jelek ini Sistem?" teriak Arga mundur satu langkah mengambil posisi bertahan.

"Host berhadapan dengan Jin Laut Penjaga Tombak Karang," lapor sistem memunculkan kotak informasi peringatan merah.

"Host harus mengalahkan makhluk ini sebelum dia merusak kapal atau menenggelamkannya ke dasar laut."

Jin laut itu melompat maju dengan kecepatan luar biasa dan mengayunkan cakar panjangnya ke arah wajah Arga.

Arga langsung merundukkan badannya menghindari tebasan cakar mematikan tersebut.

Angin dari ayunan cakar itu terasa sangat dingin dan tajam melewati atas kepala Arga.

"Lo pikir gue takut sama ikan pesut lumutan kayak lo hah?" bentak Arga membalas serangan.

Arga memutar tubuhnya dan melayangkan tendangan memutar tepat ke arah perut bersisik makhluk itu.

Kekuatan Peningkatan Fisik Tingkat Dasar milik Arga langsung diuji sepenuhnya dalam benturan ini.

Duk.

Suara benturan keras terdengar saat tulang kering Arga menghantam perut jin laut tersebut.

Makhluk itu terpental mundur sejauh dua meter dan menabrak kotak pendingin ikan sampai hancur berkeping-keping.

Namun jin laut itu langsung bangkit kembali seolah tidak merasakan sakit sama sekali.

Makhluk itu membuka mulutnya lebar-lebar memperlihatkan deretan gigi runcing seperti hiu putih.

Dia melompat lagi ke arah Arga dengan niat untuk menggigit leher pemuda itu sampai putus.

Arga tidak sempat menghindar dan secara refleks menyilangkan kedua lengannya di depan wajah.

Jin laut itu menabrak tubuh Arga dengan keras sampai punggung Arga menghantam pintu kabin kemudi.

Brak.

Johan yang berada di dalam kabin langsung menjerit ketakutan mendengar suara tabrakan dahsyat tersebut.

"Mas Arga, ada suara apa di luar sana Mas?" teriak Johan dengan nada panik dari balik pintu tertutup.

"Diam di dalam saja Pak Johan, jangan pernah buka pintunya apa pun yang terjadi," balas Arga berteriak menahan rasa ngilu di punggungnya.

Cakar makhluk itu menancap di lengan kemeja Arga dan merobek kainnya dengan sangat mudah.

Namun kulit Arga yang sudah diperkuat oleh sistem ternyata sekeras kulit badak.

Cakar itu hanya meninggalkan goresan putih tipis di permukaan kulit Arga tanpa mengeluarkan darah sedikit pun.

Makhluk itu terlihat kebingungan karena serangannya tidak mampu menembus pertahanan kulit manusia biasa.

"Sekarang giliran gue ikan jelek," geram Arga menatap mata merah makhluk itu dari jarak dekat.

Arga mencengkeram leher bersisik makhluk itu dengan tangan kirinya sekuat tenaga.

Tangan kanannya mengepal keras seperti batu bata padat yang siap dihancurkan.

Arga mendaratkan pukulan lurus yang sangat brutal tepat ke arah wajah jin laut tersebut.

Bugh.

Pukulan pertama membuat kepala makhluk itu terlempar ke belakang dengan suara tulang berderak.

Arga tidak memberikan kesempatan makhluk itu bernapas dan kembali mendaratkan pukulan kedua dan ketiga secara beruntun.

Bugh. Bugh.

Lendir hitam menyemprot keluar dari mulut makhluk itu mengenai lantai geladak kapal.

Makhluk itu meronta-ronta mencoba melepaskan cengkeraman tangan kiri Arga namun tenaga Arga jauh lebih mendominasi.

"Mati lo, kembali ke laut sana," teriak Arga melepaskan satu pukulan terakhir yang memusatkan seluruh sisa tenaganya.

Pukulan telak itu menghantam dada makhluk tersebut dengan sangat keras.

Tubuh jin laut itu terlempar ke udara melewati pagar pembatas kapal dan jatuh kembali ke dalam lautan gelap.

