NovelToon NovelToon
Sekar

Sekar

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Kutukan
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Sekar, kembang desa Wanasari, seharusnya menikah dengan Lindu, pria tampan, mapan, dan kebanggaan banyak orang. Namun, tepat di hari pernikahan, Sekar tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Sejak saat itu, kebahagiaan berubah menjadi misteri yang tak terpecahkan. Ada yang mengira jika Sekar kabur dengan orang lain.

Beberapa bulan kemudian, teror mulai menghantui desa Wanasari. Kejadian-kejadian aneh bermunculan, membuat warga hidup dalam ketakutan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar angin yang berembus

Dua hari setelah kejadian itu, cerita tentang Pak Nanang yang mengaku bertemu Sekar sudah menyebar ke seluruh penjuru desa.

Seperti biasa, kabar tersebut berpindah dari satu mulut ke mulut lainnya dengan sangat cepat.

Di warung kopi, orang-orang membahasnya sambil menyeruput kopi panas.

Di pos ronda, para lelaki yang sedang berjaga menjadikannya bahan obrolan sepanjang malam.

Bahkan di teras-teras rumah, para ibu yang sedang mengupas sayur pun ikut membicarakannya.

"Aku rasa Pakde Nanang sudah mulai pikun." Kata seorang warga sambil menggelengkan kepala.

"Usianya juga sudah tujuh puluh tahun."

Beberapa orang langsung mengangguk setuju.

"Bisa jadi cuma salah lihat."

"Atau cuma khayalannya saja."

"Iya, namanya juga orang tua."

"Kadang melihat sesuatu yang sebenarnya nda ada."

Warga lainnya ikut menimpali.

"Lagipula mana mungkin ada orang tiba-tiba hilang begitu saja?"

"Benar."

"Kalau memang itu Sekar, kenapa dia nda pulang?"

"Nah, itu dia."

"Rumahnya sudah di depan mata kok."

"Kalau memang kangen sama ibunya, tinggal masuk saja."

Obrolan itu semakin ramai.

Masing-masing orang memiliki pendapat sendiri.

Sebagian besar warga memang sulit mempercayai cerita Pak Nanang.

Menurut mereka, tidak masuk akal jika seseorang berjalan bersama dari jalan setapak hingga ke depan rumah, lalu menghilang begitu saja tanpa jejak.

Terlebih Pak Nanang mengaku berbicara cukup lama dengan Sekar.

Hal itu membuat cerita tersebut terdengar semakin sulit dipercaya.

Namun di tengah keramaian itu, seorang ibu yang duduk di dekat meja warung tiba-tiba angkat bicara.

"Atau mungkin Sekar memang benar ada."

Ibu-ibu yang lain langsung menoleh ke arahnya.

"Maksudmu?"

Wanita itu mengangkat bahu pelan.

"Siapa tahu dia malu."

"Malu kenapa?"

"Ya siapa tahu pria yang mengajaknya lari itu sudah meninggalkannya."

Suasana mendadak sedikit hening. Beberapa orang saling berpandangan.

Kemungkinan itu memang pernah terlintas di benak sebagian warga.

"Kalau begitu?"

"Kalau begitu mungkin dia takut pulang."

Wanita itu melanjutkan penjelasannya.

"Dia melihat rumahnya. Melihat ibunya. Tapi nda berani masuk."

Salah satu ibu-ibu yang sejak tadi mendengarkan mengangguk pelan.

"Itu masuk akal juga."

"Iya."

"Kalau sudah pergi, kabur dengan laki-laki, pasti malu menghadapi orang kampung."

"Terus pas Pakde Nanang lengah, mungkin dia langsung kabur lagi."

Beberapa warga mulai mengangguk-anggukkan kepala.

Penjelasan itu terasa jauh lebih mudah diterima daripada cerita seseorang yang menghilang begitu saja di depan rumahnya sendiri.

"Kasihan juga kalau memang begitu."

"Iya."

"Kalau benar ditinggalkan laki-laki itu, pasti berat hidupnya."

"Apalagi sebulan ini dia nda pernah memberi kabar."

"Bu Ratmini pasti sedih sekali."

Percakapan terus berlanjut dengan berbagai dugaan.

Ada pula yang tetap menganggap Pak Nanang hanya salah melihat karena faktor usia.

Namun, seorang pria tua hanya duduk diam sambil mengisap rokoknya perlahan.

Dia tidak ikut menyela pembicaraan.

Tidak pula mengangguk atau membantah.

Pria itu mengenal Pak Nanang sejak masih muda.

Mereka tumbuh di desa yang sama.

Bekerja bersama di sawah selama puluhan tahun.

Karena itulah dia tahu betul seperti apa sifat sahabat lamanya tersebut.

Pak Nanang mungkin sudah tua. Penglihatannya mungkin tidak setajam dulu.

Namun satu hal yang tidak pernah berubah adalah kejujurannya.

Dalam hati, pria tua itu masih sulit percaya bahwa Pak Nanang akan mengarang cerita sebesar itu.

Bukan pula orang yang senang membuat cerita bohong.

Karena itulah keraguan mulai muncul di benaknya.

Bagaimana jika Pak Nanang memang benar-benar melihat Sekar?

Bagaimana jika ada sesuatu yang belum diketahui seluruh warga desa?

Dan jika memang benar demikian, ke mana Sekar pergi setelah malam itu?

Tidak ada yang memiliki jawabannya.

