NovelToon NovelToon
ILUSI HANGAT

ILUSI HANGAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:705
Nilai: 5
Nama Author: zayyana

"Elian sengaja menciptakan neraka, hanya agar ia bisa menjadi satu-satunya surga tempat Lyra bersandar."

Menyembunyikan kecantikan di balik sikap tertutup adalah cara Lyra Anya Cassandra bertahan hidup di SMA Elit Gava. Statusnya sebagai siswi yatim piatu penerima beasiswa menuntutnya untuk tidak terlihat.

Namun, sebuah kotak bekal siang yang sederhana menghancurkan seluruh pertahanannya.

Lyra mendadak menjadi target perundungan yang kejam. Di tengah keputusasaan itu, hanya Elian cowok paling berpengaruh di sekolah yang bersedia menjadi pelindungnya.

Lyra mengira itu keberuntungan, tanpa tahu bahwa Elian sendiri yang menyalakan api neraka demi memaksanya datang kepelukan elian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zayyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SANG PENYELAMAT DARI KEGELAPAN

Suara gemerincing rantai besi yang beradu kasar dengan daun pintu mendadak memecah keheningan di dalam gudang olahraga yang gelap. Lyra Anya Cassandra tersentak kaget, langsung menegakkan tubuh kurusnya dengan sisa tenaga yang ia miliki. Sepasang mata cokelat jernihnya yang membengkak karena tangis mencoba menatap ke arah celah pintu yang perlahan-lahan mulai terbuka, membiarkan seberkas cahaya lampu koridor merangsek masuk dan membelah kegelapan ruangan.

Clang!

Gembok besar itu jatuh ke lantai semen dengan bunyi dentangan yang nyaring. Pintu besi gudang didorong terbuka sepenuhnya dari luar, menampilkan sesosok pemuda jangkung yang berdiri tegak di ambang pintu dengan latar belakang cahaya yang membuat siluet tubuhnya tampak sangat berwibawa dan megah.

Aroma parfum amberwood yang mewah, hangat, dan sangat menenangkan seketika menyerbu masuk ke dalam gudang, mengusir bau debu yang pengap dan langsung mengunci seluruh indra penciuman Lyra dalam sekejap.

"Lyra? Kamu di dalam?" tanya Elian Gava Alaric dengan nada suara yang berat, buru-buru melangkah masuk ke dalam gudang dengan ekspresi wajah yang mendadak berubah penuh kecemasan yang teramat pas sebuah akting manipulatif tingkat tinggi yang ia pasang dengan sangat sempurna untuk menjebak logika pertahanan Lyra.

Rambut hitam comma hair-nya sedikit berantakan karena ia sengaja berlari kecil dari ujung lorong, dan jas seragam hitam SMA Gava miliknya sengaja dilepas, menyisakan kemeja putih mahal yang kancing atasnya terbuka, memberikan impresi bahwa ia telah mencari Lyra ke seluruh penjuru sekolah dengan panik.

"E-Elian...?" gumam Lyra dengan suara yang teramat serak dan bergetar hebat. Air mata bening kembali runtuh membasahi pipinya yang pucat saat mengenali sosok pemuda yang kini langsung berlutut kecil di atas lantai semen berdebu di hadapannya, tanpa memedulikan celana kain mahalnya menjadi kotor.

"Ya Tuhan, Lyra! Kenapa kamu bisa terkunci di tempat terkutuk ini?!" tanya Elian dengan nada suara yang meninggi penuh kepedulian, langsung meraih kedua telapak tangan kurus Lyra yang terasa sedingin es dan menggenggamnya erat-erat di antara kedua telapak tangannya yang hangat dan bersih. Sepasang manik mata hitam jelaganya menatap lurus ke dalam netra jernih Lyra, memancarkan kilat protektif yang seolah-olah siap menghancurkan siapa saja yang telah menyakiti gadis itu.

"Aku... aku tadi mau balikin bola, terus tiba-tiba ada yang ngunci pintunya dari luar," jawab Lyra dengan isak tangis yang kembali pecah secara histeris. Tubuhnya yang lemas refleks condong ke depan, menyandarkan seluruh beban tubuh dan dahinya pada dada bidang Elian yang terbalut kemeja putih hangat. Tangannya mencengkeram kuat-kuat kain kemeja Elian, mencari perlindungan fisik yang nyata dari rasa takut yang baru saja menyiksanya.

Elian tidak membuang kesempatan emas tersebut. Jari-jemari tangannya yang panjang bergerak pelan namun pasti, mendekap punggung kurus Lyra secara posesif, menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukan hangatnya yang penuh dominasi menekan. Ia menyandarkan dagunya di atas kepala Lyra, membiarkan wangi rambut kuncir kuda gadis itu beradu dengan aroma amberwood miliknya yang kini mulai membangun "jangkar sensorik palsu" di dalam benak Lyra yang sedang mengalami Brain Fog parah.

"Tenanglah, Lyra. Kamu sudah aman sekarang. Ada aku di sini," sahut Elian dengan nada suara yang merendah, sangat lambat, dan teramat lembut, membisikkan mantra penenang yang sengaja ia rancang untuk merusak fokus logis Lyra (Gaslighting). Tangannya yang besar bergerak mengusap rambut hitam Lyra dengan gerakan yang teratur, menanamkan doktrin bawah sadar bahwa Elian adalah satu-satunya pelindung yang valid di hidupnya.

"Kenapa... kenapa kamu bisa tahu aku ada di sini, Elian?" tanya Lyra di sela-sela isakannya, mendongakkan wajah manisnya yang merona merah jambu akibat kedekatan fisik mereka yang terlalu intim, sementara tangannya yang bebas membetulkan letak kacamata bulatnya yang baru saja ditemukan dan dipasang kembali di hidungnya dengan canggung.

"Aku merasa ada yang tidak beres karena mobilku melihat tokomu masih sepi saat lewat tadi sore. Aku kembali ke sekolah dan mencarimu ke setiap ruangan," jawab Elian dengan wajah yang teramat meyakinkan, berbohong tanpa ada satu pun keraguan di dalam matanya yang tajam menawan. Seulas senyuman tipis yang sangat samar terukir di wajah rupawannya yang pucat saat melihat bagaimana mangsa kecil penuh warnanya kini benar-benar bergantung penuh pada dekapannya, sepenuhnya melupakan keberadaan Ryzan Jonarland yang kini sedang mengerang kesakitan di ruang isolasi medis Taruna akibat skenario senyap yang ia gerakkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!