NovelToon NovelToon
Kebangkitan Naga Astral

Kebangkitan Naga Astral

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Seorang murid sekte luar yang dihina karena akar spiritualnya yang cacat secara tidak sengaja membangkitkan sebuah pusaka kuno di lembah terlarang. Pusaka tersebut tidak memberinya kekuatan instan, melainkan sebuah metode kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap dan memurnikan Qi dari garis keturunan binatang buas mitologis. Untuk mencapai puncak, ia harus menempuh jalur yang penuh darah dan memburu eksistensi terkuat di langit dan bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pampasan Perang dan Berkah di Balik Tebing

​Halaman Pelataran 404 yang awalnya dipenuhi rumput liar setinggi lutut, kini berangsur bersih dalam waktu kurang dari satu jam. Dua pengikut Wang Li bekerja dengan kecepatan yang nyaris merobek otot punggung mereka sendiri. Tangan mereka lecet dan berdarah karena mencabut ilalang berduri tanpa alat, namun tak satupun berani mengeluh.

​Di sudut halaman, Wang Li bersandar pada dinding bata yang mengelupas, wajahnya pucat pasi menahan sakit dari tiga tulang rusuknya yang patah. Napasnya tersengal, matanya sesekali melirik penuh ketakutan ke arah meja batu di tengah halaman.

​Di sana, Lin Tian duduk dengan tenang. Di atas meja batu, tergeletak tiga kantong kain yang baru saja ia "sita" dari ketiga pemuda itu. Ia menuangkan isinya. Total ada lima belas Batu Roh tingkat rendah dan lima botol Pil Pengumpul Qi. Ditambah dengan jatah bulanan miliknya dan Lin Chen, kekayaannya melompat drastis dalam sekejap.

​"Lumayan untuk modal awal," gumam Lin Tian.

​Ia mengambil botol-botol pil tersebut dan melemparkannya ke arah Lin Chen yang sedari tadi berdiri mematung mengawasi dari dekat pintu utama.

​"Kakak Tian? Ini..." Lin Chen menangkap botol-botol itu dengan gugup.

​"Pil Pengumpul Qi tingkat rendah terlalu kotor untuk fondasiku, dan butuh ribuan butir untuk sekadar mengisi sepersepuluh meridianku," jelas Lin Tian santai. "Tapi untukmu yang baru di tingkat pertama, pil-pil itu sangat sempurna. Gunakan semuanya bulan ini."

​Lin Chen menelan ludah. Lima botol Pil Pengumpul Qi setara dengan jatah murid luar tingkat menengah selama setengah tahun!

​"K-kami sudah selesai mencabut semuanya!" Suara gemetar salah satu pengikut Wang Li memecah percakapan. Keduanya berlutut di tanah yang kini botak, napas mereka memburu. Matahari mulai condong ke barat, menandakan hari menjelang senja.

​Lin Tian menoleh, matanya menyapu halaman yang kini bersih tak tersisa sehelai rumput pun. Ia mengangguk pelan. "Kerja bagus. Sekarang bawa bos kalian dan menyingkirlah dari pandanganku."

​Kedua pemuda itu menghela napas lega yang nyaris terdengar seperti isakan. Mereka buru-buru memapah Wang Li yang merintih kesakitan.

​"Tunggu," panggil Lin Tian dingin saat mereka baru saja menyentuh gagang gerbang.

​Ketiganya membeku seketika.

​"Sampaikan pesan ini pada Zhao Kuang," ucap Lin Tian, matanya berkilat tajam. "Jika dia ingin bermain, datanglah sendiri. Mengirim anjing-anjing cacat hanya akan mengotori halamanku. Pergi!"

​Ketiga murid luar itu berdesakan keluar dari gerbang dengan panik, tak sabar untuk segera melarikan diri dari monster berwajah tenang tersebut.

​Setelah halaman kembali sepi, Lin Chen berjalan mendekat. "Kakak, Zhao Kuang berada di tingkat enam. Jika dia benar-benar datang sendiri..."

​"Itu urusan nanti. Setidaknya dengan kejadian ini, dia tidak akan gegabah menyerang secara terbuka," jawab Lin Tian sambil memasukkan Batu Roh ke dalam bajunya. Ia kemudian berjalan ke tepi halaman belakang pelataran yang berbatasan langsung dengan pembatas kayu Tebing Angin Puyuh.

​Angin kencang berhembus menampar wajah Lin Tian, membawa udara yang sangat dingin. Ini adalah alasan mengapa Pelataran 404 dianggap sebagai tempat sampah bagi murid luar. Angin dari tebing ini sangat kacau, secara konstan menghempaskan dan mencerai-beraikan Qi alam di udara, membuat murid biasa sangat kesulitan untuk bermeditasi menyerap energi.

​Namun, senyum tipis justru terbentuk di bibir Lin Tian.

​Ia menutup matanya dan membiarkan angin kencang itu menerpa tubuhnya. Di dalam meridiannya, Qi ungu keemasan yang seberat air raksa berputar. Berbeda dengan Qi kultivator biasa yang seringan gas dan mudah buyar oleh angin tebing, Qi naga Lin Tian begitu padat sehingga tidak terpengaruh sama sekali.

​Lebih dari itu, tekanan angin kencang dari tebing yang terus-menerus menghantam fisiknya justru bertindak seperti palu godam tak kasatmata yang menempa tubuhnya!

​"Tekanan dari angin ini mempercepat proses asimilasi Seni Pemurnian Tulang Naga Astral dengan otot-ototku," batin Lin Tian, matanya terbuka lebar karena takjub. "Tempat yang dianggap kutukan bagi orang lain, justru adalah medan pelatihan alami yang sempurna untuk fondasiku!"

​Dengan energi Qi yang padat dan tubuh yang ditempa angin tebing, Lin Tian yakin kekuatan fisiknya akan meningkat pesat bahkan tanpa mengonsumsi sumber daya tambahan.

​"Chen'er," kata Lin Tian, berbalik menatap adiknya. "Malam ini, tidurlah di dalam ruangan dan serap pil-pil itu. Besok pagi, aku akan pergi ke Paviliun Seni Bela Diri Sekte Luar."

​Lin Tian mengepalkan tangannya. Kekuatan murninya memang luar biasa, tetapi untuk melawan kultivator tingkat menengah seperti Zhao Kuang, ia tidak bisa hanya mengandalkan tinju kosong atau kekuatan fisik semata. Ia membutuhkan teknik serangan yang mampu memaksimalkan potensi mematikan dari Qi naga miliknya.

1
Samadi Kelana
Lanjutkan ...
yos helmi
😍😍
yos helmi
ntuk semua pembaca .. mari kita bersatu.. author yg up nya satu dua bab.. jgn beri like.. komen.. dll.. cukup baca aj.. biar mampus tu author .. 🤣🤣🤣
Gege
gaasss 100k kata diluncurkan saja jangan disimpen Thor...🤭💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!