Namun satu hal yang pasti, sejak kejadian malam itu, nama Sekar kembali menjadi bahan pembicaraan di seluruh desa.

"Kalau menurutku, kalau memang benar pria yang membawanya kabur itu sudah meninggalkan dia, mungkin itulah alasan kenapa dia nda berani pulang."

Beberapa warga langsung menoleh ke arah seorang ibu yang baru saja berbicara.

"Maksudmu?"

Ibu itu menghela napas pelan.

"Coba saja pikir."

"Dia meninggalkan laki-laki sebaik Lindu."

Beberapa orang langsung terdiam.

"Lindu itu orang baik."

"Sayang sama Sekar."

"Selama pacaran juga nda pernah terdengar macam-macam."

Beberapa warga mengangguk setuju.

Mereka memang mengenal Lindu sebagai pemuda yang baik dan bertanggung jawab.

"Tapi Sekar malah memilih pergi dengan laki-laki lain."

Ibu itu melanjutkan ucapannya.

"Nah, bayangkan kalau sekarang laki-laki yang dia pilih itu justru meninggalkannya."

Suasana menjadi sedikit hening.

"Dia pasti malu."

"Malu sama ibunya."

"Malu sama warga desa."

"Dan mungkin paling malu sama Lindu."

Seorang bapak yang duduk di dekat meja langsung mengangguk.

"Itu benar juga."

"Kalau aku jadi dia, mungkin aku juga nda berani pulang."

"Lalu tiba-tiba pulang dalam keadaan ditinggalkan?"

"Pasti berat."

"Orang-orang pasti membicarakannya."

"Ya seperti sekarang ini."

Beberapa orang tertawa kecil.

Namun tawa itu cepat menghilang.

Karena mereka sadar apa yang dikatakan tersebut memang benar.

Sejak Sekar menghilang, hampir setiap hari namanya menjadi bahan pembicaraan warga.

"Kalau benar begitu, kasihan juga."

"Iya."

"Kesalahan masa muda bisa menghantui seumur hidup."

"Tapi tetap saja," sahut seorang yang lain.

Semua mata langsung menoleh kepadanya.

"Apa?"

"Kalau memang ingin pulang, Bu Ratmini pasti akan menerima dia."

Yang lain langsung mengangguk pelan.

"Itu benar."

"Namanya juga ibu."

"Mau bagaimana pun anaknya, pasti tetap diterima."

"Meskipun marah, pasti tetap diterima."

"Iya."

"Bu Ratmini itu orang yang lembut."

"Dia mana mungkin mengusir anaknya sendiri."

Perkataan itu membuat suasana kembali hening sesaat.

Karena semua orang tahu hal tersebut memang benar.

Bu Ratmini tidak pernah berhenti menunggu kabar putrinya.

Bahkan setelah sebagian warga mulai menganggap Sekar tidak akan pernah kembali.

Setiap ada kabar sekecil apa pun tentang Sekar, wanita itu selalu berharap.

Selalu menunggu.

Dan selalu berdoa.

"Aku malah kasihan sama Bu Ratmini."

"Iya."

"Anaknya hilang."

"Tiap hari jadi bahan omongan orang."

Belum selesai mereka berbicara, seorang ibu lainnya ikut menimpali.

"Kasihan juga sama Wulan."

"Wulan kenapa?"

"Lha, dia sekarang jadi istrinya Lindu."

Beberapa orang langsung mengangguk paham.

"Benar juga."

"Kalau Sekar tiba-tiba pulang, pasti jadi ribut lagi."

"Apalagi sekarang Lindu sudah menikah."

Obrolan itu terus mengalir tanpa henti.

Dugaan demi dugaan bermunculan.

Namun tidak satu pun yang benar-benar mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Sekar.

Yang mereka miliki hanyalah cerita, dugaan, dan prasangka.

Sementara di suatu tempat, Bu Ratmini masih terus menunggu kepulangan putrinya.

Dan semakin banyak warga membicarakan Sekar, semakin besar pula harapan kecil yang diam-diam tumbuh di dalam hati wanita itu.

Dan bagi seorang ibu yang telah kehilangan anaknya selama lebih dari sebulan, harapan sekecil apa pun tetap layak untuk diperjuangkan.

1
M.S Inisial
Suka banget sama karya author satu ini
Yulia Lia
ceritanya bagus
Riska Salahudin
seru kak
Yulia Lia
lanjut KK ,,nah yg kmaren ngatain sekar lari SM laki2 lain taunya dia ada di dlm sumur
Yulia Lia
lanjut ya kk
Yulia Lia
mudah2 itu Sekar biar gosip yg berenar gk bener
Nurr Tika
warga heboh knp sekar mati
Nurr Tika
lanjut
Nurr Tika
harusnya tdi di angkat sekalian yah, gara" takut akhirnya lupa
Siti Yatmi
jgn2 Sekar itu..ya Tuhan ...
Wiwit
lanjut thor
Nurr Tika
bnr kah itu mayat sekar
Riska Salahudin
pasti sekar
Nurr Tika
mayat sekar di buang ke sumur
Nurr Tika
bagus
Nurr Tika
lanjut
Nurr Tika
oh ternyata baskoro dan wulan ada hubungan
Elgi 07
aduhhh thor keren sekali ceritanya. serasa gantung banget babnya.
sepatal city
thor bagus banger, selalu di buat penasaran sama karya horor author
Nanda
mantappu............
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!