Byur.

Arga jatuh terduduk di atas lantai geladak sambil terengah-engah mencari udara.

Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya dan otot-otot lengannya terasa sangat pegal.

Dia menatap permukaan laut yang kini kembali tenang seolah tidak pernah terjadi pertarungan mematikan barusan.

"Ancaman berhasil dilumpuhkan oleh Host," lapor sistem memunculkan layar biru yang menenangkan.

"Hak kepemilikan Tombak Karang Kuno sekarang resmi jatuh ke tangan Host sepenuhnya."

Arga merangkak pelan mendekati tombak bermata tiga yang masih tergeletak memancarkan cahaya hijau tersebut.

Dia menyentuh gagang tombak itu dan memerintahkan sistem untuk menyimpannya ke dalam inventaris.

Tombak itu langsung lenyap ke dalam ruang dimensi sistem menyisakan Arga yang duduk sendirian di atas kapal.

Pertarungan malam ini benar-benar membuka mata Arga tentang bahaya nyata dari dunia gaib yang dia pancing.

Dia tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan fisik tingkat dasar jika hadiah dari sistem semakin tidak masuk akal.

"Pak Johan, bapak aman di dalam kan?" teriak Arga dari luar pintu kabin kemudi.

"Aman Mas Arga, tapi jantung saya rasanya mau copot denger suara tabrakan tadi," jawab Johan dengan suara bergetar dari dalam.

"Maaf Pak Johan tadi kotak pendingin ikannya jatuh tertiup angin kencang sampai nabrak pintu kabin," karang Arga menutupi kejadian sebenarnya.

"Kita tunggu sampai besok pagi baru nyalain mesin buat pulang ke daratan ya Pak."

"Siap Mas Arga, saya percaya sama Mas Arga," balas Johan masih terdengar trauma.

Arga menyandarkan punggungnya ke dinding kabin luar dan menatap langit malam tanpa bintang.

Malam ini dia akan tidur di geladak kapal sambil menjaga hasil tangkapan terbesarnya.

Besok pagi dia harus segera mencari tahu apa fungsi sebenarnya dari Tombak Karang Kuno tersebut.

Pasti ada alasan khusus mengapa benda ini dijaga oleh makhluk bawah laut yang sangat mematikan.

1
Kasma Wati
💪💪💪💪💪
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
Kasma Wati
👍👍👍👍👍
Marthen
preman pasar kelas kampungan yg nyasar 😄😄😄
cynth
Mancing lele di selokan aja malunya nembus layar, apa lagi ini. Astaga...
Gege
nasahhh... ceritanya enteng..ngalir.. menyajikan hiburan bacaan yang bikin candu...
Momen'to
mimpi basah author 😹
Magane
menunggu sistem kurir mbg
Yofu
kok bisa kepikiran sih/Sweat/
Yofu
mancing mania mantap🗿
Dhewa Shaied
crazy up thorr.. imajinasinya gak ngotak 💪💪💪 😍😍😍😍
Yuliana Tunru
syuuuka bgt hari.ini crezy up thorrr 💪💪 up ..arga waktu x cari wanita special ya jgn sampe dpt tipe rina 😄😄😄
dhani satria
tomatkah?
dhani satria: owhhhhh.....,crazy up...,mantap ceritanya
total 2 replies
dhani satria
taline panjang bgt ya 3000 meter
Gege
berat bener cerita sistem bertema mancing ini..pikir ceritanya ringan, Nemu ikan dikembangkan hasilin duit milyaran, hidup enak wanita banyak.. sampe ratusan episode...🤣🤭
Yui: makasih idenya, habis konflik ini lah bisa diterapin /Smile/
total 1 replies
dhani satria
aquamen....
dhani satria
tongkat zeus
Yui: Poseidon lebih tepatnya/Facepalm/
total 1 replies
dhani satria
CEO WIJAYA ni
Yuliana Tunru
nalasan yg setimpal 😄😄
dhani satria
hahahhahhaha.....,lha gemblung yak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!